Connect with us

PERISTIWA

Fish and Coral Jadi Tontonan Masyarakat Manado

Untuk menyelesaikan satu mobil hias, dia membutuhkan 10 orang yang terdiri dari tukang, dekorasi artistik dan dekorasi lampu.

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com— Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kota Manado ikut memeriahkan pembukaan Manado Fiesta 2017, Sabtu (2/9/2017).

Dengan menampilkan berbagai ikan dan biota laut, mereka ramai-ramai menampilkan tema fish and coral (Fisco) lewat kendaraan hias.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado Deisy Lumowa kepada ZonaUtara mengatakan, akan menampilkan mobil hias dengan ikon ikan kanos-kanos atau milk fish.
Pemilihan ikan ini, menurut dia, sesuai dengan cabut undi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Manado.

“Mobil hias ini dikerjakan selama dua minggu. Semoga lewat kegiatan ini masyarakat semakin tahu jenis-jenis biota laut yang ada di sekitar kita,” kata Lumowa.

Henoch Saul, dekorator mobil hias mengaku, pengerjaan dilakukan selama tiga minggu.

“Tiga minggu itu sudah termasuk desain, pencarian bahan hingga desain,” ujar Kepala SMPN 14 Manado ini.

Untuk menyelesaikan satu mobil hias, dia membutuhkan 10 orang yang terdiri dari tukang, dekorasi artistik dan dekorasi lampu.

“Yang unik dalam dalam kendaraan hias ini yaitu ikan, logo dan tulisan milk fish berputar karena menggunakan dinamo. Dan temanya  memperlihatkan keindahan bawah laut,” ujar Henokh.

 
Editor: Ronny A. Buol

Comments

comments

Click to comment

Komentar

PERISTIWA

In House Training Dasar-dasar Penulisan Berita

Published

on

zonautara.com
In House Training dari Syofiadri Bachyul kepada Jajaran Redaksi Zona Utara (Foto: zonautara.com/Ronny Buol)

MANADO, ZONAUTARA.com – In House Training diikuti jajaran Redaksi Media Siber Zona Utara, Senin (19/2/2018). Anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Syofiardi Bachyul JB memberikan materi mengenai dasar-dasar penulisan berita. Kegiatan ini akan dilakukan hingga Selasa (20/2/2018).

Pemimpin Redaksi Zonautara.com Ronny Buol mengaku beruntung ketika Zona Utara mendapatkan kesempatan in house training dari Syofiardi Bachyul yang juga jurnalis The Jakarta Post sekaligus Redaktur Tabloid Jubi.

“Kita harus pergunakan baik-baik kesempatan ini,” kata Ronny.

Sementara itu, Syof, sapaan akrab Syofiardi Bachyul mengatakan, menjadi seorang jurnalis harus punya kepekaan, keingintahuan yang tinggi, sikap skeptis bahkan semangat berbagi informasi dengan orang lain. Selain itu, jurnalis juga harus dilengkapi dengan peralatan liputan dan bisa melaporkan kejadian yang diliput.

“Menjadi jurnalis harus mencari kebenaran yang fungsional yaitu kebenaran yang terus-menerus dicari dan benar sampai berita selesai diproses,” ujar Syof dalam materinya.

Selain itu, dia juga memaparkan tentang mencari tahu berita yang adalah fakta, penting dan menariknya berita, bagaimana mengumpulkan bahan berita, serta bagaimana memilih fokus atau angle berita.

Rizali Posumah, wartawan Zona Utara mengaku pelatihan ini sangat penting.

“Saya pikir sebagai jurnalis pemula, pelatihan ini sangat penting. Agar data-data yang didapat bisa dijadikan berita,” ungkap Rizali.

 

Editor: Eva Aruperes

 

Comments

comments

Continue Reading

PERISTIWA

13 Tersangka Pembunuhan Di Desa Paniki Atas Diringkus Polres Minut

Published

on

zonautara.com
Barang bukti sajam dari 13 tersangka pembunuhan diperlihatkan Kapolres Minut dan jajarannya.(Foto: zonautara.com/K-15)

MINUT, ZONAUTARA.com – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara (Minut) berhasil menangkap 13 Tersangka pelaku penganiayaan dan pembunuhan di Desa Paniki Atas, Minggu (18/02/2018). Peristiwa penganiayaan dan pembunuhan terhadap kedua lelaki warga Desa Paniki Atas, Tedy Emor (35) dan Arel Rorong (28), yang terjadi sekitar pukul 22.30 Wita di pos depan Perumahan Villa Mutiara Desa Paniki Atas, Kecamatan Talawaan, Minut.

Kedua korban dianiaya oleh sekelompok orang yang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam. Atas kejadian tersebut korban Tedy Emor meninggal dunia akibat dua luka tusukan yang mengenai dada dan perut korban, sedangkan Arel Rorong masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Pemerintah Prof Kandou, Malalayang Manado.

Setelah melakukan penyelidikan sejak pukul 01.00 Wita Minggu (18/02/2018) dini hari, akhirnya Tim Resmob Polres Minut dan Polsek Dimembe berhasil menangkap 13 orang tersangka bersama barang bukti 7 buah senjata tajam di Desa Koka, Kelurahan Mapanget Barat, dan Manado. Para pelaku langsung diamankan di Satuan Reskrim Polres Minut.

Inisial 13 Orang Tersangka yaitu MM(21) sebagai Pelaku Utama; AM alias Puti (21) sebagai Pelaku Utama; JM (21); IL alias Agil (17); JK (16); RS alias Obet (26); DM (31); AM (15); BW (17); RK (20); NS (18); FK (18); dan JR (19).

Selain mengamankan para pelaku, tim juga mengamankan barang bukti berupa  sebilah pisau panjang 50 centimeter (cm); sebilah pisau panjang 30 cm; sebilah pisau panjang 20 cm; sebilah pisau panjang 15 cm; sebilah pisau panjang 34 cm; sebilah parang  panjang 40 cm; dan sebilah pedang Samurai panjang 80 cm.

Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael dalam konferensi pers menjelaskan motif dan modus operandi kasus ini adalah merupakan bentuk balas dendam atas peristiwa penganiayaan yang sebelumnya dilakukan sekelompok warga Paniki Atas pada pesta perkawinan hari Sabtu (17/2/2018).  Pada besok harinya, Minggu (18/2/2018), para tersangka berencana melakukan pembalasan di desa Paniki Atas.

“Hal tersebut terungkap pada beranda media sosial tersangka yang kemudian mempermudah Tim Kepolisian mendapat titik terang pengungkapan tersangka, ” jelas Pattiwael kepada awak media di Aula Polres Minut.

zonautara.com

13 Tersangka pelaku pembunuhan di Desa Paniki Atas.(Foto: zonautara.com/K-15)

Atas perbuatan tersebut, lanjutnya, tersangka dikenakan pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tindak Pidana Pembunuhan Berencana.

“Jika terbukti, pelaku dapat dikenai Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun,” terang Pattiwael.

Pattiwael berharap peristiwa serupa yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan terjadi lagi, serta meminta masyarakat  ikut berpartisipasi menjaga stabilitas keamanan di kedua desa.

Salah satu tersangka,  MM (21) yang diwawancarai wartawan Zona Utara, mengaku menyesali perbuatannya.

“Kami memang terbawa emosi, karena itu saya sangat menyesali kejadian ini,” akunya.(K-15)

 

Editor: Rahadih Gedoan

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: