Connect with us

SOSIAL & KEMASYARAKATAN

Adriana Dondokambey Ajak Lansia Rajin Berlutut

Published

on

zonautara.com
Adriana Dondokambey saat bertatap muka dengan para lansia. (Foto: zonautara.com/K-02)

MANADO, ZONAUTARA.com Warga lansia (lanjut usia) bukanlah warga yang tidak berguna. Warga lansia sangat berguna bagi masa depan keluarga, gereja, daerah dan bangsa.

Hal ini diungkapkan oleh Penatua Ny Adriana Dondokambey saat menggelar pengobatan mata gratis bagi para lansia di GMIM Eklesia Kalasey I, Kecamatan Mandolang, Selasa (13/2/2018).

“Siapa bilang lansia tidak berguna. Lansia berguna adalah lansia yang rajin berlutut untuk berdoa bagi anak-anak dan cucu-cucu. Berdoa bagi kesejahteraan daerah dan bangsa,” ujar Adriana saat menyampaikan sambutannya.

Adriana juga menyampaikan kesaksiannya bagi berkat-berkat Tuhan dalam kehidupan keluarganya, dimulai dari lutut omanya.

“Waktu kecil, saya menyaksikan sendiri oma saya setiap pagi berlutut mendoakan anak dan cucunya agar dihindarkan dari marabahaya dan diberkati Tuhan. Itu yang sekarang ini, saya dan kakak serta adik saya rasakan, yaitu berkat dan perlindungan Tuhan,” terang kandidat Ketua Wanita Kaum Ibu (WKI) GMIM ini.

Pada kesempatan yang sama, Ny Adriana menyerahkan bantuan bagi para lansia di tujuh jemaat GMIM wilayah Mandolang. Di antaranya GMIM Eklesia, Efrata, Bait El dan Agape.

Para Lansia, selain menjalani pengobatan mata dan kesehatan gratis, juga mendapatkan bantuan beras dan dana bagi lansia jemaat.

“Bantuan-bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Dan kiranya kami tetap berguna di masa tua kami, dengan menjadi penopang doa bagi keluarga, daerah dan bangsa,” ucap para lansia.

Turut mendampingi lansia Ketua Wilayah Mandolang II, Pdt Katrin Ering-Mewoh. (K-02)

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Click to comment

Komentar

SOSIAL & KEMASYARAKATAN

Yan Mamengko: Saya Memilih Figure

Published

on

zonautara.com
Yan Mamengko pasang bendera Partai Golkar di depan rumahnya.(Foto: zonautara.com/Tesafilia Senduk)

MANDOLANG, ZONAUTARA.com – Masyarakat di Kecamatan Mandolang tak ketinggalan meramaikan ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa 2018 dengan ikut memasang atribut partai yang didukung. Ada dua partai besar yang tengah bersaing ketat, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Royke O Roring-Robby Dondokambey (ROR-RD) dan Partai Golkar dengan Paslon Ivan Sarundajang-Careig N Runtu (IvanSa-CNR).

Tokoh masyarakat Mandolang Yan Mamengko (68) memasang atribut Partai Golkar di depan rumahnya. Mantan Bendahara Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Mandolang yang dikenal sebagai sosok yang sudah sejak lama dominan menggunakan warna merah itu, kini justru memutuskan berbeda pilihan dalam ajang Pilkada Minahasa ini.

Om Yan, sapaan akrabnya, memang biasa terlihat selalu berpakaian yang berwarna merah; kendaraannya, baik sepeda motor maupun mobil, semua berwarna merah; sampai rumahnya dicat merah; dan pagar rumah yang dihiasi dengan gambar Banteng. Setiap orang yang lewat rumah Yan terkaget dengan bendera Golkar yang berkibar di depan rumahnya yang berarti tak mendukung Paslon ROR-RD yang diusung PDIP.

Saat diwawancarai wartawan Zona Utara di rumahnya yang berada di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, om Yan mengatakan dirinya saat ini berpihak di partai lain karena dia melihat figure.

“Saya 100 persen mendukung Ivansa-CNR karena saya melihat figure, mereka masih muda sudah saatnya yang muda untuk berperan,” ungkap Yan, Selasa (20/2/2018).

Meskipun bergitu, lanjut Yan, Banteng tetap dalam hatinya. Namun untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2018 dia mendukung partai Golkar.

“Ivansa juga merupakan kader PDIP. Pada waktu Ivansa mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati pada periode lalu saya menjadi tim sukses mereka,” jelas om Yan.

Dia mengaku, juga akan memberi diri sebagai tim sukses relawan untuk pasangan nomor satu Ivansa-CNR.

 

Editor: Rahadih Gedoan

Comments

comments

Continue Reading

SOSIAL & KEMASYARAKATAN

Produsen Mie yang Kedapatan Menggunakan Boraks Harus Diproses Hukum

Published

on

zonautara.com
Mie yang sudah jadi siap dijual.(Foto: Zonautara.com/Tonny Rarung)

MANADO, ZONAUTARA.com – Kasus boraks pada mie dan bakso di pasar tradisional yang menyeruak belum lama ini terus menjadi perhatian DPRD Sulawesi Utara (Sulut).

Hearing lintas komisi, yakni Komisi II Bidang Perekonomian dan Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat digelar membahas kasus ini, Senin (19/2/2018).

Dipimpin Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, para wakil rakyat meminta agar Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) meningkat pengawasan terhadap produk-produk makanan yang beredar di Sulut.

“Harusnya pengawasan semakin ditingkatkan. Jangan sampai timbul tanda tanya mengapa baru sekarang. Padahal pengawasan harusnya selalu ada dari BBPOM,” ucap anggota Komisi II Edwin Lontoh.

Selain itu, para anggota dewan menyayangkan lambannya informasi dan tindaklanjut dari BBPOM kepada pemerintah.

“Kasus seperti ini rasanya sudah berulang-ulang. Produsen yang sudah berulang kali kedapatan menggunakan boraks harusnya diproses hukum. Jangan terkesan seperti ada pembiaran,” kata anggota dewan Herry Tombeng.

Legislator Partai Gerindra itu menjelaskan, harus ada sanksi hukum karena masalah boraks berkaitan dengan jaminan kesehatan bagi masyarakat dari produk makanan yang dijual.

Sedangkan anggota dewan Meiva Lintang mengingatkan, kasus boraks ini jangan sampai ada main mata antara BBPOM dan produsen.

“Ini harus diwaspadai,” tegas mantan Ketua DPRD Sulut periode 2009-2014 itu.

Menjawab hal ini, Kepala BBPOM Rustyaati mengakui dalam hal pengawasan masih terjadi tumpang tindih kewenangan. Hal ini, katanya, karena belum ada payung hukum yang jelas.

“Karena terkait dengan produk mie bukan dari BBPOM yang mengeluarkan izin, melainkan menjadi tanggung jawab kabupaten/kota yang menggeluarkan izin,” terang dia.

Dalam hearing lintas komisi tersebut turut hadir pimpinan Komisi IV James Karinda, Inggrid Sondakh dan Fanny Legoh serta Wakil ketua dan Sekretaris Komisi II Noldy Lamalo dan Rocky Wowor, Kadisperindag serta Kadis Kesehatan Provinsi Sulut. (K-02)

 

Editor: Eva Aruperes

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: