Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Saat Anda menikmati sepiring tuna segar yang lezat, tahukah Anda bahwa ada nyawa nelayan tradisional yang baru saja dipertaruhkan demi mendaratkannya ke daratan?
Perubahan iklim telah memicu anomali suhu muka laut yang ekstrem. Fenomena El Niño kuat (+2,26) mendorong massa air kaya hara naik ke permukaan laut. Tuna-tuna berkumpul, namun angin selatan bertiup kencang membawa badai ekstrem yang tidak ramah bagi perahu pakura gurem berukuran di bawah 10 GT.
Para nelayan kecil seperti Pak Kombang Akuba di Bitung atau Opa Japar di pesisir Bolsel kini harus melaut hingga jarak yang tidak masuk akal, lebih dari 70 mil laut dari garis pantai, hanya untuk mengejar jalur migrasi ikan yang terus bergeser ke tengah laut lepas. Biaya solar melambung, risiko perahu terbalik dihantam gelombang semakin nyata, namun asuransi nelayan yang diamanatkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2016 harian mandek di tingkat birokrasi.
Di darat, para istri nelayan seperti Martini Mundok terjebak dalam kecemasan. Saat badai menahan suaminya melaut, dapur harus tetap mengepul demi anak-anak mereka. Jalan satu-satunya adalah berutang beras ke pemilik kapal. Utang yang menumpuk ini akhirnya mengikat para nelayan gurem untuk terus bekerja di bawah sistem bagi hasil yang menjerat, tanpa pernah bisa mandiri.
Mengapa Zonautara.com meliput ini? Kami tidak ingin membiarkan penderitaan para penjaga kedaulatan pangan laut kita tenggelam dalam sepi tanpa pertanggungjawaban dari para pemegang kebijakan industri perikanan.
Tim kami telah mewawancarai nelayan tradisional, serikat awak kapal SAKTI, syahbandar pelabuhan, hingga pengusaha perikanan skala besar untuk menguak ketimpangan sistemik ini.
Ikuti penelusuran lengkapnya dalam serial laporan mendalam: "Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulawesi Utara"
Tanayng mulai Senin, 24 Agustus 2026
🌐 Eksklusif di Teras.id
#KrisisIklim
#TerasId
#KeadilanIklim
#Nelayan
Saat Anda menikmati sepiring tuna segar yang lezat, tahukah Anda bahwa ada nyawa nelayan tradisional yang baru saja dipertaruhkan demi mendaratkannya ke daratan?
Perubahan iklim telah memicu anomali suhu muka laut yang ekstrem. Fenomena El Niño kuat (+2,26) mendorong massa air kaya hara naik ke permukaan laut. Tuna-tuna berkumpul, namun angin selatan bertiup kencang membawa badai ekstrem yang tidak ramah bagi perahu pakura gurem berukuran di bawah 10 GT.
Para nelayan kecil seperti Pak Kombang Akuba di Bitung atau Opa Japar di pesisir Bolsel kini harus melaut hingga jarak yang tidak masuk akal, lebih dari 70 mil laut dari garis pantai, hanya untuk mengejar jalur migrasi ikan yang terus bergeser ke tengah laut lepas. Biaya solar melambung, risiko perahu terbalik dihantam gelombang semakin nyata, namun asuransi nelayan yang diamanatkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2016 harian mandek di tingkat birokrasi.
Di darat, para istri nelayan seperti Martini Mundok terjebak dalam kecemasan. Saat badai menahan suaminya melaut, dapur harus tetap mengepul demi anak-anak mereka. Jalan satu-satunya adalah berutang beras ke pemilik kapal. Utang yang menumpuk ini akhirnya mengikat para nelayan gurem untuk terus bekerja di bawah sistem bagi hasil yang menjerat, tanpa pernah bisa mandiri.
Mengapa Zonautara.com meliput ini? Kami tidak ingin membiarkan penderitaan para penjaga kedaulatan pangan laut kita tenggelam dalam sepi tanpa pertanggungjawaban dari para pemegang kebijakan industri perikanan.
Tim kami telah mewawancarai nelayan tradisional, serikat awak kapal SAKTI, syahbandar pelabuhan, hingga pengusaha perikanan skala besar untuk menguak ketimpangan sistemik ini.
Ikuti penelusuran lengkapnya dalam serial laporan mendalam: "Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulawesi Utara"
Tanayng mulai Senin, 24 Agustus 2026
🌐 Eksklusif di Teras.id
#KrisisIklim
#TerasId
#KeadilanIklim
#Nelayan
...
Pala Siau terkenal di pasar dunia sebagai emas hijau dengan kualitas terbaik. Namun hari ini, para petani pala di Kepulauan Sitaro sedang menatap dahan-dahan pohon yang meranggas kering terpanggang suhu ekstrem.
Di balik kebanggaan sebagai daerah penghasil pala dunia, ada krisis kemanusiaan sunyi yang menghantam ruang domestik rumah tangga di Kepulauan Sitaro. Kekeringan ekstrem akibat anomali El Niño telah mengeringkan sumber air warga. Ibu-ibu rumah tangga seperti Cherry Paat di Desa Mini terpaksa membawa pakaian kotor mereka ke pantai, mencuci di bawah terik matahari dengan air laut yang payau karena jatah air tawar di rumah hanya cukup untuk masak dan minum.
Mengapa kami mengangkat kisah Sitaro? Karena krisis air bersih di pulau vulkanik ini bukanlah takdir alam semata. Liputan investigasi kami menemukan indikasi kuat adanya salah urus dan pembiaran proyek infrastruktur air bersih. Jaringan SPAM yang menelan anggaran miliaran rupiah beroperasi tidak maksimal. Akibatnya, kelompok rentan terpaksa membeli air tangki swasta dengan harga selangit, memperdalam rantai kemiskinan gurem.
Dalam peliputan mendalam di Sitaro ini, tim jurnalis kami mencoba menembus wilayah terdampak paling parah di Kecamatan Siau Barat Utara. Menemui langsung para petani pala, ibu rumah tangga pengambil air, dan mendatangi pejabat berwenang menanyakan persoalan ini.
Kisah tentang bagaimana perubahan iklim dan kelalaian birokrasi berkolaborasi menghancurkan ketahanan warga pulau akan tersaji secara lengkap, dalam serial liputan kami: "Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulawesi Utara", mulai 24 Agustus 2026
🌐 Eksklusif di Zonautara.com dan Teras.id
Bagikan postingan ini untuk menyebarkan kepedulian terhadap keadilan iklim di pulau-pulau kecil kita!
#KrisisAir
#KeadilanIklim
#TerasId
#KelompokRentan
#KeadilanIklim
Pala Siau terkenal di pasar dunia sebagai emas hijau dengan kualitas terbaik. Namun hari ini, para petani pala di Kepulauan Sitaro sedang menatap dahan-dahan pohon yang meranggas kering terpanggang suhu ekstrem.
Di balik kebanggaan sebagai daerah penghasil pala dunia, ada krisis kemanusiaan sunyi yang menghantam ruang domestik rumah tangga di Kepulauan Sitaro. Kekeringan ekstrem akibat anomali El Niño telah mengeringkan sumber air warga. Ibu-ibu rumah tangga seperti Cherry Paat di Desa Mini terpaksa membawa pakaian kotor mereka ke pantai, mencuci di bawah terik matahari dengan air laut yang payau karena jatah air tawar di rumah hanya cukup untuk masak dan minum.
Mengapa kami mengangkat kisah Sitaro? Karena krisis air bersih di pulau vulkanik ini bukanlah takdir alam semata. Liputan investigasi kami menemukan indikasi kuat adanya salah urus dan pembiaran proyek infrastruktur air bersih. Jaringan SPAM yang menelan anggaran miliaran rupiah beroperasi tidak maksimal. Akibatnya, kelompok rentan terpaksa membeli air tangki swasta dengan harga selangit, memperdalam rantai kemiskinan gurem.
Dalam peliputan mendalam di Sitaro ini, tim jurnalis kami mencoba menembus wilayah terdampak paling parah di Kecamatan Siau Barat Utara. Menemui langsung para petani pala, ibu rumah tangga pengambil air, dan mendatangi pejabat berwenang menanyakan persoalan ini.
Kisah tentang bagaimana perubahan iklim dan kelalaian birokrasi berkolaborasi menghancurkan ketahanan warga pulau akan tersaji secara lengkap, dalam serial liputan kami: "Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulawesi Utara", mulai 24 Agustus 2026
🌐 Eksklusif di Zonautara.com dan Teras.id
Bagikan postingan ini untuk menyebarkan kepedulian terhadap keadilan iklim di pulau-pulau kecil kita!
#KrisisAir
#KeadilanIklim
#TerasId
#KelompokRentan
#KeadilanIklim
...
Apakah Anda percaya pada angka-angka statistik yang tampak indah di atas kertas?
Di Sulawesi Utara, angka kemiskinan makro dilaporkan melandai di angka 6,71%. Namun, jika kita melangkah lebih jauh ke pesisir Teluk Tomini, pulau-pulau kecil di Kepulauan Sitaro, hingga ladang tadah hujan Bolaang Mongondow, kita akan menemukan kenyataan yang jauh berbeda.
Krisis iklim bukanlah ancaman masa depan, tapi sedang terjadi hari ini di dapur-dapur keluarga rentan. Tim jurnalis Zonautara.com telah turun langsung ke lapangan, melintasi batas-batas administratif untuk memotret ketimpangan yang luput dari sorotan kamera humas pemerintah.
Mengapa kami meliput ini? Karena krisis iklim adalah pengganda kerentanan (vulnerability multiplier). Ketika kemarau ekstrem akibat anomali El Niño (+2,26) melanda atau badai angin selatan berkecamuk, yang paling pertama dan paling berat menanggung bebannya adalah para perempuan kepala keluarga, balita, disabilitas, nelayan ketinting tradisional, dan petani gurem.
Kami melakukan investasi waktu dan tenaga untuk menggali kebenaran secara objektif dan kritis. Peliputan mendalam ini menjangkau wilayah-wilayah kritis di Sulawesi Utara:
📍 Kabupaten Kepulauan Sitaro (Krisis air bersih & rusaknya tanaman pala)
📍 Kabupaten Bolmong (Puso massal lumbung pangan & macetnya irigasi)
📍 Kabupaten Bolsel (Abrasi ekstrem & banjir pesisir berulang)
📍 Kota Bitung (Kelangkaan ikan tuna & ancaman nyawa nelayan tradisional)
📍 Kota Kotamobagu (Kerentanan perempuan urban)
Demi menghadirkan suara yang murni, kritis, dan berbasis bukti kuat, jurnalis kami telah menemui dan mewawancarai lebih dari 50 narasumber warga, petani gurem, dan nelayan tradisional. Serta lebih dari 20 pejabat publik, akademisi, dan pakar klimatologi untuk menguji akuntabilitas kebijakan serta komitmen negara di tingkat tapak.
Krisis ini nyata, beban ini timpang, dan negara tidak boleh terus-menerus bersembunyi di balik angka rerata statistik yang menipu.
Nantikan serial laporan mendalam Tim Zonautara.com: "Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulawesi Utara"
📅 Mulai Senin, 24 Agustus 2026
🌐 Eksklusif di Teras.id/Zonautara-com
#KrisisIklim
#TerasId
#KeadilanIklim
Apakah Anda percaya pada angka-angka statistik yang tampak indah di atas kertas?
Di Sulawesi Utara, angka kemiskinan makro dilaporkan melandai di angka 6,71%. Namun, jika kita melangkah lebih jauh ke pesisir Teluk Tomini, pulau-pulau kecil di Kepulauan Sitaro, hingga ladang tadah hujan Bolaang Mongondow, kita akan menemukan kenyataan yang jauh berbeda.
Krisis iklim bukanlah ancaman masa depan, tapi sedang terjadi hari ini di dapur-dapur keluarga rentan. Tim jurnalis Zonautara.com telah turun langsung ke lapangan, melintasi batas-batas administratif untuk memotret ketimpangan yang luput dari sorotan kamera humas pemerintah.
Mengapa kami meliput ini? Karena krisis iklim adalah pengganda kerentanan (vulnerability multiplier). Ketika kemarau ekstrem akibat anomali El Niño (+2,26) melanda atau badai angin selatan berkecamuk, yang paling pertama dan paling berat menanggung bebannya adalah para perempuan kepala keluarga, balita, disabilitas, nelayan ketinting tradisional, dan petani gurem.
Kami melakukan investasi waktu dan tenaga untuk menggali kebenaran secara objektif dan kritis. Peliputan mendalam ini menjangkau wilayah-wilayah kritis di Sulawesi Utara:
📍 Kabupaten Kepulauan Sitaro (Krisis air bersih & rusaknya tanaman pala)
📍 Kabupaten Bolmong (Puso massal lumbung pangan & macetnya irigasi)
📍 Kabupaten Bolsel (Abrasi ekstrem & banjir pesisir berulang)
📍 Kota Bitung (Kelangkaan ikan tuna & ancaman nyawa nelayan tradisional)
📍 Kota Kotamobagu (Kerentanan perempuan urban)
Demi menghadirkan suara yang murni, kritis, dan berbasis bukti kuat, jurnalis kami telah menemui dan mewawancarai lebih dari 50 narasumber warga, petani gurem, dan nelayan tradisional. Serta lebih dari 20 pejabat publik, akademisi, dan pakar klimatologi untuk menguji akuntabilitas kebijakan serta komitmen negara di tingkat tapak.
Krisis ini nyata, beban ini timpang, dan negara tidak boleh terus-menerus bersembunyi di balik angka rerata statistik yang menipu.
Nantikan serial laporan mendalam Tim Zonautara.com: "Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulawesi Utara"
📅 Mulai Senin, 24 Agustus 2026
🌐 Eksklusif di Teras.id/Zonautara-com
#KrisisIklim
#TerasId
#KeadilanIklim
...
Jarak itu terasa semakin ironis ketika diletakkan bersebelahan dengan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus, tepat ketika saya sedang menyaksikan kekeringan dan kebakaran lahan di Bolaang Mongondow.
Di depan MPR, DPR dan DPD, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dan menegaskan bahwa keadaan pangan nasional aman serta pemerintah yakin mampu menghadapi El Niño tahun ini. Pada pidato yang sama Presiden juga mengatakan sesuatu yang menurut saya jauh lebih penting daripada seluruh angka produksi pangan yang disampaikan hari itu: kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat.
Kalimat itu sebaiknya tidak diperlakukan sekadar sebagai bagian yang bagus untuk dipotong menjadi konten media sosial Istana.
Bawalah kalimat tersebut ke Babo dan tanyakan kepada petani yang harus menyewa ekskavator untuk mendapatkan air. Bawalah ke Diat, tempat puluhan hektare sawah gagal ditanami. Bawalah ke Langagon, ke Inobonto, ke Tambun, atau ke peternak yang harus mencari air dari tempat lain supaya sapinya dapat minum.
Dengan ukuran yang dibuat Presiden sendiri, bahwa kemerdekaan harus dapat dirasakan rakyat, kita mempunyai alasan yang sangat sah untuk bertanya seberapa jauh kemerdekaan itu telah sampai ke sini.
Swasembada pangan nasional adalah pencapaian yang patut dihargai. Menurunkan harga pupuk, memperbesar ketersediaannya, membangun infrastruktur, menyediakan pompa dan meningkatkan produksi tentu bukan hal kecil.
Tetapi keberhasilan makro tidak boleh membuat kita lupa bahwa ketahanan pangan sebenarnya berlangsung di jutaan petak lahan yang masing-masing mempunyai persoalan air, tanah dan risiko berbeda. Negara boleh memiliki stok beras yang aman sementara satu keluarga petani kehilangan seluruh modalnya.
Produksi jagung nasional dapat meningkat sementara satu hamparan jagung di Inobonto mati. Tidak ada kontradiksi statistik di sana; yang ada adalah perbedaan antara melihat pangan sebagai angka produksi dan melihat pangan sebagai kehidupan orang yang memproduksinya.
Selengkapnya baca di sini: https://zonautara.com/2026/08/17/merdeka-tetapi-petani-masih-membeli-air/
Jarak itu terasa semakin ironis ketika diletakkan bersebelahan dengan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus, tepat ketika saya sedang menyaksikan kekeringan dan kebakaran lahan di Bolaang Mongondow.
Di depan MPR, DPR dan DPD, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dan menegaskan bahwa keadaan pangan nasional aman serta pemerintah yakin mampu menghadapi El Niño tahun ini. Pada pidato yang sama Presiden juga mengatakan sesuatu yang menurut saya jauh lebih penting daripada seluruh angka produksi pangan yang disampaikan hari itu: kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat.
Kalimat itu sebaiknya tidak diperlakukan sekadar sebagai bagian yang bagus untuk dipotong menjadi konten media sosial Istana.
Bawalah kalimat tersebut ke Babo dan tanyakan kepada petani yang harus menyewa ekskavator untuk mendapatkan air. Bawalah ke Diat, tempat puluhan hektare sawah gagal ditanami. Bawalah ke Langagon, ke Inobonto, ke Tambun, atau ke peternak yang harus mencari air dari tempat lain supaya sapinya dapat minum.
Dengan ukuran yang dibuat Presiden sendiri, bahwa kemerdekaan harus dapat dirasakan rakyat, kita mempunyai alasan yang sangat sah untuk bertanya seberapa jauh kemerdekaan itu telah sampai ke sini.
Swasembada pangan nasional adalah pencapaian yang patut dihargai. Menurunkan harga pupuk, memperbesar ketersediaannya, membangun infrastruktur, menyediakan pompa dan meningkatkan produksi tentu bukan hal kecil.
Tetapi keberhasilan makro tidak boleh membuat kita lupa bahwa ketahanan pangan sebenarnya berlangsung di jutaan petak lahan yang masing-masing mempunyai persoalan air, tanah dan risiko berbeda. Negara boleh memiliki stok beras yang aman sementara satu keluarga petani kehilangan seluruh modalnya.
Produksi jagung nasional dapat meningkat sementara satu hamparan jagung di Inobonto mati. Tidak ada kontradiksi statistik di sana; yang ada adalah perbedaan antara melihat pangan sebagai angka produksi dan melihat pangan sebagai kehidupan orang yang memproduksinya.
Selengkapnya baca di sini: https://zonautara.com/2026/08/17/merdeka-tetapi-petani-masih-membeli-air/
...
Kebakaran terjadi di Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Minggu 16 Agustus 2026.
Belum ada loporan soal korban. kerugian dan penyebab kebakaran. Saat ini api sudah berhasil diatasi.
#kebakaran
Kebakaran terjadi di Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Minggu 16 Agustus 2026.
Belum ada loporan soal korban. kerugian dan penyebab kebakaran. Saat ini api sudah berhasil diatasi.
#kebakaran
...
Kami menemui para petani di beberapa sentra pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow. Salah satunya di Babo, Kecamatan Sangtombolang ini.
Kami berbicara dengan mereka, melihat dan mendengar bagaimana mereka menghadapi kemarau ekstrem tahun ini. Satu hal yang pasti, para petani mengalami kesulitan.
Selain di Bolaang Mongondow, kami juga mendatangi pulau Siau di Sitaro melihat petani pala dan kondisi pulau yang kering. Di Bitung kami berbicara dengan nelayan penangkap tuna yang menghadapi gelombang besar dan ikan yang semakin menjauh. Di Bolaang Mongondow Selatan kami ingin melihat masyarakat pesisir di Teluk Tomini dan di Kotamobagu kami ingin memotret masyarakat urban menghadapi tahun-tahun yang semakin panas.
Seri Liputan Mendalam Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulawesi Utara ini, akan tayang akhir Agustus 2026 di teras.id/zonautara.com.
#krisisiklim
#keadilaniklim
#elnino
#terasid
Kami menemui para petani di beberapa sentra pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow. Salah satunya di Babo, Kecamatan Sangtombolang ini.
Kami berbicara dengan mereka, melihat dan mendengar bagaimana mereka menghadapi kemarau ekstrem tahun ini. Satu hal yang pasti, para petani mengalami kesulitan.
Selain di Bolaang Mongondow, kami juga mendatangi pulau Siau di Sitaro melihat petani pala dan kondisi pulau yang kering. Di Bitung kami berbicara dengan nelayan penangkap tuna yang menghadapi gelombang besar dan ikan yang semakin menjauh. Di Bolaang Mongondow Selatan kami ingin melihat masyarakat pesisir di Teluk Tomini dan di Kotamobagu kami ingin memotret masyarakat urban menghadapi tahun-tahun yang semakin panas.
Seri Liputan Mendalam Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulawesi Utara ini, akan tayang akhir Agustus 2026 di teras.id/zonautara.com.
#krisisiklim
#keadilaniklim
#elnino
#terasid
...
Punya BMW atau Mercedes mungkin jelas kelihatan “mampu”.
