Terkini
INVESTIGASI
PUNCAK ITU BONUS, PULANG KE RUMAH ITU HARUS
Boleh banget kok mengabadikan momen, tapi jangan sampai demi satu foto di kawah Gunung, kita abai sama keselamatan diri sendiri. Ingat, gak ada foto yang sebanding dengan nyawa
Mari jadi pendaki yang cerdas. Utamakan safety, baru selfie!
Tim SAR Gabungan saat ini tengah berupaya melakukan evakuasi terhadap 20 pendaki (termasuk WNA) yang terjebak akibat erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara. Sinyal SOS terdeteksi dan tim dari Pos SAR Tobelo sudah dikerahkan ke lokasi.
Mari kita kirimkan doa terbaik untuk keselamatan para pendaki dan seluruh tim rescue yang bertugas di lapangan agar proses evakuasi berjalan lancar
⚠️ PENTING: Alam tidak bisa ditebak. Mohon untuk selalu mematuhi rekomendasi PVMBG dan pihak berwenang. Nyawa jauh lebih berharga daripada konten atau puncak
#Basarnas #SARTernate #GunungDukono #HalmaheraUtara #EmergencyCall115
PUNCAK ITU BONUS, PULANG KE RUMAH ITU HARUS
Boleh banget kok mengabadikan momen, tapi jangan sampai demi satu foto di kawah Gunung, kita abai sama keselamatan diri sendiri. Ingat, gak ada foto yang sebanding dengan nyawa
Mari jadi pendaki yang cerdas. Utamakan safety, baru selfie!
Tim SAR Gabungan saat ini tengah berupaya melakukan evakuasi terhadap 20 pendaki (termasuk WNA) yang terjebak akibat erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara. Sinyal SOS terdeteksi dan tim dari Pos SAR Tobelo sudah dikerahkan ke lokasi.
Mari kita kirimkan doa terbaik untuk keselamatan para pendaki dan seluruh tim rescue yang bertugas di lapangan agar proses evakuasi berjalan lancar
⚠️ PENTING: Alam tidak bisa ditebak. Mohon untuk selalu mematuhi rekomendasi PVMBG dan pihak berwenang. Nyawa jauh lebih berharga daripada konten atau puncak
#Basarnas #SARTernate #GunungDukono #HalmaheraUtara #EmergencyCall115
...
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus. Asam hitam membubung tinggi dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 Km.
Dilansir situs PVMBG, Gunung Dukono erupsi pukul 07.41 WIT Jumat (8/5/2026). Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m.
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus. Asam hitam membubung tinggi dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 Km.
Dilansir situs PVMBG, Gunung Dukono erupsi pukul 07.41 WIT Jumat (8/5/2026). Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m.
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG
...
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menetapkan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, sebagai tersangka kelima dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana stimulan pascaerupsi Gunung Ruang. Penetapan ini dilakukan pada Rabu, 6 Mei 2026 malam, setelah pemeriksaan intensif selama sekitar 10 jam. Chyntia langsung ditahan di Rumah Tahanan Malendeng, Manado, untuk 20 hari ke depan.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan dana bantuan bagi ribuan korban bencana alam. Hingga kini, total tersangka mencapai lima orang, termasuk mantan Penjabat Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala BPBD Sitaro, dan seorang dari pihak swasta. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp22,775 miliar dari total dana Rp35,715 miliar yang dikucurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/05/07/kronologi-kasus-dugaan-korupsi-dana-bencana-gunung-ruang-sitaro-hingga-penatapan-tersangka-bupati/
#sitaro
#korupsi
#gunungruang
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menetapkan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, sebagai tersangka kelima dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana stimulan pascaerupsi Gunung Ruang. Penetapan ini dilakukan pada Rabu, 6 Mei 2026 malam, setelah pemeriksaan intensif selama sekitar 10 jam. Chyntia langsung ditahan di Rumah Tahanan Malendeng, Manado, untuk 20 hari ke depan.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan dana bantuan bagi ribuan korban bencana alam. Hingga kini, total tersangka mencapai lima orang, termasuk mantan Penjabat Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala BPBD Sitaro, dan seorang dari pihak swasta. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp22,775 miliar dari total dana Rp35,715 miliar yang dikucurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/05/07/kronologi-kasus-dugaan-korupsi-dana-bencana-gunung-ruang-sitaro-hingga-penatapan-tersangka-bupati/
#sitaro
#korupsi
#gunungruang
...
Yang salah: Dikorupsi lagi pak Presidennnn...
Ayo yang salah apalagi?
Yang salah: Dikorupsi lagi pak Presidennnn...
Ayo yang salah apalagi?
...
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) telah menahan Bupati Sitaro Chyntia Kalangit sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan stimulan erupsi Gunung Ruang tahun 2024, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp22,7 miliar, pada Rabu 6 Mei 2026 malam.
#sitaro
#korupsi
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) telah menahan Bupati Sitaro Chyntia Kalangit sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan stimulan erupsi Gunung Ruang tahun 2024, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp22,7 miliar, pada Rabu 6 Mei 2026 malam.
#sitaro
#korupsi
...
Bagaimana kisah para penambang tradisional mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari demi menghidupi keluarga? Di balik kilau emas yang memikat, ada cerita panjang tentang kerja keras, risiko, dan ketidakpastian yang jarang tersorot. Mereka turun ke lubang-lubang sempit, menghadapi longsor, paparan zat berbahaya, hingga ancaman keselamatan yang tak pernah benar-benar bisa diprediksi.
Untuk mendapatkan gambaran utuh, Tim Redaksi Zonautara.com bahkan ikut masuk ke dalam lubang tambang sedalam puluhan meter. Dalam kondisi minim perlindungan, gelap, dan pengap, tim mengikuti langsung seluruh proses, mulai dari penggalian tanah di perut bumi, pengangkutan material, hingga bagaimana batu dan lumpur itu diolah menjadi butiran emas.
Lalu, bagaimana sebenarnya bongkahan batu dan tanah yang tampak tak bernilai itu berubah menjadi emas? Prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Dari penggalian manual, penghancuran batu, hingga penggunaan bahan kimia semuanya dilakukan dengan alat seadanya dan pengetahuan yang sering kali diwariskan secara turun-temurun, tanpa perlindungan memadai.
Namun, kisah ini tidak berhenti pada para penambang. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan emas tradisional ini?. Di sisi lain, ada pihak-pihak yang justru meraup keuntungan besar dari rantai bisnis ini. Siapa mereka? Bagaimana mata rantai distribusi emas ini bekerja dari hulu ke hilir? Siapa yang sebenarnya paling diuntungkan, dan siapa yang terus menanggung beban?
Kami mencoba merangkumnya dalam laporan mendalam yang mengupas sisi-sisi tersembunyi dari praktik penambangan emas tradisional dari lapangan hingga jejaring bisnis di baliknya.
Cukup dengan membayar Rp17.500, Anda dapat membaca 10 laporan mendalam kami secara eksklusif yang tayang mulai 14 Mei 2026 di Teras.id.
Berlangganan seakrang di sini: https://s.id/dukungzu, dan masukkan kode voucher "TerasZU" sebelum kehabisan.
#terasid
#tambangrakyat
Bagaimana kisah para penambang tradisional mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari demi menghidupi keluarga? Di balik kilau emas yang memikat, ada cerita panjang tentang kerja keras, risiko, dan ketidakpastian yang jarang tersorot. Mereka turun ke lubang-lubang sempit, menghadapi longsor, paparan zat berbahaya, hingga ancaman keselamatan yang tak pernah benar-benar bisa diprediksi.
Untuk mendapatkan gambaran utuh, Tim Redaksi Zonautara.com bahkan ikut masuk ke dalam lubang tambang sedalam puluhan meter. Dalam kondisi minim perlindungan, gelap, dan pengap, tim mengikuti langsung seluruh proses, mulai dari penggalian tanah di perut bumi, pengangkutan material, hingga bagaimana batu dan lumpur itu diolah menjadi butiran emas.
Lalu, bagaimana sebenarnya bongkahan batu dan tanah yang tampak tak bernilai itu berubah menjadi emas? Prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Dari penggalian manual, penghancuran batu, hingga penggunaan bahan kimia semuanya dilakukan dengan alat seadanya dan pengetahuan yang sering kali diwariskan secara turun-temurun, tanpa perlindungan memadai.
Namun, kisah ini tidak berhenti pada para penambang. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan emas tradisional ini?. Di sisi lain, ada pihak-pihak yang justru meraup keuntungan besar dari rantai bisnis ini. Siapa mereka? Bagaimana mata rantai distribusi emas ini bekerja dari hulu ke hilir? Siapa yang sebenarnya paling diuntungkan, dan siapa yang terus menanggung beban?
Kami mencoba merangkumnya dalam laporan mendalam yang mengupas sisi-sisi tersembunyi dari praktik penambangan emas tradisional dari lapangan hingga jejaring bisnis di baliknya.
Cukup dengan membayar Rp17.500, Anda dapat membaca 10 laporan mendalam kami secara eksklusif yang tayang mulai 14 Mei 2026 di Teras.id.
Berlangganan seakrang di sini: https://s.id/dukungzu, dan masukkan kode voucher "TerasZU" sebelum kehabisan.
#terasid
#tambangrakyat
...
Perusahaan tambang kerap mengklaim telah berbagi manfaat kepada masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial. Skema ini umumnya dikenal sebagai company to community (CTC), yang diwujudkan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Namun, efektivitas program-program tersebut masih dipertanyakan. Alih-alih membawa distribusi manfaat yang setara, praktik CTC dan CSR justru sering kali tidak efektif. Salah satu penyebab utamanya bukan semata pada pelaksanaan program, melainkan pada persoalan yang lebih mendasar, yakni ketidakjelasan siapa yang dimaksud sebagai “masyarakat” penerima manfaat.
Dalam banyak kasus di Indonesia, yang paling terdampak itu adalah masyarakat adat, yang Menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) terdapat sekitar 2.449 kaum adat di Indonesia, dengan jumlah populasi diperkirakan mencapai 20 juta orang dari total 40–70 juta jiwa. Mereka umumnya tinggal di hutan dan bergantung pada tanah yang sama untuk tambang. Merekalah yang seharusnya menjadi penerima utama CSR/PPM.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/05/06/mengapa-csr-perusahaan-tambang-gagal-bagi-masyarakat-adat-masalahnya-ada-pada-pengakuan/
#masyarakatadat
#tambang
Perusahaan tambang kerap mengklaim telah berbagi manfaat kepada masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial. Skema ini umumnya dikenal sebagai company to community (CTC), yang diwujudkan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Namun, efektivitas program-program tersebut masih dipertanyakan. Alih-alih membawa distribusi manfaat yang setara, praktik CTC dan CSR justru sering kali tidak efektif. Salah satu penyebab utamanya bukan semata pada pelaksanaan program, melainkan pada persoalan yang lebih mendasar, yakni ketidakjelasan siapa yang dimaksud sebagai “masyarakat” penerima manfaat.
Dalam banyak kasus di Indonesia, yang paling terdampak itu adalah masyarakat adat, yang Menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) terdapat sekitar 2.449 kaum adat di Indonesia, dengan jumlah populasi diperkirakan mencapai 20 juta orang dari total 40–70 juta jiwa. Mereka umumnya tinggal di hutan dan bergantung pada tanah yang sama untuk tambang. Merekalah yang seharusnya menjadi penerima utama CSR/PPM.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/05/06/mengapa-csr-perusahaan-tambang-gagal-bagi-masyarakat-adat-masalahnya-ada-pada-pengakuan/
#masyarakatadat
#tambang
...
Nelayan dan pelaut adalah manusia-manusia tangguh, penakluk alam.
#laut
Nelayan dan pelaut adalah manusia-manusia tangguh, penakluk alam.
#laut
...
Di bawah tanah Bumi Totabuan, ada ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari lubang-lubang yang mereka gali setiap hari, jengkal demi jengkal. Mereka turun setiap pagi, membawa harapan, keberanian, dan risiko yang terus diabaikan. Kisah mereka bukan hanya soal emas, tapi ada cerita di sana yang selama ini jarang dikisahkan.
Kami ikut turun. Kami dengar. Kami rekam.
Menambang Kisah dari Perut Bumi adalah liputan mendalam Zonautara.com tentang tambang emas rakyat di Bolaang Mongondow, sebuah kehidupan yang kompleks, manusiawi, dan jarang diceritakan dengan utuh.
Segera tayang.
#LiputanMendalam
#TambangEmas
#MenambangKisah
Di bawah tanah Bumi Totabuan, ada ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari lubang-lubang yang mereka gali setiap hari, jengkal demi jengkal. Mereka turun setiap pagi, membawa harapan, keberanian, dan risiko yang terus diabaikan. Kisah mereka bukan hanya soal emas, tapi ada cerita di sana yang selama ini jarang dikisahkan.
Kami ikut turun. Kami dengar. Kami rekam.
Menambang Kisah dari Perut Bumi adalah liputan mendalam Zonautara.com tentang tambang emas rakyat di Bolaang Mongondow, sebuah kehidupan yang kompleks, manusiawi, dan jarang diceritakan dengan utuh.
Segera tayang.
#LiputanMendalam
#TambangEmas
#MenambangKisah
...
Selamat memperingati World Press Freedom Day 2026.
Dengan tema "Shaping a Future at Peace" (Membentuk Masa Depan yang Damai), peringatan ini mengingatkan kita bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dibangun di atas fondasi informasi yang benar, kebebasan berekspresi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan jurnalisme yang independen.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan disinformasi, peran pers semakin krusial sebagai penjaga akuntabilitas, penyampai fakta, dan ruang bagi suara-suara yang harus didengar. Pada saat yang sama, kita tidak boleh menutup mata terhadap berbagai risiko dan ancaman yang masih dihadapi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Mari bersama mendukung kebebasan pers, melindungi kerja jurnalistik, dan memastikan teknologi digunakan untuk memperkuat kebenaran serta membangun masa depan yang lebih damai, adil, dan manusiawi.
Karena ketika pers bebas dan hak asasi dihormati, perdamaian memiliki peluang untuk tumbuh.
#WorldPressFreedomDay2026 #ShapingAFutureAtPeace #PressFreedom
#WPFD
Selamat memperingati World Press Freedom Day 2026.
Dengan tema "Shaping a Future at Peace" (Membentuk Masa Depan yang Damai), peringatan ini mengingatkan kita bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dibangun di atas fondasi informasi yang benar, kebebasan berekspresi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan jurnalisme yang independen.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan disinformasi, peran pers semakin krusial sebagai penjaga akuntabilitas, penyampai fakta, dan ruang bagi suara-suara yang harus didengar. Pada saat yang sama, kita tidak boleh menutup mata terhadap berbagai risiko dan ancaman yang masih dihadapi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Mari bersama mendukung kebebasan pers, melindungi kerja jurnalistik, dan memastikan teknologi digunakan untuk memperkuat kebenaran serta membangun masa depan yang lebih damai, adil, dan manusiawi.
Karena ketika pers bebas dan hak asasi dihormati, perdamaian memiliki peluang untuk tumbuh.
#WorldPressFreedomDay2026 #ShapingAFutureAtPeace #PressFreedom
#WPFD
...
Obrolan Redaksi Zonautara.com yang membahas hasil seri liputan mendalam TANAM PADI BELI BERAS.
#tanampadibeliberas
Obrolan Redaksi Zonautara.com yang membahas hasil seri liputan mendalam TANAM PADI BELI BERAS.
#tanampadibeliberas
...
Dipersilahkan masing-masing dengan jawabannya . . .
#mbg
#prabowo
Dipersilahkan masing-masing dengan jawabannya . . .
#mbg
#prabowo
...
