Tujuh nyawa melayang di Drag Race Kotamobagu, Wali Kota bicara soal izin, Panitia janji bertanggung jawab
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Open Tournament TDR Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026, Minggu (9/8/2026) berubah menjadi tragedi maut setelah sebuah mobil peserta keluar dari lintasan dan menghantam kerumunan penonton.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita itu menyebabkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka berat dan ringan serta masih mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Tragedi tersebut juga menyebabkan seorang bocah berusia enam tahun, Rapiska Mokodongan Genggulang menjadi korban.
Rafista mengalami luka pada bagian kaki setelah mobil balap keluar dari lintasan dan menghantam kerumunan penonton. Ia masih menjalani pemeriksaan medis.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, mengatakan pemerintah kota sebelumnya telah mengetahui rencana pelaksanaan kegiatan drag race tersebut.
Menurutnya, sebelum rekomendasi dari pemerintah daerah diterbitkan, terdapat sejumlah proses dan pemeriksaan dari pihak terkait.
Sementara itu, mewakili panitia penyelenggara, Lucky Sugeha memastikan pihaknya akan bertanggung jawab terhadap para korban akibat insiden tersebut.
“Kami akan memberikan bantuan duka kepada korban baik yang meninggal dunia maupun luka dan pastinya dari panitia akan bertanggung jawab,” kata Lucky.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian termasuk untuk memastikan apakah kendaraan mengalami gangguan teknis, kesalahan pengemudi, kondisi lintasan, atau faktor lainnya.
Data korban dalam berita ini juga masih merupakan data sementara dan dapat berubah berdasarkan pembaruan resmi dari rumah sakit maupun pihak berwenang.
#dragrace #kecelakaanmaut #kotamobagu
Open Tournament TDR Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026, Minggu (9/8/2026) berubah menjadi tragedi maut setelah sebuah mobil peserta keluar dari lintasan dan menghantam kerumunan penonton.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita itu menyebabkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka berat dan ringan serta masih mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Tragedi tersebut juga menyebabkan seorang bocah berusia enam tahun, Rapiska Mokodongan Genggulang menjadi korban.
Rafista mengalami luka pada bagian kaki setelah mobil balap keluar dari lintasan dan menghantam kerumunan penonton. Ia masih menjalani pemeriksaan medis.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, mengatakan pemerintah kota sebelumnya telah mengetahui rencana pelaksanaan kegiatan drag race tersebut.
Menurutnya, sebelum rekomendasi dari pemerintah daerah diterbitkan, terdapat sejumlah proses dan pemeriksaan dari pihak terkait.
Sementara itu, mewakili panitia penyelenggara, Lucky Sugeha memastikan pihaknya akan bertanggung jawab terhadap para korban akibat insiden tersebut.
“Kami akan memberikan bantuan duka kepada korban baik yang meninggal dunia maupun luka dan pastinya dari panitia akan bertanggung jawab,” kata Lucky.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian termasuk untuk memastikan apakah kendaraan mengalami gangguan teknis, kesalahan pengemudi, kondisi lintasan, atau faktor lainnya.
Data korban dalam berita ini juga masih merupakan data sementara dan dapat berubah berdasarkan pembaruan resmi dari rumah sakit maupun pihak berwenang.
#dragrace #kecelakaanmaut #kotamobagu
...
BREAKING NEWS — Kecelakaan maut dilaporkan terjadi dalam ajang Open Tournament TDR Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Mobil peserta drag race dilaporkan kehilangan kendali dan menghantam kerumunan penonton di sekitar pertigaan Lapangan Potondon.
Menurut keterangan awal warga, sedikitnya 16 orang menjadi korban dan enam di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Seluruh korban telah dievakuasi.
Saksi mata menyebut mobil mulai oleng sekitar 300 meter dari titik start sebelum menghantam penonton yang berdiri di tepi lintasan. “Korban sampai terbang ke got,” ujar saksi mata Areng Mokoginta.
Jumlah dan identitas korban masih menunggu konfirmasi resmi kepolisian serta pihak rumah sakit. Penyebab kecelakaan dan standar pengamanan kegiatan juga belum diketahui.
Informasi akan diperbarui setelah ada keterangan resmi.
#BreakingNews #Kotamobagu #Upai #DragRace #SulawesiUtara
BREAKING NEWS — Kecelakaan maut dilaporkan terjadi dalam ajang Open Tournament TDR Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Mobil peserta drag race dilaporkan kehilangan kendali dan menghantam kerumunan penonton di sekitar pertigaan Lapangan Potondon.
Menurut keterangan awal warga, sedikitnya 16 orang menjadi korban dan enam di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Seluruh korban telah dievakuasi.
Saksi mata menyebut mobil mulai oleng sekitar 300 meter dari titik start sebelum menghantam penonton yang berdiri di tepi lintasan. “Korban sampai terbang ke got,” ujar saksi mata Areng Mokoginta.
Jumlah dan identitas korban masih menunggu konfirmasi resmi kepolisian serta pihak rumah sakit. Penyebab kecelakaan dan standar pengamanan kegiatan juga belum diketahui.
Informasi akan diperbarui setelah ada keterangan resmi.
#BreakingNews #Kotamobagu #Upai #DragRace #SulawesiUtara
...
𝐌𝐄𝐍𝐆𝐄𝐍𝐀𝐋 𝐘𝐀𝐊𝐈
Yaki bukan sekadar monyet hitam yang hidup di hutan Sulawesi. Satwa ini adalah salah satu primata endemik yang kini berada di ambang ancaman serius.
Yaki (𝘔𝘢𝘤𝘢𝘤𝘢 𝘯𝘪𝘨𝘳𝘢) hidup secara alami di timur laut Sulawesi, termasuk Manado Tua dan Talise. IUCN menempatkannya dalam kategori Kritis (Critically Endangered/CR). Populasinya diperkirakan telah turun lebih dari 80% dalam tiga generasi atau sekitar 33 tahun, terutama akibat perburuan dan hilangnya habitat.
Beberapa fakta tentang Yaki yang mungkin belum banyak diketahui:
🐒 Sekitar 60% waktunya dihabiskan di tanah. Mereka hidup dalam kelompok multi-jantan dan multi-betina, umumnya berisi 60–80 individu, meski bisa mencapai 100.
🍊 Buah mendominasi pola makannya, sekitar 66%, sementara invertebrata sekitar 32%.
👶 Masa kehamilan Yaki sekitar 175 hari, dengan interval kelahiran sekitar 22 bulan.
🌳 Habitatnya mencakup hutan hujan dataran rendah hingga pegunungan, pada ketinggian sekitar 200–1.200 meter.
🚨 Perburuan untuk konsumsi menjadi ancaman utama, disusul perangkap, perdagangan satwa peliharaan, pertanian, pertambangan, kebakaran, serta degradasi habitat.
🌿 Kawasan Greater Tangkoko disebut sebagai benteng terpenting bagi populasi Yaki yang masih bertahan.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada pertanyaan yang jauh lebih besar: berapa lama Yaki masih akan bertahan di hutan Sulawesi Utara?
Jika ingin mengetahui lebih jauh bagaimana kondisi Yaki saat ini, ancaman yang mereka hadapi, dan upaya konservasi yang sedang dilakukan di Sulawesi Utara, baca Serial Laporan Zonautara.com: 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐀𝐝𝐚, 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐊𝐚𝐩𝐚𝐧? yang tayang di Teras.id.
👉 Baca serial laporannya di: https://s.id/satwasulut01
𝑀𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑎𝑑𝑎. 𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎: 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑛?
#Yaki #MacacaNigra #Konservasi #SatwaSulawesi #PrimataIndonesia
𝐌𝐄𝐍𝐆𝐄𝐍𝐀𝐋 𝐘𝐀𝐊𝐈
Yaki bukan sekadar monyet hitam yang hidup di hutan Sulawesi. Satwa ini adalah salah satu primata endemik yang kini berada di ambang ancaman serius.
Yaki (𝘔𝘢𝘤𝘢𝘤𝘢 𝘯𝘪𝘨𝘳𝘢) hidup secara alami di timur laut Sulawesi, termasuk Manado Tua dan Talise. IUCN menempatkannya dalam kategori Kritis (Critically Endangered/CR). Populasinya diperkirakan telah turun lebih dari 80% dalam tiga generasi atau sekitar 33 tahun, terutama akibat perburuan dan hilangnya habitat.
Beberapa fakta tentang Yaki yang mungkin belum banyak diketahui:
🐒 Sekitar 60% waktunya dihabiskan di tanah. Mereka hidup dalam kelompok multi-jantan dan multi-betina, umumnya berisi 60–80 individu, meski bisa mencapai 100.
🍊 Buah mendominasi pola makannya, sekitar 66%, sementara invertebrata sekitar 32%.
👶 Masa kehamilan Yaki sekitar 175 hari, dengan interval kelahiran sekitar 22 bulan.
🌳 Habitatnya mencakup hutan hujan dataran rendah hingga pegunungan, pada ketinggian sekitar 200–1.200 meter.
🚨 Perburuan untuk konsumsi menjadi ancaman utama, disusul perangkap, perdagangan satwa peliharaan, pertanian, pertambangan, kebakaran, serta degradasi habitat.
🌿 Kawasan Greater Tangkoko disebut sebagai benteng terpenting bagi populasi Yaki yang masih bertahan.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada pertanyaan yang jauh lebih besar: berapa lama Yaki masih akan bertahan di hutan Sulawesi Utara?
Jika ingin mengetahui lebih jauh bagaimana kondisi Yaki saat ini, ancaman yang mereka hadapi, dan upaya konservasi yang sedang dilakukan di Sulawesi Utara, baca Serial Laporan Zonautara.com: 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐀𝐝𝐚, 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐊𝐚𝐩𝐚𝐧? yang tayang di Teras.id.
👉 Baca serial laporannya di: https://s.id/satwasulut01
𝑀𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑎𝑑𝑎. 𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎: 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑛?
#Yaki #MacacaNigra #Konservasi #SatwaSulawesi #PrimataIndonesia
...
Dirgahayu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke-32.
Kami zonautara.com meyakini, AJI tetap menjadi barisan paling depan menjaga kewarasan pers dan jurnalisme di Indonesia.
Aji selalu membersamai mereka yang termajinalkan dan tertindas.
Tetaplah bertahan, bersuara, dan berkarya !!!
#AJI #aliansijurnalisindependen
Dirgahayu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke-32.
Kami zonautara.com meyakini, AJI tetap menjadi barisan paling depan menjaga kewarasan pers dan jurnalisme di Indonesia.
Aji selalu membersamai mereka yang termajinalkan dan tertindas.
Tetaplah bertahan, bersuara, dan berkarya !!!
#AJI #aliansijurnalisindependen
...
Gelombang musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino berintensitas kuat melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi iklim ekstrem ini tak hanya memicu krisis air dan mengancam kegagalan panen pada ratusan hektare lahan pertanian warga, melainkan juga memicu maraknya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai kabupaten dan kota.
Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Aris Yunatas, menyatakan bahwa wilayah Sulawesi Utara mulai memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Berdasarkan pemutakhiran data per 1 Agustus 2026, Hari Tanpa Hujan (HTH) di Sulut didominasi kriteria pendek di 56 lokasi, kriteria panjang di 48 lokasi, serta 13 lokasi HTH sangat panjang yang sudah tidak mengalami hujan lebih dari 60 hari.
“Saat ini El Nino memasuki fase sangat kuat pada Agustus–Oktober 2026. Wilayah Sulut diprediksi didominasi curah hujan rendah dengan peluang sangat tinggi mencapai 80 hingga 90 persen pada Dasarian I Agustus hingga Dasarian I September 2026,” terang Aris.
BMKG pun telah menetapkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis dengan status Siaga di delapan daerah, mencakup Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Siau Tagulandang Biaro, Kota Manado, dan Kota Bitung.
Dampak kemarau mendalam ini memukul keras pada sektor pertanian. Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dinas Pertanian setempat mencatat sebanyak 745,45 hektare lahan persawahan warga yang tersebar di enam kecamatan mengalami kekeringan berat dan terancam gagal panen.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/08/07/sulawesi-utara-dilanda-kemarau-dan-karhutla/
Gelombang musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino berintensitas kuat melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi iklim ekstrem ini tak hanya memicu krisis air dan mengancam kegagalan panen pada ratusan hektare lahan pertanian warga, melainkan juga memicu maraknya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai kabupaten dan kota.
Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Aris Yunatas, menyatakan bahwa wilayah Sulawesi Utara mulai memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Berdasarkan pemutakhiran data per 1 Agustus 2026, Hari Tanpa Hujan (HTH) di Sulut didominasi kriteria pendek di 56 lokasi, kriteria panjang di 48 lokasi, serta 13 lokasi HTH sangat panjang yang sudah tidak mengalami hujan lebih dari 60 hari.
“Saat ini El Nino memasuki fase sangat kuat pada Agustus–Oktober 2026. Wilayah Sulut diprediksi didominasi curah hujan rendah dengan peluang sangat tinggi mencapai 80 hingga 90 persen pada Dasarian I Agustus hingga Dasarian I September 2026,” terang Aris.
BMKG pun telah menetapkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis dengan status Siaga di delapan daerah, mencakup Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Siau Tagulandang Biaro, Kota Manado, dan Kota Bitung.
Dampak kemarau mendalam ini memukul keras pada sektor pertanian. Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dinas Pertanian setempat mencatat sebanyak 745,45 hektare lahan persawahan warga yang tersebar di enam kecamatan mengalami kekeringan berat dan terancam gagal panen.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/08/07/sulawesi-utara-dilanda-kemarau-dan-karhutla/
...
Berikut jadwal Kapal PELNI KM Sinabung untuk Voyage 13.2026 - Agustus 2026.
Lintasan meliputi kapal ini meliputi: Surabaya-Makassar-Bau-Bau-Banggai-Bitung-Ternate-Bacan-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura-Manokwari-Sorong-Bacan-Ternate-Bitung-Banggai-Bau-Bau-Makassar-Surabaya
Info lengkap jadwal kapal PELNI dapat dilihat di sini: https://zonautara.com/tool/infokapal/
#pelni
#jadwalkapal
Berikut jadwal Kapal PELNI KM Sinabung untuk Voyage 13.2026 - Agustus 2026.
Lintasan meliputi kapal ini meliputi: Surabaya-Makassar-Bau-Bau-Banggai-Bitung-Ternate-Bacan-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura-Manokwari-Sorong-Bacan-Ternate-Bitung-Banggai-Bau-Bau-Makassar-Surabaya
Info lengkap jadwal kapal PELNI dapat dilihat di sini: https://zonautara.com/tool/infokapal/
#pelni
#jadwalkapal
...
15 orang warga di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, telah menjadi korban serangan dan gigitan monyet liar.
Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis dan suntik vaksin antirabies, dengan biaya pengobatan yang ditanggung oleh pemerintah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) bersama warga masih melakukan perburuan di lokasi menggunakan senapan angin disertai anjing-anjing pelacak.
Repost dari IG baktiarpakpahan
15 orang warga di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, telah menjadi korban serangan dan gigitan monyet liar.
Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis dan suntik vaksin antirabies, dengan biaya pengobatan yang ditanggung oleh pemerintah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) bersama warga masih melakukan perburuan di lokasi menggunakan senapan angin disertai anjing-anjing pelacak.
Repost dari IG baktiarpakpahan
...
Obrolan Redaksi Zonautara.com membahas dibalik Seri Liputan Konservasi Satwa Kunci Sulawesi Utara: "Mereka Masih Ada, Tapi Sampai Kapan"
Obrolan Redaksi Zonautara.com membahas dibalik Seri Liputan Konservasi Satwa Kunci Sulawesi Utara: "Mereka Masih Ada, Tapi Sampai Kapan" ...
Ratusan ton daging satwa liar, terutama kelelawar, diperdagangkan di Sulawesi Utara setiap tahun. Sebagian pasokannya bahkan didatangkan dari luar provinsi karena populasi lokal terus terkuras.
Namun, sebagian besar kelelawar yang diperdagangkan tidak berstatus dilindungi. Akibatnya, rantai pasokan ini berada di celah kewenangan: pemeriksaan tidak dilakukan setiap hari, tenaga dokter hewan terbatas, sementara berbagai jenis satwa dipotong dan dijual menggunakan peralatan yang sama.
Belum ada wabah zoonosis pada manusia yang terbukti berasal dari pasar-pasar tersebut. Meski demikian, kontak dengan darah, cairan tubuh, dan beragam spesies dalam satu tempat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
Perdagangan satwa liar bukan hanya persoalan konservasi, tetapi juga kesehatan publik. Sudah waktunya celah pengawasan ini ditutup.
📖 Baca liputan lengkapnya di: https://s.id/satwasulut08
💛 Dukung jurnalisme berkualitas Zonautara.com agar kami dapat terus menghadirkan liputan mendalam dan investigasi.
Berlangganan sekarang di: https://s.id/dukungzu
Biaya berlangganan per bulan bahkan tidak lebih mahal dari sebungkus rokok, tetapi dampaknya membantu menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik.
#satwakuncisulut
#satwaliar
#terasid
#konservasi
Ratusan ton daging satwa liar, terutama kelelawar, diperdagangkan di Sulawesi Utara setiap tahun. Sebagian pasokannya bahkan didatangkan dari luar provinsi karena populasi lokal terus terkuras.
Namun, sebagian besar kelelawar yang diperdagangkan tidak berstatus dilindungi. Akibatnya, rantai pasokan ini berada di celah kewenangan: pemeriksaan tidak dilakukan setiap hari, tenaga dokter hewan terbatas, sementara berbagai jenis satwa dipotong dan dijual menggunakan peralatan yang sama.
Belum ada wabah zoonosis pada manusia yang terbukti berasal dari pasar-pasar tersebut. Meski demikian, kontak dengan darah, cairan tubuh, dan beragam spesies dalam satu tempat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
Perdagangan satwa liar bukan hanya persoalan konservasi, tetapi juga kesehatan publik. Sudah waktunya celah pengawasan ini ditutup.
📖 Baca liputan lengkapnya di: https://s.id/satwasulut08
💛 Dukung jurnalisme berkualitas Zonautara.com agar kami dapat terus menghadirkan liputan mendalam dan investigasi.
Berlangganan sekarang di: https://s.id/dukungzu
Biaya berlangganan per bulan bahkan tidak lebih mahal dari sebungkus rokok, tetapi dampaknya membantu menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik.
#satwakuncisulut
#satwaliar
#terasid
#konservasi
...
OBROLAN REDAKSI: DI BALIK LIPUTAN SATWA KUNCI SULAWESI UTARA
Apa yang terjadi ketika lebih dari seratus kamera jebak tidak merekam satu pun babirusa? Mengapa anoa dan babirusa sudah memasuki tahun keempat tanpa rencana aksi konservasi nasional yang berlaku?
Temuan-temuan itu menjadi dasar Zonautara.com menyusun seri liputan 𝐒𝐚𝐭𝐰𝐚 𝐊𝐮𝐧𝐜𝐢 𝐒𝐮𝐥𝐚𝐰𝐞𝐬𝐢 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚: sepuluh tulisan tentang yaki, maleo, anoa, dan babirusa.
Dalam Live Instagram Obrolan Redaksi, kami akan bercerita proses di balik seri ini: perjalanan ke lapangan selama bertahun-tahun, riset dan penelusuran data, permintaan informasi kepada lembaga terkait, hingga berbagai kesenjangan dan perbedaan keterangan yang kami temukan.
Kami juga akan membagikan gambaran tentang apa yang akan pembaca temukan dalam sepuluh tulisan tersebut, serta cerita di balik foto-foto yang hampir seluruhnya merupakan karya tim kami sendiri.
Ikuti Obrolan Redaksi di Live Instagram Zonautara.com:
🗓️ 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐬𝐚, 𝟒 𝐉𝐮𝐥𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟔
🕗 𝐏𝐮𝐤𝐮𝐥 𝟏𝟓:𝟎𝟎 𝐖𝐈𝐓𝐀
📍 𝐈𝐧𝐬𝐭𝐚𝐠𝐫𝐚𝐦 @𝐳𝐨𝐧𝐚𝐮𝐭𝐚𝐫𝐚𝐝𝐨𝐭𝐜𝐨𝐦
Mari melihat lebih dekat bagaimana sebuah liputan panjang dikerjakan, diuji, dan dipertanggungjawabkan kepada pembaca.
#ObrolanTerasTempo
#Konservasi
#Terasid
OBROLAN REDAKSI: DI BALIK LIPUTAN SATWA KUNCI SULAWESI UTARA
Apa yang terjadi ketika lebih dari seratus kamera jebak tidak merekam satu pun babirusa? Mengapa anoa dan babirusa sudah memasuki tahun keempat tanpa rencana aksi konservasi nasional yang berlaku?
Temuan-temuan itu menjadi dasar Zonautara.com menyusun seri liputan 𝐒𝐚𝐭𝐰𝐚 𝐊𝐮𝐧𝐜𝐢 𝐒𝐮𝐥𝐚𝐰𝐞𝐬𝐢 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚: sepuluh tulisan tentang yaki, maleo, anoa, dan babirusa.
Dalam Live Instagram Obrolan Redaksi, kami akan bercerita proses di balik seri ini: perjalanan ke lapangan selama bertahun-tahun, riset dan penelusuran data, permintaan informasi kepada lembaga terkait, hingga berbagai kesenjangan dan perbedaan keterangan yang kami temukan.
Kami juga akan membagikan gambaran tentang apa yang akan pembaca temukan dalam sepuluh tulisan tersebut, serta cerita di balik foto-foto yang hampir seluruhnya merupakan karya tim kami sendiri.
Ikuti Obrolan Redaksi di Live Instagram Zonautara.com:
🗓️ 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐬𝐚, 𝟒 𝐉𝐮𝐥𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟔
🕗 𝐏𝐮𝐤𝐮𝐥 𝟏𝟓:𝟎𝟎 𝐖𝐈𝐓𝐀
📍 𝐈𝐧𝐬𝐭𝐚𝐠𝐫𝐚𝐦 @𝐳𝐨𝐧𝐚𝐮𝐭𝐚𝐫𝐚𝐝𝐨𝐭𝐜𝐨𝐦
Mari melihat lebih dekat bagaimana sebuah liputan panjang dikerjakan, diuji, dan dipertanggungjawabkan kepada pembaca.
#ObrolanTerasTempo
#Konservasi
#Terasid
...
Pasar Inobonto, Bolaang Mongondow terbakar, Minggu 2 Agustus 2026.
Pasar yang tepat dilintasi jalur Trans Sulawesi ini selalu ramai. Wilayah Inobonto selama ini juga dikenal sebagai daerah yang berangin kencang, apalagi saat musim kemarau seperti saat sekarang.
Hingga berit ini ditayangkan pada pukul 15:50 WITA belum diketahui penyebab kebakaran dan kerugian.
#kebakaran
Pasar Inobonto, Bolaang Mongondow terbakar, Minggu 2 Agustus 2026.
Pasar yang tepat dilintasi jalur Trans Sulawesi ini selalu ramai. Wilayah Inobonto selama ini juga dikenal sebagai daerah yang berangin kencang, apalagi saat musim kemarau seperti saat sekarang.
Hingga berit ini ditayangkan pada pukul 15:50 WITA belum diketahui penyebab kebakaran dan kerugian.
#kebakaran
...
Yaki, maleo, anoa, dan babirusa bukan sekadar penghuni hutan Sulawesi. Mereka adalah pekerja yang menjaga hutan tetap hidup.
Yaki menyebarkan biji buah hingga ke tempat yang jauh. Anoa meramban tumbuhan bawah dan ikut memindahkan biji. Babirusa mengaduk tanah saat mencari makan, membuka ruang bagi tumbuhan baru. Maleo menggali tanah dan membawa biji dari buah yang dikonsumsinya.
Pekerjaan itu berlangsung setiap hari, tanpa anggaran, petugas, atau mesin. Namun ketika satwa-satwa ini menghilang, hutan tidak langsung tampak rusak. Pepohonan mungkin masih hijau dan rimbun, tetapi regenerasinya perlahan melemah.
Para ahli menyebut kondisi ini sebagai defaunasi: hutan yang terlihat utuh, tetapi kehilangan satwa kunci yang membuatnya terus memperbarui diri.
Keempat satwa tersebut hanya hidup di Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya. Tidak ada spesies dari tempat lain yang dapat menggantikan pekerjaan ekologis mereka.
Melindungi yaki, maleo, anoa, dan babirusa bukan sekadar menyelamatkan satwa langka. Itu berarti menjaga kemampuan hutan menyediakan air, udara, pangan, dan kehidupan bagi manusia.
Tanpa mereka, yang tersisa mungkin hanyalah hutan hijau yang sunyi, dan perlahan kehilangan kemampuan untuk memulihkan dirinya sendiri.
📖 Baca liputan lengkapnya di: https://s.id/satwasulut07
💛 Dukung jurnalisme berkualitas Zonautara.com agar kami dapat terus menghadirkan liputan mendalam dan investigasi.
Berlangganan sekarang di: https://s.id/dukungzu
Biaya berlangganan per bulan bahkan tidak lebih mahal dari sebungkus rokok, tetapi dampaknya membantu menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik.
#satwakuncisulut
#satwaliar
#terasid
#konservasi
Yaki, maleo, anoa, dan babirusa bukan sekadar penghuni hutan Sulawesi. Mereka adalah pekerja yang menjaga hutan tetap hidup.
Yaki menyebarkan biji buah hingga ke tempat yang jauh. Anoa meramban tumbuhan bawah dan ikut memindahkan biji. Babirusa mengaduk tanah saat mencari makan, membuka ruang bagi tumbuhan baru. Maleo menggali tanah dan membawa biji dari buah yang dikonsumsinya.
Pekerjaan itu berlangsung setiap hari, tanpa anggaran, petugas, atau mesin. Namun ketika satwa-satwa ini menghilang, hutan tidak langsung tampak rusak. Pepohonan mungkin masih hijau dan rimbun, tetapi regenerasinya perlahan melemah.
Para ahli menyebut kondisi ini sebagai defaunasi: hutan yang terlihat utuh, tetapi kehilangan satwa kunci yang membuatnya terus memperbarui diri.
Keempat satwa tersebut hanya hidup di Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya. Tidak ada spesies dari tempat lain yang dapat menggantikan pekerjaan ekologis mereka.
Melindungi yaki, maleo, anoa, dan babirusa bukan sekadar menyelamatkan satwa langka. Itu berarti menjaga kemampuan hutan menyediakan air, udara, pangan, dan kehidupan bagi manusia.
Tanpa mereka, yang tersisa mungkin hanyalah hutan hijau yang sunyi, dan perlahan kehilangan kemampuan untuk memulihkan dirinya sendiri.
📖 Baca liputan lengkapnya di: https://s.id/satwasulut07
💛 Dukung jurnalisme berkualitas Zonautara.com agar kami dapat terus menghadirkan liputan mendalam dan investigasi.
Berlangganan sekarang di: https://s.id/dukungzu
Biaya berlangganan per bulan bahkan tidak lebih mahal dari sebungkus rokok, tetapi dampaknya membantu menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik.
#satwakuncisulut
#satwaliar
#terasid
#konservasi
...
