Connect with us

MINSEL

Pemuda GMIM Galang Dana Untuk Korban Banjir Sinonsayang

Published

on

zonautara.com
Aksi penggalangan dana Pemuda GMIM untuk korban banjir. (Foto: zonautara.com/K-08)

MINSEL, ZONAUTARA.com Sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban para korban banjir di Kecamatan Sinonsayang, Pemuda GMIM Wilayah Amurang 1, 2 dan 3, menggelar penggalangan dana di seputaran Pusat Kota Amurang, Senin (12/2/2018).

Ketua Pemuda Wilayah Amurang Satu Pnt Ricky Tambajong mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas pemuda yang ada di wilayah Amurang Raya, untuk para korban bencana banjir dan tanah longsor.

“Ini sebagai bentuk kebersamaan dari para Pemuda GMIM di Amurang untuk membantu masyarakat yang ada di Kecamatan Sinonsayang yang kena bencana alam,” ujar Tambajong.

Menurut dia, kegiatan tersebut mendapat respon baik dari para Pemuda GMIM untuk turun ke jalan menggalang dana.

“Walaupun cuaca hujan, teman-teman pemuda yang ada begitu termotovasi untuk menggalang dana, dan disambut baik juga oleh masyarakat untuk memberikan bantuan. Dan syukur, dari hasil penggalangan dana selama dua hari mendapatkan hasil sebanyak Rp2.690.500,” jelasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Pemuda GMIM Wilayah Amurang 1 Pnt Alfa Suru menambahkan, kegiatan seperti ini sudah sering dilakukan oleh pemuda wilayah Amurang Raya dari periode-periode sebelumnya, ketika terjadi bencana alam.

“Suatu kegiatan sosial yang dicontokan oleh senior-senior kami dalam periode sebelumnya, dalam bentuk kebersamaan untuk membantu sudara-sudara kita yang terkena musibah bencana alam, dan bukan saja di Sulawesi Utara, tetapi di seluruh Indonesia,” pungkas Pnt Alfa didampingi Pnt Jhonly Kasenda. (K-08)

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Click to comment

Komentar

MINSEL

Kapolres Minsel Pimpin 505 Personel Kawal Deklarasi Pilkada Damai

Published

on

Humas Polres Minsel
Personel pengamanan terdiri dari gabungan unsur TNI dan Polri. (Foto: Humas Polres Minsel)

MINSEL, ZONAUTARA.com Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan  (Minsel) melibatkan 505 personel gabungan dalam pengamanan Deklarasi Pilkada Damai, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) di Lapangan Tombatu, Minggu (18/2/2018).

Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo mengatakan, personel pengamanan ini terdiri dari gabungan unsur TNI dan Polri.

“Perkuatan gabungan ini terdiri dari organik Polres Minsel, BKO Brimob, Polair dan staf Polda Sulut serta BKO TNI dari unsur Kodim 1302/Minahasa dan Yonif 712 Amurang,” terang Kapolres.

Pelibatan personel gabungan dalam skala besar ini, kata dia, di-ploting ke sejumlah titik beat wilayah penugasan.

“Kita melakukan tugas penjagaan, pengamanan serta pengawalan kegiatan deklarasi Pemilihan kepala daerah (Pilkada, red) damai yang dirangkaikan dengan road show keliling seluruh kecamatan, wilayah Kabupaten Mitra,” tambah Kabag Ops Kompol Jacky Lapian.

 

Editor: Eva Aruperes

Comments

comments

Continue Reading

MINSEL

99 Persen Penduduk Kotamenara Hidup Dari Hasil Captikus

Published

on

zonautara.com
Petani di Desa Kotamenara pulang dari kebun.(Foto: zonautara.com/Tonny Rarung)

MINSEL, ZONAUTARA.com – Sekitar 99 persen penduduk Kotamenara hidup dari hasil pertanian. Mereka rata-rata menyadap nira pohon Aren untuk diolah jadi minuman tradisional Captikus dengan kadar alkohol yang bervariasi. Selain diolah jadi Captikus, masyarakat juga memaksimalkan nira pohon Aren untuk membuat Gula Merah.

Kepala Desa atau Hukum Tua (Kumtua) Kotamenara Joyke Sondakh ketika disambangi wartawan Zona Utara di rumahnya, Jumat (16/2/2018), mengatakan bahwa itulah yang menjadi penghasilan utama masyarakat di Kotamenara.

“Masyarakat di sini mengandalkan hasil olah Captikus dan Gula Merah untuk membiayai kehidupan sehari-hari, menyekolahkan anak, dan kebutuhan lainnya. Hasil olahan tersebut dijual langsung masyarakat ke pasar,” kata Joyke.

Untuk Captikus, lanjutnya, dijual ke warung-warung hingga ke pabrik yang membutuhkan bahan dasar olahan minuman beralkohol. Setiap petani bisa memproduksi sekitar 200 liter Captikus dalam seminggu.

“Bisa dibayangkan bagaimana nasib masyarakat di sini bila peredaran Captikus makin dilarang. Masyarakat di Kotamenara pasti akan kesulitan karena selama bertahun-tahun ini masyarakat rata-rata mengandalkan hasil olah pohon Aren tersebut,” ujarnya dengan nada prihatin.

Menurutnya lagi, Kotamenara ke depan membutuhkan perhatian Pemerintah untuk menciptakan pasar yang bagus untuk penjualan Captikus dan Gula Merah. Pernah ada perusahaan dari Kota Tomohon yang ingin membeli Gula Merah dari Kotamenara namun sayangnya harga yang ditawarkan terlampau rendah sehingga tidak ada yang mau.

 

Editor: Rahadih Gedoan

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: