Connect with us

SERBA-SERBI

Marcyha, Si Cantik Pembawa Acara MAC 2017

Tak hanya itu, Marchya yang juga aktif sebagai penyiar radio ini memberikan tanggapan positif terkait kegiatan MAC 2017.

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com –Kemeriahan event Mantos Auto Contest (MAC) 2017 tidak lepas dari kehadiran Master of Ceremoni (MC) atau pembawa acara. Pada pelaksanaan hari kedua MAC 2017, Jumat (15/9), Marchya Sumolang didapuk menjadi MC.

Saat dicegat Zonautara usai turun dari panggung, wanita cantik berumur 24 tahun ini menuturkan ia punya rasa kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari iven besar yang dibuka oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara, Inspektur Jendral (Irjen) Bambang Waskito tesebut.

“Jelas bangga, karena ini adalah event besar di Sulawesi Utara,” ujar Mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unsrat ini.

Tak hanya itu, Marchya yang juga aktif sebagai penyiar radio ini memberikan tanggapan positif terkait kegiatan MAC 2017.

“Ini bagus, ada wadah untuk kalangan pecinta otomotif di Sulut. Jadi mereka yang punya mobil, yang biasanya cuma mejeng-mejeng saja, sekarang bisa dipamerkan secara resmi dan bisa dapat apresiasi, apalagi ada lombanya,” pungkas perempuan murah senyum ini.

 

Editor: Ronny A. Buol

Comments

comments

Click to comment

Komentar

SERBA-SERBI

Ngongo, Jejak Peninggalan Sejarah di Desa Maliku

Published

on

Gua Ngongoh
Gua yang oleh masyarakat disebut Ngongo di Desa Maliku, Kecamatan Amurang Timur, Minsel. (Foto: zonautara.com/Lukman Polimengo)

AMURANG, ZONAUTARA.com – Berbagai peninggalan sejarah tersimpan rapi di Desa Maliku, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Salah satunya, gua yang oleh warga desa disebut Ngongo.

Hukum Tua Desa Maliku Ferry Pieters Pandey pun mengajak Tim Redaksi Zona Utara mengunjungi peninggalan sejarah yang berada sekitar 50 meter dari desa tersebut.

Ferry mengungkapkan, dari cerita para orang tua di Desa Maliku, keberadaan gua tersebut sudah ada sebelum zaman penjajahan.

“Kami di sini menyebutnya Ngongo, tidak tahu siapa dan kapan dibuat. Karena selain itu, sejarah tentang Desa Maliku ini telah lama hilang,” ujar Ferry.

Hingga saat ini, belum pernah ada seorang pun yang menelusuri jejak gua yang berdiameter sekitar 7 meter dan terletak di pinggiran sungai tersebut. Masyarakat setempat pun tidak berani untuk masuk lebih dalam ke gua yang di dalamnya terdapat air jernih dan juga sarang burung walet dan kelelawar itu.

Konon, kata Ferry, berdasarkan cerita tetua di kampung tersebut, gua tersebut tak hanya sebatas mata memandang, melainkan gua tersebut tembus ke bagian lain bukit di desa tersebut.

Menurut Ferry, selain keberadaan goa tersebut, di Desa Maliku juga terdapat sejumlah batu prasasti yang diyakini berasal dari zaman dahulu.

“Desa ini seperti yang dikisahkan orang tua kami dahulu, sudah ada sejak tahun 1600-an, banyak batu yang punya nilai sejarah, yang menurut kami punya hubungan dengan keberadaan desa ini,” jelasnya.

Kini dengan keberadaan goa dan beberapa batu bersejarah, Ferry bersama perangkat desa serta masyarakat, tengah merintis tempat tersebut menjadi destinasi wisata sejarah.

“Tahun 2018 ini, kami sudah memasukkan ke dalam rencana pengembangan potensi pariwisata yang ada di desa, mulai dari konsep, anggaran  dan pengelolaannya. Sehingga, hal ini bisa memberi nilai tambah bagi warga desa Maliku,” pungkasnya.

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Continue Reading

SERBA-SERBI

Souvenir Valentine Diburu Di Hari Kasih Sayang

Published

on

zonautara.com
Anak sekolah sedang berburu souvenir Valentine di kawasan Megamas Manado.(Foto: zonautara.com/Tonny Rarung)

MANADO, ZONAUTARA.com  Pedagang souvenir Hari Valentine meraup banyak keuntungan. Seperti yang terpantau di toko souvenir I Love U Marchandise yang berada di kawasan Megamas Manado yang dibanjiri pengunjung untuk membeli souvenir di Hari Kasih sayang, Rabu (14/02/18).

Warni Hamza, karyawan I Love U Marchandise, mengatakan bahwa memang di momentum seperti ini penjualan mereka meningkat. Paling banyak yang dibeli adalah boneka dan bunga yang sudah dirangkai cantik dengan tulisan Happy Valentine.

“Pembeli yang paling banyak dari kalangan anak sekolah karena mereka biasanya saling tukar souvenir, entah dengan pacar atau dengan sahabat,” ujarnya.

Novelia Tampilang, siswi SMK Trinita Manado, bersama teman-temannya datang membeli pernak-pernik Valentine untuk saling tukar souvenir dengan para sahabat.

“Saya lebih memilih sahabat untuk tukar souvenir karena masih bersekolah. Belum ada tujuan mencari pacar. Masih fokus untuk sekolah,” kata Novelia.

 

Editor: Rahadih Gedoan

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: