Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Banjir bandang dan longsor dahsyat terjadi di kawasan Pegunungan Himalaya pada Rabu, 26 Agustus 2026, tepatnya di wilayah perbatasan antara Nepal dan Tiongkok (Tibet), termasuk daerah Rasuwa dan Pelabuhan Gyirong.
Lokasi dan Penyebab Bencana
Bencana ini dipicu oleh peristiwa geofisika masif di Pegunungan Himalaya, yaitu runtuhnya gletser atau longsoran salju-batu yang memicu material lumpur, batu, serta es menutup aliran sungai dan menerjang wilayah di bawahnya.
Dampak terparah dirasakan di area perbatasan Nepal dan Tibet, merusak infrastruktur, jembatan, jalan, dan permukiman warga. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dan hilang akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba tersebut.
#nepal
#banjirnepal
Banjir bandang dan longsor dahsyat terjadi di kawasan Pegunungan Himalaya pada Rabu, 26 Agustus 2026, tepatnya di wilayah perbatasan antara Nepal dan Tiongkok (Tibet), termasuk daerah Rasuwa dan Pelabuhan Gyirong.
Lokasi dan Penyebab Bencana
Bencana ini dipicu oleh peristiwa geofisika masif di Pegunungan Himalaya, yaitu runtuhnya gletser atau longsoran salju-batu yang memicu material lumpur, batu, serta es menutup aliran sungai dan menerjang wilayah di bawahnya.
Dampak terparah dirasakan di area perbatasan Nepal dan Tibet, merusak infrastruktur, jembatan, jalan, dan permukiman warga. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dan hilang akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba tersebut.
#nepal
#banjirnepal
...
Situasi di Jakarta Memanas di Malam Hari, Polisi Bubarkan Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata
Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) berakhir ricuh di malam hari. Polisi membubarkan massa yang masih bertahan dengan water cannon dan gas air mata sekitar pukul 19.00 WIB.
Sejak pagi, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memadati gerbang utama parlemen menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset. Setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR untuk menyelesaikan RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB.
Siang hingga sore, gelombang massa baru, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil—tiba dan melanjutkan aksi. Situasi kemudian memanas. Massa merusak pagar gerbang, membakar ban, melempar batu dan botol, serta sempat menutup lajur Tol Dalam Kota.
Karena melewati batas waktu aksi pukul 18.00 WIB, polisi bergerak membubarkan massa. Water cannon dan gas air mata ditembakkan, memaksa ratusan orang berlarian ke arah Slipi, Gerbang Pemuda, dan Pejompongan. Kapolres Metro Jakarta Pusat memimpin langsung pembubaran dari atas kendaraan taktis.
Hingga pukul 21.00 WIB, area depan Gedung DPR sudah dikosongkan. Pengamanan tetap ketat, sementara sejumlah gerbang Tol Dalam Kota masih ditutup sementara.
#demo27agustus
#demo270826
Situasi di Jakarta Memanas di Malam Hari, Polisi Bubarkan Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata
Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) berakhir ricuh di malam hari. Polisi membubarkan massa yang masih bertahan dengan water cannon dan gas air mata sekitar pukul 19.00 WIB.
Sejak pagi, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memadati gerbang utama parlemen menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset. Setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR untuk menyelesaikan RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB.
Siang hingga sore, gelombang massa baru, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil—tiba dan melanjutkan aksi. Situasi kemudian memanas. Massa merusak pagar gerbang, membakar ban, melempar batu dan botol, serta sempat menutup lajur Tol Dalam Kota.
Karena melewati batas waktu aksi pukul 18.00 WIB, polisi bergerak membubarkan massa. Water cannon dan gas air mata ditembakkan, memaksa ratusan orang berlarian ke arah Slipi, Gerbang Pemuda, dan Pejompongan. Kapolres Metro Jakarta Pusat memimpin langsung pembubaran dari atas kendaraan taktis.
Hingga pukul 21.00 WIB, area depan Gedung DPR sudah dikosongkan. Pengamanan tetap ketat, sementara sejumlah gerbang Tol Dalam Kota masih ditutup sementara.
#demo27agustus
#demo270826
...
Update situasi malam ini (27 Agustus 2026) – Kondisi memanas/rusuh
Setelah massa AMPB (Pati) bubar siang hari, aksi dilanjutkan oleh kelompok mahasiswa dan elemen lain. Situasi mulai memanas pada sore dan chaos terjadi malam.
Kronologi ketegangan
- Sore (sekitar 15.00–17.00 WIB): Massa mahasiswa merusak/mematahkan bagian pagar gerbang utama, membakar ban (asap hitam pekat), memanjat pagar, menggoyang gerbang, dan melempar botol air minum ke dalam kompleks DPR. Ada juga pembakaran sampah/kardus.
- Menjelang malam: Massa tetap bertahan melewati batas waktu aksi (pukul 18.00 WIB). Terjadi pelemparan batu ke dalam area kompleks parlemen yang dibalas aparat dari dalam. Massa juga sempat masuk dan menutup lajur Jalan Tol Dalam Kota arah Grogol.
Sebagian kelompok, terutama mahasiswa membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.00 WIB, tetapi massa lain masih bertahan dan melakukan aksi anarkis (perusakan pagar, pelemparan, pembakaran).
Situasi di sekitar gerbang utama Gedung DPR masih tegang. Pengamanan diperketat.
Polisi sebelumnya sudah mengamankan puluhan orang (sekitar 63–65) yang diduga hendak memancing kericuhan. Lalu lintas di kawasan Gatot Subroto–Senayan tetap terdampak.
Aksi yang awalnya damai di pagi-siang berubah menjadi lebih ricuh di sore-malam setelah pergantian massa.
Sumber video: x/bismillahyuk_
Update situasi malam ini (27 Agustus 2026) – Kondisi memanas/rusuh
Setelah massa AMPB (Pati) bubar siang hari, aksi dilanjutkan oleh kelompok mahasiswa dan elemen lain. Situasi mulai memanas pada sore dan chaos terjadi malam.
Kronologi ketegangan
- Sore (sekitar 15.00–17.00 WIB): Massa mahasiswa merusak/mematahkan bagian pagar gerbang utama, membakar ban (asap hitam pekat), memanjat pagar, menggoyang gerbang, dan melempar botol air minum ke dalam kompleks DPR. Ada juga pembakaran sampah/kardus.
- Menjelang malam: Massa tetap bertahan melewati batas waktu aksi (pukul 18.00 WIB). Terjadi pelemparan batu ke dalam area kompleks parlemen yang dibalas aparat dari dalam. Massa juga sempat masuk dan menutup lajur Jalan Tol Dalam Kota arah Grogol.
Sebagian kelompok, terutama mahasiswa membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.00 WIB, tetapi massa lain masih bertahan dan melakukan aksi anarkis (perusakan pagar, pelemparan, pembakaran).
Situasi di sekitar gerbang utama Gedung DPR masih tegang. Pengamanan diperketat.
Polisi sebelumnya sudah mengamankan puluhan orang (sekitar 63–65) yang diduga hendak memancing kericuhan. Lalu lintas di kawasan Gatot Subroto–Senayan tetap terdampak.
Aksi yang awalnya damai di pagi-siang berubah menjadi lebih ricuh di sore-malam setelah pergantian massa.
Sumber video: x/bismillahyuk_
...
Update situasi demo depan Gedung DPR/MPR RI hingga malam (27 Agustus 2026)
Siang (sekitar 12.30 WIB): Massa AMPB (warga Pati) membubarkan diri secara tertib setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR soal RUU Perampasan Aset (target 15 Desember 2026 + siap mundur jika tidak tercapai). Mereka meninggalkan lokasi dengan ucapan “Dari Pati pulang dulu”.
Sore: Setelah AMPB pergi, area sempat lengang. Kemudian massa baru berdatangan, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil (termasuk kelompok yang terkait GERAM yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB).
Sebagian massa (mahasiswa Universitas Terbuka + warga lain) tertahan di penyekatan samping flyover Jalan Gerbang Pemuda. Mereka sempat berteriak meminta jalan dibuka dan memperingatkan soal provokasi. Polisi mempertahankan barikade.
Hingga sore-malam: Aksi dilanjutkan oleh kelompok pengganti. Ada laporan bahwa GERAM (Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat) melanjutkan aksi di depan Gedung DPR dengan 10 tuntutan yang lebih luas (evaluasi MBG & KDMP, isu demokrasi, upah, pendidikan, kesehatan, demiliterisasi, dll.). Jumlah massa tidak sebesar gelombang pagi, tetapi aktivitas orasi dan konsentrasi di kawasan Senayan masih berlangsung. Pengamanan tetap ketat.
#dem027agustus
#aksi2708
Update situasi demo depan Gedung DPR/MPR RI hingga malam (27 Agustus 2026)
Siang (sekitar 12.30 WIB): Massa AMPB (warga Pati) membubarkan diri secara tertib setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR soal RUU Perampasan Aset (target 15 Desember 2026 + siap mundur jika tidak tercapai). Mereka meninggalkan lokasi dengan ucapan “Dari Pati pulang dulu”.
Sore: Setelah AMPB pergi, area sempat lengang. Kemudian massa baru berdatangan, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil (termasuk kelompok yang terkait GERAM yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB).
Sebagian massa (mahasiswa Universitas Terbuka + warga lain) tertahan di penyekatan samping flyover Jalan Gerbang Pemuda. Mereka sempat berteriak meminta jalan dibuka dan memperingatkan soal provokasi. Polisi mempertahankan barikade.
Hingga sore-malam: Aksi dilanjutkan oleh kelompok pengganti. Ada laporan bahwa GERAM (Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat) melanjutkan aksi di depan Gedung DPR dengan 10 tuntutan yang lebih luas (evaluasi MBG & KDMP, isu demokrasi, upah, pendidikan, kesehatan, demiliterisasi, dll.). Jumlah massa tidak sebesar gelombang pagi, tetapi aktivitas orasi dan konsentrasi di kawasan Senayan masih berlangsung. Pengamanan tetap ketat.
#dem027agustus
#aksi2708
...
Janji DPR RI soal RUU Perampasan Aset
Pada 27 Agustus 2026, di sela aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI, pimpinan DPR RI menerima audiensi perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), termasuk koordinator Supriyono alias Botok.
Pimpinan DPR (dipimpin Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan lainnya) menandatangani dokumen kesepakatan yang berisi:
- DPR berkomitmen menyelesaikan pembentukan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.
- Jika sampai tanggal tersebut RUU belum disahkan dalam Rapat Paripurna, pimpinan DPR siap mengundurkan diri dari jabatannya.
Komitmen ini disampaikan langsung kepada Botok dan kemudian dibacakan di depan massa aksi. Beberapa anggota DPR (seperti Andre Rosiade) juga menemui massa untuk menegaskan isi kesepakatan tersebut.
AMPB datang dengan tuntutan utama agar RUU Perampasan Aset segera disahkan sebagai instrumen pemberantasan korupsi. Setelah mendapat janji tertulis ini, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB dengan seruan “Dari Pati pulang dulu”.
AMPB menyatakan akan kembali ke DPR pada 15 Desember 2026 untuk menagih janji tersebut.
Ini merupakan komitmen formal yang ditandatangani pimpinan DPR di tengah aksi demonstrasi hari itu.
#demo27agustus
#aksi2708
Janji DPR RI soal RUU Perampasan Aset
Pada 27 Agustus 2026, di sela aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI, pimpinan DPR RI menerima audiensi perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), termasuk koordinator Supriyono alias Botok.
Pimpinan DPR (dipimpin Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan lainnya) menandatangani dokumen kesepakatan yang berisi:
- DPR berkomitmen menyelesaikan pembentukan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.
- Jika sampai tanggal tersebut RUU belum disahkan dalam Rapat Paripurna, pimpinan DPR siap mengundurkan diri dari jabatannya.
Komitmen ini disampaikan langsung kepada Botok dan kemudian dibacakan di depan massa aksi. Beberapa anggota DPR (seperti Andre Rosiade) juga menemui massa untuk menegaskan isi kesepakatan tersebut.
AMPB datang dengan tuntutan utama agar RUU Perampasan Aset segera disahkan sebagai instrumen pemberantasan korupsi. Setelah mendapat janji tertulis ini, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB dengan seruan “Dari Pati pulang dulu”.
AMPB menyatakan akan kembali ke DPR pada 15 Desember 2026 untuk menagih janji tersebut.
Ini merupakan komitmen formal yang ditandatangani pimpinan DPR di tengah aksi demonstrasi hari itu.
#demo27agustus
#aksi2708
...
Update situasi terakhir Demo 27 Agustus 2026 di Jakarta (hingga sore, 27 Agustus 2026)
Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka meninggalkan kawasan depan Gedung DPR/MPR RI setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR:
RUU Perampasan Aset harus diselesaikan paling lambat 15 Desember 2026. Pimpinan DPR menyatakan siap mengundurkan diri jika target itu tidak tercapai.
Saat meninggalkan lokasi, massa sempat berteriak “Dari Pati pulang dulu” dan mengucapkan terima kasih. Pembubaran berlangsung damai tanpa kericuhan.
Setelah AMPB pergi, area depan Gedung DPR sempat lengang, lalu massa baru mulai berdatangan.
Ratusan mahasiswa dan warga (diduga termasuk elemen GERAM yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB) mencoba mendekati gerbang. Sebagian tertahan di penyekatan samping flyover Jalan Gerbang Pemuda.
Massa sempat berteriak “Buka jalannya!” dan memperingatkan agar tidak ada provokasi. Hingga sekitar pukul 13.45–14.00 WIB, mereka masih menunggu akses dibuka.
GERAM (Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat) membawa 10 tuntutan yang lebih luas (evaluasi program MBG & KDMP, isu demokrasi, upah, pendidikan, kesehatan, demiliterisasi, dll.).
Status terkini:
Fokus aksi bergeser dari kelompok Pati ke kelompok mahasiswa/masyarakat sipil lain.
Situasi di depan DPR masih dinamis, dengan pengamanan ketat dan penyekatan.
Lalu lintas di sekitar Senayan–Gatot Subroto tetap terdampak.
Video: x/@bismillahyuk_
#demo27agustus
#demo260826
Update situasi terakhir Demo 27 Agustus 2026 di Jakarta (hingga sore, 27 Agustus 2026)
Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka meninggalkan kawasan depan Gedung DPR/MPR RI setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR:
RUU Perampasan Aset harus diselesaikan paling lambat 15 Desember 2026. Pimpinan DPR menyatakan siap mengundurkan diri jika target itu tidak tercapai.
Saat meninggalkan lokasi, massa sempat berteriak “Dari Pati pulang dulu” dan mengucapkan terima kasih. Pembubaran berlangsung damai tanpa kericuhan.
Setelah AMPB pergi, area depan Gedung DPR sempat lengang, lalu massa baru mulai berdatangan.
Ratusan mahasiswa dan warga (diduga termasuk elemen GERAM yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB) mencoba mendekati gerbang. Sebagian tertahan di penyekatan samping flyover Jalan Gerbang Pemuda.
Massa sempat berteriak “Buka jalannya!” dan memperingatkan agar tidak ada provokasi. Hingga sekitar pukul 13.45–14.00 WIB, mereka masih menunggu akses dibuka.
GERAM (Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat) membawa 10 tuntutan yang lebih luas (evaluasi program MBG & KDMP, isu demokrasi, upah, pendidikan, kesehatan, demiliterisasi, dll.).
Status terkini:
Fokus aksi bergeser dari kelompok Pati ke kelompok mahasiswa/masyarakat sipil lain.
Situasi di depan DPR masih dinamis, dengan pengamanan ketat dan penyekatan.
Lalu lintas di sekitar Senayan–Gatot Subroto tetap terdampak.
Video: x/@bismillahyuk_
#demo27agustus
#demo260826
...
Sampah berserakan di tengah aksi massa yang digelar saat demo pada 27 Agustus 2026 di DPR RI Jakarta.
Perkembangan penting:
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok diterima masuk kompleks DPR. Ia naik ke balkon ruang Rapat Paripurna dan bertemu pimpinan DPR (termasuk Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad dkk).
Hasil pertemuan: Pimpinan DPR menyampaikan komitmen menyelesaikan pembahasan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Ada pernyataan bahwa pimpinan siap mundur jika target itu tidak tercapai. Botok kemudian menyampaikan hasil ini di depan massa (didampingi anggota DPR seperti Andre Rosiade).
DPR tetap menggelar Rapat Paripurna (dipimpin Dasco) meski ada demo; salah satu agenda adalah laporan perkembangan RUU Perampasan Aset.
Polisi mengamankan 65 orang jelang aksi yang diduga berpotensi membuat kericuhan (sita barang seperti airsoft gun, botol, sumbu).
Footage: x/@rapunsey
#demo27agustus
#demi270826
Sampah berserakan di tengah aksi massa yang digelar saat demo pada 27 Agustus 2026 di DPR RI Jakarta.
Perkembangan penting:
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok diterima masuk kompleks DPR. Ia naik ke balkon ruang Rapat Paripurna dan bertemu pimpinan DPR (termasuk Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad dkk).
Hasil pertemuan: Pimpinan DPR menyampaikan komitmen menyelesaikan pembahasan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Ada pernyataan bahwa pimpinan siap mundur jika target itu tidak tercapai. Botok kemudian menyampaikan hasil ini di depan massa (didampingi anggota DPR seperti Andre Rosiade).
DPR tetap menggelar Rapat Paripurna (dipimpin Dasco) meski ada demo; salah satu agenda adalah laporan perkembangan RUU Perampasan Aset.
Polisi mengamankan 65 orang jelang aksi yang diduga berpotensi membuat kericuhan (sita barang seperti airsoft gun, botol, sumbu).
Footage: x/@rapunsey
#demo27agustus
#demi270826
...
Update perkembangan demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan (hingga siang, 27 Agustus 2026)
Situasi lapangan:
Massa (didominasi AMPB/warga Pati + ojol, serta kelompok lain) sudah berkumpul sejak dini hari di depan gerbang utama. Spanduk tuntutan digelar, termasuk aksi simbolik arak keranda bertuliskan “Hukum Mati Koruptor”.
