Mengapa Sulawesi Utara tak pernah lepas dari gempa?
Senin pagi, 8 Juni 2026, Sulawesi Utara kembali berguncang. Kali ini gempa M7,7 di Mindanao membuktikan bahwa ancaman selalu datang bahkan dari luar. Apa yang membuat wilayah Sulawesi Utara begitu rentan, dan sudah berapa lama ini berlangsung?
Semua tersedia di sini: Prediksi, Jadwal, Hasil Pertandingan, Tim, Klasemen dan Berita.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Beberapa cctv di sekitar lokasi aksi unjuk rasa di Jakarta tiba tiba tidak berfungsi.
Beberapa cctv di sekitar lokasi aksi unjuk rasa di Jakarta tiba tiba tidak berfungsi. ...
Situasi aksi unjuk rasa di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026, yang merespon kondisi berbangsa dan bernegara saat ini.
#demo
#aksimahasiswa
Situasi aksi unjuk rasa di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026, yang merespon kondisi berbangsa dan bernegara saat ini.
#demo
#aksimahasiswa
...
Sitasui demo mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026.
Sebanyak 33 aksi demo atau unjuk rasa hari ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta Pusat. Aksi-aksi ini digelar oleh berbagai elemen mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga kelompok aktivis dengan membawa berbagai isu nasional, lokal dan internasional.
#demo
#aksimahasiswa
Sitasui demo mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026.
Sebanyak 33 aksi demo atau unjuk rasa hari ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta Pusat. Aksi-aksi ini digelar oleh berbagai elemen mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga kelompok aktivis dengan membawa berbagai isu nasional, lokal dan internasional.
#demo
#aksimahasiswa
...
Di tengah kerumunan lalat dan aroma yang menusuk hidung itu, seorang pria berusia 58 tahun tampak tekun memilah sampah plastik. Namanya Aten Mokoginta, warga Desa Poyowa Kecil.
Tangannya bergerak lincah. Tak ada raut jijik di wajahnya. Aktivitas itu sudah menjadi bagian dari hidupnya selama belasan tahun. "Sejak TPA ini dibangun kami sudah di sini, bahkan kami lah yang melakukan pemangkasan rumput untuk pembukaan lahan," kata lelaki paruh baya berkaus merah itu kepada Zonautara.com.
Bagi dia, kawasan yang dulu hutan itu, kini menjadi tempat mencari nafkah. Ia mengakui, hasil memulung saat ini tidak sebesar beberapa tahun lalu. Namun pekerjaan tersebut masih dianggap lebih menjanjikan dibanding menjadi buruh harian.
Di balik segala keterbatasan, para pemulung di TPA Poyowa Kecil sejatinya menjalankan peran penting dalam rantai ekonomi sirkular. Tanpa disadari, mereka menjadi ujung tombak dalam proses pemanfaatan kembali sampah. Plastik, kardus, aluminium, tembaga, besi, hingga kabel bekas dipilah, dibersihkan, lalu dijual kembali agar dapat diolah menjadi produk baru.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota03
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Di tengah kerumunan lalat dan aroma yang menusuk hidung itu, seorang pria berusia 58 tahun tampak tekun memilah sampah plastik. Namanya Aten Mokoginta, warga Desa Poyowa Kecil.
Tangannya bergerak lincah. Tak ada raut jijik di wajahnya. Aktivitas itu sudah menjadi bagian dari hidupnya selama belasan tahun. "Sejak TPA ini dibangun kami sudah di sini, bahkan kami lah yang melakukan pemangkasan rumput untuk pembukaan lahan," kata lelaki paruh baya berkaus merah itu kepada Zonautara.com.
Bagi dia, kawasan yang dulu hutan itu, kini menjadi tempat mencari nafkah. Ia mengakui, hasil memulung saat ini tidak sebesar beberapa tahun lalu. Namun pekerjaan tersebut masih dianggap lebih menjanjikan dibanding menjadi buruh harian.
Di balik segala keterbatasan, para pemulung di TPA Poyowa Kecil sejatinya menjalankan peran penting dalam rantai ekonomi sirkular. Tanpa disadari, mereka menjadi ujung tombak dalam proses pemanfaatan kembali sampah. Plastik, kardus, aluminium, tembaga, besi, hingga kabel bekas dipilah, dibersihkan, lalu dijual kembali agar dapat diolah menjadi produk baru.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota03
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
Teras.id dan 29 media mitra di seluruh Indonesia mengecam keras tindakan intimidasi dan teror terhadap redaksi @floresadotco
Teror dan intimidasi terhadap Floresa.co merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers, keselamatan jurnalis, dan demokrasi di Indonesia.
#kebebasanpers #terormedia #floresadotco #terasid #indonesiabukancumajakarta
Teras.id dan 29 media mitra di seluruh Indonesia mengecam keras tindakan intimidasi dan teror terhadap redaksi @floresadotco
Teror dan intimidasi terhadap Floresa.co merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers, keselamatan jurnalis, dan demokrasi di Indonesia.
#kebebasanpers #terormedia #floresadotco #terasid #indonesiabukancumajakarta
...
Selama satu dekade terakhir Kotamobagu telah mengoleksi 10 Piala Adipura. Namun bagi Salman, petugas kebersihan yang sudah berusioa 51 tahun, penghargaan itu tidak mengubah satu kenyataan, bahwa sampah tetap harus diangkut setiap hari.
Bagi sebagian orang, Adipura adalah simbol keberhasilan sebuah kota menjaga lingkungan. Tapi bagi Salman dan petugas lainnya, kebersihan kota sesungguhnya bergantung pada orang-orang yang setiap hari memastikan sampah tidak sempat menumpuk di lingkungan warga.
Karena itu, ketika membahas tentang kebersihan kota, pikirannya justru tertuju pada hal-hal yang jarang terlihat publik.
"Kalau memang harus mengupayakan dapat Adipura, minimal kendaraan harus siap tempur dulu, TPA diperbaiki. Sebab kalau soal kami pekerja, kami selalu siap kerja," ujarnya.
Ucapan Salman ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sistem persampahan Kotamobagu. Di balik kota yang tampak bersih setiap pagi, terdapat jaringan pekerja, armada, dan fasilitas yang harus terus bekerja tanpa henti.
Setiap hari sekitar 60 hingga 80 ton sampah masuk ke TPA Poyowa Kecil. Sampah rumah tangga, pasar, pertokoan, dan perkantoran terus mengalir dari berbagai penjuru kota. Seiring pertumbuhan penduduk, kawasan permukiman, dan aktivitas ekonomi, volume sampah itu berpotensi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam kondisi tersebut, para petugas kebersihan menjadi kelompok yang berada di garis depan. Ketika fasilitas belum memadai atau beban kerja bertambah, merekalah yang memastikan pelayanan tetap berjalan.
Selengkapnya baca di https://s.id/sampahkota02
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Selama satu dekade terakhir Kotamobagu telah mengoleksi 10 Piala Adipura. Namun bagi Salman, petugas kebersihan yang sudah berusioa 51 tahun, penghargaan itu tidak mengubah satu kenyataan, bahwa sampah tetap harus diangkut setiap hari.
Bagi sebagian orang, Adipura adalah simbol keberhasilan sebuah kota menjaga lingkungan. Tapi bagi Salman dan petugas lainnya, kebersihan kota sesungguhnya bergantung pada orang-orang yang setiap hari memastikan sampah tidak sempat menumpuk di lingkungan warga.
Karena itu, ketika membahas tentang kebersihan kota, pikirannya justru tertuju pada hal-hal yang jarang terlihat publik.
"Kalau memang harus mengupayakan dapat Adipura, minimal kendaraan harus siap tempur dulu, TPA diperbaiki. Sebab kalau soal kami pekerja, kami selalu siap kerja," ujarnya.
Ucapan Salman ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sistem persampahan Kotamobagu. Di balik kota yang tampak bersih setiap pagi, terdapat jaringan pekerja, armada, dan fasilitas yang harus terus bekerja tanpa henti.
Setiap hari sekitar 60 hingga 80 ton sampah masuk ke TPA Poyowa Kecil. Sampah rumah tangga, pasar, pertokoan, dan perkantoran terus mengalir dari berbagai penjuru kota. Seiring pertumbuhan penduduk, kawasan permukiman, dan aktivitas ekonomi, volume sampah itu berpotensi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam kondisi tersebut, para petugas kebersihan menjadi kelompok yang berada di garis depan. Ketika fasilitas belum memadai atau beban kerja bertambah, merekalah yang memastikan pelayanan tetap berjalan.
Selengkapnya baca di https://s.id/sampahkota02
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
🌊 14 organisasi di 14 negara, 5 benua. dalam satu misi.
No-Trash Triangle Initiative (NTTI) terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Global Ocean Cleanup 2026, bersama 13 organisasi lainnya dari berbagai negara. Inisiatif global ini digagas oleh Oceanic Society dalam rangka Sea Turtle Week, menggerakkan ribuan sukarelawan di seluruh dunia untuk melindungi laut dan ekosistem pesisir.
Mitra yang terpilih akan melaksanakan aksi pembersihan pantai, sekaligus berkesempatan mengikuti Marine Debris Art Contest, kompetisi tahunan yang mengubah sampah laut menjadi karya seni kreatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lautan.
Kini saatnya kita bergerak bersama!
📍 Bergabunglah dalam aksi pembersihan pantai di Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken, sebagai bagian dari Global Ocean Cleanup 2026.
📅 Sabtu, 13 Juni 2026
🕗 08.00 WITA – sampai pantai bersih
📍 Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken
Setiap sampah yang kita angkat adalah langkah nyata untuk melindungi penyu laut, satwa pesisir, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada laut yang sehat.
🤝 Ajak teman, keluarga, dan rekan Anda untuk ikut terlibat.
💬 Tandai mereka di kolom komentar.
📢 Bagikan postingan ini untuk menyebarkan semangat menjaga laut.
🌏 Mari menjadi bagian dari gerakan global yang membawa perubahan dari pesisir Bunaken hingga seluruh dunia.
❓Ada pertanyaan? Sila hubungi @notrashtriangle
#GlobalOceanCleanup2026 #SeaTurtleWeek #OceanicSociety #NTTI #Bunaken #PantaiLiang #BeachCleanup #SaveOurOcean #MarineConservation #IndonesiaForTheOcean
🌊 14 organisasi di 14 negara, 5 benua. dalam satu misi.
No-Trash Triangle Initiative (NTTI) terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Global Ocean Cleanup 2026, bersama 13 organisasi lainnya dari berbagai negara. Inisiatif global ini digagas oleh Oceanic Society dalam rangka Sea Turtle Week, menggerakkan ribuan sukarelawan di seluruh dunia untuk melindungi laut dan ekosistem pesisir.
Mitra yang terpilih akan melaksanakan aksi pembersihan pantai, sekaligus berkesempatan mengikuti Marine Debris Art Contest, kompetisi tahunan yang mengubah sampah laut menjadi karya seni kreatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lautan.
Kini saatnya kita bergerak bersama!
📍 Bergabunglah dalam aksi pembersihan pantai di Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken, sebagai bagian dari Global Ocean Cleanup 2026.
📅 Sabtu, 13 Juni 2026
🕗 08.00 WITA – sampai pantai bersih
📍 Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken
Setiap sampah yang kita angkat adalah langkah nyata untuk melindungi penyu laut, satwa pesisir, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada laut yang sehat.
🤝 Ajak teman, keluarga, dan rekan Anda untuk ikut terlibat.
💬 Tandai mereka di kolom komentar.
📢 Bagikan postingan ini untuk menyebarkan semangat menjaga laut.
🌏 Mari menjadi bagian dari gerakan global yang membawa perubahan dari pesisir Bunaken hingga seluruh dunia.