Tapi kalau pengeluaran per kapita sudah lewat Rp3 juta sebulan, ternyata di tabel desil ini kita juga sudah masuk kategori “SUPER KAYA”. 😂
Pemerintah sedang mengkaji pembatasan subsidi Pertalite untuk kelompok desil 9 dan 10, agar subsidi BBM lebih tepat sasaran.
Dalam pembagian yang beredar, desil 9 disebut “Sangat Kaya” dengan pengeluaran Rp2,2 juta–Rp3 juta per kapita per bulan, sementara desil 10 disebut “Super Kaya” dengan pengeluaran di atas Rp3 juta.
Jadi misalnya satu orang keluar Rp100 ribu sehari…
Selamat. Secara pengeluaran, Anda sudah menyentuh Rp3 juta sebulan. 😭
Tenang dulu. Rencana pembatasan Pertalite ini masih dalam tahap kajian dan simulasi. Pemerintah belum menentukan kapan kebijakan tersebut akan diterapkan.
Yang jadi pertanyaan:
Kalau ukurannya pengeluaran per kapita, kamu masuk desil berapa? 👀
#Pertalite #SubsidiBBM #BBMSubsidi
Punya BMW atau Mercedes mungkin jelas kelihatan “mampu”.
Tapi kalau pengeluaran per kapita sudah lewat Rp3 juta sebulan, ternyata di tabel desil ini kita juga sudah masuk kategori “SUPER KAYA”. 😂
Pemerintah sedang mengkaji pembatasan subsidi Pertalite untuk kelompok desil 9 dan 10, agar subsidi BBM lebih tepat sasaran.
Dalam pembagian yang beredar, desil 9 disebut “Sangat Kaya” dengan pengeluaran Rp2,2 juta–Rp3 juta per kapita per bulan, sementara desil 10 disebut “Super Kaya” dengan pengeluaran di atas Rp3 juta.
Jadi misalnya satu orang keluar Rp100 ribu sehari…
Selamat. Secara pengeluaran, Anda sudah menyentuh Rp3 juta sebulan. 😭
Tenang dulu. Rencana pembatasan Pertalite ini masih dalam tahap kajian dan simulasi. Pemerintah belum menentukan kapan kebijakan tersebut akan diterapkan.
Yang jadi pertanyaan:
Kalau ukurannya pengeluaran per kapita, kamu masuk desil berapa? 👀
#Pertalite #SubsidiBBM #BBMSubsidi
...
Kebakaran kembali terjadi di perbukitan di Kaiya, Inobonto, Bolaang Mongondow, Sabtu malam (15/8/2026)
#karhutla
#kemarau
Kebakaran kembali terjadi di perbukitan di Kaiya, Inobonto, Bolaang Mongondow, Sabtu malam (15/8/2026)
#karhutla
#kemarau
...
Kebakaran lahan terjadi puluhan titik di Bolaang Mongondow. Sepanjang amatan Tim Zonautara.com yang berkeliling, setidaknya lebih dari 20 titik sedang terbakar.
Petugas gabungan berupaya menangani kebakaran di beberapa titik.
#karhutla
#kemarau
#elnino
Kebakaran lahan terjadi puluhan titik di Bolaang Mongondow. Sepanjang amatan Tim Zonautara.com yang berkeliling, setidaknya lebih dari 20 titik sedang terbakar.
Petugas gabungan berupaya menangani kebakaran di beberapa titik.
#karhutla
#kemarau
#elnino
...
🚨 UPDATE UPAYA EVAKUASI 🚨
Gempa NTT – per pukul ±11.00 WITA (15 Agustus 2026)
Pelabuhan Laurentius Say (Maumere)
Tim SAR Gabungan (Kantor SAR Maumere + Basarnas) telah berhasil mengevakuasi 3 korban dari reruntuhan ruang tunggu:
1 orang meninggal dunia (Meliana Nenong, 54 tahun)
2 orang luka-luka
Semua korban sudah dibawa ke RSUD TC Hillers Maumere.
Ruang tunggu dinyatakan nihil (tidak ada lagi korban di lokasi).
Tim SAR Gabungan saat ini sedang bergerak ke Kabupaten Nagekeo (pusat dampak) dan lokasi lain yang terdampak untuk memperluas penyisiran & evakuasi.
Polisi (Polda NTT) membantu proses pendataan dan evakuasi di wilayah Flores.
BPBD + TNI + Polri + Basarnas tetap berkoordinasi di lapangan.
Evakuasi Warga
Di Nagekeo: sekitar 2.000 orang melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi saat peringatan tsunami aktif.
Warga pesisir Sikka, Maumere, dan wilayah utara Flores sempat dievakuasi ke dataran tinggi.
Peringatan dini tsunami sudah berakhir, tetapi warga tetap diimbau waspada gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang rusak.
Pendataan korban masih terus berlangsung dilakukan otoritas.
Tetap pantau informasi resmi dari Basarnas, BPBD, dan BNPB.
#UpdateGempaNTT #Maumere #PelabuhanLorensSay #Sikka #GempaFlores #InfoBMKG
🚨 UPDATE UPAYA EVAKUASI 🚨
Gempa NTT – per pukul ±11.00 WITA (15 Agustus 2026)
Pelabuhan Laurentius Say (Maumere)
Tim SAR Gabungan (Kantor SAR Maumere + Basarnas) telah berhasil mengevakuasi 3 korban dari reruntuhan ruang tunggu:
1 orang meninggal dunia (Meliana Nenong, 54 tahun)
2 orang luka-luka
Semua korban sudah dibawa ke RSUD TC Hillers Maumere.
Ruang tunggu dinyatakan nihil (tidak ada lagi korban di lokasi).
Tim SAR Gabungan saat ini sedang bergerak ke Kabupaten Nagekeo (pusat dampak) dan lokasi lain yang terdampak untuk memperluas penyisiran & evakuasi.
Polisi (Polda NTT) membantu proses pendataan dan evakuasi di wilayah Flores.
BPBD + TNI + Polri + Basarnas tetap berkoordinasi di lapangan.
Evakuasi Warga
Di Nagekeo: sekitar 2.000 orang melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi saat peringatan tsunami aktif.
Warga pesisir Sikka, Maumere, dan wilayah utara Flores sempat dievakuasi ke dataran tinggi.
Peringatan dini tsunami sudah berakhir, tetapi warga tetap diimbau waspada gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang rusak.
Pendataan korban masih terus berlangsung dilakukan otoritas.
Tetap pantau informasi resmi dari Basarnas, BPBD, dan BNPB.
#UpdateGempaNTT #Maumere #PelabuhanLorensSay #Sikka #GempaFlores #InfoBMKG
...
Berikut status terkini (Pkl 09.30 WIB) berdasarkan laporan terakhir dari SAR Maumere, Basarnas, BNPB, dan BMKG:
Pelabuhan Laurentius Say (Lorens Say) Maumere, NTT pasca gempa 7,7 pada Sabtu 15/8/2026
Ruang tunggu roboh.
Korban yang dikonfirmasi SAR:
1 orang meninggal dunia (Meliana Nenong, 54 tahun)
2 orang luka-luka
Semua sudah dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.
Tim SAR sedang bergerak ke lokasi terdampak lain (termasuk Nagekeo).
Catatan: BNPB sempat melaporkan 2 orang meninggal (1 laki-laki & 1 perempuan) di Pelabuhan El Say/Sikka. Data ini masih dalam proses verifikasi.
Peringatan dini tsunami sudah dicabut (berakhir sekitar pukul 07.30 WIB).
Gempa susulan masih terjadi (tercatat puluhan kali, terbesar sekitar M 6,2).
Kerusakan bangunan masih dalam pendataan (Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, dll).
Belum ada laporan lonjakan korban atau kerusakan baru yang signifikan di Sikka setelah pagi tadi.
#UpdateGempaNTT #Maumere #PelabuhanLorensSay #Sikka #GempaFlores #InfoBMKG
Berikut status terkini (Pkl 09.30 WIB) berdasarkan laporan terakhir dari SAR Maumere, Basarnas, BNPB, dan BMKG:
Pelabuhan Laurentius Say (Lorens Say) Maumere, NTT pasca gempa 7,7 pada Sabtu 15/8/2026
Ruang tunggu roboh.
Korban yang dikonfirmasi SAR:
1 orang meninggal dunia (Meliana Nenong, 54 tahun)
2 orang luka-luka
Semua sudah dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.
Tim SAR sedang bergerak ke lokasi terdampak lain (termasuk Nagekeo).
Catatan: BNPB sempat melaporkan 2 orang meninggal (1 laki-laki & 1 perempuan) di Pelabuhan El Say/Sikka. Data ini masih dalam proses verifikasi.
Peringatan dini tsunami sudah dicabut (berakhir sekitar pukul 07.30 WIB).
Gempa susulan masih terjadi (tercatat puluhan kali, terbesar sekitar M 6,2).
Kerusakan bangunan masih dalam pendataan (Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, dll).
Belum ada laporan lonjakan korban atau kerusakan baru yang signifikan di Sikka setelah pagi tadi.
#UpdateGempaNTT #Maumere #PelabuhanLorensSay #Sikka #GempaFlores #InfoBMKG
...
🚨 UPDATE SABTU 15/8/2026 PKL 09.00 wib 🚨
Situasi Pelabuhan Lorens Say Maumere & Sikka / NTT
(per pukul ±09.00 WIb, 15 Agustus 2026)
📍 Pelabuhan Laurentius Say (Lorens Say) Maumere
- Ruang tunggu pelabuhan roboh saat gempa terjadi.
- Korban terkini (konfirmasi SAR Maumere & Basarnas):
- 1 orang meninggal dunia (Meliana Nenong, 54 tahun) tertimpa reruntuhan
- 2 orang luka-luka
- Semua korban sudah dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.
- Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan bergerak ke lokasi terdampak lainnya.
📍 Situasi Umum Kabupaten Sikka & Maumere
- Guncangan dirasakan cukup kuat.
- Tsunami kecil terdeteksi di Sikka (0,19 m) dan Pelabuhan Kewapante (0,38 m).
- Bupati Sikka mengimbau warga tetap tenang, waspada gempa susulan, dan menjauhi bangunan yang rusak.
- Peringatan dini tsunami sudah dicabut oleh BMKG (berakhir sekitar pukul 07.30 WIB).
📍 Situasi Umum NTT / Flores
- Gempa susulan masih terus terjadi (puluhan kali, terbesar sekitar M 6,2).
- Kerusakan bangunan dilaporkan di beberapa wilayah (Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, Nagekeo, dll).
- Data korban dan kerusakan masih dalam proses pendataan oleh BPBD & BNPB.
- Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak mudah percaya isu tidak jelas.
⚠️ Tetap pantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan Basarnas.
Semoga situasi segera stabil dan korban bisa ditangani dengan baik. 🙏
#UpdateGempaNTT #Maumere #PelabuhanLorensSay #Sikka #GempaFlores #InfoBMKG
🚨 UPDATE SABTU 15/8/2026 PKL 09.00 wib 🚨
Situasi Pelabuhan Lorens Say Maumere & Sikka / NTT
(per pukul ±09.00 WIb, 15 Agustus 2026)
📍 Pelabuhan Laurentius Say (Lorens Say) Maumere
- Ruang tunggu pelabuhan roboh saat gempa terjadi.
- Korban terkini (konfirmasi SAR Maumere & Basarnas):
- 1 orang meninggal dunia (Meliana Nenong, 54 tahun) tertimpa reruntuhan
- 2 orang luka-luka
- Semua korban sudah dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.
- Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan bergerak ke lokasi terdampak lainnya.
📍 Situasi Umum Kabupaten Sikka & Maumere
- Guncangan dirasakan cukup kuat.
- Tsunami kecil terdeteksi di Sikka (0,19 m) dan Pelabuhan Kewapante (0,38 m).
- Bupati Sikka mengimbau warga tetap tenang, waspada gempa susulan, dan menjauhi bangunan yang rusak.
- Peringatan dini tsunami sudah dicabut oleh BMKG (berakhir sekitar pukul 07.30 WIB).
📍 Situasi Umum NTT / Flores
- Gempa susulan masih terus terjadi (puluhan kali, terbesar sekitar M 6,2).
- Kerusakan bangunan dilaporkan di beberapa wilayah (Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, Nagekeo, dll).
- Data korban dan kerusakan masih dalam proses pendataan oleh BPBD & BNPB.
- Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak mudah percaya isu tidak jelas.
⚠️ Tetap pantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan Basarnas.
Semoga situasi segera stabil dan korban bisa ditangani dengan baik. 🙏
#UpdateGempaNTT #Maumere #PelabuhanLorensSay #Sikka #GempaFlores #InfoBMKG
...