Jalan Gatot Subroto (arah Semanggi–Slipi) ditutup/terdampak sejak pagi. Ada pengalihan Transjakarta dan rekayasa lalu lintas situasional.
Situasi sempat memanas saat massa mendesak kendaraan logistik & ambulans masuk, sempat menghardik/mengusir polisi di pintu keluar tol. Sebagian massa lain meredam agar tidak anarkis.
Polisi (Kapolres Metro Jakpus) berdialog, permintaan logistik diakomodasi, situasi kembali kondusif. Polisi berpakaian sipil memeriksa barang bawaan massa yang menuju lokasi. Total pengamanan besar (ribuan personel di kawasan DPR, total gabungan lebih dari 18.000).
Perkembangan penting:
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok diterima masuk kompleks DPR. Ia naik ke balkon ruang Rapat Paripurna dan bertemu pimpinan DPR (termasuk Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad dkk).
Hasil pertemuan: Pimpinan DPR menyampaikan komitmen menyelesaikan pembahasan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Ada pernyataan bahwa pimpinan siap mundur jika target itu tidak tercapai. Botok kemudian menyampaikan hasil ini di depan massa (didampingi anggota DPR seperti Andre Rosiade).
DPR tetap menggelar Rapat Paripurna (dipimpin Dasco) meski ada demo; salah satu agenda adalah laporan perkembangan RUU Perampasan Aset.
Polisi mengamankan 65 orang jelang aksi yang diduga berpotensi membuat kericuhan (sita barang seperti airsoft gun, botol, sumbu).
Status hingga siang:
Aksi masih berlangsung, massa terus datang, orasi berlanjut. Fokus utama tetap pada pengesahan RUU Perampasan Aset + hukuman mati koruptor. Situasi secara keseluruhan terkendali setelah dialog, meski lalu lintas di sekitar Senayan masih terdampak.
#demo27agustus
#demo270826
#aksi270826
Update perkembangan demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan (hingga siang, 27 Agustus 2026)
Situasi lapangan:
Massa (didominasi AMPB/warga Pati + ojol, serta kelompok lain) sudah berkumpul sejak dini hari di depan gerbang utama. Spanduk tuntutan digelar, termasuk aksi simbolik arak keranda bertuliskan “Hukum Mati Koruptor”.
Jalan Gatot Subroto (arah Semanggi–Slipi) ditutup/terdampak sejak pagi. Ada pengalihan Transjakarta dan rekayasa lalu lintas situasional.
Situasi sempat memanas saat massa mendesak kendaraan logistik & ambulans masuk, sempat menghardik/mengusir polisi di pintu keluar tol. Sebagian massa lain meredam agar tidak anarkis.
Polisi (Kapolres Metro Jakpus) berdialog, permintaan logistik diakomodasi, situasi kembali kondusif. Polisi berpakaian sipil memeriksa barang bawaan massa yang menuju lokasi. Total pengamanan besar (ribuan personel di kawasan DPR, total gabungan lebih dari 18.000).
Perkembangan penting:
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok diterima masuk kompleks DPR. Ia naik ke balkon ruang Rapat Paripurna dan bertemu pimpinan DPR (termasuk Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad dkk).
Hasil pertemuan: Pimpinan DPR menyampaikan komitmen menyelesaikan pembahasan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Ada pernyataan bahwa pimpinan siap mundur jika target itu tidak tercapai. Botok kemudian menyampaikan hasil ini di depan massa (didampingi anggota DPR seperti Andre Rosiade).
DPR tetap menggelar Rapat Paripurna (dipimpin Dasco) meski ada demo; salah satu agenda adalah laporan perkembangan RUU Perampasan Aset.
Polisi mengamankan 65 orang jelang aksi yang diduga berpotensi membuat kericuhan (sita barang seperti airsoft gun, botol, sumbu).
Status hingga siang:
Aksi masih berlangsung, massa terus datang, orasi berlanjut. Fokus utama tetap pada pengesahan RUU Perampasan Aset + hukuman mati koruptor. Situasi secara keseluruhan terkendali setelah dialog, meski lalu lintas di sekitar Senayan masih terdampak.
#demo27agustus
#demo270826
#aksi270826
...
UPDATE DARI DEMI 27 AGUSTUS DI JAKARTA:
Aksi unjuk rasa yang belum dimulai mendadak diwarnai ketegangan akibat ulah oknum Satpol PP yang dinilai justru menyulut provokasi sejak pagi hari. Bukannya mengawal dan menjaga situasi agar tetap kondusif serta tertib, sikap serta tindakan aparat di lapangan tersebut dianggap sengaja memancing emosi dan amarah para peserta aksi yang baru tiba di lokasi.
Langkah provokatif yang ditunjukkan oleh oknum Satpol PP sebelum massa menyampaikan aspirasinya secara resmi ini sontak memicu kritik tajam dari publik.
Warganet mengecam ketidakprofesionalan aparat penegak Perda tersebut dan mendesak pimpinan instansi terkait untuk segera memberikan teguran keras serta menindak tegas jajarannya agar tidak merusak suasana damai dalam penyampaian pendapat.
Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa. Polda Metro Jaya melaporkan ada 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum hari ini.
Empat kelompok utama yang terlibat
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) — dari Pati, Jawa Tengah.
- Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) — dari Depok, Jawa Barat (sebagian sudah aksi di DPRD Depok sehari sebelumnya).
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) — aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil (sekitar 14 organisasi), dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB dengan perkiraan sekitar 1.000 peserta, mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.
- Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) — dari Bangkalan, Madura; datang untuk memberikan dukungan terhadap program pemerintah.
Massa AMPB dan kelompok lain sudah mulai berkumpul sejak hari sebelumnya, dengan persiapan spanduk dan logistik.
#demo27agustus
#270826
🎥: tantranurandi
UPDATE DARI DEMI 27 AGUSTUS DI JAKARTA:
Aksi unjuk rasa yang belum dimulai mendadak diwarnai ketegangan akibat ulah oknum Satpol PP yang dinilai justru menyulut provokasi sejak pagi hari. Bukannya mengawal dan menjaga situasi agar tetap kondusif serta tertib, sikap serta tindakan aparat di lapangan tersebut dianggap sengaja memancing emosi dan amarah para peserta aksi yang baru tiba di lokasi.
Langkah provokatif yang ditunjukkan oleh oknum Satpol PP sebelum massa menyampaikan aspirasinya secara resmi ini sontak memicu kritik tajam dari publik.
Warganet mengecam ketidakprofesionalan aparat penegak Perda tersebut dan mendesak pimpinan instansi terkait untuk segera memberikan teguran keras serta menindak tegas jajarannya agar tidak merusak suasana damai dalam penyampaian pendapat.
Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa. Polda Metro Jaya melaporkan ada 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum hari ini.
Empat kelompok utama yang terlibat
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) — dari Pati, Jawa Tengah.
- Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) — dari Depok, Jawa Barat (sebagian sudah aksi di DPRD Depok sehari sebelumnya).
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) — aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil (sekitar 14 organisasi), dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB dengan perkiraan sekitar 1.000 peserta, mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.
- Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) — dari Bangkalan, Madura; datang untuk memberikan dukungan terhadap program pemerintah.
Massa AMPB dan kelompok lain sudah mulai berkumpul sejak hari sebelumnya, dengan persiapan spanduk dan logistik.
#demo27agustus
#270826
🎥: tantranurandi
...
Situasi terkini di depan Gedung DPR RI Jakarta pada Kamis 27 Agustus 2026 pagi.
Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa. Polda Metro Jaya melaporkan ada 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum hari ini.
Empat kelompok utama yang terlibat
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) — dari Pati, Jawa Tengah.
- Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) — dari Depok, Jawa Barat (sebagian sudah aksi di DPRD Depok sehari sebelumnya).
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) — aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil (sekitar 14 organisasi), dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB dengan perkiraan sekitar 1.000 peserta, mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.
- Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) — dari Bangkalan, Madura; datang untuk memberikan dukungan terhadap program pemerintah.
Massa AMPB dan kelompok lain sudah mulai berkumpul sejak hari sebelumnya, dengan persiapan spanduk dan logistik.
Tuntutan utama
AMPB: Mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset; mendorong hukuman mati bagi koruptor; serta penuntasan kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat di Kabupaten Pati (termasuk kasus terkait Bupati Pati).
AMDB: Pengesahan RUU Perampasan Aset; hukuman mati bagi koruptor; dan penurunan/stabilisasi harga kebutuhan pokok.
GERAM: Pertanggungjawaban politik dan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka (terkait isu militerisme, demokrasi, dan ketimpangan); hentikan/evaluasi program KDMP dan MBG; tolak kebijakan pajak yang dianggap membebani rakyat serta dorong pajak progresif; pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas; turunkan harga kebutuhan pokok + naikkan upah buruh; tetapkan bencana di Sumatra dan NTT sebagai bencana nasional; lindungi hak pekerja rumah tangga; demiliterisasi dan hentikan pembangunan batalyon; hentikan kriminalisasi aktivis + bebaskan tahanan politik; serta usut korupsi dan kembalikan aset hasil korupsi.
RMP4: Dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo, khususnya MBG, sambil meminta evaluasi pelaksanaannya.
Isu sentral yang paling menonjol adalah desakan pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen pemberantasan korupsi.
#demo27agustus
Situasi terkini di depan Gedung DPR RI Jakarta pada Kamis 27 Agustus 2026 pagi.
Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa. Polda Metro Jaya melaporkan ada 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum hari ini.
Empat kelompok utama yang terlibat
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) — dari Pati, Jawa Tengah.
- Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) — dari Depok, Jawa Barat (sebagian sudah aksi di DPRD Depok sehari sebelumnya).
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) — aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil (sekitar 14 organisasi), dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB dengan perkiraan sekitar 1.000 peserta, mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.
- Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) — dari Bangkalan, Madura; datang untuk memberikan dukungan terhadap program pemerintah.
Massa AMPB dan kelompok lain sudah mulai berkumpul sejak hari sebelumnya, dengan persiapan spanduk dan logistik.
Tuntutan utama
AMPB: Mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset; mendorong hukuman mati bagi koruptor; serta penuntasan kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat di Kabupaten Pati (termasuk kasus terkait Bupati Pati).
AMDB: Pengesahan RUU Perampasan Aset; hukuman mati bagi koruptor; dan penurunan/stabilisasi harga kebutuhan pokok.
GERAM: Pertanggungjawaban politik dan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka (terkait isu militerisme, demokrasi, dan ketimpangan); hentikan/evaluasi program KDMP dan MBG; tolak kebijakan pajak yang dianggap membebani rakyat serta dorong pajak progresif; pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas; turunkan harga kebutuhan pokok + naikkan upah buruh; tetapkan bencana di Sumatra dan NTT sebagai bencana nasional; lindungi hak pekerja rumah tangga; demiliterisasi dan hentikan pembangunan batalyon; hentikan kriminalisasi aktivis + bebaskan tahanan politik; serta usut korupsi dan kembalikan aset hasil korupsi.
RMP4: Dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo, khususnya MBG, sambil meminta evaluasi pelaksanaannya.
Isu sentral yang paling menonjol adalah desakan pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen pemberantasan korupsi.
#demo27agustus
...
#krisisDi Balik Kilau Ekspor Tuna: Realita yang Tak Terlihat di Bitung
Di balik angka ekspor tuna yang mencapai miliaran rupiah dan statistik pelabuhan yang tampak meroket, ada kisah yang jauh lebih getir di rumah-rumah nelayan tradisional Bitung.
Krisis iklim bukanlah sekadar istilah sains bagi mereka. Saat angin selatan bertiup kencang dan gelombang tinggi menerjang, nelayan kecil di Bitung bukan hanya kehilangan mata pencaharian, tapi juga terjebak dalam "jaring utang" yang tak berujung. Sistem panjar, modal yang diberikan pemilik kapal, yang tidak lunas akibat cuaca buruk, perlahan menumpuk menjadi beban utang pribadi yang harus ditanggung keluarga di darat.
Ada kontras yang tajam antara data makro dan realitas di lapangan. Sementara pertumbuhan sektor perikanan mencatat angka pertumbuhan dua digit, nelayan gurem justru berjuang mempertahankan daya beli keluarga di tengah badai.
Angka-angka statistik seringkali menyembunyikan ketimpangan struktural: bahwa kesejahteraan yang ada masih terkonsentrasi pada korporasi besar dengan teknologi modern, sementara nelayan tradisional dibiarkan "berjalan sendiri" tanpa bantalan sosial yang memadai.
Kisah para nelayan di Bitung adalah pengingat penting bahwa kemajuan ekonomi tidak bisa hanya diukur dari volume ekspor. Ada nyawa yang dipertaruhkan di tengah laut dan ada ketahanan pangan keluarga yang terancam. Ketika data cuaca sulit diakses dan perlindungan nelayan masih mandul di lapangan, sudah saatnya kita melihat melampaui statistik dan mendengar suara mereka yang berada di garis depan.
Mari lebih peduli pada nasib nelayan kita. Karena di setiap potong ikan yang kita konsumsi, ada cerita tentang perjuangan hidup dan ketidakpastian iklim yang sedang mereka lawan setiap hari.
