Eksistensi Yahudi di tanah Minahasa

6 February 2022| Ronny Adolof Buol

Kehadiran orang Yahudi di Indonesia sebenarnya jauh sebelum masa kemerdekaan, yang datang dalam tiga gelombang. Selain penganut Yudaisme, yang datang juga Yahudi Arab.

Pasca kemerdekaan, orang-orang Yahudi ini lantas menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Salah satunya ke wilayah Sulawesi Utara.

Penganut Yudaisme di Indonesia hidup ditengah sentimen anti-Yahudi karena konflik Israel-Palestina. Di Sulut, mereka tetap eksis dan bisa mendirikan sinagoge (rumah ibadah) di Tondano.

Sinagoge Shaar Hashamayim dibangun pada tahun 2004 di Tondano, Minahasa. Sejak dibangun sinagoge itu tidak mendapat penolakan dari warga Minahasa dan Sulut.

Pemimpin Sinagoge Shaar Hashamayim di Tondano adalah Rabbi Yaakuv Baruch. Dia merupakan turunan Yahudi dari garis ibunya.

Setiap Sabbath, penganut Yudaisme datang beribadah di sinagoge, meski tidak semua rutin datang karena mereka tersebar di beberapa daerah di Sulut.

Yaakuv bersama rekannya mendirikan Museum Holocaust yang bersebelahan degan Sinagoge Shaar Hashamayim. Peresmian museum itu turut dihadiri Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lapel pada Kamis (27/1/2022)

Menurut Yaakuv pendirian Museum Holcaust bertujuan sebagai pengingat agar genosida saat Perang Dunia Kedua tidak terulang kembali terhadap etnis atau penganut agama apapun, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Israel.

SHARE

Ronny Adolof Buol

Menyukai perjalanan dan membiasakan diri dengan kamera. Menyuplai foto untuk beberapa agency. Pernah bergabung dengan Kompas.com selama 8 tahun. Kini mengelola Zonautara.com secara independen.

KEMBALI KE ZONAUTARA.COM



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id