Connect with us

SOSIAL & KEMASYARAKATAN

HipHop Manado Dari Sekedar Kumpul Hingga Ke Panggung Mantos Auto Contest

Menariknya komunitas ini tidak ada ketuanya. Kata Gina, dalam komunitasnya mereka hanya membedakan senior dan junior.

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Komunitas Hip Hop Manado pukau para pengunjung Manado Town Square (Mantos), saat dihelatnya Battle Dance di panggung utama, Jumat (16/09/2017). Battle dance ini adalah rangkaian dari iven Mantos Auto Contest (MAC) 2017.

Para pengunjung berdiri berdesak-desakan di sekeliling panggung, untuk melihat goyangan meliuk-liuk dan enerjik dari para dancer anggota Komunitas Hip Hop Manado. Dentuman music tekno mengiringi gerak ekstrim para penari di atas panggung.

Penasaran dengan Komunitas Hip Hop Manado ini, Zonautara pun mendekati koordinatornya, Regina Frizty Mandang. Perempuan tomboy yang akrab disapa Gina itu menceritakan bahwa komunitas mereka telah terbentuk sejak tahun 2008.

“Awalnya kita hanya kumpul-kumpul di lapangan basket kawasan Mega Mas. Karena terus kumpul-kumpul, akhirnya bertemu dan jadi satu komunitas. Jadi secara alami aja sih, karena punya kesamaan hobi dan minat ya kita akhirnya menyatu dalam komunitas ini,” tutur Gina yang ternyata bisa juga breakdancer. Dia juga seorang rapper.

Menariknya komunitas ini tidak ada ketuanya. Kata Gina, dalam komunitasnya mereka hanya membedakan senior dan junior.

“Tidak ada ketua, sekretaris atau bendahara. Kalau untuk latihan ya kita ngumpul di kawasan saja trus latihan. Perbedaannya hanya siapa lebih dulu masuk dan junior,” aku perempuan yang dilahirkan 25 tahun silam ini.

Terkait kegiatan seperti iven-iven yang melibatkan Komunitas Hip Hop Manado, atau mereka yang punya hobi di dance, Gina berharap itu bisa menjadi wadah bagi anak-anak muda agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

“Yang diharapkan dari kegiatan ini supaya ada wadah untuk anak-anak muda. Zaman sekarang kan dari pada lakukan hal-hal negatif sebaiknya kan mereka ikut yang begini. Ada wadah, dance, supaya mereka tidak ikut tawuran,” pungkas Gina yang bergabung dengan Komunitas Hip Hop Manado sejak tahun 2009.

 

Editor: Ronny A. Buol

Comments

comments

Click to comment

Komentar

SOSIAL & KEMASYARAKATAN

Yan Mamengko: Saya Memilih Figure

Published

on

zonautara.com
Yan Mamengko pasang bendera Partai Golkar di depan rumahnya.(Foto: zonautara.com/Tesafilia Senduk)

MANDOLANG, ZONAUTARA.com – Masyarakat di Kecamatan Mandolang tak ketinggalan meramaikan ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa 2018 dengan ikut memasang atribut partai yang didukung. Ada dua partai besar yang tengah bersaing ketat, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Royke O Roring-Robby Dondokambey (ROR-RD) dan Partai Golkar dengan Paslon Ivan Sarundajang-Careig N Runtu (IvanSa-CNR).

Tokoh masyarakat Mandolang Yan Mamengko (68) memasang atribut Partai Golkar di depan rumahnya. Mantan Bendahara Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Mandolang yang dikenal sebagai sosok yang sudah sejak lama dominan menggunakan warna merah itu, kini justru memutuskan berbeda pilihan dalam ajang Pilkada Minahasa ini.

Om Yan, sapaan akrabnya, memang biasa terlihat selalu berpakaian yang berwarna merah; kendaraannya, baik sepeda motor maupun mobil, semua berwarna merah; sampai rumahnya dicat merah; dan pagar rumah yang dihiasi dengan gambar Banteng. Setiap orang yang lewat rumah Yan terkaget dengan bendera Golkar yang berkibar di depan rumahnya yang berarti tak mendukung Paslon ROR-RD yang diusung PDIP.

Saat diwawancarai wartawan Zona Utara di rumahnya yang berada di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, om Yan mengatakan dirinya saat ini berpihak di partai lain karena dia melihat figure.

“Saya 100 persen mendukung Ivansa-CNR karena saya melihat figure, mereka masih muda sudah saatnya yang muda untuk berperan,” ungkap Yan, Selasa (20/2/2018).

Meskipun bergitu, lanjut Yan, Banteng tetap dalam hatinya. Namun untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2018 dia mendukung partai Golkar.

“Ivansa juga merupakan kader PDIP. Pada waktu Ivansa mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati pada periode lalu saya menjadi tim sukses mereka,” jelas om Yan.

Dia mengaku, juga akan memberi diri sebagai tim sukses relawan untuk pasangan nomor satu Ivansa-CNR.

 

Editor: Rahadih Gedoan

Comments

comments

Continue Reading

SOSIAL & KEMASYARAKATAN

Produsen Mie yang Kedapatan Menggunakan Boraks Harus Diproses Hukum

Published

on

zonautara.com
Mie yang sudah jadi siap dijual.(Foto: Zonautara.com/Tonny Rarung)

MANADO, ZONAUTARA.com – Kasus boraks pada mie dan bakso di pasar tradisional yang menyeruak belum lama ini terus menjadi perhatian DPRD Sulawesi Utara (Sulut).

Hearing lintas komisi, yakni Komisi II Bidang Perekonomian dan Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat digelar membahas kasus ini, Senin (19/2/2018).

Dipimpin Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, para wakil rakyat meminta agar Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) meningkat pengawasan terhadap produk-produk makanan yang beredar di Sulut.

“Harusnya pengawasan semakin ditingkatkan. Jangan sampai timbul tanda tanya mengapa baru sekarang. Padahal pengawasan harusnya selalu ada dari BBPOM,” ucap anggota Komisi II Edwin Lontoh.

Selain itu, para anggota dewan menyayangkan lambannya informasi dan tindaklanjut dari BBPOM kepada pemerintah.

“Kasus seperti ini rasanya sudah berulang-ulang. Produsen yang sudah berulang kali kedapatan menggunakan boraks harusnya diproses hukum. Jangan terkesan seperti ada pembiaran,” kata anggota dewan Herry Tombeng.

Legislator Partai Gerindra itu menjelaskan, harus ada sanksi hukum karena masalah boraks berkaitan dengan jaminan kesehatan bagi masyarakat dari produk makanan yang dijual.

Sedangkan anggota dewan Meiva Lintang mengingatkan, kasus boraks ini jangan sampai ada main mata antara BBPOM dan produsen.

“Ini harus diwaspadai,” tegas mantan Ketua DPRD Sulut periode 2009-2014 itu.

Menjawab hal ini, Kepala BBPOM Rustyaati mengakui dalam hal pengawasan masih terjadi tumpang tindih kewenangan. Hal ini, katanya, karena belum ada payung hukum yang jelas.

“Karena terkait dengan produk mie bukan dari BBPOM yang mengeluarkan izin, melainkan menjadi tanggung jawab kabupaten/kota yang menggeluarkan izin,” terang dia.

Dalam hearing lintas komisi tersebut turut hadir pimpinan Komisi IV James Karinda, Inggrid Sondakh dan Fanny Legoh serta Wakil ketua dan Sekretaris Komisi II Noldy Lamalo dan Rocky Wowor, Kadisperindag serta Kadis Kesehatan Provinsi Sulut. (K-02)

 

Editor: Eva Aruperes

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: