Connect with us

Hukum dan Kriminal

PN Tondano diperintahkan kembali buka sidang kasus coblos dua kali

Published

on

Proses penyerahan tersangka kasus coblos dua kali ke Kejari Tomohon, beberapa waktu lalu. (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

TOMOHON, ZONAUTARA.comPengadilan Tinggi (Manado) akhirnya mengeluarkan putusan atas upaya hukum banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kasus dugaan tindak pidana Pemilihan Umum (Pemilu) pencoblosan sebanyak dua kali yang dilakukan lelaki LSW alias Lucki, warga Kecamatan Tomohon Barat.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon Dian Subdiana membenarkan hal tersebut.

“Bandingnya sudah turun, isi putusannya, menerima permintaan banding dari Penuntut Umum Kejari Tomohon dan memerintahkan Pengadilan Tondano membuka persidangan pidana atas nama terdakwa dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, ahli, terdakwa dan mendengar tuntutan JPU,” ujar Subdiana, didampingi Jaksa David Andrianto, Kamis (23/5/2019) sore.

Menurut dia, sidang kasus tersebut akan kembali dilanjutkan Jumat (24/5/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Tondano, dengan agenda pemeriksaan saksi.

Diketahui, Tim JPU Kejari Tomohon mengajukan banding ke PT Manado setelah Majelis Hakim PN Tondano yang diketuai Paul Bane menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: 먹튀검증업체

  2. Pingback: i99bet

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com