❓Ada pertanyaan? Sila hubungi @notrashtriangle
#GlobalOceanCleanup2026 #SeaTurtleWeek #OceanicSociety #NTTI #Bunaken #PantaiLiang #BeachCleanup #SaveOurOcean #MarineConservation #IndonesiaForTheOcean
...
Setiap hari, rata-rata 60-80 ton sampah dihasilkan warga Kotamobagu. Dalam setahun, berarti lebih dari 20.000 ton yang harus ditampung di TPA Poyowa Kecil yang hanya seluas 2,8 hektare, dengan lahan aktif yang tersisa hanya sekitar 1 hektare. Jika tidak ada solusi, tahun ini Kotamobagu tidak akan punya tempat pembuangan sampah yang layak.
Sementara itu, lindi dari TPA mengalir ke Sungai Ongka, yang airnya mengalir hingga ke hilir melintas Bolmong. Di sepanjang alirannya, sungai ini menopang berbagai kehidupan, menjadi sumber air bagi pertanian, perikanan, dan tidak sedikit warga yang bergantung pada aliran airnya.
Setiap bulan warga ditagih kewajiban retribusi sampah. Banyak warga menceritakan bahwa aparat kelurahan tidak akan memproses pengurusan administrasi jika retribusi belum lunas. Tapi sampah kadang dijemput, kadang tidak. Di pasar, sampah menumpuk berhari-hari, sementara kendaraan operasional DLH banyak yang rusak.
"Di Balik 10 Kali Adipura" adalah serial liputan mendalam Zonautara.com yang akan tayang sepanjang Juni ini dan dipublikasikan di Teras.id. Serial laporan mendalam ini akan menelusuri lapisan persoalan pengelolaan sampah di Kota Kotamobagu: alur uang retribusi yang tidak transparan, kondisi TPA yang darurat dan dampak lingkungannya lintas batas administrasi, sistem outsourcing petugas kebersihan, dimensi sampah komersial dan industri yang selama ini luput dari laporan resmi, potensi konflik kepentingan dalam program edukasi sampah, hingga inisiatif-inisiatif akar rumput yang tumbuh tanpa menunggu kebijakan.
Di tengah semua laporan tentang kegagaln sistem, liputan ini juga akan memberikan ruang bagi mereka yang selama ini menjadi pelaku utama tanpa pernah menjadi pusat narasi: petugas kebersihan, pemulung di TPA, dan warga yang setiap hari berhadapan langsung dengan sampah kota yang tak pernah selesai.
Karena pada akhirnya, piala bisa berkilau atau redup. Tapi yang lebih penting adalah pertanyaan yang seharusnya sudah lama kita tanyakan kepada diri sendiri: Kota yang bersih untuk siapa, dan dengan cara apa?
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota01
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Setiap hari, rata-rata 60-80 ton sampah dihasilkan warga Kotamobagu. Dalam setahun, berarti lebih dari 20.000 ton yang harus ditampung di TPA Poyowa Kecil yang hanya seluas 2,8 hektare, dengan lahan aktif yang tersisa hanya sekitar 1 hektare. Jika tidak ada solusi, tahun ini Kotamobagu tidak akan punya tempat pembuangan sampah yang layak.
Sementara itu, lindi dari TPA mengalir ke Sungai Ongka, yang airnya mengalir hingga ke hilir melintas Bolmong. Di sepanjang alirannya, sungai ini menopang berbagai kehidupan, menjadi sumber air bagi pertanian, perikanan, dan tidak sedikit warga yang bergantung pada aliran airnya.
Setiap bulan warga ditagih kewajiban retribusi sampah. Banyak warga menceritakan bahwa aparat kelurahan tidak akan memproses pengurusan administrasi jika retribusi belum lunas. Tapi sampah kadang dijemput, kadang tidak. Di pasar, sampah menumpuk berhari-hari, sementara kendaraan operasional DLH banyak yang rusak.
"Di Balik 10 Kali Adipura" adalah serial liputan mendalam Zonautara.com yang akan tayang sepanjang Juni ini dan dipublikasikan di Teras.id. Serial laporan mendalam ini akan menelusuri lapisan persoalan pengelolaan sampah di Kota Kotamobagu: alur uang retribusi yang tidak transparan, kondisi TPA yang darurat dan dampak lingkungannya lintas batas administrasi, sistem outsourcing petugas kebersihan, dimensi sampah komersial dan industri yang selama ini luput dari laporan resmi, potensi konflik kepentingan dalam program edukasi sampah, hingga inisiatif-inisiatif akar rumput yang tumbuh tanpa menunggu kebijakan.
Di tengah semua laporan tentang kegagaln sistem, liputan ini juga akan memberikan ruang bagi mereka yang selama ini menjadi pelaku utama tanpa pernah menjadi pusat narasi: petugas kebersihan, pemulung di TPA, dan warga yang setiap hari berhadapan langsung dengan sampah kota yang tak pernah selesai.
Karena pada akhirnya, piala bisa berkilau atau redup. Tapi yang lebih penting adalah pertanyaan yang seharusnya sudah lama kita tanyakan kepada diri sendiri: Kota yang bersih untuk siapa, dan dengan cara apa?
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota01
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
Detik detik sebuah bangunan roboh saat gempa terjadi di Gensan, Filipina. Gempa M7,9 tersebut juga dirasakan hingga ke Sulawesi Utara dan memicu peringatan tsunami.
Detik detik sebuah bangunan roboh saat gempa terjadi di Gensan, Filipina. Gempa M7,9 tersebut juga dirasakan hingga ke Sulawesi Utara dan memicu peringatan tsunami. ...
BMKG resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan besar dengan Magnitudo 7,7 di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang mengguncang pada Senin pagi (8/6/2026).
Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 5,69 Lintang Utara (LU) dan 125,05 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman sumber gempa (hiposenter) berada di 105 kilometer.
Menyusul parameter gempa yang cukup besar tersebut, BMKG langsung menetapkan status peringatan dini tsunami untuk enam wilayah provinsi, yaitu Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku Utara (Malut), dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.
Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam daftar peringatan dini diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dan petunjuk evakuasi dari BPBD dan pemerintah daerah setempat.
BMKG resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan besar dengan Magnitudo 7,7 di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang mengguncang pada Senin pagi (8/6/2026).
Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 5,69 Lintang Utara (LU) dan 125,05 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman sumber gempa (hiposenter) berada di 105 kilometer.
Menyusul parameter gempa yang cukup besar tersebut, BMKG langsung menetapkan status peringatan dini tsunami untuk enam wilayah provinsi, yaitu Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku Utara (Malut), dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.
Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam daftar peringatan dini diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dan petunjuk evakuasi dari BPBD dan pemerintah daerah setempat.
...
Baru pulang dari laut, langsung timbang. 🐙
Ini boboca, sebutan lokal untuk gurita di Minahasa Utara. Ditangkap secara tradisional oleh nelayan Desa Bulutui, Likupang Barat.
Yang unik, nelayan di sini tidak boleh menangkap sembarangan. Ada zona khusus bernama Rumah Boboca, ditutup berbulan-bulan, lalu dibuka hanya 7 hari untuk panen. Hasilnya? Guritanya lebih besar, harganya lebih bagus.
Sederhana tapi cerdas. 🌊
📍 Desa Bulutui, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
#Boboca #Gurita #Nelayan #LikupangBarat
Baru pulang dari laut, langsung timbang. 🐙
Ini boboca, sebutan lokal untuk gurita di Minahasa Utara. Ditangkap secara tradisional oleh nelayan Desa Bulutui, Likupang Barat.
Yang unik, nelayan di sini tidak boleh menangkap sembarangan. Ada zona khusus bernama Rumah Boboca, ditutup berbulan-bulan, lalu dibuka hanya 7 hari untuk panen. Hasilnya? Guritanya lebih besar, harganya lebih bagus.
Sederhana tapi cerdas. 🌊
📍 Desa Bulutui, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
#Boboca #Gurita #Nelayan #LikupangBarat
...
