Jejak Permukiman Minahasa di Manado

Ada sejumlah permukiman di Kota Manado yang namanya sama persis dengan wilayah di Minahasa. Ternyata penamaan permukiman itu berawal sekwatu kolonialisme Belanda, menerapkan aturan wijkenstensel. Aturan ini mengatur agar setiap etnis harus menempati kampungnya masing-masing sesuai asal etnisnya. Waktu itu juga sempat diterapkan peraturan passenstensel, yang mengharuskan seseorang menunjukkan surat jalan jika hendak keluar dari lingkungannya. Hal itu yang kemudian turut memotivasi terbentuknya permukiman yang dinamai sesuai dengan asal penduduknya.

zonautara.com

Namun siapa sangka lorong itu disebut Kampung Tomohon, satu di antara delapan kampung Minahasa yang ada di Kota Manado. Kampung Tomohon ini juga merupakan satu dari empat kampung Minahasa yang ada di Kota Manado yang menggagas perayaan Mekiwuka atau upacara memasuki Tahun Baru.

zonautara.com

Salah satu jejak tersebut bisa ditemukan di Kampung Langowan, Kelurahan Wenang Selatan, Kota Manado. Kampung Langowan yang awalnya didominasi migrasi orang Langowan di ‘gunung’ Minahasa, kini sudah bercampur-baur dengan etnis lainnya. Satu di antaranya ialah Borgo.

Merupakan bukti sejarah, bahwa di Sulawesi Utara (Sulut) pernah berlangsung perang antara Jepang dan pemerintahan Hindia Belanda. Setitik kisah dari rangkaian Perang Dunia II yang terjadi di sepanjang wilayah Asia Pasifik Raya, dari tahun 1943 hingga 1945.

zonautara.com

Welly Wehantouw (84), warga Kampung Sonder menceritakan, awalnya lokasi itu merupakan hutan belantara dan hanya ada beberapa rumah. Kampung Sonder yang biasa disebut juga Kalekeran Sonder ini didiami masyarakat asli dari Sonder, Kabupaten Minahasa.

Sejarawan Sulut, Bodewin Grey Talumewo mengatakan, dulunya para pedagang dari Minahasa menghindari bepergian pada malam hari. Sehingga mereka menetap di Manado.

Sebagai orang yang boleh dibilang saksi sejarah yang masih hidup di Kampung Sonder, Welly masih ingat benar kalau di Ona-ona itu perempuan-perempuan Minahasa terlecehkan martabatnya.

zonautara.com

Menariknya, daerah yang diberi nama kampung Tomohon ini, ternyata hanya 25-30 persen penghuninya asli Kota Tomohon. Sedangkan sisanya adalah warga pendatang.

zonautara.com

Sering menetapnya para petani ini meski hanya semalam, memotivasi mereka untuk mendapatkan tanah Karakelan yang merupakan tanah milik bersama.

Di zaman itu, kata Lodewyk, terdapat sebuah istilah pupuison yang berarti penjahat atau perampok. Orang-orang sangat takut dengan pupuison, sehingga para pedagang harus datang bersama-bersama agar tidak ada pupuison yang mengganggu mereka saat di perjalanan.

Tempat itu, kata Herry, khusus ditinggali orang-orang dari wilayah Minahasa berdasarkan asal-muasalnya. Dari Tondano, tinggal di Kampung Tondano. Dari Langowan, tinggal di Kampung Langowan. Begitu seterusnya.

Kampung ini menyimpan cerita dari napak tilas beberapa peristiwa sejarah. Pelarian serdadu Jepang dari kejaran pasukan sekutu, kisah para pejuang permesta, gempuran Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD; sekarang Kopasus), hingga lubang persembunyian warga sipil yang menghindari terjangan peluru saat pemberontakan Permesta, dan berujung pada operasi militer Tentara Pusat.

TIM KERJA

penanggungjawab: RONNY A. BUOL | produser: JOICE RUNTULALO | koordinator liputan: GARY KALIGIS | editor: RAHADIH GEDOAN, EVA ARUPERES, CHRISTO SENDUK | peliput: GARY KALIGIS, LUKMAN POLIMENGGO, RIZALY POSUMAH, TESSA SENDUK | fotografer: TONNY RARUNG