Connect with us

Sorotan

Kata Mereka Tentang Penyapu Jalan: “Mereka Adalah Pahlawan”

Menjadi penyapu jalan adalah tugas yang mulia. Saat sebagian orang masih terlelap penyapu jalan harus bangun dan melaksanakan tanggung jawabnya.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Menjadi penyapu jalan adalah tugas yang mulia. Saat sebagian orang masih terlelap penyapu jalan harus bangun dan melaksanakan tanggung jawabnya. Bahkan bekerja saat udara dingin masih terasa dingin.

Simak apa kata mereka tentang penyapu jalanan:

Welly Mataliwutan, warga Bahu.
Harus berikan hak-hak mereka secara normatif sesuai yang di atur dalam aturan tenaga kerja. Perhatikan gaji mereka, berikan hak kesehatan baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Semua harus dijamin.

 


Hesky Kolibu, warga Malalayang.
Mereka adalah pahlawan yang sebenarnya di masa kini. Walaupun gaji kecil, tapi mereka bisa memberikan manfaat yang besar dari segi kebersihan. Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan mereka serta kesehatan.

 


Aryati Rahman, warga Mapanget.
Mereka adalah pahlawan. Siapa yang mau bekerja seperti mereka? Harus bangun pagi, panas-panasan, kerja beresiko seperti itu. Seharusnya mereka tuh dapat gaji dan tunjangan memadai. Kita harus apresiasi mereka. Bayangkan kalau mereka tidak ada.

 


Deisy Jangkobus, warga Kelurahan Singkil I.
Berikan hak mereka tepat waktu. Apalagi masalah asuransi kesehatan yang hingga kini belum mereka dapatkan.

 


Ishak Kusrant, warga Winangun.
Tanpa mereka, Kota Manado tidak bersih. Pemerintah harus perhatikan mereka dari honor dan asuransi kesehatan.

Baca beberapa liputan kami tentang Para Penyapu Jalan

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Sorotan

Hoaks sengaja disebar untuk picu kerusuhan di Wamena

Semuanya diminta untuk menahan diri.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko seusai rapat internal dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/09/2019) siang, langsung merespons peristiwa kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua. Moeldoko mengatakan bahwa peristiwa di Wamena harus disikapi dengan cara-cara proporsional dan profesional.

“Jangan sampai penyelesaian itu membangun dengan emosi yang pada akhirnya aparat itu melakukan tindakan-tindakan yang uncontrol. Itu yang tidak kita inginkan,” kata Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan ini mengakui jika dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena terdapat korban, termasuk di pihak aparat keamanan, yaitu TNI dan Polri.

Ia menegaskan bahwa tidak ada instruksi bagi aparat untuk melakukan tindakan represif dalam menangani kerusuhan di Wamena itu. Semuanya diminta untuk menahan diri karena ini sangat berkaitan dengan perkembangan isu di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Jadi jangan kita memunculkan situasi yang tidak bagus. Jadi semuanya harus terkontrol dengan baik aparat keamanan, tidak ada langkah-langkah yang eksesif, tetapi juga keamanan menjadi kebutuhan bersama,” tegas Moeldoko.

Kabar hoaks yang memicu kerusuhan di Wamena, menurut Moeldoko, akibat adanya isu yang disebarkan bahwa ada seorang guru yang melakukan rasis. Padahal hal itu tidak terjadi. Kapolri juga mengatakan tidak ada hal itu.

“Sudah dicek ke sekolahan  itu tidak yang terjadi seperti itu. Tapi begini, ya, karena situasi ini, sekali lagi, situasi ini adalah situasi yang diprovokasi dalam rangka menciptakan situasi untuk konsumsi,” ujarnya.

Moeldoko menghimbau agar harus menyikapi ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai nanti ikut terbawa emosi, terpancing dan seterusnya. Hal tersebut juga sudah menyampaikan hal itu kepada aparat keamanan di wilayah Papua.

Ia menduga adanya provokasi yang sengaja diciptakan untuk memicu terjadinya kerusuhan di Wamena. Saat aparat terpancing melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia berat bisa dijadikan celah tuntutan di PBB.

“Kami sudah tahu agendanya ke mana,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com