Ribuan sekolah nyaris roboh, mengapa MBG yang lebih diprioritaskan?
Masalahnya bukan semata-mata soal besar kecilnya anggaran MBG. Yang menjadi persoalan adalah belum adanya evaluasi independen dan transparan mengenai efektivitas program tersebut.
Semua tersedia di sini: Prediksi, Jadwal, Hasil Pertandingan, Tim, Klasemen dan Berita.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Setiap malam, kawasan kuliner UDK di Kotamobagu ramai oleh anak muda, dentuman musik, dan ratusan kendaraan. Tapi di balik keramaian itu, ada potensi Pendapatan Asli Daerah yang selama ini luput dari catatan Pemerintah Kota Kotamobagu.
Simulasi Zonautara.com menemukan, dari satu titik parkir saja, potensi retribusinya bisa mencapai Rp236,88 juta per tahun jika dikelola sesuai tarif resmi. Sayangnya, hingga kini pengelolaan parkir di kawasan itu masih berjalan swadaya, tanpa karcis resmi, tanpa kejelasan tarif, dan tanpa pengawasan Dinas Perhubungan.
Rektor UDK menyebutnya sebagai persoalan tata kelola. Dinas Perhubungan mengaku sedang menyiapkan penataan, tapi mengakui bahwa semakin lama dibiarkan, semakin besar potensi kebocoran.
Baca liputan lengkapnya di: https://s.id/parkirudk
#Kotamobagu
#JurnalismeData
#ZonaX
#KelasBelajarZU
Setiap malam, kawasan kuliner UDK di Kotamobagu ramai oleh anak muda, dentuman musik, dan ratusan kendaraan. Tapi di balik keramaian itu, ada potensi Pendapatan Asli Daerah yang selama ini luput dari catatan Pemerintah Kota Kotamobagu.
Simulasi Zonautara.com menemukan, dari satu titik parkir saja, potensi retribusinya bisa mencapai Rp236,88 juta per tahun jika dikelola sesuai tarif resmi. Sayangnya, hingga kini pengelolaan parkir di kawasan itu masih berjalan swadaya, tanpa karcis resmi, tanpa kejelasan tarif, dan tanpa pengawasan Dinas Perhubungan.
Rektor UDK menyebutnya sebagai persoalan tata kelola. Dinas Perhubungan mengaku sedang menyiapkan penataan, tapi mengakui bahwa semakin lama dibiarkan, semakin besar potensi kebocoran.
Baca liputan lengkapnya di: https://s.id/parkirudk
#Kotamobagu
#JurnalismeData
#ZonaX
#KelasBelajarZU
...
Seratus tahun lalu, di Passi, Bolaang Mongondow, seorang lelaki bernama Unta Mokodongan berani melakukan sesuatu yang jarang ditulis di buku sejarah: melawan kapitalisme kolonial secara terbuka.
Ia mendirikan Sarekat Islam pada 1920, memobilisasi ratusan orang untuk menolak kerja paksa dan pajak yang mencekik rakyat, lalu pada 1926 memimpin mosi menentang perusahaan asing yang menyerobot lahan warga. Bersama sekretarisnya, Willem Kadamong, ia berkali-kali didenda dan dipenjara, tapi tak pernah berhenti.
Hari ini, makamnya di TPU Lama Passi Barat hanya ditandai satu batu, tanpa nama.
Kisah ini bagian dari liputan mendalam Zonautara.com yang dihasilkan oleh peserta Kelas Belajar yang digelar sepanjang Mei dan Juni 2026. Penulis Triwardana Mokoagow atau Tyo, salah satu peserta kelas tersebut.
Baca versi lengkapnya di: https://bit.ly/untamokodongan
#KelasBelajarZU
#SejarahMongondow
#SarekatIslam
#BolaangMongondow
#Sejarah
Seratus tahun lalu, di Passi, Bolaang Mongondow, seorang lelaki bernama Unta Mokodongan berani melakukan sesuatu yang jarang ditulis di buku sejarah: melawan kapitalisme kolonial secara terbuka.
Ia mendirikan Sarekat Islam pada 1920, memobilisasi ratusan orang untuk menolak kerja paksa dan pajak yang mencekik rakyat, lalu pada 1926 memimpin mosi menentang perusahaan asing yang menyerobot lahan warga. Bersama sekretarisnya, Willem Kadamong, ia berkali-kali didenda dan dipenjara, tapi tak pernah berhenti.
Hari ini, makamnya di TPU Lama Passi Barat hanya ditandai satu batu, tanpa nama.
Kisah ini bagian dari liputan mendalam Zonautara.com yang dihasilkan oleh peserta Kelas Belajar yang digelar sepanjang Mei dan Juni 2026. Penulis Triwardana Mokoagow atau Tyo, salah satu peserta kelas tersebut.
Baca versi lengkapnya di: https://bit.ly/untamokodongan
#KelasBelajarZU
#SejarahMongondow
#SarekatIslam
#BolaangMongondow
#Sejarah
...
Cerita bisa mengubah kebijakan. Aksi bisa membawa perubahan.
Zonautara.com terpilih sebagai salah satu dari 20 penerima Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026, dari total 233 proposal yang masuk dari seluruh Indonesia.
Program yang diselenggarakan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) dan didukung Global Reporting Initiative (GRI) ini mengusung tema "Journalist as Changemakers: Driving Sustainability Through Stories and Action."
Dalam rangkaian Master Class yang berlangsung di Learning Center Bumi CIMB Niaga, Gunung Geulis, Bogor, pada 25–27 Juni 2025, Zonautara diwakili oleh Ronny Buol, Marsal Datundugon, dan David Sumilat.
Melalui fellowship ini, Zonautara mengembangkan Pantau Iklim, sebuah platform pemantauan iklim berbasis komunitas pertama di Indonesia Timur. Setiap laporan dari warga akan menjadi data yang dapat mendukung liputan jurnalistik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap isu iklim.
Selama masa uji coba satu bulan, Pantau Iklim telah menerima ratusan laporan dari masyarakat. Kini platform tersebut terbuka untuk semua.
Pantau kondisi iklim di daerahmu:
https://zonautara.com/pantau-iklim
Laporkan kejadian yang kamu temui:
https://s.id/laporiklimwarga
Karena perubahan besar selalu dimulai dari satu cerita. Dan satu laporan dari warga bisa menjadi langkah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
#SJF2026 #JurnalismeBerkelanjutan #SemuaPahamJurnalisme #SJFMasterclass2026
#PantauIklim
Cerita bisa mengubah kebijakan. Aksi bisa membawa perubahan.
Zonautara.com terpilih sebagai salah satu dari 20 penerima Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026, dari total 233 proposal yang masuk dari seluruh Indonesia.
Program yang diselenggarakan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) dan didukung Global Reporting Initiative (GRI) ini mengusung tema "Journalist as Changemakers: Driving Sustainability Through Stories and Action."
Dalam rangkaian Master Class yang berlangsung di Learning Center Bumi CIMB Niaga, Gunung Geulis, Bogor, pada 25–27 Juni 2025, Zonautara diwakili oleh Ronny Buol, Marsal Datundugon, dan David Sumilat.
Melalui fellowship ini, Zonautara mengembangkan Pantau Iklim, sebuah platform pemantauan iklim berbasis komunitas pertama di Indonesia Timur. Setiap laporan dari warga akan menjadi data yang dapat mendukung liputan jurnalistik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap isu iklim.
Selama masa uji coba satu bulan, Pantau Iklim telah menerima ratusan laporan dari masyarakat. Kini platform tersebut terbuka untuk semua.
Pantau kondisi iklim di daerahmu:
https://zonautara.com/pantau-iklim
Laporkan kejadian yang kamu temui:
https://s.id/laporiklimwarga
Karena perubahan besar selalu dimulai dari satu cerita. Dan satu laporan dari warga bisa menjadi langkah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
#SJF2026 #JurnalismeBerkelanjutan #SemuaPahamJurnalisme #SJFMasterclass2026
#PantauIklim
...
DIALOG INTERAKTIF
Institute Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kotamobagu menggelar Dialog Interaktif. Pada edisi kali ini, mengangkat topik lingkungan hidup dengan tema: "Membangun Budaya Peduli Lingkungan: Solusi Bersama Atas Permasalahan Sampah di Kotamobagu"
Mari bersama membangun semangat menjaga lingkungan tetap bersih melalui dialog yang menghadirkan para narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang.
📅 Sabtu, 04 Juli 2026
🕐 14.00 WITA - selesai
📍 Gedung Aula Kampus IAIM Kotamobagu
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, berbagi gagasan, dan solusi pengelolaan sampah menjadi ramah lingkungan menuju Kotamobagu sehat.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menambah wawasan, terbuka untuk umum,
Gratis 50 gelas kopi dan makanan ringan.
Sampai jumpa di lokasi kegiatan!
#sampahkota
#kotamobagu
DIALOG INTERAKTIF
Institute Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kotamobagu menggelar Dialog Interaktif. Pada edisi kali ini, mengangkat topik lingkungan hidup dengan tema: "Membangun Budaya Peduli Lingkungan: Solusi Bersama Atas Permasalahan Sampah di Kotamobagu"
Mari bersama membangun semangat menjaga lingkungan tetap bersih melalui dialog yang menghadirkan para narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang.
📅 Sabtu, 04 Juli 2026
🕐 14.00 WITA - selesai
📍 Gedung Aula Kampus IAIM Kotamobagu
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, berbagi gagasan, dan solusi pengelolaan sampah menjadi ramah lingkungan menuju Kotamobagu sehat.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menambah wawasan, terbuka untuk umum,
Gratis 50 gelas kopi dan makanan ringan.
Sampai jumpa di lokasi kegiatan!
#sampahkota
#kotamobagu
...
🌱 Dari Gelas Bekas Jadi Karya yang Bermakna
Di Bogor, Daur Baur Micro Factory lagi nunjukin bahwa sustainability bisa sekeren ini! Kopi Nako Daur Baur mengubah gelas plastik bekas jadi meja, kursi, partisi, dan elemen interior keren yang dipake di outlet-outlet mereka.
Bukan cuma daur ulang biasa, ini circular economy yang beneran nyata: dari kita, untuk kita, demi bumi yang lebih hijau. 💚
Mari dukung inisiatif lokal yang bikin perubahan.
#DaurBaur #KopiNakoDaurBaur #Sustainable #CircularEconomy
🌱 Dari Gelas Bekas Jadi Karya yang Bermakna
Di Bogor, Daur Baur Micro Factory lagi nunjukin bahwa sustainability bisa sekeren ini! Kopi Nako Daur Baur mengubah gelas plastik bekas jadi meja, kursi, partisi, dan elemen interior keren yang dipake di outlet-outlet mereka.
Bukan cuma daur ulang biasa, ini circular economy yang beneran nyata: dari kita, untuk kita, demi bumi yang lebih hijau. 💚
Mari dukung inisiatif lokal yang bikin perubahan.
#DaurBaur #KopiNakoDaurBaur #Sustainable #CircularEconomy
...
Erwin Pasambuna dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Kotamobagu pada Januari 2026. Ia bukan orang baru di birokrasi persampahan. Pada 2013, ia sudah menangani urusan sampah di Dinas Tata Kota Kotamobagu dan ikut menerima Piala Adipura pertama di Istana Negara bersama Kepala Dinas DLH waktu itu Alex Saranaung.
Kini, lima bulan setelah menjabat, ia menghadapi kondisi yang ia sebut sendiri sebagai "bom waktu". Di sela kesibukannya, Erwin didamppingi sejumlah kepala bidang di DLH, bersedia menerima wartawan Zonautara.com, David Sumilat dan Neno Karlina untuk wawancara seputar persoalan sampah di Kotamobagu di kantornya pada Senin, 8 Juni 2026. Ia juga mengonfirmasi sejumlah temuan kami di lapangan.
Zonautara.com: Ada laporan bahwa petugas dipotong Rp 20 ribu per hari jika sakit dan Rp 300 ribu jika tidak masuk tanpa kabar. Anda mengetahui itu?
Erwin: Sampai hari ini saya tidak pernah menyampaikan ada potongan. Di DLH tidak ada regulasi harus dipotong gaji petugas kebersihan. Mereka petugas kebersihan pun tidak pernah lapor. Kalau melapor, pasti saya akan panggil perusahaan. Mungkin satu dua hari ini saya akan panggil perusahaan, menanyakan hal itu.
Zonautara.com: Anda menyebut ini "bom waktu". Seberapa serius?
Erwin: Ini bom waktu. Tidak main-main. Karena kalau TPA overload, mau buang ke mana sampahnya? Dalam keadaan darurat, semua bisa kita lakukan. Tapi kalau tidak ada TPA? Prioritas pembangunan di Kotamobagu sudah ada, seperti perbaikan jalan di Jalur Dua, pembangunan Gelora Ambang, tapi buat saya, nomor satu yang harus dilakukan hari ini, adalah membangun TPA baru. Saya kalau tidak mau pikir, tahun depan pensiun saja. Tapi saya memilih tidak. Kita harus pikirkan ini.
Petikan wawancara selengkapnya dapat dibaca di https://s.id/sampahkota07
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Erwin Pasambuna dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Kotamobagu pada Januari 2026. Ia bukan orang baru di birokrasi persampahan. Pada 2013, ia sudah menangani urusan sampah di Dinas Tata Kota Kotamobagu dan ikut menerima Piala Adipura pertama di Istana Negara bersama Kepala Dinas DLH waktu itu Alex Saranaung.
Kini, lima bulan setelah menjabat, ia menghadapi kondisi yang ia sebut sendiri sebagai "bom waktu". Di sela kesibukannya, Erwin didamppingi sejumlah kepala bidang di DLH, bersedia menerima wartawan Zonautara.com, David Sumilat dan Neno Karlina untuk wawancara seputar persoalan sampah di Kotamobagu di kantornya pada Senin, 8 Juni 2026. Ia juga mengonfirmasi sejumlah temuan kami di lapangan.
Zonautara.com: Ada laporan bahwa petugas dipotong Rp 20 ribu per hari jika sakit dan Rp 300 ribu jika tidak masuk tanpa kabar. Anda mengetahui itu?
Erwin: Sampai hari ini saya tidak pernah menyampaikan ada potongan. Di DLH tidak ada regulasi harus dipotong gaji petugas kebersihan. Mereka petugas kebersihan pun tidak pernah lapor. Kalau melapor, pasti saya akan panggil perusahaan. Mungkin satu dua hari ini saya akan panggil perusahaan, menanyakan hal itu.
Zonautara.com: Anda menyebut ini "bom waktu". Seberapa serius?
Erwin: Ini bom waktu. Tidak main-main. Karena kalau TPA overload, mau buang ke mana sampahnya? Dalam keadaan darurat, semua bisa kita lakukan. Tapi kalau tidak ada TPA? Prioritas pembangunan di Kotamobagu sudah ada, seperti perbaikan jalan di Jalur Dua, pembangunan Gelora Ambang, tapi buat saya, nomor satu yang harus dilakukan hari ini, adalah membangun TPA baru. Saya kalau tidak mau pikir, tahun depan pensiun saja. Tapi saya memilih tidak. Kita harus pikirkan ini.
Petikan wawancara selengkapnya dapat dibaca di https://s.id/sampahkota07
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
Pada Maret 2025, sistem ketenagakerjaan petugas kebersihan Kota Kotamobagu mengalami perubahan. Pekerja yang sebelumnya berstatus THL di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dialihkan ke sistem outsourcing melalui mekanisme e-Katalog.
Kepala DLH Kotamobagu Erwin Pasambuna mengonfirmasi bahwa hanya satu perusahaan yang mendaftar dalam proses pengadaan tersebut, yakni PT ARCO Samudera Perkasa, yang kantor pusatnya ada di Kalimantan Selatan.
Susanti Alim (48), Leader Pengawas perusahaan untuk empat kecamatan di Kotamobagu, bahwa total pekerja yang dikelola perusahaan untuk DLH Kotamobagu sebanyak 212 orang, yang mencakup sopir, kenek, penyapu jalan, perawatan taman, median jalan, TPS3R, pengolah kompos, dan TPA.
Bagi pemerintah, outsourcing seharusnya membawa perbaikan seperti manajemen profesional, hak-hak pekerja yang lebih terjamin, dan akuntabilitas yang lebih jelas. Tai bagi pekerja, realitanya berbeda. Keluhan itu terdengar berulang dari para petugas yang telah lama bekerja di sektor kebersihan.
"Mereka bilang dipindah ke perusahaan, tidak ada perubahan setara gaji UMP," kata Iskandar.
Di tengah gaji yang tidak mencapai UMP dan jaminan asuransi ketenagakerjaan yang tidak jelas, para petugas kebersihan ini pun tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Yang mereka terima hanya berupa sepatu lars dan kaos. Tidak ada masker. Tidak ada sarung tangan. Ketika sistem beralih ke outsourcing, pekerja berharap ada perbaikan. Kenyataannya, perusahaan outsourcing juga tidak menyediakan APD yang memadai.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota06
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Pada Maret 2025, sistem ketenagakerjaan petugas kebersihan Kota Kotamobagu mengalami perubahan. Pekerja yang sebelumnya berstatus THL di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dialihkan ke sistem outsourcing melalui mekanisme e-Katalog.
Kepala DLH Kotamobagu Erwin Pasambuna mengonfirmasi bahwa hanya satu perusahaan yang mendaftar dalam proses pengadaan tersebut, yakni PT ARCO Samudera Perkasa, yang kantor pusatnya ada di Kalimantan Selatan.
Susanti Alim (48), Leader Pengawas perusahaan untuk empat kecamatan di Kotamobagu, bahwa total pekerja yang dikelola perusahaan untuk DLH Kotamobagu sebanyak 212 orang, yang mencakup sopir, kenek, penyapu jalan, perawatan taman, median jalan, TPS3R, pengolah kompos, dan TPA.
Bagi pemerintah, outsourcing seharusnya membawa perbaikan seperti manajemen profesional, hak-hak pekerja yang lebih terjamin, dan akuntabilitas yang lebih jelas. Tai bagi pekerja, realitanya berbeda. Keluhan itu terdengar berulang dari para petugas yang telah lama bekerja di sektor kebersihan.
"Mereka bilang dipindah ke perusahaan, tidak ada perubahan setara gaji UMP," kata Iskandar.
Di tengah gaji yang tidak mencapai UMP dan jaminan asuransi ketenagakerjaan yang tidak jelas, para petugas kebersihan ini pun tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Yang mereka terima hanya berupa sepatu lars dan kaos. Tidak ada masker. Tidak ada sarung tangan. Ketika sistem beralih ke outsourcing, pekerja berharap ada perbaikan. Kenyataannya, perusahaan outsourcing juga tidak menyediakan APD yang memadai.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota06
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
