Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Bagi nelayan, cuaca buruk bukan sekadar berarti kapal tidak berangkat. Setiap hari di darat adalah kesempatan memperoleh pendapatan yang hilang.
Di pesisir Bolaang Mongondow Selatan, Yusuf Biki atau Opa Pulu sudah hampir sebulan lebih banyak berada di darat. Angin selatan yang kencang dan ombak tinggi membuat perjalanan melaut terlalu berbahaya. Ketika kapal berhenti, ia menjahit jaring nelayan lain agar tetap memperoleh penghasilan.
Nelayan lain menghadapi persoalan berbeda. Faisal Pongoliu mengatakan daerah tangkapan yang dahulu sekitar 20 mil laut dari pantai kini dapat bergeser hingga 70 mil laut. Perjalanan yang semakin jauh berarti kebutuhan bahan bakar, es, umpan, dan modal semakin besar, sementara hasil tangkapan tak pernah pasti.
Di daerah yang 81,48 persen desanya berada di pesisir, kerentanan nelayan tidak cukup dibaca dari berapa ton ikan yang berhasil didaratkan. Ada hari-hari ketika kapal tak bisa berangkat, pendapatan berhenti, tetapi biaya makanan, pendidikan, bahan bakar, dan utang tetap berjalan.
Yang hilang bukan hanya ikan. Yang hilang adalah hari kerja, pendapatan, dan semakin sempitnya ruang bagi keluarga nelayan untuk bertahan dari laut.
Selengkapnya baca di: https://s.id/nelayandibolsel
#Bolsel #Nelayan #TelukTomini #Pesisir #KrisisIklim #PerubahanIklim #JurnalismeLingkungan
Bagi nelayan, cuaca buruk bukan sekadar berarti kapal tidak berangkat. Setiap hari di darat adalah kesempatan memperoleh pendapatan yang hilang.
Di pesisir Bolaang Mongondow Selatan, Yusuf Biki atau Opa Pulu sudah hampir sebulan lebih banyak berada di darat. Angin selatan yang kencang dan ombak tinggi membuat perjalanan melaut terlalu berbahaya. Ketika kapal berhenti, ia menjahit jaring nelayan lain agar tetap memperoleh penghasilan.
Nelayan lain menghadapi persoalan berbeda. Faisal Pongoliu mengatakan daerah tangkapan yang dahulu sekitar 20 mil laut dari pantai kini dapat bergeser hingga 70 mil laut. Perjalanan yang semakin jauh berarti kebutuhan bahan bakar, es, umpan, dan modal semakin besar, sementara hasil tangkapan tak pernah pasti.
Di daerah yang 81,48 persen desanya berada di pesisir, kerentanan nelayan tidak cukup dibaca dari berapa ton ikan yang berhasil didaratkan. Ada hari-hari ketika kapal tak bisa berangkat, pendapatan berhenti, tetapi biaya makanan, pendidikan, bahan bakar, dan utang tetap berjalan.
Yang hilang bukan hanya ikan. Yang hilang adalah hari kerja, pendapatan, dan semakin sempitnya ruang bagi keluarga nelayan untuk bertahan dari laut.
Selengkapnya baca di: https://s.id/nelayandibolsel
#Bolsel #Nelayan #TelukTomini #Pesisir #KrisisIklim #PerubahanIklim #JurnalismeLingkungan
...
Bangladesh punya sederet kebiasaan unik yang bikin geleng-geleng kepala.
Salah satu yang paling ekstrem adalah tradisi naik turun kereta yang berjalan cepat demi berebut tempat, bahkan sampai nekat memanjat ke atas atap gerbong.
Kehidupan jalanan di sana juga dipenuhi klakson yang berbunyi tanpa henti sepanjang hari karena dianggap sebagai cara berkomunikasi utama antar-pengendara, bukan tanda bahaya.
Selain itu, aturan lalu lintas di sana sering kali hanya menjadi pajangan karena pejalan kaki dan kendaraan bebas menyeberang dari arah mana saja di tengah kemacetan yang luar biasa padat.
Semua kegilaan ini justru menjadi magnet budaya yang sangat ikonik bagi para pelancong dunia.
#bangladesh
Bangladesh punya sederet kebiasaan unik yang bikin geleng-geleng kepala.
Salah satu yang paling ekstrem adalah tradisi naik turun kereta yang berjalan cepat demi berebut tempat, bahkan sampai nekat memanjat ke atas atap gerbong.
Kehidupan jalanan di sana juga dipenuhi klakson yang berbunyi tanpa henti sepanjang hari karena dianggap sebagai cara berkomunikasi utama antar-pengendara, bukan tanda bahaya.
Selain itu, aturan lalu lintas di sana sering kali hanya menjadi pajangan karena pejalan kaki dan kendaraan bebas menyeberang dari arah mana saja di tengah kemacetan yang luar biasa padat.
Semua kegilaan ini justru menjadi magnet budaya yang sangat ikonik bagi para pelancong dunia.
#bangladesh
...
Banyak destinasi wisata yang bagus di Bolaang Mongondow Raya, sayangnya aksesibilitas menghambat pengembangan. Salah satunya Pantai Molibagu di Bolaang Mongondow Selatan.
Mampir usai menjelajah kampung-kampung di Bolsel
#bolsel
#sunset
#wisata
Banyak destinasi wisata yang bagus di Bolaang Mongondow Raya, sayangnya aksesibilitas menghambat pengembangan. Salah satunya Pantai Molibagu di Bolaang Mongondow Selatan.
Mampir usai menjelajah kampung-kampung di Bolsel
#bolsel
#sunset
#wisata
...
Di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, kemarau membuat petani berjuang mencari air untuk mempertahankan tanaman mereka. Hasan Tungkagi, petani di Desa Babo, telah menghabiskan sekitar 250 liter bahan bakar untuk memompa air. Namun lebih dari empat hektare sawahnya tetap puso. Modal lebih dari Rp20 juta terancam tak kembali.
Di desa yang sama, sekitar 80 hektare sawah diperkirakan mengalami kerugian Rp400 juta. Sementara di Lembah Dumoga—salah satu kawasan lumbung beras utama Sulawesi Utara—petani yang bergantung pada irigasi juga menghadapi debit air yang menyusut dan saluran yang mengering.
Persoalannya tak berhenti pada satu musim gagal panen. Lebih dari separuh jaringan irigasi di Bolaang Mongondow tercatat tidak berada dalam kondisi baik. Di saat bersamaan, biaya produksi meningkat, lahan menghadapi tekanan alih fungsi, dan sebagian generasi muda mulai mempertanyakan masa depan sebagai petani.
Taruhannya bukan hanya berapa ton padi yang hilang tahun ini, melainkan apakah petani masih memiliki cukup air, modal, lahan, dan alasan untuk kembali menanam pada musim berikutnya.
Baca liputan lengkapnya di https://s.id/limbungsawah
#BolaangMongondow
#Pertanian
#Kekeringan
#ElNino
#KetahananPangan
Di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, kemarau membuat petani berjuang mencari air untuk mempertahankan tanaman mereka. Hasan Tungkagi, petani di Desa Babo, telah menghabiskan sekitar 250 liter bahan bakar untuk memompa air. Namun lebih dari empat hektare sawahnya tetap puso. Modal lebih dari Rp20 juta terancam tak kembali.
Di desa yang sama, sekitar 80 hektare sawah diperkirakan mengalami kerugian Rp400 juta. Sementara di Lembah Dumoga—salah satu kawasan lumbung beras utama Sulawesi Utara—petani yang bergantung pada irigasi juga menghadapi debit air yang menyusut dan saluran yang mengering.
Persoalannya tak berhenti pada satu musim gagal panen. Lebih dari separuh jaringan irigasi di Bolaang Mongondow tercatat tidak berada dalam kondisi baik. Di saat bersamaan, biaya produksi meningkat, lahan menghadapi tekanan alih fungsi, dan sebagian generasi muda mulai mempertanyakan masa depan sebagai petani.
Taruhannya bukan hanya berapa ton padi yang hilang tahun ini, melainkan apakah petani masih memiliki cukup air, modal, lahan, dan alasan untuk kembali menanam pada musim berikutnya.
Baca liputan lengkapnya di https://s.id/limbungsawah
#BolaangMongondow
#Pertanian
#Kekeringan
#ElNino
#KetahananPangan
...
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa erupsi beruntun yang terjadi pada enam gunung api aktif di Indonesia tidak saling berkaitan.
Enam gunung yang meletus dalam waktu berdekatan tersebut meliputi Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Kepala PVMBG Rita Susilawati menegaskan bahwa masing-masing gunung memiliki kantong magma yang terpisah sehingga proses vulkanismenya berjalan mandiri.
Fenomena ini dinilai wajar terjadi mengingat Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan total 127 gunung api aktif.
Akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini, status Gunung Sinabung dan Gunung Anak Krakatau kini berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat diimbau untuk tidak panik terhadap isu hoax mengenai keterkaitan antar-gunung dan tetap mematuhi rekomendasi zona aman dari pihak berwenang.
#gunungapi
#erupsi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa erupsi beruntun yang terjadi pada enam gunung api aktif di Indonesia tidak saling berkaitan.
Enam gunung yang meletus dalam waktu berdekatan tersebut meliputi Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Kepala PVMBG Rita Susilawati menegaskan bahwa masing-masing gunung memiliki kantong magma yang terpisah sehingga proses vulkanismenya berjalan mandiri.
Fenomena ini dinilai wajar terjadi mengingat Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan total 127 gunung api aktif.
Akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini, status Gunung Sinabung dan Gunung Anak Krakatau kini berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat diimbau untuk tidak panik terhadap isu hoax mengenai keterkaitan antar-gunung dan tetap mematuhi rekomendasi zona aman dari pihak berwenang.
#gunungapi
#erupsi
...
HUJAN ABU BUKAN SEKADAR DEBU BIASA.
Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan material vulkanik berukuran sangat kecil yang dapat bersifat tajam dan abrasif. Jika terhirup atau mengenai tubuh, abu dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Karena itu, jika wilayah Anda terdampak hujan abu:
😷 Kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker jika harus keluar.
🥽 Lindungi mata dengan kacamata atau goggles. Jangan mengucek mata yang terkena abu.
👕 Gunakan pakaian tertutup untuk mengurangi kontak abu dengan kulit.
💧 Lindungi sumber air minum dari kontaminasi.
🥬 Cuci bersih buah, sayuran, dan bahan makanan sebelum dikonsumsi.
🐄 Pastikan pakan serta air untuk ternak dan hewan peliharaan tidak tercemar abu.
Jika abu masuk ke mata, bilas perlahan dengan air bersih dalam jumlah banyak. Bila nyeri berat, iritasi tidak membaik, atau pandangan menjadi kabur, segera cari pertolongan medis.
🌋 KONDISI TERKINI ANAK KRAKATAU
Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi tertanggal 5 September 2026, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (SIAGA). Masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung serta mewaspadai potensi awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD serta informasi resmi pemerintah.
Simpan postingan ini dan bagikan kepada keluarga atau warga yang membutuhkan. Informasi sederhana seperti cara melindungi mata, pernapasan, air, dan makanan bisa sangat penting saat hujan abu terjadi.
📌 Sumber:
- Badan Geologi / PVMBG, Kementerian ESDM — Laporan Khusus Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau, 5 September 2026
MAGMA Indonesia.
- Daryono Edukator Kebencanaan @daryono_edukator_kebencanaan
Informasi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek pembaruan dari Badan Geologi/PVMBG, MAGMA Indonesia, dan BPBD setempat.
#AnakKrakatau #GunungAnakKrakatau #HujanAbu #AbuVulkanik #Erupsi #MitigasiBencana
HUJAN ABU BUKAN SEKADAR DEBU BIASA.
Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan material vulkanik berukuran sangat kecil yang dapat bersifat tajam dan abrasif. Jika terhirup atau mengenai tubuh, abu dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Karena itu, jika wilayah Anda terdampak hujan abu:
😷 Kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker jika harus keluar.
🥽 Lindungi mata dengan kacamata atau goggles. Jangan mengucek mata yang terkena abu.
👕 Gunakan pakaian tertutup untuk mengurangi kontak abu dengan kulit.
💧 Lindungi sumber air minum dari kontaminasi.
🥬 Cuci bersih buah, sayuran, dan bahan makanan sebelum dikonsumsi.
🐄 Pastikan pakan serta air untuk ternak dan hewan peliharaan tidak tercemar abu.
Jika abu masuk ke mata, bilas perlahan dengan air bersih dalam jumlah banyak. Bila nyeri berat, iritasi tidak membaik, atau pandangan menjadi kabur, segera cari pertolongan medis.
🌋 KONDISI TERKINI ANAK KRAKATAU
Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi tertanggal 5 September 2026, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (SIAGA). Masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung serta mewaspadai potensi awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD serta informasi resmi pemerintah.
Simpan postingan ini dan bagikan kepada keluarga atau warga yang membutuhkan. Informasi sederhana seperti cara melindungi mata, pernapasan, air, dan makanan bisa sangat penting saat hujan abu terjadi.
📌 Sumber:
- Badan Geologi / PVMBG, Kementerian ESDM — Laporan Khusus Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau, 5 September 2026
MAGMA Indonesia.
- Daryono Edukator Kebencanaan @daryono_edukator_kebencanaan
Informasi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek pembaruan dari Badan Geologi/PVMBG, MAGMA Indonesia, dan BPBD setempat.
#AnakKrakatau #GunungAnakKrakatau #HujanAbu #AbuVulkanik #Erupsi #MitigasiBencana
...
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasionalisasi penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ditutup sementara. Sebanyak 33 penerbangan terdampak, 16 di antaranya berupa pembatalan penerbangan internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (6/9/2026) dini hari, mengatakan, pihaknya terus memantau dan berkoordinasi intensif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasionalisasi penerbangan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta (CGK).
#krakatau
#erupsi
#bandara
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasionalisasi penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ditutup sementara. Sebanyak 33 penerbangan terdampak, 16 di antaranya berupa pembatalan penerbangan internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (6/9/2026) dini hari, mengatakan, pihaknya terus memantau dan berkoordinasi intensif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasionalisasi penerbangan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta (CGK).
#krakatau
#erupsi
#bandara
...
Informasi terkini kondisi Gunung Anak Krakatau per 6 September 2026 menunjukkan status Level III atau Siaga yang berlaku sejak 2 Juli 2026.
Gunung ini masih aktif dengan erupsi bersifat fluktuatif tipe Strombolian. Pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB terjadi erupsi menerus disertai fenomena lava fountain atau semburan lava merah menyala serta suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Pasauran.
Aktivitas berlanjut hingga pagi 5 September, lalu pada 6 September dini hari pukul 03.53 WIB tercatat lagi satu letusan dengan amplitudo 46 mm dan durasi 30 detik. Sejak status dinaikkan ke Siaga, sudah terjadi ratusan kali erupsi dengan kolom abu umumnya 100 hingga 400 meter.
Potensi bahaya utama berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Potensi tsunami dinilai sangat kecil karena tubuh gunung yang tumbuh kembali pasca keruntuhan 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi longsor besar seperti peristiwa Desember 2018.
PVMBG terus memantau secara intensif melalui Pos Kalianda dan Pos Pasauran. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta hanya mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.
Informasi terkini kondisi Gunung Anak Krakatau per 6 September 2026 menunjukkan status Level III atau Siaga yang berlaku sejak 2 Juli 2026.
Gunung ini masih aktif dengan erupsi bersifat fluktuatif tipe Strombolian. Pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB terjadi erupsi menerus disertai fenomena lava fountain atau semburan lava merah menyala serta suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Pasauran.
Aktivitas berlanjut hingga pagi 5 September, lalu pada 6 September dini hari pukul 03.53 WIB tercatat lagi satu letusan dengan amplitudo 46 mm dan durasi 30 detik. Sejak status dinaikkan ke Siaga, sudah terjadi ratusan kali erupsi dengan kolom abu umumnya 100 hingga 400 meter.
Potensi bahaya utama berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Potensi tsunami dinilai sangat kecil karena tubuh gunung yang tumbuh kembali pasca keruntuhan 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi longsor besar seperti peristiwa Desember 2018.
PVMBG terus memantau secara intensif melalui Pos Kalianda dan Pos Pasauran. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta hanya mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.
...
Antrean panjang kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer masih terjadi di berbagai SPBU wilayah Sulawesi Utara, terutama di Kota Manado dan Kotamobagu.
Antrean tidak normal ini telah memaksa para sopir angkutan logistik mengantre sejak subuh hingga berjam-jam demi mendapatkan pasokan solar subsidi dan BBM subsidi lainnya.
Ketimpangan harga yang tajam antara bahan bakar bersubsidi dan non-subsidi memicu lonjakan konsumsi pada satu jenis BBM, sementara keterlambatan distribusi dan sorotan publik atas dugaan praktik penimbunan kian memperparah situasi di lapangan.
Menyikapi keresahan warga, pemerintah daerah setempat seperti Pemkot Kotamobagu langsung menggelar rapat koordinasi bersama pengelola SPBU guna memperketat pengawasan distribusi dan menertibkan barisan antrean.
Dampak dari krisis antrean BBM ini dirasakan secara berlapis oleh masyarakat dan perekonomian lokal. Dari sisi lalu lintas, barisan kenderaan terutama truk yang memakan bahu jalan memicu kemacetan parah di ruas-ruas utama sekitar SPBU.
Di sektor ekonomi dan logistik, para pengemudi kehilangan jam kerja produktif, yang berujung pada keterlambatan rantai pasok distribusi barang antarwilayah di Sulawesi Utara.
Selain itu, situasi ini berisiko memicu lonjakan biaya operasional logistik, potensi kelangkaan komoditas di pasar, serta memancing keresahan sosial akibat terganggunya mobilitas harian warga.
#bbm
#spbu
Antrean panjang kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer masih terjadi di berbagai SPBU wilayah Sulawesi Utara, terutama di Kota Manado dan Kotamobagu.
Antrean tidak normal ini telah memaksa para sopir angkutan logistik mengantre sejak subuh hingga berjam-jam demi mendapatkan pasokan solar subsidi dan BBM subsidi lainnya.
Ketimpangan harga yang tajam antara bahan bakar bersubsidi dan non-subsidi memicu lonjakan konsumsi pada satu jenis BBM, sementara keterlambatan distribusi dan sorotan publik atas dugaan praktik penimbunan kian memperparah situasi di lapangan.
Menyikapi keresahan warga, pemerintah daerah setempat seperti Pemkot Kotamobagu langsung menggelar rapat koordinasi bersama pengelola SPBU guna memperketat pengawasan distribusi dan menertibkan barisan antrean.
Dampak dari krisis antrean BBM ini dirasakan secara berlapis oleh masyarakat dan perekonomian lokal. Dari sisi lalu lintas, barisan kenderaan terutama truk yang memakan bahu jalan memicu kemacetan parah di ruas-ruas utama sekitar SPBU.
Di sektor ekonomi dan logistik, para pengemudi kehilangan jam kerja produktif, yang berujung pada keterlambatan rantai pasok distribusi barang antarwilayah di Sulawesi Utara.
Selain itu, situasi ini berisiko memicu lonjakan biaya operasional logistik, potensi kelangkaan komoditas di pasar, serta memancing keresahan sosial akibat terganggunya mobilitas harian warga.
#bbm
#spbu
...
SEPTEMBER KELAN UNTUK PROGRAM MBG
Hanya dalam 3 hari pertama September 2026, lebih dari 2.200 siswa dan guru di berbagai daerah menjadi korban dugaan keracunan massal setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (mbg). Angka yang beredar di publik mencapai 2.284 orang.
Rinciannya:
• Lasem, Rembang (Jawa Tengah) sebanyak 777 korban
• Sidoarjo (Jawa Timur) ada sekitar 666–730 korban
• Agam (Sumatera Barat) tercatat 334 korban
• Jombang (Jawa Timur) dilaporkan 256 korban
• Tana Toraja (Sulawesi Selatan) ada sekitar 150 korban
• Nganjuk (Jawa Timur) puluhan hingga mendekati 100 (data masih bergerak)
Gejala yang muncul hampir seragam: mual, muntah, diare, pusing, hingga lemas. Banyak yang harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Beberapa SPPG langsung disuspend, tapi pertanyaan besar tetap sama: kenapa kasus seperti ini terus berulang?
Program yang digadang-gadang untuk memperbaiki gizi anak justru berulang kali membuat mereka sakit. Evaluasi sudah dilakukan berkali-kali, SOP sudah diperketat, tapi korban tetap berjatuhan. Sampai kapan anak-anak kita jadi “uji coba” sistem yang belum siap?
Keselamatan dan keamanan pangan bukan formalitas. Anak-anak berhak mendapat makanan bergizi yang aman, bukan yang mengirim mereka ke IGD.
Semoga semua korban segera pulih total. Dan semoga pemerintah benar-benar serius memperbaiki, bukan sekadar “evaluasi” lagi setelah ada korban baru.
#MBG #KeracunanMBG #AnakIndonesia #KeamananPangan
SEPTEMBER KELAN UNTUK PROGRAM MBG
Hanya dalam 3 hari pertama September 2026, lebih dari 2.200 siswa dan guru di berbagai daerah menjadi korban dugaan keracunan massal setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (mbg). Angka yang beredar di publik mencapai 2.284 orang.
Rinciannya:
• Lasem, Rembang (Jawa Tengah) sebanyak 777 korban
• Sidoarjo (Jawa Timur) ada sekitar 666–730 korban
• Agam (Sumatera Barat) tercatat 334 korban
• Jombang (Jawa Timur) dilaporkan 256 korban
• Tana Toraja (Sulawesi Selatan) ada sekitar 150 korban
• Nganjuk (Jawa Timur) puluhan hingga mendekati 100 (data masih bergerak)
Gejala yang muncul hampir seragam: mual, muntah, diare, pusing, hingga lemas. Banyak yang harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Beberapa SPPG langsung disuspend, tapi pertanyaan besar tetap sama: kenapa kasus seperti ini terus berulang?
Program yang digadang-gadang untuk memperbaiki gizi anak justru berulang kali membuat mereka sakit. Evaluasi sudah dilakukan berkali-kali, SOP sudah diperketat, tapi korban tetap berjatuhan. Sampai kapan anak-anak kita jadi “uji coba” sistem yang belum siap?
Keselamatan dan keamanan pangan bukan formalitas. Anak-anak berhak mendapat makanan bergizi yang aman, bukan yang mengirim mereka ke IGD.
Semoga semua korban segera pulih total. Dan semoga pemerintah benar-benar serius memperbaiki, bukan sekadar “evaluasi” lagi setelah ada korban baru.
#MBG #KeracunanMBG #AnakIndonesia #KeamananPangan
...
Ketika Deteksi Hotspot Indonesia Memuncak
Tim Data ZONAUTARA.com mengolah data satelit NASA FIRMS untuk melihat bagaimana deteksi hotspot berubah dari hari ke hari di Indonesia sepanjang 2026.
Dari dataset VIIRS NOAA-21 periode 1 Januari–30 Agustus 2026, kami menganalisis 195.722 deteksi hotspot.
Temuan utamanya:
🔥 Ada 133.261 deteksi terjadi pada 1–30 Agustus
📊 Itu berarti sekitar 68% dari seluruh deteksi dalam dataset Januari–Agustus
📈 Juli mencatat 27.567 deteksi, sementara Agustus hampir 4,8 kali lebih tinggi
🚨 Puncak terjadi pada 29 Agustus 2026 dengan 10.927 deteksi dalam satu hari
Apa yang kami kerjakan?
Kami mengumpulkan data NASA FIRMS, memeriksa tanggal dan koordinat, menghitung tren harian, akumulasi dan rata-rata bergerak, lalu mengubahnya menjadi peta interaktif dan grafik harian agar pembaca bisa melihat kapan dan di mana lonjakan terjadi.
Untuk menjaga performa web, titik pada peta dikelompokkan ke grid 0,25° atau sekitar 25–28 km. Ini hanya untuk visualisasi dan tidak mengubah jumlah deteksi harian.
Penting! Satu hotspot bukan berarti satu kebakaran. Satu kejadian dapat terdeteksi lebih dari sekali, dan anomali termal juga dapat berasal dari sumber panas persisten seperti aktivitas vulkanik atau industri.
Karena itu, kami memakai istilah deteksi hotspot atau anomali termal satelit, bukan “jumlah kebakaran”.
Fitur penyaringan grid persisten 60 hari di dashboard bersifat eksperimental, bukan klasifikasi resmi karhutla.
Data yang digunakan merupakan produk Near Real-Time (NRT) dan analisis ini berhenti pada 30 Agustus 2026.
📍 Lihat dashboard interaktifnya: s.id/zuhotspot
Mainkan peta, geser timeline, dan telusuri grafik hari demi hari.
Analisis data dan visualisasi: Tim Data ZONAUTARA.com / Ronny Adolof Buol
#JurnalismeData #DataJournalism #Hotspot #Karhutla #DataVisualization #Indonesia2026
Ketika Deteksi Hotspot Indonesia Memuncak
Tim Data ZONAUTARA.com mengolah data satelit NASA FIRMS untuk melihat bagaimana deteksi hotspot berubah dari hari ke hari di Indonesia sepanjang 2026.
Dari dataset VIIRS NOAA-21 periode 1 Januari–30 Agustus 2026, kami menganalisis 195.722 deteksi hotspot.
Temuan utamanya:
🔥 Ada 133.261 deteksi terjadi pada 1–30 Agustus
📊 Itu berarti sekitar 68% dari seluruh deteksi dalam dataset Januari–Agustus
📈 Juli mencatat 27.567 deteksi, sementara Agustus hampir 4,8 kali lebih tinggi
🚨 Puncak terjadi pada 29 Agustus 2026 dengan 10.927 deteksi dalam satu hari
Apa yang kami kerjakan?
Kami mengumpulkan data NASA FIRMS, memeriksa tanggal dan koordinat, menghitung tren harian, akumulasi dan rata-rata bergerak, lalu mengubahnya menjadi peta interaktif dan grafik harian agar pembaca bisa melihat kapan dan di mana lonjakan terjadi.
Untuk menjaga performa web, titik pada peta dikelompokkan ke grid 0,25° atau sekitar 25–28 km. Ini hanya untuk visualisasi dan tidak mengubah jumlah deteksi harian.
Penting! Satu hotspot bukan berarti satu kebakaran. Satu kejadian dapat terdeteksi lebih dari sekali, dan anomali termal juga dapat berasal dari sumber panas persisten seperti aktivitas vulkanik atau industri.
Karena itu, kami memakai istilah deteksi hotspot atau anomali termal satelit, bukan “jumlah kebakaran”.
Fitur penyaringan grid persisten 60 hari di dashboard bersifat eksperimental, bukan klasifikasi resmi karhutla.
Data yang digunakan merupakan produk Near Real-Time (NRT) dan analisis ini berhenti pada 30 Agustus 2026.
📍 Lihat dashboard interaktifnya: s.id/zuhotspot
Mainkan peta, geser timeline, dan telusuri grafik hari demi hari.
Analisis data dan visualisasi: Tim Data ZONAUTARA.com / Ronny Adolof Buol
#JurnalismeData #DataJournalism #Hotspot #Karhutla #DataVisualization #Indonesia2026
...
Banjir bandang dan tanah longsor melanda Provinsi Fujian, China akibat hantaman Topan Saudel yang kembali mendarat pada Kamis pagi, 3 September 2026, sekitar pukul 05.30 WIB (06.30 waktu setempat).
Hujan ekstrem ini menyebabkan genangan air parah hingga setinggi lantai satu bangunan. Wilayah Fuding mencatatkan curah hujan kumulatif harian tertinggi yang mencapai 417,8 mm.
Hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB, sebanyak 83.000 warga di area rawan telah berhasil dievakuasi ke tempat aman. Dampak banjir paling signifikan merendam wilayah Ningde (termasuk Fuding dan Fu`an), Fuzhou, Zhangzhou, serta Quanzhou.
Otoritas setempat menaikkan status darurat banjir ke Level II serta menghentikan sementara aktivitas sekolah, menutup 158 objek wisata, dan membatalkan 657 layanan transportasi umum. Petugas penyelamat masih terus bersiaga menggunakan drone dan perahu karet karena hujan lebat diprediksi masih akan berlanjut hingga Jumat besok.
#fujian
#bencanaglobal
#china
Banjir bandang dan tanah longsor melanda Provinsi Fujian, China akibat hantaman Topan Saudel yang kembali mendarat pada Kamis pagi, 3 September 2026, sekitar pukul 05.30 WIB (06.30 waktu setempat).
Hujan ekstrem ini menyebabkan genangan air parah hingga setinggi lantai satu bangunan. Wilayah Fuding mencatatkan curah hujan kumulatif harian tertinggi yang mencapai 417,8 mm.
Hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB, sebanyak 83.000 warga di area rawan telah berhasil dievakuasi ke tempat aman. Dampak banjir paling signifikan merendam wilayah Ningde (termasuk Fuding dan Fu`an), Fuzhou, Zhangzhou, serta Quanzhou.
Otoritas setempat menaikkan status darurat banjir ke Level II serta menghentikan sementara aktivitas sekolah, menutup 158 objek wisata, dan membatalkan 657 layanan transportasi umum. Petugas penyelamat masih terus bersiaga menggunakan drone dan perahu karet karena hujan lebat diprediksi masih akan berlanjut hingga Jumat besok.
#fujian
#bencanaglobal
#china
...
