The 7 Wonderfull of Sitaro

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
dikarunia panorama alam yang melimpah dan memesona.
Simak laporan kami tentang 7 destinasi wisata yang dimiliki
oleh negeri berjuluk Karangetang Mandolokang Kolo-kolo ini.

Negeri 49 Pulau

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), sesungguhnya adalah kabupaten yang menyimpan potensi pariwisata yang luar biasa.

Sitaro dianugerahi dengan lansekap yang eksotis, keunikan alam, kearifan masyarakatnya serta kebaharian yang menjadi basis budaya.

Dari segi jarak, Sitaro mudah dijangkau dari Manado dengan perjalanan laut. Hanya butuh sekitar 4 jam dengan kapal cepat untuk tiba di pulau Siau. Bahkan ke pulau Tagulandang hanya butuh sekitar 2 jam dan lebih dekat lagi ke Biaro.

Jika Pemerintah Daerah Sitaro sungguh-sungguh memaksimalkan potensi pariwisata yang dimilikinya ini, niscaya sektor pariwisata bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah yang utama.

Ini dia destinasinya

  • Mahoro Island
  • Makalehi Island
  • Karangetang Volcano
  • Religious Destination of Balirangen
  • Habitat of Tumpara Tarsier
  • Biaro Island

Mari jelajahi keindahan Sitaro

Sebagian pasir di pulua Mahoro. (Foto: Ronny A. Buol)

Jika menyebut destinasi wisata bahari di Sulawesi Utara, Taman Laut Bunaken pasti menjadi referensi utama. Padahal banyak destinasi wisata bahari tersebar di kabupaten-kabupaten Nusa Utara yang tidak kalah indahnya.

Nusa Utara adalah wilayah yang mencakup tiga kabupaten kepulauan di bagian ujung utara Sulawesi. Ketiga kabupaten kepulauan adalah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Dulunya tiga kabupaten ini tergabung dalam Kabupaten Sangihe Talaud sebelum dimekarkan.

Di Kabupaten Sitaro (Siau Tagulandang Biaro) sendiri tersimpan banyak potensi wisata bahari, salah satunya adalah Pulau Mahoro dan pulau-pulau di sekitarnya. Pulau Mahoro merupakan pulau kecil yang berada dalam cluster Buhias. Sebuah pulau nan eksotis dengan pasir yang begitu mempesona.

Nampak pulau Makalehi di kejauhan. (Foto: Ronny A. Buol)

Makalehi adalah penegas. Pulau ini menjadi satu dari 12 pulau terluar yang ada di Sulawesi Utara. Makalehi secara administrasi berada dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro (Sitaro). Kabupaten bahari yang memiliki segudang potensi wisatanya.

Makalehi mulai tersohor kala tahun 2010, pulau yang berbatasan dengan Filipina ini diganjar sebagai kampung terbersih se-Indonesia. Namun bukan hanya kerena gelar itu membuat Makalehi diburu para pejalan. Jika ke Sitaro, tak lengkap daftar perjalanan sebelum menginjakan kaki di Makalehi.

Untuk bisa ke Makalehi, anda harus terlebih dulu berada di pulau Siau, pusat pemerintahan Sitaro. Dari pelabuhan Pehe, ada kapal-kapal kecil secara reguler ke Makalehi. Biasanya pada Senin, Rabu dan Jumat. Kapal reguler ini juga menjadi transportasi utama penduduk Makalehi ke pulau Siau.

zonautara.com
Puncak gunung api Karangetang. (Foto: Ronny A. Buol)

Menyebut Siau tak lengkap tanpa Karangetang. Gunung api aktif itu adalah ikon pulau Siau yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulut.

Nun jauh dalam perjalanan laut menuju Siau, Karangetang adalah tengara. Puncaknya menjulang setinggi 1820 meter di atas permukaan laut. Dan jika malam hari, kawahnya yang tak pernah tidur, menjadi penanda lewat lava pijar yang menyala.

Lebih dari setengah penduduk pulau Siau, bermukim di kaki Karangetang dan bahkan sampai ke badan gunung api yang hidup itu. Bahkan tanaman pala yang menjadi andalan penduduk Siau, tumbuh hingga mendekati puncaknya.

Patung Yesus di Bukit Balirangeng. (Foto: Ronny A. Buol)

Datangilah pulau Siau dan berkunjunglah ke Balirangeng. Sebuah lokasi terindah memandangi laut dari punggung bukit.

Perjalanan dengan kapal dari Manado yang akan bersandar di dermaga Pelabuhan Ulu akan melewati teluk yang sangat indah ini. Pemandangan di kanan kapal menyajikan pulau-pulau dalam cluster Buhias. Serakan pulaunya seolah menjadi benteng bagi pulau Siau di sisi kiri kapal.

Begitu haluan kapal mengarah masuk teluk yang indah ini, sambutan selamat datang di pulau penghasil pala kualitas terbaik di dunia ini, terwakili oleh patung yang berdiri megah di salah satu punggung bukit Balirangeng.

KAPETA: Ciutan Tumpara di Tengah Hutan

Tarsius Tumpara di foto di sekitar Dauan Kapeta. (Foto: Ronny A. Buol)

Banyak yang belum tahu, jika Kabupaten Siau Tagulandang Biaro punya beberapa satwa unik. Bahkan ada yang sangat langkah seperti Celepuk Siau, burung hantu yang paling dicari keberadaannya oleh para peneliti.

Salah satu satwa unik di kabupaten kepulaun ini adalah hewan nokturnal berbadan munggil dengan penampilan yang cukup aneh, Tarsius. Oleh para peneliti, Tarsius yang ada di pulau Siau ini diberi nama Tarsius Tumpara. Hewan ini endemik pulau Siau, artinya tidak ditemui di tempat lain.

Dan jika anda penasaran seperti apa penampakan Tumpara ini, bersegeralah datang ke Mburake, sebuah kampung kecil di Kecamatan Siau Barat Selatan. Menyusuri jalan di tepi pantai dari Ulu, Mburake akan ditempuh sekitar 20 menit berkendara.

Atol di seputarn pulau Pasige. (Foto: Ronny A. Buol)

Posisi keenam dalam daftar The 7 Wonderfull of Sitaro adalah dua pulau yang berada di Tagulandang. Pulau Ruang dan Pulau Pasige.

Ruang sendiri adalah sebuah gunung api bertipe strato dengan ketinggian 725 meter di atas permukaan laut.

Walau ini merupakan sebuah gunung berapi aktif, namun banyak penduduk yang bermukim di sekitar Ruang. Bahkan kebun-kebun mereka berjarak sangat dekat dengan kawah Ruang.

Gunung api yang terlihat sangat memesona ini, meletus terakhir kali pada 25 September 2002. Hingga kini masyarakat di sana seolah hidup berdamai dengan Ruang

Perahu nelayan melintas di Pulau Biaro. (Foto: Ronny A. Buol)

Tak banyak informasi tentang destinasi terakhir dari daftar The 7 Wonderful of Sitaro ini. Pulau Biaro adalah salah satu bagian cluster besar dari tiga cluster kepulauan yang masuk dalam Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Biaro merupakan destinasi paling dekat dengan Kota Manado. Jika destinasi ini dimaksimalkan, maka Biaro akan menjadi alternatif terbaik bagi wisatawan yang mengambil jeda di Bunaken dan Siladen, dua destinasi utama di Manado.

Banyak informasi menyebutkan dalam waktu-waktu tertentu perairan Biaro menjadi tempat berkumpulnya mamalia laut paus untuk kawin. Namun informasi itu masih sebatas rumor yang belum pernah terpublikasi secara luas, paling tidak postingan terkait dengan keberadaan kelompok paus.

Penulis, Foto, Video, Grafis dan Web Design:



RONNY ADOLOF BUOL

Seluruh kontent dalam publikasi ini, baik teks, foto, video maupun grafis merupakan karya cipta. Penggandaan dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis merupakan pelanggaran hukum

Ikuti kami: