Follow Instagram Kami
Akhir-akhir ini topik pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya atau Provinsi BMR kembali mencuat dan menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat Sulawesi Utara, khususnya masyarakat yang ada di BMR. Hal ini menyusul beredarnya informasi bahwa nama BMR masuk dalam daftar 20 Daerah Otonom Baru yang disebut-sebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Kabar tersebut langsung memicu optimisme masyarakat di wilayah BMR yang terdiri dari Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kabupaten Bolmong Utara, Kabupaten Bolmong Selatan, Kabupaten Bolmong Timur, dan Kota Kotamobagu.

Jika Provinsi BMR benar-benar terwujud, Sulawesi Utara sebagai provinsi induk akan kehilangan sekitar 50% wilayahnya.

#provinsibmr
#bmr

...

178 8
Konflik Agraria di lahan eks Transmigrasi Dumoga telah berlangsung puluhan tahun. Tuntutan para ahli waris terhadap ganti rugi berbenturan dengan proses hukum yang panjang di pengadilan. Perjuangan mereka belasan tahun mencari keadilan tidak berlangsung mulus. Ada yang sudah menerima ganti rugi dari Pemerintah, tetapi ribuan ahli waris lainnya mendapat ketidakadilan. Bagaimana tangapan Bupati Bolaang Mongondow terhadap konflik ini? Simak wawancara kami dengan Yusra Alhabsyi di sini: https://s.id/zuyusra

#dumoga 
#konflikagraria

...

1 0
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terkesan mengulur waktu membayar ganti rugi sebesar Rp 13,2 milar kepada 455 ahli waris eks lahan transmigrasi Dumoga yang memegang putusan pengadilan yang inkrah hingga kasasi Mahkamah Agung. Pemprov malah melayangkan PK di PN Kotamobagu.

Selengkapnya baca di: https://s.id/azYQf

#dumoga
#konflikagraria
#transmigrasi

...

15 1
Pala Siau adalah komoditas rempah unggulan dengan sertifikat Indikasi Geografis (terdaftar 20 Nov 2015) asal Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Keunggulan geografisnya terletak pada tanah vulkanik subur Gunung Karangetang, menghasilkan pala berminyak atsiri tinggi (80-100%), beraroma kuat, ukuran biji besar (4-4,5 cm), dan bulat, menjadikannya primadona ekspor. Bahkan pala Siau ini diklaim sebagai pala terbaik di dunia.

Tapi pala yang menjadi rebutan berbagai negara ini, justru menghadapi sejumlah tantangan, baik di tingkat petani, perluasan lahan, peningkatan produktifitas, sistem gadai yang melilit petani hingga kurangnya regulasi di tingkat kabupaten.

Bagaimana nasib Pala Siau di masa mendatang, ditengah kurangnya minat generasi saat ini melanjutkan kebun-kebun warisan orang tua mereka?

Nantikan laporan Tim Zonautara.com yang berkolaborasi dengan Tempo dan Teras.id, yang akan tayang pada Pekan Ketiga Februari 2026 di teras.id/zonautara.com. 

#pala 
#sitaro 
#siau

...

24 0
Yayasan Kinontoan Pelestarian Alam Sulawesi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa, akademisi, serta nelayan di sekitar Danau Tondano, Jumat (30/1/2025).

FGD ini difokuskan pada eksplorasi dan perlindungan ikan endemik Danau Tondano, Tondanichthys kottelati, sekaligus penguatan pengelolaan ekosistem air tawar Sulawesi.

Perwakilan dari Yayasan Kinontoan Yunita Siwi, menyampaikan bahwa Tondanichthys kottelati merupakan spesies ikan endemik yang keberadaannya tidak lagi terlihat selama puluhan tahun. Hal itu mungkin diakibatkan degradasi kualitas perairan, sedimentasi, pencemaran, serta aktivitas pemanfaatan danau yang belum sepenuhnya berkelanjutan.

Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/01/30/yayasan-kinontoan-dorong-perlindungan-ikan-dndemik-danau-tondano-lewat-fgd/

#danautondano

...

4 0

...

0 0
Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Melonguane menggelar aksi demonstrasi pasca peristiwa penganiayaan yang dilakukan beberapa oknum anggota TNI Angkatan Laut terhadap enam warga setempat. Demo berlangsung di area Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara, Jumat (23/1/2026) siang. Dari video yang beredar nampak terlihat aksi berujung ricuh, meski di lokasi aksi dijaga petugas dari Polri dan TNI.

Peristiwa ini bermula saat salah satu korban, Berkam Sawiduling yang juga seorang guru sedang memancing di pelabuhan Melonguane. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak yang diduha dalam keadaan mabuk. Korban kemudian menegur sambil merekam menggunakan ponsel. “Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap korban dikutip dari Manado Tribbun.

Akibat pemukulan terseburt, korban dilarikan ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk mempertanyakan tindakan oknum TNI AL tersebut. Namun, kedatangan mereka justru kembali memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan. Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.

Akibat serangkaian pemukulan dam penggeroyokkan tersebut, massa mendatangi Mako Lanal dan menggelar aksi yang berujung ricuh.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil. Ia menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban.
Ia menegaskan, pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

...

43 1
Dua pekan lalu kami baru saja mempublikasi hasil liputan mendalam tentang konflik agraria di Dumoga yang sudah berlangsung puluhan tahun. Seluruh laporan liputan tersebut dapat dibaca di teras.id/zonautara-com. 

Dalam podcast Obrolan Redaksi Zonautara.com edisi perdana ini, kami membahas bagaimana Tim Zonautara.com meliput topik ini selama kurang lebih 3 bulan. 

Tayangan full episode podcast ini dapat ditonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=OFPlQoFakrs

Liputan tentang konflik agraria di Dumoga tersebut dan podcast ini merupakan bagian dari Program Independent Media Accelerator 2.0 (IMA 2.0) yang diinsiasi oleh TEMPO dengan dukungan International Fund for Public Interest Media (IFPIM) dan AMSI. Zonautara.com menjadi peserta program IMA 2.0 bersama 29 media lokal lainnya dari Aceh hingga Papua, selama dua tahun hingga 2027. 

#obrolanterastempo 
#zonautara_com

...

28 9

Ingin berkontribusi?

Kami menerima sumbangan tulisan berupa artikel, opini, tulisan ilmiah, paper, maupun informasi dan data lainnya. Klik untuk submit tulisan anda!
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com