Rayakan Kemerdekaan

Rayakan Kemerdekaan

[wp_news_ticker_benaceur_short_code]

Ingin beriklan dengan budget terbatas? Pasang iklan anda di IKLAN BARIS ZONA UTARA.

Saban tahun sebagai bangsa, kita mensakralkan Agustus sebagai tengara menghitung seberapa jauh kita mempertahankan kemerdekaan. Dan kini bilangan itu mencapai angka 72 tahun. Sebuah perjalanan yang tentu tidak pendek.

17 Agustus menyimpan makna mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Setelah berabad-abad lamanya bangsa ini dibawah kekuasaan penjajah bangsa asing mulai dari Portugal, Spanyol, Inggris, Belanda hingga Jepang, Pembacaan Proklamasi oleh Soekarno dan Hatta itu serta pengibaran Sang Saka Merah Putih pada 72 tahun lalu menjadi tonggak sejarah. Membayar semua perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kita, baik yang tercatat maupun pahlawan yang tak dikenal sama sekali.

Kini Nusantara terbebas dari penjajahan. Pekik Merdeka bisa dilantangkan kapan saja tanpa harus dihantui oleh ketakutan sebagaimana yang diceritakan oleh generasi pendahulu kita. Kata Merdeka itu juga mengejawantah pada terbebasnya kita dari kemiskinan, kemelaratan, belenggu kebodohan dan ketertinggalan dari bangsa lain. Walau harus diakui, kemajuan pembangunan belum merata di seluruh pelosok negeri.

Selengkapnya…

Mengugat Gagasan tentang Pahlawan

Catatan: Amato Assagaf

Pahlawan tidak bisa dibicarakan di luar harapan. Ia bahkan tidak untuk diucapkan tanpa bayangan akan masa depan. Yakni gagasan yang kita butuhkan agar selalu ada kemungkinan untuk menjadi lebih baik. Dalam hal ini, pahlawan memberi kita semacam keyakinan akan manusia.

Selengkapnya . . .

Berita Foto

Serba-serbi 72 Tahun Kemerdekaan

Kami merekam momen-momen di seputar perayaan 72 tahun kemerdekaan RI.

Remisi Bebas

Marco Loing menerima remisi bebas dari Lapas Kelas II Manado. Dia merasa merderka sekarang dan siap pulang Bitung.

Tak Ingin Diam

Para penyandang disabilitas tak ingin diam dan ikut memeriahkan HUT RI dengan berbagai lomba.

Upacara Bendera di KONI Manado

Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tingkat provinsi Sulut dipusatkan di Lapangan KONI Manado.

Mari simak kisah-kisah mereka:

Opa Robby - Veteran
Inggrid Worung - Petani jamur
Opa Yem - Petani Pisang
Yan - Petani Salak
Opa Tamboto -Veteran
Sem Wungow - Petani Seho
Yayu - Pendiri Pondok Belajar
Indah - Penulis Cerpen
zonautara.com
Sekolah Sei Pante - Komunitas
Ratman Asrar - Kolektor Sejarah
Rasyid - Pekerja Seni
Buang Disa - Sarjana, Tuna Netra

Kata Mereka tentang MERDEKA

Sebagai seorang prajurit TNI, siap menjaga keutuhan dan kedaulatan negara, melalui tugas dan taat pada aturan.
Mayor Inf Fathan Ali
Kapenrem 131/Santiago
Yang penting torang anak-anak boleh bebas bermain.
Henso Tateda (9)
Pelajar
Maknai kemerdekaan lewat profesi sebagai jurnalis, harus selalu dan siap mewartakan pemberitaan sesuai fakta.
Anita Tambayong
Wartawan TV
Dengan semangat Proklamasi semakin meningkatkan derajat kesehatan pada masyarakat.
Gordy Roring
Kapus Bunaken Kepulauan
Bangga sebagai warga negara Indonesia. Saya siap jalankan tugas terutama sebagai anggota Polri, dalam menjaga keamanan daerah.
zonautara.com
AKP Rolly Sahelangi
Kasubag Humas Polresta Manado
Sebagai anak bangsa sangat berharap ke depannya boleh dibebaskan dari dikotomi minoritas dan mayoritas.
Mersita Rumokoy
ASN di Amurang
Merdeka berarti bebas berekspresi, namun tetap dalam aturan
Citra Pitoy (17)
SMK 3
Mengisi.kemerdekaan dengan semangat juang dan pengabdian yang tinggi dalam dunia pendidikan.
Feniena Kambey
Guru
Wajib mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan bertanggung jawab.
Bripka Grens S Umbokahu
Identifikasi Polresta Manado
Merdeka adalah ketika kita bisa makan tiap hari, beraktifitas tiap hari, walaupun kita memiliki kekurangan.
Ahmad
Disabilitas Netra
Kita harus menjaga NKRI, empat pilar, dan harus tetap bersatu. Indonesia belum merdeka sepenuhnya.
Hamsah Usman
Pedagang
Merdeka itu bebas dari segala penjajahan.
Serda Andri
Anggota TNI-AU
Kemerdekaan ini harus bisa dijaga. Kebersaamaan antar umat beragama harus lebih ditingkatkan. Semoga pemerintah bisa memperhatikan masalah kemacetan
Okta Z
Satpam
72 tahun Indonesia merdeka, tapi kita belum merdeka dari narkoba
Intan bakari (15)
Pelajar
Melayani pembeli dengan sungguh hati agar mereka senang dan puas berarti merah putih di hatiku.
Yully Pesak
Pengelola Kantin
Merdeka berarti bebas dari jajahan apa saja.
Sthephanie Nathania M
Pembawa Baki
Kemerdekaan Indonesia harus dimaknai dengan menjaga keutuhan NKRI supaya ke depan lebih aman dan tenteram. Sehingga kita hidup seperti dulu, tidak ada isu teroris dan saling menjaga.
Saripudin
Anggota TNI
Perangi dulu narkoba, baru bilang merdeka. Banyak yang mengekspresikan merdeka, tapi masih pakai narkoba
Milan Datau (16)
Teling Atas
Memaknai kemerdekaan, Jurnalis khusus liputan kriminal, akan berusaha menginformasikan kejadian lewat pemberitaan yang faktual serta akurat.
Eka Putra
Ketua HNC Polresta Manado
Makna kemerdekaan di era modern ini adalah menjaga perjuangan para pahlawan dengan bekerja keras. Karena tidak ada hasil yang memuaskan tanpa adanya kerja keras dan perjuangan.
Alfian Boham
Pengacara
Merdeka, yang penting bisa hidup tenang, kerja tidak bikin susah orang, tidak bakusalah dengan birman, teman, tetangga.
Sarip Y (32)
Pedagang emperan
Merdeka itu, bebas dari cengkraman penjajah. Merdeka punya arti yang luas.
Kas Iwan
Staff Dispen Lantamal VIII Manado

Citra Meriana Wati

Dirikan Sekolah di Talaud dengan Uang Sendiri

Walau bukan asli Talaud, sebuah kabupaten yang berbatasan dengan Filipina di Sulawesi Utara, namun Citra Meiriana Wati telah merasa menjadi orang Talaud. Bersama Pusat Kegiatan Masyarakat Tunas Baru yang didirikannya, Citra telah memerdekakan ratusan warga di Talaud dari keterbelakangan pendidikan. Dengan modal sendiri, Citra bersama suaminya yang hidup sederhana ini mampu dengan ketulusan dan komitmen terus memberdayakan warga Talaud yang mereka bisa jangkau.

Yusuf - Penyapu Jalan
Evaline Padoma - Penjual Makanan
Christian dan Lan - Penjahit dan Tukang Sepatu
Ating dan Meiske - Penyapu Jalan
Pilep Wongkar - Tukang
Salma dan Jefri - Cakalang Fufu
Piet Hengkeng - Pengusaha BBM
Pelajar Batuwingkung
Felix - Penyandang Kusta
Daeng Munir - Pejual Saraba
Ahmad Tanaiyo - Pedagang Kursi

Mereka Menulis

Betapa bangsa yang demikian besar ini berhasil lepas dari penjajahan Belanda hanya untuk dijajah oleh beras! Seberapa banyakkah di antara orang Indonesia yang merasa belum makan padahal sudah menyikat dua lapis roti tawar dan semangkuk sup krim macaroni, hanya karena belum menyantap nasi? Demikian besar ketergantungan bangsa Indonesia pada beras, hingga komoditi ini demikian mudahnya menjadi bulan-bulanan spekulan dan pelaku kejahatan.

Baca selengkapnya

 

Di tahun 2016, Dewan Pers melakukan penelitian terkait Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) di 24 provinsi di Indonesia, dan Sulut salah satu di antaranya. Hasil survei IKP ini sedikitnya bisa memberi jawaban terkait bagaimana kondisi pers di Sulut.

Baca selengkapnya

Rizali Posumah

Ada saat di mana kami semua di Guadalcanal menyadari bahwa tak ada dari kami yang akan bertahan, bahwa. kami tidak dipedulikan. Angkatan Laut Jepang berdatangan dan menenggelamkan semua kapal kami.Tentara amerika mengalami suatu kekalahan terburuk dalam sejarah dan semua persediaan, makanan juga kebanyakan dari amunisi kami tenggelam bersama kapal-kapal itu. Pada September 1942, tentara Amerika berperang sendiri pada pertempuran di Guadalcanal. Mereka benar-benar kehabisan persediaan. Dan banyak yang berada di ambang kelaparan.

Baca selengkapnya

HUT RI ke-72 di tahun ini mesti diberi makna. Indonesia adalah negara yang merdeka, bukan hanya lepas dari penjajahan kolonialisme, namun juga merdeka dari arogansi kelompok masyarakat yang memaksakan kehendaknya.
Indonesia merdeka berarti terjaminnya hak-haknya dari semua warga negara. Seperti hak beragama, berekspresi, berserikat dan menyampaikan pendapat. Kongkritnya merdeka dari ketidakadilan.
Tentu, berangkat dari kenyataan masih banyak kasus diskriminasi berdasarkan agama, gender, dan suku, maka harapannya, Indonesia sebagai negara merdeka harus menjadi 'rumah bersama' semua warga negara.
Pemerintah harus tegas memisahkan urusan kelompok yang berdasarkan ideologinya dengan ruang publik milik semua warga negara.
zonautara.com
Denni Pinontoan
Dosen - Tomohon

Apel Kehormatan dan Renungan Suci

Penyaksi Sejarah

Mereka merayakan Kemerdekaan

Tim Kerja:

Ronny A. Buol
Produser
Tommy Lasut
Editor
Rahadih Gedoan
Editor
Eva Aruperes
Reporter
Lukman Polimengo
Reporter
Garry Kaligis
Reporter
Tonny Rarung
Fotografer
Bios Lariwu
Fotografer
Joice Runtulalo
Sekretaris Redaksi

Supporting:

Dirno Kaghoo
CEO
Iverdixon Tinungki
Pemimpin Umum
Indri P
Administrasi
Wulan Christy
Marketing