Connect with us

HUKUM & KRIMINAL

Ketua PN Manado Ditegur Tim TAPM

Published

on

zonautara.com
Para Hakim, Panitera, Pegawai, dan Siswa Magang di PN Manado foto bersama. (Foto: Jubir PN Manado)

MANADO, ZONAUTARA.com Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manado  Edward Simarmata mendapat teguran dari Ketua Tim Akreditasi Penjaminan Mutu (TAPM) Sulawesi Utara (Sulut) yang juga atasan di Pengadilan Tinggi (PT) Manado.

Ketua PN Manado melalui Hakim Juru Bicara (Jubir) PN Manado Vincentius Banar mengungkap hal yang dipermasalahkan oleh Tim TAPM kepada awak media. Menurut dia, Tim TAPM menilai PN Manado tidak memperlihatkan usaha guna meningkatkan nilai akreditasi pengadilan.

“Yang disoroti, tidak adanya pos jaga keamanan di depan kantor dan tidak memenuhi syarat bentuk fisik meja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Seharusnya ada tujuh loket, namun yang terpasang hanya satu loket saja,” ungkap Banar.

Sorotan Tim TAPM ini mendapat tanggapan kritis dari para pejabat di PN Manado, dalam rapat dinas PN Manado. Salah satunya datang dari Hakim Halidja Waliy.

“Kalau hanya itu yang diminta PT, kita sanggup Pak ketua. Bukan hal sulit. Kami tidak rela, upaya keras selama ini, hanya dinilai kosong belaka. Apalagi, kenapa justru Pak ketua yang ditegur?,” kata Banar seperti yang diungkap Halidja.

Tak hanya Halidja, Panitera Pengganti Maria R Pontoh yang dalam hitungan hari akan purna bakti pun juga sempat emosi dan melontarkan penegasannya. Maria menganggap selama dirinya bekerja di PN Manado, hanya di masa kepemimpinan Edward Simarmata, PN Manado bisa terlihat maju.

“Pak ketua, sudah puluhan tahun saya bekerja di PN Manado, belum pernah merasakan kemajuan yang sangat berarti seperti saat dipimpin bapak. Perintahkan apa saja, kami siap laksanakan,” ungkap Banar.

Merespon tanggapan para pejabatnya, kata Banar, Ketua PN Manado pun membeber alasan kenapa masalah yang disorot TAPM belum dibuat di PN Manado. Menurut Banar, Ketua PN Manado sejak awal sudah menggariskan bahwa segala programnya di PN Manado dijalankan dengan senyap tanpa banyak suara.

“Orientasi pada hasil kerja, dengan fokus pada dua tugas pokok pengadilan yaitu penanganan perkara, dan minutasi,” sebut Banar.

Lanjut dia, di depan peserta rapat Ketua PN Manado menegaskan sudah tujuh kali dirinya jadi pimpinan di berbagai tempat yang jauh lebih sulit dari PN Manado. Dan selama itu pula, dia selalu berhasil membawa PN yang di pimpinnya menuju jenjang akreditas sesuai standar.

“Memang ada kelemahan, tidak ada anggaran dinas pembangunan, dan terbatasnya ruangan kerja. Petugas keamanan fokus pada ketertiban persidangan. Namun, tidak menjadi halangan untuk kita fokus melayani masyarakat. Harus kreatif,” jelas Banar.

Ketua PN Manado, kata Banar, sebenarnya siap mengerjakan apapun di PN Manado, asal hasilnya dapat membantu tugas pokok pengadilan dengan hasil kerja yang signifikan.

“Hidup ini adalah pilihan. Teruskan saja bekerja. Konsentrasi penuh, dan fokus pada hasil. Hasil yang baik, harus dilaksanakan dengan cara yang baik pula,” tambahnya.

Lanjut dia, nilai akreditasi sekarang yang diperoleh PN Manado adalah warisan hasil kerja masa lalu. Jika kinerja sekarang yang dinilai, Ketua PN Manado yakin hasilnya akan berbeda.

“Biarlah masyarakat pencari keadilan yang menilai, apakah kelemahan fisik gedung PN Manado, justru mengurangi pelayanan hukum yang diberikan?” tutup Banar.

Editor: Eva Aruperes

Comments

comments

Click to comment

Komentar

HUKUM & KRIMINAL

Polresta Manado Tatap Muka Dengan Tokoh Agama

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado menggelar tatap muka dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado, Rabu (21/2/2018). Kegiatan tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan koordinasi antara kepolisian dengan para tokoh agama, guna menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Manado.

Dalam kesempatan tersebut Wakapolresta AKBP Arya Perdana mengatakan, FKUB diharapkan untuk terus berkoordinasi mencegah guna terjadinya konflik agama.

“Daerah ini dikategorikan aman, namun kita tetap harus waspada dan mengantisipasi mengenai masalah agama yang lagi viral saat ini,” ujar Perdana.

Menurut Perdana, pihaknya berharap, FKUB dapat memberikan arahan kepada umat dan jemaah masing-masing, baik di Masjid dan Gereja, untuk tidak terprovokasi dengan berita–berita bohong yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama di wilayah Kota Manado dan Sulawesi Utara (Sulut).

“Kerukunan umat beragama di Sulut, khususnya Kota Manado diharapkan tetap terjaga dengan baik dan bisa jadi contoh buat kota yang lain,” kata Perdana.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Pdt Renata Ticonuwu dalam sambutannya mengatakan, bahwa setiap permasalahan agama yang terjadi di wilayah Kota Manado langsung dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian.

“Ke depan akan ada beberapa program rutin untuk melakukan sosialisasi tentang kerukunan antarumat beragama dan meningkatkan toleransi di Kota Manado,” ujar Ticonuwu. (K-05)

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Sadis! Tersangka Penikaman ASN di Minut Mengaku Sakit Hati

Published

on

zonautara.com
Tersangka FR (jaket merah) bersama aparat Kepolisian, usai menyerahkan diri di Polres Minut. (Foto: zonautara.com/K-15)

MINUT, ZONAUTARA.com Tersangka kasus penikaman terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), akhirnya menyerahkan diri di Polres Minut, pukul 04.30 Wita, Rabu (21/2/2018).

Sehari sebelumnya, tersangka FR alias Frank (30), warga Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, mendatangi kantor Sekretariat DRPD Minut, kemudian terlibat pertengkaran dengan seorang ASN di kantor tersebut yang tak lain merupakan istrinya. Korban atas nama Jeane Manua dilarikan ke Rumah Sakit Prof. Kandouw Manado karena mengalami dua luka tusuk yang di bagian dada dan perut.

Tidak sampai 24 jam setelah kejadian, tersangka akhirnya menyerahkan diri kepada aparat kepolisian dan mengakui perbuatannya. Saat menjalani pemeriksaan, tersangka hanya tertunduk sambil menjawab satu per satu pertanyaan petugas pemeriksa.

“Saya sakit hati melihat istri selingkuh dengan laki-laki lain. Karena gelap mata, saya langsung menikam istri saya sebanyak dua kali,” kata FR kepada sejumlah awak media usai menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Minut.

Baca Juga: Percobaan Pembunuhan Gemparkan Sekretariat DPRD Minut

Kapolres Minut AKBP Alfarits Pattiwael melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Ronny Maridjan, membenarkan adanya peristiwa penikam yang terjadi di kantor DPRD Minut dan pelaku sudah menyerahkan diri.

“Tersangka telah menyerahkan diri langsung di Mapolres Minut. Sementara, motif dari kejadian tersebut adalah masalah keluarga. Selanjutnya diserahkan ke Piket Reskrim untuk proses lebih lanjut,” ujar Maridjan. (K-15)

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: