Tanam Padi, Beli Beras — Serial Investigasi Zonautara × Teras.id
Serial 4 dari 22 Topik Tanam Padi Beli Beras April 2026 Zonautara × Teras.id
Investigasi Mendalam

Tanam Padi,
Beli Beras.

Di kabupaten yang selama puluhan tahun disebut lumbung beras Sulawesi Utara, sawah menyusut, tambang meluas, dan petaninya — sesudah panen — tetap antre membeli beras.

11Desa ditelusuri
21Tahun data satelit
5Sumber data resmi
10Tulisan serial
2Bulan investigasi
Mulai membaca

Pada Agustus 2025, Sulawesi Utara mencatatkan harga beras kualitas medium tertinggi se-Indonesia. Sementara itu, di sawah-sawah Bolaang Mongondow — kabupaten yang seharusnya menjadi lumbung berasnya — terjadi transformasi diam-diam yang telah berlangsung satu dekade.

Kabupaten Bolaang Mongondow, yang oleh dokumen perencanaan daerah, pidato pejabat, dan bahkan lambang kabupatennya sendiri disebut sebagai penghasil beras utama Sulawesi Utara, kini sedang mengalami pergeseran yang tidak banyak tercatat dalam laporan resmi. Petani meninggalkan sawah. Bukan karena malas. Melainkan karena kalkulasi yang sangat rasional.

Selama dua bulan, tim Zonautara.com menelusuri sebelas desa, mewawancarai puluhan petani, mengonfrontasi tiga pejabat dengan dokumen yang mereka tandatangani sendiri, dan menganalisis data citra satelit selama dua puluh satu tahun. Yang kami temukan lebih mengganggu dari yang kami duga.

Dua Peraturan Daerah yang disahkan pada tahun yang sama memberikan angka produksi padi yang berbeda hampir tiga kali lipat. Luas sawah yang tercatat identik hingga dua digit desimal selama lima tahun berturut-turut. Lima dari enam penggilingan padi di satu desa tutup. Frasa “Lumbung Pangan Indonesia Timur” diam-diam dihapus dari visi dua puluh tahun ke depan — tanpa pengumuman, tanpa penjelasan.

Serial ini terbagi dalam empat bab, dan seluruh tulisan panjangnya tersedia di Teras.id dengan berbagai mode akses: gratis, freemium, dan VIP. Di halaman ini Anda menemukan rangkuman data dan narasi dari masing-masing bab, berikut tautan langsung ke setiap tulisan.

I
Bab Pertama · Data & Statistik

Perang Angka di Lumbung Beras

Beberapa sumber data resmi pemerintah memberi jawaban yang berbeda atas satu pertanyaan mendasar: seberapa luas sawah di Bolaang Mongondow, dan berapa yang masih tersisa? Saat pemerintah beradu angka, di sawah, petani tidak menunggu perdebatan itu selesai.

Hamparan sawah di Bolaang Mongondow yang mulai menyusut
Hamparan sawah di Bolaang Mongondow — daerah yang selama puluhan tahun diklaim sebagai lumbung beras Sulawesi Utara.
Selisih Dua Perda 2022
254.872
Ton
Selisih angka produksi padi antara Perda RPJMD dan Perda RPJPD Bolmong — keduanya disahkan tahun yang sama.
Luas Sawah 2020–2024
21.503,07
Hektar · Konstan 5 Tahun
Tercatat identik hingga dua angka desimal selama lima tahun. Secara statistik: mustahil.
Penurunan Produksi 2023
51,66%
Anjlok Dalam Satu Tahun
Bolmut yang bertetangga hanya turun 12,95% di tahun dan iklim yang sama.
Anggaran Irigasi APBD 2026
Rp 0
Tidak Dianggarkan
Diakui langsung Kepala Dinas Pertanian Bolmong dalam wawancara empat jam bersama Zonautara.
Visualisasi 01 · Tren Produksi

Produksi Padi Bolmong 2004–2023

Anjlok lebih dari separuh pada 2023. El Niño disebut pemerintah sebagai penyebab tunggal — tapi Bolmut yang berbatasan hanya turun 12,95%.

Sumber: Kementerian Pertanian RI (diolah Zonautara, 2026)
Visualisasi 02 · Inkonsistensi Data

Lima Sumber Data, Lima Angka Berbeda

Untuk pertanyaan sesederhana “berapa produksi padi Bolmong 2022?”, lima sumber resmi memberikan jawaban yang saling bertentangan — dan dua di antaranya sudah berkekuatan hukum sebagai Perda.

Sumber Data Produksi 2022 Produksi 2023 Catatan
Perda RPJMD No. 3/2025 392.080 ton 189.527 ton Data Dinas Pertanian — angka tertinggi, sudah jadi produk hukum
Perda RPJPD No. 1/2025 137.208 ton 189.527 ton Bersumber BPS Sulut — konsisten dengan Kementan
Kementerian Pertanian RI 137.209 ton 134.664 ton Independen, konsisten dengan BPS
MapBiomas (luas sawah) Turun dari puncak 23.338 ha (2017) Citra satelit Landsat — tidak bergantung birokrasi
ATR/BPN Lahan Baku 17.666 ha (2019) Berpotensi polemik menurut Kadis Pertanian sendiri
Visualisasi 03 · Satelit

21 Tahun Perubahan di Atas Lahan Bolmong

Sawah mencapai puncak 2017, lalu menyusut. Ladang jagung-nilam meledak 163%. Lubang tambang tumbuh dari nol menjadi 268 hektar.

Sumber: MapBiomas Indonesia Koleksi 4.0, Auriga Nusantara (diolah Zonautara, 2026)

Baca Tulisan Bab I
di Teras.id

Lihat Semua Tulisan →
Angka yang sama persis selama lima tahun bukan hasil pengukuran tahunan. Ini adalah satu angka yang disalin lima kali.
— Temuan Investigasi Zonautara, April 2026
II
Bab Kedua · Lapangan

Ketika Sawah Tak Lagi Masuk Akal

Petani Bolaang Mongondow beralih dari padi bukan karena malas — mereka berhitung. Di balik pergeseran masif ke jagung dan nilam ada krisis irigasi, kebijakan yang tidak sinkron, dan pengakuan diam-diam bahwa status lumbung beras tidak bisa dipertahankan.

Di titik ini, narasi umum tentang petani sering keliru. Petani kerap digambarkan sebagai pihak yang tidak konsisten, tidak sabar, atau sekadar ikut-ikutan tren komoditas. Tapi di hadapan Nyoman Pasek (61), Rukmantik Agantu (45), dan Agustinus Lamber (47), anggapan itu runtuh. Mereka bukan spekulan. Mereka ekonom lapangan yang memilih opsi terbaik dari pilihan yang tersedia.

Petani di pematang sawah Bolaang Mongondow yang kini beralih ke jagung
Petani Bolaang Mongondow menghadapi pilihan sulit — bertahan di sawah atau beralih ke komoditas yang lebih menguntungkan.
Visualisasi 04 · Tiga Generasi

Satu Sawah, Tiga Cara Bertahan

Keluarga Lamber di Desa Langagon II memperlihatkan bagaimana cara berhadapan dengan tanah yang sama terus berubah.

75
Generasi Pertama · Kakek
Christopher Lamber (75 tahun)

Membuka lahan dengan pajeko — bajak tradisional ditarik sapi. Air melimpah, musim bisa diprediksi. Keterbatasan terletak pada tenaga kerja, bukan produksi.

“Dulu panen melimpah, orang yang bekerja sedikit.”
47
Generasi Kedua · Ayah
Agustinus Lamber (47 tahun)

Traktor menggantikan pajeko tapi membawa biaya: pupuk, bibit, sewa alat. Air mulai langka. Bantuan subsidi sulit diakses. Akhirnya beralih ke jagung.

“Serajin-rajinnya petani kalau kondisi begini, tetap tidak ada hasil.”
19
Generasi Ketiga · Cucu
Mickhael Lamber (19 tahun)

Tumbuh di bak penjemuran jagung, bukan di sawah yang melimpah. Cerita tentang padi yang subur hanya ingatan yang dituturkan, bukan yang dialami.

“Daripada rugi terus.”
Visualisasi 05 · Pergeseran Komoditas

Dari Padi ke Jagung: Dua Kurva yang Bersilangan

Luas panen jagung Bolmong naik empat kali lipat dalam satu dekade. Luas panen padi terus menyusut.

Sumber: Kementerian Pertanian RI (diolah Zonautara, 2026)
Kondisi Baik
54,29%
Dari 75 Daerah Irigasi
Hanya setengah jaringan irigasi Bolmong yang bisa diandalkan.
Rusak Ringan
15,71%
Berpotensi Berkembang
Jika tidak ditangani, akan menjadi rusak berat dalam waktu singkat.
Rusak Sedang
10,00%
Distribusi Air Terganggu
Lahan di hilir kekurangan pasokan air yang cukup untuk budidaya padi.
Rusak Berat
20,00%
Tidak Berfungsi
Sekitar 1.812 ha lahan sawah tidak lagi bisa diairi. Anggaran perbaikan 2026: Rp 0.

Baca Tulisan Bab II
di Teras.id

Lihat Semua →
Walaupun menanam padi, kami tetap beli beras. Ini adalah gali lubang, tutup lubang.
— Rafia Potabuga, 52 tahun · Petani Langagon Induk
III
Bab Ketiga · Hulu ke Hilir

Tambang di Hulu, Sawah di Hilir

Di Desa Bakan, Papa Andri menanam kedelai di tanah yang dulu sawah. Perusahaan tambang bayar kompensasi Rp 90 juta per hektar setelah banjir lumpur menimbun lahan. Dari enam penggilingan padi, lima tutup.

Area pertambangan di hulu dan dampaknya pada sawah di hilir, Bolaang Mongondow
Di hulu ada tambang. Di hilir, sawah-sawah di Desa Bakan dan Tanoyan perlahan lenyap.
Visualisasi 06 · Rantai Dampak

Dari Hulu Tambang ke Hilir Sawah

Dua realitas yang tidak berdiri sendiri — terdokumentasi dari lapangan, studi UNSRAT, dan data satelit.

◆ Hulu · Kecamatan Lolayan

Pertambangan Meluas

  • PT JRBM: konsesi 38.150 ha sejak 1997 (Kontrak Karya Gen-6)
  • Kontribusi PDRB: naik 8,16% (2019) → 10,01% (2023)
  • Lubang tambang: 0 → 268 hektar dalam 21 tahun (MapBiomas)
  • Sedimen Sungai Bolaang: tembaga, seng, besi terdeteksi di semua titik sampel studi UNSRAT
  • Banjir lumpur: berulang kali menimbun sawah di hilir
  • Kompensasi: Rp 90 juta/ha untuk lahan tertimbun
Hilir · Desa Bakan, Tanoyan ◆

Sawah Menyusut

  • Penggilingan padi Bakan: 5 dari 6 tutup total
  • Sawah di Rape: dari 50+ hektar produktif → nyaris nol
  • Tanoyan Selatan: 65% sawah beralih ke jagung
  • Bendungan Kinali: pendangkalan akibat sedimentasi hulu
  • Luas panen padi: 72.120 ha (2016) → 30.219 ha (2023)
  • Proyeksi BPDAS: debit Kinali tak mampu airi sawah pada 2036
Visualisasi 07 · Dua Kurva Berlawanan

Ketika Tambang Tumbuh, Sawah Menyusut

Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB Bolmong naik konsisten. Luas panen padi bergerak ke arah sebaliknya.

Sumber: RPJPD Bolmong 2025–2045, Kementerian Pertanian RI (diolah Zonautara)

Baca Tulisan Bab III
di Teras.id

Lihat Semua →
Dulu ini semua sawah. Puluhan hektare. Sekarang sudah tidak ada lagi.
— Dit “Papa Andri” Makalalag, 70 tahun · Desa Bakan, Lolayan
IV
Bab Keempat · Dapur

Di Atas Kertas Krisis Mengecil.
Di Dapur, Membesar.

RPJMD Bolmong mencatat hanya enam desa rawan pangan di 2024. Tapi di dapur Rafia, Risma, dan Atin — perempuan tani yang desanya tidak masuk daftar itu — krisis berlangsung setiap hari.

Perempuan tani Bolaang Mongondow menghadapi beban ganda di sawah dan dapur
Perempuan tani Bolmong bekerja di dua ruang yang sama-sama menuntut tenaga — sawah dan dapur — dan keduanya tidak selalu dibayar.
Visualisasi 08 · Dua Realitas

Dokumen vs Dapur

Dua gambaran tentang kondisi pangan Bolmong — satu di dokumen resmi, satu di meja makan.

Di Atas Kertas

Krisis yang Nyaris Tak Terlihat

6

Desa tercatat rawan pangan dalam RPJMD Bolmong 2024. Selebihnya — lebih dari 194 desa — dianggap aman secara pangan.

Visi-misi daerah terpilih menekankan peningkatan produktivitas dan akses permodalan. Narasi pembangunan digambarkan semakin kuat.

Sumber: RPJMD Kabupaten Bolaang Mongondow 2025–2029

Di Dapur · Fakta Lapangan

Defisit Kalori di Lumbung Beras

1.987

Rata-rata konsumsi kalori penduduk Bolmong per kapita/hari — 5,4% di bawah standar AKE nasional 2.100 kkal.

Kelompok 40% terbawah hanya 1.689 kkal — defisit hampir 20% dari kebutuhan minimum. Di kabupaten yang mengirim beras ke Manado, petaninya sendiri lapar.

Rafia Potabuga (52)“Walaupun menanam padi, kami tetap beli beras.”
Risma Sani (44)“Biar mau beli bibit tapi beras tidak ada, terpaksa uang dipakai beli beras.”
Atin Kobandaha (54)“Suami saya sudah sakit-sakit. Jadi saya mengupas jagung dari pagi hingga sore.”
Visualisasi 09 · Harga Pasar

Harga Beras Kotamobagu Naik 27,9% Dalam 21 Bulan

Sementara sawah menyusut, harga beras terus naik — dan semakin banyak beras yang datang dari luar daerah (Gorontalo, Palu, Sulawesi Selatan).

Sumber: Panel Informasi Pangan dan Harga (PIPH) Nasional — Jan 2024 s.d. Sep 2025

Baca Tulisan Bab IV
di Teras.id

Lihat Semua →
Kalau tidak pintar-pintar atur, habis. Walaupun capek di sawah, pulang tetap pikir dapur.
— Rafia Potabuga, 52 tahun · Petani Langagon Induk
Dukung Jurnalisme Independen

Jurnalisme Seperti Ini,
Perlu Dukungan Publik.

Serial investigasi “Tanam Padi Beli Beras” ini adalah hasil dua bulan kerja lima reporter Zonautara di lapangan dan mengulik data. Untuk tetap independen, kami tidak menerima iklan yang mengintervensi editorial. Kami mengajak Anda berlangganan.

01
Semata untuk Publik
Liputan ini tidak dibiayai APBD, kami juga tidak menerima placement politik. Serial ini diproduksi semata untuk publik dan Anda sebagai pembaca.
02
Bebas Iklan
Sebagai pelanggan, Anda bisa membaca seluruh 10 tulisan serial ini tanpa gangguan iklan yang mengintervensi pengalaman baca.
03
22 Topik Hingga 2027
“Tanam Padi Beli Beras” adalah serial keempat dari 22 topik liputan mendalam dan investigasi yang akan kami kerjakan. Satu topik setiap bulan hingga akhir 2027 dengan dukungan TEMPO, Teras.id, AMSI, IFPIM dan Tempo Institute.

Serial ini adalah 4 dari 22 topik yang akan dikerjakan Zonautara hingga 2027

Tim Liputan: Ronny Adolof Buol · Marsal Datundugon · Neno Karlina · Tri Deyna Cahyani
Grafis / Coding: Ronny Adolof Buol
Olah Data: Tim Data Zonautara.com
Serial ini terbit secara lengkap di Teras.id
© 2026 Zonautara.com · Serial Investigasi Tanam Padi Beli Beras

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com