Zonautara.com • Eksplainer interaktif • Tim Data

Ketika Sawah
Berubah Warna

Satelit menangkap perubahan pada hampir 1.800 hektare sawah di Bolaang Mongondow selama kemarau 2026. Apakah itu tanda kekurangan air, jeda musim tanam, atau sesuatu yang lain?

Analisis dan pengolahan data: Ronny Adolof Buol · Tim Data Zonautara.com
Bab 01 / Pertanyaan

Berapa luas sawah yang berubah?

Di kawasan yang dikenal sebagai lumbung pangan Sulawesi Utara, perubahan pada sawah seharusnya bisa dibaca dari data: lahan yang ditanami, lahan yang menganggur, hingga gangguan yang dialami petani. Namun ketika redaksi membutuhkan angka rinci tentang lahan terdampak kemarau 2026, data resmi yang siap digunakan belum tersedia.

Tim Data Zonautara.com mencoba jalur lain. Citra satelit dibaca bulan demi bulan, lalu dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Bukan untuk menggantikan petani atau pengamatan lapangan, melainkan untuk menemukan tempat yang paling perlu ditelusuri.

1.778,87 ha

Area dalam peta lahan baku sawah BIG yang memenuhi kriteria penurunan indeks vegetasi dan kelembapan pada sedikitnya dua bulan selama Juli–September 2026.

Angka ini bukan luas sawah kering atau gagal tanam. NDVI dan NDMI juga bisa turun ketika sawah dipanen, diberakan, atau diolah untuk musim berikutnya. Laporan ini menunjukkan indikasi yang perlu dibuktikan.

Peta sawah yang kami gunakan mencakup sekitar 19.388 hektare pada raster analisis. Tetapi pengamatan tiga bulan yang memenuhi syarat hanya tersedia pada sekitar 12.235 hektare. Karena itu, angka indikasi harus selalu dibaca bersama cakupan datanya.

Tiga bulan, satu area pengamatan

Perbandingan pada piksel sawah yang sama, resolusi penghitungan 20 meter. Bukan jumlah yang boleh ditambahkan.

Juli
1.307,45 ha
Agustus
2.522,23 ha
September
3.353,49 ha
Sumber: Sentinel-2, peta lahan baku sawah BIG; diolah Tim Data Zonautara.com (V10B). Tren memenuhi ambang indeks, bukan tren luas gagal tanam terkonfirmasi.
Bab 02 / Geografi perubahan

Di mana sawah yang perlu diperiksa?

Penurunan indeks itu tidak tersebar merata. Analisis wilayah menempatkan Lolak di urutan teratas berdasarkan luas indikasi berulang. Passi Timur dan kawasan Dumoga juga muncul sebagai lokasi yang perlu mendapat perhatian.

Anda bisa memeriksa sendiri sebarannya. Pilih desa, klik poligon, atau nyalakan nama desa pada peta di bawah. Warna menunjukkan berapa bulan suatu area memenuhi ambang indeks — bukan tingkat keparahan kekeringan yang sudah dipastikan.

Peta interaktif: jejak perubahan di sawah

Gunakan fitur pencarian desa dan highlight wilayah. Lapisan tanpa data tidak boleh dianggap normal.

Buka peta layar penuh ↗

Bandingkan dua desa

Memilih desa akan menampilkan estimasi indikasi dan persentasenya terhadap sawah yang memiliki data memadai. Angka dua desa tidak boleh dijumlahkan sebagai jumlah petani terdampak.

Kecamatan dengan indikasi terbesar

Alokasi raster 20 meter pada batas kecamatan. Total kecamatan dapat sedikit berbeda dari penghitungan tingkat kabupaten karena piksel di tepi batas.

Kecamatan≥2 bulan (ha)3 bulan (ha)% area valid
Bab 03 / Petunjuk lain

Apakah hujan ikut menghilang?

Kami menguji sinyal pada tanaman dengan sumber data berbeda. CHIRPS, dataset yang menggabungkan pengamatan satelit dan stasiun hujan, menunjukkan curah hujan Juli dan Agustus 2026 jauh di bawah rerata bulan yang sama selama 2016–2025.

Hujan 2026 dibanding rerata 2016–2025

Estimasi rata-rata wilayah Bolmong dari CHIRPS, dalam milimeter.

−82,38%
Anomali Juli: 28,16 mm pada 2026, dibanding 159,86 mm historis.
−88,55%
Anomali Agustus: 9,42 mm pada 2026, dibanding 82,27 mm historis.
—
September belum memiliki data CHIRPS lengkap pada berkas pengujian yang digunakan.
Data hujan berbasis grid, bukan pengukuran langsung pada setiap sawah. Angka ekstrem perlu pemeriksaan stasiun hujan setempat.

Pengujian radar Sentinel-1 pada 36 sampel sawah Lolak juga memperlihatkan perubahan hamburan balik yang lebih besar pada kelompok yang sudah terindikasi melalui Sentinel-2. Tetapi radar tidak bisa sendirian memastikan apakah lahan baru panen, tidak ditanami, atau kekurangan air.

“Satelit dapat menunjukkan di mana ada perubahan. Jawaban atas pertanyaan mengapa harus dicari bersama petani.”
Bab 04 / Yang belum diketahui

Di sinilah reporter mengambil alih.

Kita belum mengetahui berapa luas sawah yang benar-benar tidak dapat ditanami akibat kemarau. Perubahan vegetasi bisa terjadi karena panen, pergantian musim, pengolahan lahan, masalah irigasi, atau kekurangan air.

Karena itu, Tim Zonautara.com memilih 10 titik prioritas pemeriksaan awal di Lolak, mencakup lokasi indikasi berulang dan sawah pembanding. Tim kemudian mendatangi titik tersebut untuk berbicara dengan petani, warga, dan pemangku kepentingan.

RUANG TEMUAN LAPANGAN
Foto kondisi sawah dan kanal irigasi • nama narasumber • kapan terakhir ditanami/dipanen • penyebab petak tidak ditanami • catatan kelompok tani, dan tanggapan dinas terkait.

Pemeriksaan lapangan menguji ketepatan temuan satelit, bukan sekadar mencari cerita yang membenarkan angka. Jika suatu titik ternyata baru dipanen secara normal, temuan itu dicatat sebagai koreksi terhadap dugaan awal.

Temuan mengenai perkebunan belum dimasukkan ke hitungan utama ini karena jenis tanaman dan batas perkebunannya belum dipetakan dengan tingkat keyakinan yang memadai.

Bab 05 / Transparansi

Bagaimana kami menghitung?

Karena data rinci resmi mengenai dampak kemarau belum tersedia bagi redaksi saat penelitian dimulai, penghitungan ini disusun secara independen oleh Tim Data Zonautara.com. Kami menggunakan poligon lahan baku sawah BIG, Sentinel-2, Sentinel-1, CHIRPS, dan Google Earth Engine.

Apa arti 1.778,87 hektare?

Itu luas sawah BIG pada area valid tiga bulan yang memenuhi kriteria penurunan NDVI dan NDMI pada sedikitnya dua bulan Juli–September 2026. Nilai acuan berasal dari penghitungan V10B; hasil raster V11 sebesar 1.779,46 hektare karena perbedaan proses rasterisasi.

Bagaimana area valid ditentukan?

Setiap bulan mensyaratkan minimal dua pengamatan pada 2026 dan setidaknya dua tahun referensi dari 2023–2025, setelah masker kualitas citra. Perbandingan tiga bulan menggunakan piksel yang valid di seluruh bulan, sehingga cakupan tidak berubah.

Apa ambang yang digunakan?

NDVI referensi setidaknya 0,45; NDVI 2026 maksimal 0,40; selisih NDVI paling tinggi −0,15; dan selisih NDMI paling tinggi −0,10. Ambang ini bersifat eksploratif dan belum dikalibrasi dengan survei petak sawah.

Apa keterbatasan utamanya?

NDVI dan NDMI tidak secara langsung membuktikan gagal tanam, gagal panen, ataupun tanah kering. Siklus tanam bisa berbeda, dan masker optik mengecualikan sebagian kondisi genangan. Tahun rujukan peta sawah BIG juga harus dipastikan. Area yang tidak lolos syarat pengamatan tidak otomatis sehat.

Apakah angka kecamatan dan desa bisa dijumlahkan?

Angka administrasi berasal dari alokasi piksel raster ke poligon; terdapat selisih kecil karena batas geometris. Untuk total kabupaten gunakan angka V10B, bukan penjumlahan hasil pembulatan tabel wilayah.

Status editorial: Tanggapan Dinas Pertanian, BMKG, dan kesaksian lapangan disajikan pada berita terkait.

Pengolahan data: Ronny Adolof Buol · Tim Data Zonautara.com.

Jelajahi peta ↗