Baca tulisan ketiga dari Serial Liputan Mendalam kami: "Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulut" melalu link berikut ini: https://s.id/iklimsulut03
#krisisiklim
#keadilaniklim
#terasid
#bitung
#krisisDi Balik Kilau Ekspor Tuna: Realita yang Tak Terlihat di Bitung
Di balik angka ekspor tuna yang mencapai miliaran rupiah dan statistik pelabuhan yang tampak meroket, ada kisah yang jauh lebih getir di rumah-rumah nelayan tradisional Bitung.
Krisis iklim bukanlah sekadar istilah sains bagi mereka. Saat angin selatan bertiup kencang dan gelombang tinggi menerjang, nelayan kecil di Bitung bukan hanya kehilangan mata pencaharian, tapi juga terjebak dalam "jaring utang" yang tak berujung. Sistem panjar, modal yang diberikan pemilik kapal, yang tidak lunas akibat cuaca buruk, perlahan menumpuk menjadi beban utang pribadi yang harus ditanggung keluarga di darat.
Ada kontras yang tajam antara data makro dan realitas di lapangan. Sementara pertumbuhan sektor perikanan mencatat angka pertumbuhan dua digit, nelayan gurem justru berjuang mempertahankan daya beli keluarga di tengah badai.
Angka-angka statistik seringkali menyembunyikan ketimpangan struktural: bahwa kesejahteraan yang ada masih terkonsentrasi pada korporasi besar dengan teknologi modern, sementara nelayan tradisional dibiarkan "berjalan sendiri" tanpa bantalan sosial yang memadai.
Kisah para nelayan di Bitung adalah pengingat penting bahwa kemajuan ekonomi tidak bisa hanya diukur dari volume ekspor. Ada nyawa yang dipertaruhkan di tengah laut dan ada ketahanan pangan keluarga yang terancam. Ketika data cuaca sulit diakses dan perlindungan nelayan masih mandul di lapangan, sudah saatnya kita melihat melampaui statistik dan mendengar suara mereka yang berada di garis depan.
Mari lebih peduli pada nasib nelayan kita. Karena di setiap potong ikan yang kita konsumsi, ada cerita tentang perjuangan hidup dan ketidakpastian iklim yang sedang mereka lawan setiap hari.
Baca tulisan ketiga dari Serial Liputan Mendalam kami: "Dampak Krisis Iklim Bagi Kelompok Rentan di Sulut" melalu link berikut ini: https://s.id/iklimsulut03
#krisisiklim
#keadilaniklim
#terasid
#bitung
...
Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, menyapu desa-desa serta rute pendakian di sepanjang Sungai Bhotekoshi.
Bencana mematikan ini diduga kuat dipicu oleh longsoran es atau luapan danau glasial secara tiba-tiba dari sisi perbatasan China yang mengirimkan gelombang air tanpa peringatan.
Fakta terkini dari lokasi kejadian:
Korban Jiwa: Ratusan jenazah telah dievakuasi dari wilayah Rasuwa dan Nuwakot.
Ratusan Orang Hilang: Hampir 400 orang, termasuk wisatawan asing, peziarah, personel keamanan, dan pekerja infrastruktur masih belum ditemukan.
Infrastruktur Hancur: Gelombang air bah menghancurkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sembilan cabang bank komersial, dan memutus total komunikasi serta jalan raya.
Operasi Penyelamatan: Tim SAR gabungan mengerahkan drone, militer, dan helikopter untuk mencari korban di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Bantuan darurat lokal mulai didistribusikan, sementara lembaga internasional dan negara tetangga telah menawarkan dukungan untuk mempercepat proses evakuasi di daerah aliran sungai.
#Nepal #BanjirNepal
Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, menyapu desa-desa serta rute pendakian di sepanjang Sungai Bhotekoshi.
Bencana mematikan ini diduga kuat dipicu oleh longsoran es atau luapan danau glasial secara tiba-tiba dari sisi perbatasan China yang mengirimkan gelombang air tanpa peringatan.
Fakta terkini dari lokasi kejadian:
Korban Jiwa: Ratusan jenazah telah dievakuasi dari wilayah Rasuwa dan Nuwakot.
Ratusan Orang Hilang: Hampir 400 orang, termasuk wisatawan asing, peziarah, personel keamanan, dan pekerja infrastruktur masih belum ditemukan.
Infrastruktur Hancur: Gelombang air bah menghancurkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sembilan cabang bank komersial, dan memutus total komunikasi serta jalan raya.
Operasi Penyelamatan: Tim SAR gabungan mengerahkan drone, militer, dan helikopter untuk mencari korban di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Bantuan darurat lokal mulai didistribusikan, sementara lembaga internasional dan negara tetangga telah menawarkan dukungan untuk mempercepat proses evakuasi di daerah aliran sungai.
#Nepal #BanjirNepal
...
