Connect with us

HUKUM & KRIMINAL

JPU Beber Kejanggalan Proyek Pemecah Ombak Minut Di Persidangan

Published

on

Tiga terdakwadugaan Korupsi Pemecah Ombak saat di persidangan. (K-05)
Tiga terdakwa dugaan Korupsi Pemecah Ombak saat di persidangan. (Foto: Zonautara.com/K-05)

MANADO, ZONAUTARA.com – Dugaan korupsi penanganan darurat pembuatan tanggul penahan/pemecah ombak, Desa Likupang Dua, pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Tahun 2016 akhirnya disidangkan.

Sidang dengan terdakwa RMT alias Rosa, SHS alias Steven, RM alias Robby digelar Selasa (13/2/2018) sekitar pukul 11.00 Wita di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Manado.

Agenda sidang pertama ini, yaitu pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara bersama Kejaksaan Negeri Minut.

Dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin Vincentius Banar, Wenny Nanda, Arkanu, JPU menguraikan isi dakwaannya. Dimana, proyek ini bermula saat ada usulan permintaan dana siap pakai (DSP) dari BPBD Minut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Disitu terdakwa Rosa selaku Kepala BPBD mengusulkan permintaan tersebut dengan menggunakan Surat Keputusan (SK) Bupati Minut Nomor 68 tahun 2016.

Isi permohonan menjelaskan, jika di Kabupaten Minut dalam status siaga darurat penanganan bencana banjir dan longsor. Padahal di daerah tersebut, tidak pernah terjadi bencana dan warning peringatan dari BMKG dengan kondisi cuaca ekstrim.

“Hal ini jelas bertentangan dengan Peraturan Kepala BNBP Nomor 06A Tahun penjara 2011,” kata Jaksa Bobby Raswin.

Tak hanya itu, menurut JPU, proyek ini tidak dilakukan pemilihan barang dan jasa terhadap pelaksana kegiatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010. Bahkan penyerahan dana pencairan hasil pekerjaan tidak diberikan kepada pihak pelaksana pekerjaan.

“Sebagaimana tercantum dalam laporan hasil audit dalam rangka perhitungan kerugian keuangan, hasil pemeriksaan di lapangan terdapat selisih pekerjaan,” jelas JPU.

Dalam dakwaan ini, JPU menyebutkan kalau terdakwa Rosa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri. Hasil pemeriksaan di lapangan terdapat potensi kerugian negara dari selisih pekerjaan dalam kontrak.(K-05)

 

Editor: Eva Aruperes

 

 

Comments

comments

Click to comment

Komentar

HUKUM & KRIMINAL

Percobaan Pembunuhan Gemparkan Sekretariat DPRD Minut

Published

on

zonautara.com
Ilustrasi penikaman. (Foto: Zonautara.com/Lukman Polimengo)

MINUT, ZONAUTARA.com – Kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Utara (Minut) digemparkan dengan peristiwa percobaan pembunuhan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Selasa (20/2/2018) sekira pukul 10.00 Wita.

Korban diketahui bernama Jane Manua, pegawai di Bagian Umum Sekretariat DPRD Minut. Saksi di lokasi kejadian, Vera Kaunang mengatakan, pelaku masuk ke ruangan Bagian Umum dan terlibat adu mulut dengan korban.

“Suasana semakin memanas, tiba-tiba pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan berusaha menikam korban. Saat itu Jane sempat melawan,” terang saksi.

Pegawai lainnya mengaku sempat menghadang pelaku. Namun karena ketakutan, pelaku melarikan diri dengan melompati dinding setinggi 3 meter.

Hasil identifikasi Satuan Reskrim Polres Minut menyatakan, korban terkena luka tusuk di dada sebelah kiri dan bagian ulu hati dengan pisau sepanjang 30 cm. Akibatnya, korban kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Minut AKP Ronny Maridjan saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar terjadi penikaman di Kantor DPRD Minut. Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku kini dalam pengejaran oleh tim kami. Diduga pelaku adalah suami korban” jelas Ronny.

Dia berharap, pelaku segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.(K-15)

 

Editor: Eva Aruperes

Comments

comments

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Tim Saber Pungli Tana Toraja Belajar Di Manado

Published

on

Tim Saber Pungli Tanah Toraja Studi Banding
Tim Saber Pungli Tanah Toraja Studi Banding di Polres Manado. (Foto: Zonautara.com/K-05)

MANADO, ZONAUTARA.com – Kepolisan Resor Kota (Polresta) Manado mendapat kunjungan dari Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber pungli) Kabupaten Tana Toraja, Selasa (20/2/2018). Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding terkait Saber Pungli di Kota Manado.

Dibawah Komando Wakapolres Tana Toraja AKBP Archelaus Limpong, Tim Saber Pungli Tana Toraja disambut Wakapolresta Manado AKBP Arya Perdana.

Dalam kegiatan tersebut, tim saling bertukar informasi tentang kegiatan masing-masing baik yang dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja maupun di Kota Manado. Limpong mengakui, Tim Saber di Kota Manado sangat baik.

“Dari penjelasan yang kami terima, Tim Saber Pungli Kota Manado sudah berjalan baik bahkan sudah ada hasil yang P21 (Pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap, red) sehingga menjadi acuan bagi kami di Kabupaten Tana Toraja,” ungkap Wakapolres Tana Toraja itu.

Sementara Arya yang juga Ketua Tim Saber Pungli Kota Manado menyatakan, dalam studi banding yang dilaksanakan ini, timnya berkomitmen untuk terus meningkatkan peran Saber Pungli.

“Nantinya Kota Manado bisa bersih dari kegiatan pungutan liar baik di lingkungan luar Polri maupun dalam Polri sendiri. Kami tidak akan pandang bulu dalam menyikapi hal ini,” pungkas Mantan Kapolres Minsel ini.(K-05)

 

Editor: Eva Aruperes

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: