Connect with us

HUKUM & KRIMINAL

Kodal Yon R 712/W Beralih ke Kodam XIII/Merdeka

Published

on

Pangdam XIII/Merdeka saat melakukan prosesi Alih Kodal, di Mako Yonif R 712/W. (Foto: Pendam)

MANADO, ZONAUTARA.com – Komando Pengendalian (Kodal) Yonif R 712/W kini berada di bawah kendali Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka. Pengalihan ini pun dilakukan melalui upacara Alih Kodal, yang dilaksanakan di Mako Yonif R 712/W, yang dipimpin langsung Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni, akhir pekan lalu.

Dalam amanatnya, Madsuni berharap, semua unsur komando dan staf di Korem 131/Santiago dan di Batalyon Infantri (Yonif) Raider 712/Wiratama, untuk segera menyesuaikan diri dengan prosedur hubungan staf dan komando yang baru.

Selain itu, kata dia, koordinasi antarsatuan jajaran diharapkan dapat tetap berjalan dengan tertib dan lancar, dengan mengikuti mekanisme hubungan kerja dan koordinasi yang selama ini sudah terlaksana dengan baik.

Madsuni pun menegaskan, semua prajurit Yonif R 712/W untuk tetap menjaga kekompakannya.

“Tidak ada yang berubah, termasuk pola pembinaan saat di bawah kendali Korem, hingga saat ini sudah di bawah kendali Kodam,” ujar Madsuni.

Menurut Madsuni, pada dasarnya pembinaan satuan di seluruh jajaran TNI Angkatan Darat, memiliki pola dan mekanisme yang sama. Di mana, lanjut dia, yang berbeda hanyalah kreativitas dan inovasi, serta gaya kepemimpinan para komandan satuan.

Alih Kodal satuan pemukul Kodam ini, lanjut dia, sebenarnya telah diprogramkan sejak lama, yakni bersamaan dengan pengaktifan kembali Kodam XIII/Merdeka pada tanggal 20 Desember 2016.

“Sebagai gantinya, akan segera dibentuk batalyon infanteri baru, di bawah kendali Korem 131/Santiago di Sangihe, yang sekaligus diproyeksikan untuk memerkuat gelar pasukan di daerah perbatasan. Selain untuk memendekkan rentang kendali, alih Kodal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, satuan jajaran Kodam XIII/Merdeka,” katanya.

Lebih daripada itu, kata dia, alih Kodal ini adalah bagian dari grand design upaya penataan organisasi TNI AD, dalam kerangka Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum yang dilaksanakan, atas dasar konsep pertahanan sesuai dengan kebijakan strategis TNI AD 2010 – 2029.

Pelaksanaan prosesi kegiatan alih Kodal ini, kemudian dirangkaikan dengan serah terima jabatan (Sertijab) Dan Yonif R 712/W dari Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan kepada Mayor Inf Raja Gunung Nasution.

Demikian juga, Komandan Detasemen Zeni Tempur (Dan Denzipur) 4/YKN, dari Mayor Czi Ibnu Muntaha, kepada Mayor Czi Bhakti Yuhandika.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, para pejabat Kodam XIII/Merdeka, Lantamal VIII/Manado dan Korem 131/Santiago, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta insan pers.

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Click to comment

Komentar

HUKUM & KRIMINAL

Empat Pejabat Baru Lingkup Polresta Manado Diminta Tingkatkan Pelayanan

Published

on

Kapolresta Manado saat memimpin sertijab, di halaman Mapolresta Manado. (Foto : Humas Polresta Manado)

MANADO, ZONAUTARA.com Upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bagian Operasioal (Kabag Ops), Kasat Narkoba, Kasat Sabhara dan Kapolsek Malalayang di lingkup kerja Polresta Manado, resmi digelar, Sabtu (21/4/2018).

Sertijab ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Manado Kombes Pol. F X Surya Kumara.

Dalam sambutannya, Kumara mengucapkan terima kasih kepada para pejabat lama.

“Terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas dan kinerja yang telah diberikan kepada institusi. Semoga di tempat tugas yang baru, saudara akan lebih sukses dan bisa memberikan ide-ide kreatif demi kemajuan organisasi,” ujarnya, dalam upacara yang digelar di halaman Mapolresta Manado.

Untuk pejabat baru, dia berharap, dapat melanjutkan kinerja pejabat lama dengan lebih baik lagi.

“Jadikan tempat tugas baru ini sebagai tantangan untuk meningkatkan kinerja, terlebih dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Diketahui, para pejabat yang diserahterimakan, yaitu Kabag Ops dari Kompol Adi Saptia Sudirna kepada Kompol Farly A. Rewur, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ops Polres Minahasa Utara (Minut). Sedangkan Kompol Adi Saptia Sudirna mendapat jabatan baru sebagai Wakapolres Bitung.

Kasat Narkoba Polresta Manado Kompol Elia Maramis menjabat sebagai Kapolsek Malalayang menggantikan Kompol Dodi Haryansah, yang menduduki jabatan baru sebagai Kasat Narkoba, serta Kasat Sabhara dari Kompol David Sulle kepada Kompol Rahmad Lantemona.

Dalam upacara tersebut, pejabat yang baru dilantik diambil sumpah jabatan dan didampingi oleh rohaniawan.

Usai pelaksanaan upacara, dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan dari Kapolresta Manado dan seluruh personel kepada pejabat yang disertijabkan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakapolresta Manado AKBP Arya Perdana, para Kabag, Kasat, Kapolsek, Personil Polresta Manado dan jajaran serta Pengurus Bhayangkari Cabang Kota Manado.

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Warga Bakal Laporkan Dugaan Korupsi di Desa Tanggari ke Kejari Minut

Published

on

zonautara.com
Lampu Solar Cell yang dipasang di telaga di Desa Tanggari. (Foto: Dokumen Frangky Kaunang)

MANADO, ZONAUTARA.com Dugaan adanya praktek tindak pidana korupsi kembali menyeruak dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Kali ini, Alokasi Dana Desa (ADD) 2017 berbanderol Rp650.936.986 di Desa Tanggari, Kecamatan Airmadidi, diduga diselewengkan.

Dugaan ini dibeber oleh Frangky Kaunang, warga Tanggari yang saat ini bermukim di Jakarta. Frangky dikenal getol menyuarakan adanya penyelewengan ADD di desanya. Kepada wartawan Zona Utara, Frangky membeber, saat ADD di Desa Tanggari hendak direalisasikan, ternyata ada beberapa penyimpangan yang diduga berakibat pada kerugian keuangan negara/daerah.

Menurut Frangky, proyek-proyek yang bersumber dari dana desa, seperti proyek Jalan Usaha Tani Winonok – Winengkelean, dana pengembangan dan pembinaan sanggar seni, poyek lampu colar cell, dan proyek air bersih, diduga bermasalah.

1. Proyek Jalan Usaha Tani Winonok – Winengkelean.

Frangky mengatakan, proyek Jalan Usaha Tani Winonok-Winengkelean, memakan biaya sebesar Rp321.109.450. Meski sudah direalisasikan, kata dia, namun jalan tersebut belum selesai.

“Jalan usaha tani Winokok-Winengkelan proyek yang ada di Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (RAPBDes) 2017. Meski sudah ada realisasinya tapi belum selesai, bulan Januari 2017 baru sepanjang 1 meter jalan yang dikejakan,” kata Frangky.

2. Uang Pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni.

Menurut Frangky, di Desa Tanggari terdapat tiga Sanggar Seni, yakni Sanggar Seni Maengket, Musik Bambu dan Kabasaran. Ketiga Sanggar Seni ini dijanjikan mendapat uang Rp10 juta untuk setiap Sanggar Seni. Namun hingga kini, uang tersebut tidak pernah diterima pengurus dari tiga Sanggat Seni tersebut.

Ketua Sanggar Seni Kabasaran Herry Kaunang mengungkapkan, awalnya dijanjikan setiap Sanggar Seni dapat Rp10 juta. Dikemudian hari hanya Rp5 juta. Dan Rp5 juta ini pun tidak pernah mereka terima.

“Jangankan diterima, bentukya saja tidak kami lihat lagi. Sampai sekarang,” kata Herry.

3. Poyek Solar Cell tidak ada di RAPBDes 2017.

Menurut Frangky, proyek Solar Cell tidak ada dalam RAPBDes 2017. Namun, pada pertengahan 2017, malah dibangun sebanyak 30 lampu Solar Cell, dengan harga Rp22,5 juta setiap satu titik. Janggalnya lagi, lanjut Frangky, lampu tersebut hanya dipasang di telaga milik oknum kepala desa. Anehnya, tanggal 16 Maret 2018, lampu itu dicabut lagi oleh oknum kepala desa dengan alasan cuma sebagai uji coba saja.

Selain Frangky seorang warga Desa Tanggari yang enggan namanya diberitakan juga membeber Masalah solar cell. Kepada wartawan Zona Utara ia menuturkan, masyarakat seperti dibodohi dalam kasus Solar Cell ini. Pasalnya pemerintah desa Tanggari mengatakan kepada masyarakat bahwa pembangunan proyek Solar Cell adalah bantuan, bukan pembelian yang dananya bersumber dari APBDes.

“Masyarakat kan tidak tahu apa-apa, mereka menganggap ini bantuan bukan pembelian,” ujarnya.

4. Air Bersih.

Proyek air bersih di Desa Tanggari juga bermasalah. Di mana, pengerjaannya sudah dinyatakan selesai 100 persen. Namun, faktanya sampai sekarang, meski meteran airnya sudah terpasang namun air tersebut tidak mengalir ke rumah-rumah warga.

Frangky mengaku, dugaan adanya penyelewengan dana ADD Tanggari 2017 ini sudah dia laporkan kepada Satuan Tugas Dana Desa di Jakarta. Bahkan dirinya mengaku sudah bertemu dengan Divisi Pengaduan Masyarakat dan Pengawasan Internal Aloysius Mudjiono.

Dia menegasakan, dirinya bersama beberapa warga Tanggari akan melaporkan dugaan korupsi ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut.

Salah satu warga Desa Tanggari bernama Sandra, turut membenarkan adanya dugaan praktek penyelewenangan dana di Desa Tanggari. Menurut dia, melihat banyaknya dana bantuan yang masuk di Desa Tanggari dari tahun ke tahun, harusnya pembangunan di desa tersebut juga semakin terlihat nyata.

“Pembangunan cuma itu-itu saja. Jalan permandian air panas, termasuk juga jalan produksi, pembangunan itu tidak transparan kepada masyarakat,” kata Sandra.

Sementara itu, Kepala Desa Tanggari Ivonne Kaunang, ketika dimintai konfirmasi tentang realisasi ADD di desanya melalui aplikasi Whatsapp, tidak memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Dugaan adanya penyelewenangan APBDes di Desa Tanggari ini pun turut pula mendapat tanggapan dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulut. Sekretaris LCKI Jack Wullur menegaskan, agar aparat penegak hukum bertindak tegas atas dugaan penyelewenangan APBDes di Desa Tanggari ini.

“Kami berharap, aparat harus menindaklanjuti kasus ini, dengan menyelidiki apa yang terjadi di Desa Tanggari,” ujar Wulur.

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: