Enam tahun, 15 ribu warga terdampak, 81 ribu hektar tutupan pohon hilang: Alarm untuk Bolmong Raya
Ketika banjir bandang berulang di Bolaang Mongondow Raya dan urgensi mitigasi terus terabaikan.
FOKUS: Banjir Bandang Bolaang Mongondow
Banjir bandang menerjang 4 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow. Banjir yang datang tiba-tiba pada Selasa sore, 27 Mei 2026 itu, berdampak pada ratusan rumah warga.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Detik detik sebuah bangunan roboh saat gempa terjadi di Gensan, Filipina. Gempa M7,9 tersebut juga dirasakan hingga ke Sulawesi Utara dan memicu peringatan tsunami.
Detik detik sebuah bangunan roboh saat gempa terjadi di Gensan, Filipina. Gempa M7,9 tersebut juga dirasakan hingga ke Sulawesi Utara dan memicu peringatan tsunami. ...
BMKG resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan besar dengan Magnitudo 7,7 di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang mengguncang pada Senin pagi (8/6/2026).
Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 5,69 Lintang Utara (LU) dan 125,05 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman sumber gempa (hiposenter) berada di 105 kilometer.
Menyusul parameter gempa yang cukup besar tersebut, BMKG langsung menetapkan status peringatan dini tsunami untuk enam wilayah provinsi, yaitu Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku Utara (Malut), dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.
Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam daftar peringatan dini diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dan petunjuk evakuasi dari BPBD dan pemerintah daerah setempat.
BMKG resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan besar dengan Magnitudo 7,7 di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang mengguncang pada Senin pagi (8/6/2026).
Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 5,69 Lintang Utara (LU) dan 125,05 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman sumber gempa (hiposenter) berada di 105 kilometer.
Menyusul parameter gempa yang cukup besar tersebut, BMKG langsung menetapkan status peringatan dini tsunami untuk enam wilayah provinsi, yaitu Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku Utara (Malut), dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.
Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam daftar peringatan dini diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dan petunjuk evakuasi dari BPBD dan pemerintah daerah setempat.
...
Baru pulang dari laut, langsung timbang. 🐙
Ini boboca, sebutan lokal untuk gurita di Minahasa Utara. Ditangkap secara tradisional oleh nelayan Desa Bulutui, Likupang Barat.
Yang unik, nelayan di sini tidak boleh menangkap sembarangan. Ada zona khusus bernama Rumah Boboca, ditutup berbulan-bulan, lalu dibuka hanya 7 hari untuk panen. Hasilnya? Guritanya lebih besar, harganya lebih bagus.
Sederhana tapi cerdas. 🌊
📍 Desa Bulutui, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
#Boboca #Gurita #Nelayan #LikupangBarat
Baru pulang dari laut, langsung timbang. 🐙
Ini boboca, sebutan lokal untuk gurita di Minahasa Utara. Ditangkap secara tradisional oleh nelayan Desa Bulutui, Likupang Barat.
Yang unik, nelayan di sini tidak boleh menangkap sembarangan. Ada zona khusus bernama Rumah Boboca, ditutup berbulan-bulan, lalu dibuka hanya 7 hari untuk panen. Hasilnya? Guritanya lebih besar, harganya lebih bagus.
Sederhana tapi cerdas. 🌊
📍 Desa Bulutui, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
#Boboca #Gurita #Nelayan #LikupangBarat
...
Enam tahun. Sebelas bencana. Lebih dari 15.000 jiwa terdampak.
Banjir bandang yang menerjang Solimandungan di hari Idul Adha bukan kejadian tunggal, tapi adalah episode terbaru dari siklus yang makin kerap dan makin merusak di Bolaang Mongondow Raya.
Di balik setiap banjir, ada 81.377 hektar tutupan pohon yang hilang dalam 23 tahun, hutan penyangga yang dibabat untuk tambang dan perkebunan. DLH Bolmong sendiri menemukan erosi masif di tebing Sungai Botuk dan zona penyangga yang sudah berubah fungsi.
Sebelum banjir menerjang 4 desa di Bolmong pada 27 Mei 2026, ada lima peringatan dini dikirim. Namun tidak satupun sampai ke warga yang paling membutuhkan.
Banjir adalah peristiwa. Tapi ini sudah menjadi kondisi.
Baca laporan lengkap investigasi jurnalisme data Tim Zonautara.com di: https://s.id/alarmbmr
#BolmongRaya #BanjirBandang #Solimandungan #JurnalismeData #Deforestasi #MitigasiBencana
Enam tahun. Sebelas bencana. Lebih dari 15.000 jiwa terdampak.
Banjir bandang yang menerjang Solimandungan di hari Idul Adha bukan kejadian tunggal, tapi adalah episode terbaru dari siklus yang makin kerap dan makin merusak di Bolaang Mongondow Raya.
Di balik setiap banjir, ada 81.377 hektar tutupan pohon yang hilang dalam 23 tahun, hutan penyangga yang dibabat untuk tambang dan perkebunan. DLH Bolmong sendiri menemukan erosi masif di tebing Sungai Botuk dan zona penyangga yang sudah berubah fungsi.
Sebelum banjir menerjang 4 desa di Bolmong pada 27 Mei 2026, ada lima peringatan dini dikirim. Namun tidak satupun sampai ke warga yang paling membutuhkan.
Banjir adalah peristiwa. Tapi ini sudah menjadi kondisi.
Baca laporan lengkap investigasi jurnalisme data Tim Zonautara.com di: https://s.id/alarmbmr
#BolmongRaya #BanjirBandang #Solimandungan #JurnalismeData #Deforestasi #MitigasiBencana
...
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tampak tertunduk lesu di dalam mobil tahanan Kejaksaan Agung usai resmi ditetapkan sebagai tersangka, Rabu sore (3/6/2026). Dadan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, keluar dari Gedung Bundar Jampidsus dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda (pink).
#BreakingNews #DadanHindayana #BadanGiziNasional #KejaksaanAgung #MakanBergiziGratis
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tampak tertunduk lesu di dalam mobil tahanan Kejaksaan Agung usai resmi ditetapkan sebagai tersangka, Rabu sore (3/6/2026). Dadan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, keluar dari Gedung Bundar Jampidsus dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda (pink).
#BreakingNews #DadanHindayana #BadanGiziNasional #KejaksaanAgung #MakanBergiziGratis
...
Papua bukan hanya soal konflik. Papua adalah rumah bagi masyarakat adat, kekayaan hayati yang luar biasa, dan alam yang mungkin tidak akan pernah bisa kita gantikan jika hilang.
Karena itu, setiap konflik yang meluas harus menjadi perhatian kita bersama. Bukan untuk memperbesar perbedaan, tetapi untuk mencari jalan keluar yang lebih bijaksana. Sebab konflik selalu memiliki biaya yang mahal: korban, trauma, kerusakan lingkungan, dan reputasi bangsa.
Yang dibutuhkan bukan semakin banyak pihak yang saling berhadapan, melainkan semakin banyak pihak yang mau mendengar, memahami, dan menjaga perdamaian.
Semoga Papua Selatan tetap menjadi tanah yang damai, lestari, dan menjadi warisan yang bisa dinikmati generasi berikutnya.
Papua bukan hanya soal konflik. Papua adalah rumah bagi masyarakat adat, kekayaan hayati yang luar biasa, dan alam yang mungkin tidak akan pernah bisa kita gantikan jika hilang.
Karena itu, setiap konflik yang meluas harus menjadi perhatian kita bersama. Bukan untuk memperbesar perbedaan, tetapi untuk mencari jalan keluar yang lebih bijaksana. Sebab konflik selalu memiliki biaya yang mahal: korban, trauma, kerusakan lingkungan, dan reputasi bangsa.
Yang dibutuhkan bukan semakin banyak pihak yang saling berhadapan, melainkan semakin banyak pihak yang mau mendengar, memahami, dan menjaga perdamaian.
Semoga Papua Selatan tetap menjadi tanah yang damai, lestari, dan menjadi warisan yang bisa dinikmati generasi berikutnya.
...
Di kedalaman puluhan hingga ratusan meter, di mana gas beracun bisa mencabut nyawa tanpa suara dan warna, para penambang tradisional tidak dibekali sensor gas modern.
"Kalau mau turun, blower harus dinyalakan dulu berjam-jam supaya gas keluar," kata Rici Ondah, seorang pengawas lubang tambang di Tanoyan Selatan. Sisanya, mereka berserah diri.
Ketiadaan alat pelindung diri (APD) fisik secara tidak sadar digantikan oleh "APD psikologis" dalam bentuk spiritualitas. Ikal Umboyo, penanggung jawab tambang dengan pengalaman 26 tahun, memiliki keyakinan mendalam bahwa keselamatan mereka bukan diatur oleh standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), melainkan oleh moral.
"Tambang ini mistis. Kalau hati kita baik, hasilnya juga baik," kata Ikal.
Di saat istirahat, penambang seperti Elpan Mangkio, 25 tahun, bahkan tak ragu menggelar sajadah seadanya di atas tanah berlumpur, merapal "Bismillah" sebelum kembali ditelan kegelapan.
Fenomena ini bukanlah hal klenik belaka. Berbagai literatur riset mengkonfirmasi adaptasi psikologis ini. Jurnal Workplace Spirituality and Employee Performance (2024) serta penelitian dalam Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology (2024) menyoroti bahwa di lingkungan bertekanan tinggi dengan risiko kecelakaan ekstrem, praktik spiritual menjadi mekanisme utama bagi pekerja untuk menjaga kewarasan, ketenangan, dan daya tahan.
Di Tanoyan, doa dan sedekah adalah cara mereka merasionalisasi maut yang mengintai setiap hari.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah11
#terasid
#tambangrakyat
#tambangtradisional
Di kedalaman puluhan hingga ratusan meter, di mana gas beracun bisa mencabut nyawa tanpa suara dan warna, para penambang tradisional tidak dibekali sensor gas modern.
"Kalau mau turun, blower harus dinyalakan dulu berjam-jam supaya gas keluar," kata Rici Ondah, seorang pengawas lubang tambang di Tanoyan Selatan. Sisanya, mereka berserah diri.
Ketiadaan alat pelindung diri (APD) fisik secara tidak sadar digantikan oleh "APD psikologis" dalam bentuk spiritualitas. Ikal Umboyo, penanggung jawab tambang dengan pengalaman 26 tahun, memiliki keyakinan mendalam bahwa keselamatan mereka bukan diatur oleh standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), melainkan oleh moral.
"Tambang ini mistis. Kalau hati kita baik, hasilnya juga baik," kata Ikal.
Di saat istirahat, penambang seperti Elpan Mangkio, 25 tahun, bahkan tak ragu menggelar sajadah seadanya di atas tanah berlumpur, merapal "Bismillah" sebelum kembali ditelan kegelapan.
Fenomena ini bukanlah hal klenik belaka. Berbagai literatur riset mengkonfirmasi adaptasi psikologis ini. Jurnal Workplace Spirituality and Employee Performance (2024) serta penelitian dalam Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology (2024) menyoroti bahwa di lingkungan bertekanan tinggi dengan risiko kecelakaan ekstrem, praktik spiritual menjadi mekanisme utama bagi pekerja untuk menjaga kewarasan, ketenangan, dan daya tahan.
Di Tanoyan, doa dan sedekah adalah cara mereka merasionalisasi maut yang mengintai setiap hari.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah11
#terasid
#tambangrakyat
#tambangtradisional
...
Aktivitas pertambangan kini telah menyebar hampir di seluruh kawasan perbukitan Tanoyan Selatan, Bolaang Mongondow. Dari sekitar 700 kepala keluarga di desa itu, sebagian besar warga hidup berdampingan dengan aktivitas tambang. Kepala Desa Tanoyan Selatan, Urip Detu, bercerita bahwa banyak warga tidak sepenuhnya bergantung pada satu pekerjaan. Sebagian bekerja di kebun pada pagi hari, lalu naik ke lokasi tambang pada sore atau malam hari.
Menurut Urip, dampak tambang mulai terasa terutama ketika hujan turun. Air bercampur lumpur dari kawasan tambang kerap mengalir ke Sungai Kinali, juga sungai kecil di tengah kampung. “Warnanya berubah jadi keruh,” katanya. Kekhawatiran itu membuat sebagian warga tidak lagi mengonsumsi air sumur untuk kebutuhan minum sehari-hari. Warga kini lebih banyak membeli air depot, sementara air sumur hanya digunakan untuk mandi dan mencuci.
Yang belum benar-benar diketahui adalah ke mana seluruh sisa merkuri itu akhirnya pergi: apakah mengendap di tanah, masuk ke aliran sungai, atau perlahan terakumulasi dalam tubuh manusia. Kekhawatiran mengenai pencemaran itu sebenarnya bukan tanpa dasar.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah10
#terasid
#tambangtradisional
#tambangtanoyan
Aktivitas pertambangan kini telah menyebar hampir di seluruh kawasan perbukitan Tanoyan Selatan, Bolaang Mongondow. Dari sekitar 700 kepala keluarga di desa itu, sebagian besar warga hidup berdampingan dengan aktivitas tambang. Kepala Desa Tanoyan Selatan, Urip Detu, bercerita bahwa banyak warga tidak sepenuhnya bergantung pada satu pekerjaan. Sebagian bekerja di kebun pada pagi hari, lalu naik ke lokasi tambang pada sore atau malam hari.
Menurut Urip, dampak tambang mulai terasa terutama ketika hujan turun. Air bercampur lumpur dari kawasan tambang kerap mengalir ke Sungai Kinali, juga sungai kecil di tengah kampung. “Warnanya berubah jadi keruh,” katanya. Kekhawatiran itu membuat sebagian warga tidak lagi mengonsumsi air sumur untuk kebutuhan minum sehari-hari. Warga kini lebih banyak membeli air depot, sementara air sumur hanya digunakan untuk mandi dan mencuci.
Yang belum benar-benar diketahui adalah ke mana seluruh sisa merkuri itu akhirnya pergi: apakah mengendap di tanah, masuk ke aliran sungai, atau perlahan terakumulasi dalam tubuh manusia. Kekhawatiran mengenai pencemaran itu sebenarnya bukan tanpa dasar.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah10
#terasid
#tambangtradisional
#tambangtanoyan
...
Tambang emas ilegal di Tanoyan Selatan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, memutar uang lebih dari Rp 1 Miliar per hari. Sebuah nilai fantastis untuk ukuran desa.
Uang besar ini menjadi motor penggerak ekonomi kampung dan menghidupi ribuan orang, mulai dari pemodal, pekerja, hingga penjual nasi kuning. Namun, kekayaan ini adalah "ilusi ekonomi" yang tidak berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dihasilkan dari ribuan nyawa yang bertaruh di lubang tambang tanpa pengamanan diri dan lumpur bercampur merkuri dan sianida.
Siapa yang paling diuntungkan, dan mengapa perputaran miliaran ini gagal mengentaskan kemiskinan struktural?
Simak laporan mendalam kami di: https://s.id/menambangkisah09
#terasid
#tambangtanoyan
#tambangtradisional
Tambang emas ilegal di Tanoyan Selatan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, memutar uang lebih dari Rp 1 Miliar per hari. Sebuah nilai fantastis untuk ukuran desa.
Uang besar ini menjadi motor penggerak ekonomi kampung dan menghidupi ribuan orang, mulai dari pemodal, pekerja, hingga penjual nasi kuning. Namun, kekayaan ini adalah "ilusi ekonomi" yang tidak berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dihasilkan dari ribuan nyawa yang bertaruh di lubang tambang tanpa pengamanan diri dan lumpur bercampur merkuri dan sianida.
Siapa yang paling diuntungkan, dan mengapa perputaran miliaran ini gagal mengentaskan kemiskinan struktural?
Simak laporan mendalam kami di: https://s.id/menambangkisah09
#terasid
#tambangtanoyan
#tambangtradisional
...
Jangan ke Thailand ya pak plecidennn, susah belajarnya nanti 😀.
Jangan ke Thailand ya pak plecidennn, susah belajarnya nanti 😀. ...
Di bawah terpal biru yang memudar di kawasan perkebunan Lingkobungon, Tanoyan Selatan, sebuah lubang menganga selebar satu meter persegi. Di sanalah Elpan Mangkio, 25 tahun, menengadahkan tangan, merapal doa sebelum tubuhnya ditelan kegelapan perut bumi sejauh puluhan meter. Ia dan ribuan penambang lainnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, tak pernah meminta muluk-muluk dari negara. Mereka hanya ingin menggali di tanah yang diwariskan leluhur mereka, bertahan hidup dari urat-urat kuarsa yang menjanjikan serpihan emas.
Namun, di mata hukum formal, keberanian Elpan dan kawan-kawannya dilabeli dengan satu kata “ilegal” dan kadang diperlakukan sebagai “kriminal”. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), aktivitas mereka dikategorikan sebagai Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Ancaman penjara tak main-main, hingga lima tahun, ditambah denda maksimal Rp 100 miliar.
Konstitusi dengan tegas menyatakan bahwa bumi dan isinya dikuasai negara, membuat kepemilikan sertifikat tanah tidak serta-merta memberikan hak bagi warga untuk mengeruk mineral di dalamnya.
Di titik inilah ironi terbesar pertambangan tradisional seperti di Tanoyan bermula.
Sebuah ekosistem yang menopang ribuan nyawa berbenturan keras dengan tembok birokrasi, regulasi yang sentralistik, dan ketakutan institusional. Berbagai pihak, mulai dari aparat pemerintah daerah, wakil rakyat, aktivis lingkungan, hingga pakar ekonomi, memandang fenomena ini dari lensa yang saling bertolak belakang.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah08
#terasid
#tambangemas
#tambangtanoyan
#bolmong
Di bawah terpal biru yang memudar di kawasan perkebunan Lingkobungon, Tanoyan Selatan, sebuah lubang menganga selebar satu meter persegi. Di sanalah Elpan Mangkio, 25 tahun, menengadahkan tangan, merapal doa sebelum tubuhnya ditelan kegelapan perut bumi sejauh puluhan meter. Ia dan ribuan penambang lainnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, tak pernah meminta muluk-muluk dari negara. Mereka hanya ingin menggali di tanah yang diwariskan leluhur mereka, bertahan hidup dari urat-urat kuarsa yang menjanjikan serpihan emas.
Namun, di mata hukum formal, keberanian Elpan dan kawan-kawannya dilabeli dengan satu kata “ilegal” dan kadang diperlakukan sebagai “kriminal”. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), aktivitas mereka dikategorikan sebagai Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Ancaman penjara tak main-main, hingga lima tahun, ditambah denda maksimal Rp 100 miliar.
Konstitusi dengan tegas menyatakan bahwa bumi dan isinya dikuasai negara, membuat kepemilikan sertifikat tanah tidak serta-merta memberikan hak bagi warga untuk mengeruk mineral di dalamnya.
Di titik inilah ironi terbesar pertambangan tradisional seperti di Tanoyan bermula.
Sebuah ekosistem yang menopang ribuan nyawa berbenturan keras dengan tembok birokrasi, regulasi yang sentralistik, dan ketakutan institusional. Berbagai pihak, mulai dari aparat pemerintah daerah, wakil rakyat, aktivis lingkungan, hingga pakar ekonomi, memandang fenomena ini dari lensa yang saling bertolak belakang.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah08
#terasid
#tambangemas
#tambangtanoyan
#bolmong
...
