Menambang hidup di tanah sendiri
Perputaran uang dari tambang tradisional di Tanoyan Selatan menembus angka fantastis, diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar setiap harinya.
FOKUS: Banjir Bandang Bolaang Mongondow
Banjir bandang menerjang 4 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow. Banjir yang datang tiba-tiba pada Selasa sore, 27 Mei 2026 itu, berdampak pada ratusan rumah warga.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Di bawah terpal biru yang memudar di kawasan perkebunan Lingkobungon, Tanoyan Selatan, sebuah lubang menganga selebar satu meter persegi. Di sanalah Elpan Mangkio, 25 tahun, menengadahkan tangan, merapal doa sebelum tubuhnya ditelan kegelapan perut bumi sejauh puluhan meter. Ia dan ribuan penambang lainnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, tak pernah meminta muluk-muluk dari negara. Mereka hanya ingin menggali di tanah yang diwariskan leluhur mereka, bertahan hidup dari urat-urat kuarsa yang menjanjikan serpihan emas.
Namun, di mata hukum formal, keberanian Elpan dan kawan-kawannya dilabeli dengan satu kata “ilegal” dan kadang diperlakukan sebagai “kriminal”. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), aktivitas mereka dikategorikan sebagai Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Ancaman penjara tak main-main, hingga lima tahun, ditambah denda maksimal Rp 100 miliar.
Konstitusi dengan tegas menyatakan bahwa bumi dan isinya dikuasai negara, membuat kepemilikan sertifikat tanah tidak serta-merta memberikan hak bagi warga untuk mengeruk mineral di dalamnya.
Di titik inilah ironi terbesar pertambangan tradisional seperti di Tanoyan bermula.
Sebuah ekosistem yang menopang ribuan nyawa berbenturan keras dengan tembok birokrasi, regulasi yang sentralistik, dan ketakutan institusional. Berbagai pihak, mulai dari aparat pemerintah daerah, wakil rakyat, aktivis lingkungan, hingga pakar ekonomi, memandang fenomena ini dari lensa yang saling bertolak belakang.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah08
#terasid
#tambangemas
#tambangtanoyan
#bolmong
Di bawah terpal biru yang memudar di kawasan perkebunan Lingkobungon, Tanoyan Selatan, sebuah lubang menganga selebar satu meter persegi. Di sanalah Elpan Mangkio, 25 tahun, menengadahkan tangan, merapal doa sebelum tubuhnya ditelan kegelapan perut bumi sejauh puluhan meter. Ia dan ribuan penambang lainnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, tak pernah meminta muluk-muluk dari negara. Mereka hanya ingin menggali di tanah yang diwariskan leluhur mereka, bertahan hidup dari urat-urat kuarsa yang menjanjikan serpihan emas.
Namun, di mata hukum formal, keberanian Elpan dan kawan-kawannya dilabeli dengan satu kata “ilegal” dan kadang diperlakukan sebagai “kriminal”. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), aktivitas mereka dikategorikan sebagai Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Ancaman penjara tak main-main, hingga lima tahun, ditambah denda maksimal Rp 100 miliar.
Konstitusi dengan tegas menyatakan bahwa bumi dan isinya dikuasai negara, membuat kepemilikan sertifikat tanah tidak serta-merta memberikan hak bagi warga untuk mengeruk mineral di dalamnya.
Di titik inilah ironi terbesar pertambangan tradisional seperti di Tanoyan bermula.
Sebuah ekosistem yang menopang ribuan nyawa berbenturan keras dengan tembok birokrasi, regulasi yang sentralistik, dan ketakutan institusional. Berbagai pihak, mulai dari aparat pemerintah daerah, wakil rakyat, aktivis lingkungan, hingga pakar ekonomi, memandang fenomena ini dari lensa yang saling bertolak belakang.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah08
#terasid
#tambangemas
#tambangtanoyan
#bolmong
...
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Solimandungan II, Bolaang Mongondow ikut terdampak banjir bandang yang terjadi pada Selasa, 27 Mei 2026.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak bencana ini cukup besar. Data sementara hasil kaji cepat BPBD Bolmong mencatat sebanyak 134 unit rumah terdampak dengan total 181 kepala keluarga atau 601 jiwa.
Rinciannya, Desa Komangaan sebanyak 11 rumah terdampak dengan 14 KK atau 48 jiwa. Desa Solimandungan I sebanyak 19 rumah dengan 24 KK atau 89 jiwa, termasuk 11 balita dan 6 lansia.
Sementara Desa Solimandungan II menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 103 rumah, 142 KK, dan 460 jiwa. Di desa ini juga tercatat terdapat 44 balita, 50 lansia, dan 3 ibu hamil. Selain itu, terdapat 2 rumah mengalami rusak berat, 2 rusak sedang, dan 8 rusak ringan, seluruhnya pada bagian dapur rumah warga.
Sedangkan di Desa Solimandungan Baru tercatat 1 rumah terdampak dengan 1 KK atau 4 jiwa.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum ikut terdampak antara lain Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, Pustu Desa Solimandungan II, serta satu gedung TK.
#banjirbolmong
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Solimandungan II, Bolaang Mongondow ikut terdampak banjir bandang yang terjadi pada Selasa, 27 Mei 2026.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak bencana ini cukup besar. Data sementara hasil kaji cepat BPBD Bolmong mencatat sebanyak 134 unit rumah terdampak dengan total 181 kepala keluarga atau 601 jiwa.
Rinciannya, Desa Komangaan sebanyak 11 rumah terdampak dengan 14 KK atau 48 jiwa. Desa Solimandungan I sebanyak 19 rumah dengan 24 KK atau 89 jiwa, termasuk 11 balita dan 6 lansia.
Sementara Desa Solimandungan II menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 103 rumah, 142 KK, dan 460 jiwa. Di desa ini juga tercatat terdapat 44 balita, 50 lansia, dan 3 ibu hamil. Selain itu, terdapat 2 rumah mengalami rusak berat, 2 rusak sedang, dan 8 rusak ringan, seluruhnya pada bagian dapur rumah warga.
Sedangkan di Desa Solimandungan Baru tercatat 1 rumah terdampak dengan 1 KK atau 4 jiwa.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum ikut terdampak antara lain Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, Pustu Desa Solimandungan II, serta satu gedung TK.
#banjirbolmong
...
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan, menjelaskan bahwa banjir bandang yang terjadi di Bolmong melanda 4 desa yakni Desa Solimandungan I, Desa Solimandungan II, Desa Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terdampak. Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat BPBD Bolmong, total sebanyak 134 unit rumah terdampak dengan jumlah 181 kepala keluarga atau 601 jiwa.
Rinciannya, di Desa Komangaan tercatat 11 rumah terdampak dengan 14 kepala keluarga atau 48 jiwa. Di Desa Solimandungan I, sebanyak 19 rumah terdampak yang dihuni 24 kepala keluarga atau 89 jiwa, termasuk 11 balita dan enam lansia.
Sementara itu, Desa Solimandungan II menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 103 rumah terdampak yang dihuni 142 kepala keluarga atau 460 jiwa. Di desa tersebut juga terdapat 44 balita, 50 lansia, dan tiga ibu hamil yang ikut terdampak bencana. Selain itu, dua rumah mengalami rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan, dengan kerusakan dominan pada bagian dapur Sedangkan di Desa Solimandungan Baru, satu rumah milik satu kepala keluarga dengan empat jiwa turut terdampak.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami dampak banjir, di antaranya Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, puskesmas pembantu (Pustu), dan sebuah gedung taman kanak-kanak.
BPBD Bolmong bersama instansi terkait langsung melakukan penanganan darurat di lokasi bencana. Abdul Muin mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUPR untuk membersihkan material kayu dan lumpur yang menutup aliran sungai menggunakan alat berat. BPBD turut meminta dukungan dua unit tangki air bersih dan tandon portable kepada BPPW Sulawesi Utara serta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I guna normalisasi aliran sungai.
#banjirbolmong
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan, menjelaskan bahwa banjir bandang yang terjadi di Bolmong melanda 4 desa yakni Desa Solimandungan I, Desa Solimandungan II, Desa Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terdampak. Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat BPBD Bolmong, total sebanyak 134 unit rumah terdampak dengan jumlah 181 kepala keluarga atau 601 jiwa.
Rinciannya, di Desa Komangaan tercatat 11 rumah terdampak dengan 14 kepala keluarga atau 48 jiwa. Di Desa Solimandungan I, sebanyak 19 rumah terdampak yang dihuni 24 kepala keluarga atau 89 jiwa, termasuk 11 balita dan enam lansia.
Sementara itu, Desa Solimandungan II menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 103 rumah terdampak yang dihuni 142 kepala keluarga atau 460 jiwa. Di desa tersebut juga terdapat 44 balita, 50 lansia, dan tiga ibu hamil yang ikut terdampak bencana. Selain itu, dua rumah mengalami rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan, dengan kerusakan dominan pada bagian dapur Sedangkan di Desa Solimandungan Baru, satu rumah milik satu kepala keluarga dengan empat jiwa turut terdampak.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami dampak banjir, di antaranya Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, puskesmas pembantu (Pustu), dan sebuah gedung taman kanak-kanak.
BPBD Bolmong bersama instansi terkait langsung melakukan penanganan darurat di lokasi bencana. Abdul Muin mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUPR untuk membersihkan material kayu dan lumpur yang menutup aliran sungai menggunakan alat berat. BPBD turut meminta dukungan dua unit tangki air bersih dan tandon portable kepada BPPW Sulawesi Utara serta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I guna normalisasi aliran sungai.
#banjirbolmong
...
Banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, pada Selasa, 27 Mei 2026, menyisakan lumpur dan material kayu di permukiman warga. Desa yang terdampak yakni Komangaan, Solimandungan Baru, Solimandungan I, dan Solimandungan II, dengan kondisi terparah terjadi di Solimandungan II.
Sedikitnya 125 rumah di Solimandungan II terdampak banjir. Arus air datang dari kawasan pegunungan dan meluap melalui Sungai Botuk yang berhulu di wilayah perkebunan Gunung Botuk. Material yang terbawa arus tidak hanya lumpur, tetapi juga batang kelapa, pohon pisang, dan potongan kayu berukuran besar yang masuk hingga ke dalam rumah warga.
Warga sempat panik ketika air datang secara tiba-tiba. Orang-orang yang berada di langsung berhamburan menyelamatkan diri saat arus mulai memasuki rumah-rumah warga. Hingga Rabu sore banyak rumah masih dipenuhi lumpur dan kayu yang terbawa banjir. Warga terlihat membersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara gotong royong.
Berdasarkan pantauan Zonautara.com, warga bersama ASN, personel TNI, dan Polri melakukan kerja bakti membersihkan lumpur dan material kayu yang menutupi akses jalan serta halaman rumah warga.
#banjirbolmong
Banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, pada Selasa, 27 Mei 2026, menyisakan lumpur dan material kayu di permukiman warga. Desa yang terdampak yakni Komangaan, Solimandungan Baru, Solimandungan I, dan Solimandungan II, dengan kondisi terparah terjadi di Solimandungan II.
Sedikitnya 125 rumah di Solimandungan II terdampak banjir. Arus air datang dari kawasan pegunungan dan meluap melalui Sungai Botuk yang berhulu di wilayah perkebunan Gunung Botuk. Material yang terbawa arus tidak hanya lumpur, tetapi juga batang kelapa, pohon pisang, dan potongan kayu berukuran besar yang masuk hingga ke dalam rumah warga.
Warga sempat panik ketika air datang secara tiba-tiba. Orang-orang yang berada di langsung berhamburan menyelamatkan diri saat arus mulai memasuki rumah-rumah warga. Hingga Rabu sore banyak rumah masih dipenuhi lumpur dan kayu yang terbawa banjir. Warga terlihat membersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara gotong royong.
Berdasarkan pantauan Zonautara.com, warga bersama ASN, personel TNI, dan Polri melakukan kerja bakti membersihkan lumpur dan material kayu yang menutupi akses jalan serta halaman rumah warga.
#banjirbolmong
...
Bencana terus berulang, dan kita tidak mau belajar menjadi lebih baik. Kami sering turun meliput bencana, dan terus menyaksikan bahwa semua stakeholder turun ketika bencana datang, lalu setelah itu menghilang dan tak tampak ramai saat pencegahan.
Tanpa menyalahkan pihak lain, mari kita renungkan, apa yang seharusnya kita kerjakan bersama untuk mencega bencana seperti ini tidak lagi terulang di masa depan.
Sudah waktunya menyingkirkan ego sektoral, dan bekerja kolaboratif.
#banjirbolmong
Bencana terus berulang, dan kita tidak mau belajar menjadi lebih baik. Kami sering turun meliput bencana, dan terus menyaksikan bahwa semua stakeholder turun ketika bencana datang, lalu setelah itu menghilang dan tak tampak ramai saat pencegahan.
Tanpa menyalahkan pihak lain, mari kita renungkan, apa yang seharusnya kita kerjakan bersama untuk mencega bencana seperti ini tidak lagi terulang di masa depan.
Sudah waktunya menyingkirkan ego sektoral, dan bekerja kolaboratif.
#banjirbolmong
...
Banjir bandang yang terjadi di beberapa desa di Bolaang Mongondow mengakibatkan ratusan rumah warga rusak. Puluhan rumah nampak rusak cukup parah. Saat ini Pemkab Bolmong sedang menangani dampak bencana.
#banjirbolmong
Banjir bandang yang terjadi di beberapa desa di Bolaang Mongondow mengakibatkan ratusan rumah warga rusak. Puluhan rumah nampak rusak cukup parah. Saat ini Pemkab Bolmong sedang menangani dampak bencana.
#banjirbolmong
...
Beginilah rumah warga yang diterjang banjir bandang di Solimandungan, Bolaang Mongondow.
Banjir terjadi pada Selasa 27 Mei 2026, sore menjelang malam.
#banjirbolmong
Beginilah rumah warga yang diterjang banjir bandang di Solimandungan, Bolaang Mongondow.
Banjir terjadi pada Selasa 27 Mei 2026, sore menjelang malam.
#banjirbolmong
...
Kondisi di 4 desa yang dilanda banjir bandang di Bolaang Mongondow, Rabu 28 Mei 2026.
#banjirbolmong
Kondisi di 4 desa yang dilanda banjir bandang di Bolaang Mongondow, Rabu 28 Mei 2026.
#banjirbolmong
...
Febrianto Tangahu, punya dua peran sekaligus ketika ia berbicara tentang tambang. Yang pertama adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow dari Fraksi NasDem, terpilih dari Daerah Pemilihan 4 Kecamatan Lolayan, wilayah di mana Tanoyan Selatan berada dan sebagian besar lubang-lubang tambang rakyat yang menjadi fokus serial liputan ini. Yang kedua, sebagaimana ia akui di awal percakapan, adalah seorang yang berlatar belakang penambang. Dua peran itu, dalam konteks Lolayan, sulit dipisahkan.
Tim Zonautara.com menghubungi dia pada Jumat, 15 Mei 2026, untuk meminta komentarnya mengenai kebijakan yang sedang berjalan di tingkat nasional dan provinsi: rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Pada awal 2026, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, mengusulkan sebanyak 232 titik WPR kepada pemerintah pusat. Setelah proses verifikasi dan evaluasi bersama Komisi XII DPR RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui 63 blok WPR komoditas emas untuk Sulut, dari total 313 blok yang ditetapkan secara nasiona. Sulawesi Utara menjadi salah satu dari tiga provinsi pertama yang usulan WPR-nya disetujui dalam paket nasional ini.
Kabupaten Bolaang Mongondow sendiri mendapat bagian blok WPR tersebut. Salah satunya adalah blok di Tanoyan Bersatu, Kecamatan Lolayan, tepat di tanah konstituen Febrianto. Tetapi, sebagaimana akan terlihat dalam percakapan ini, jumlah blok dan luasan saja tidak cukup. Persoalannya jauh lebih rumit, dan menyangkut sebuah pertanyaan yang mendasar: setelah negara akhirnya membuka pintu legalitas, apakah pintu itu sungguh-sungguh terbuka untuk para penambang tradisional yang selama empat dekade telah menggali tanah ini dengan tangan mereka sendiri? Atau pintu itu sebetulnya hanya merapikan jalan bagi pemodal besar yang sudah lama memegang lahan di kawasan tambang?
Petikan lengkap wawancara kami dapat dibaca di https://s.id/menambangkisah07
#terasid
#tambangtradisional
#tambanglolayan
Febrianto Tangahu, punya dua peran sekaligus ketika ia berbicara tentang tambang. Yang pertama adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow dari Fraksi NasDem, terpilih dari Daerah Pemilihan 4 Kecamatan Lolayan, wilayah di mana Tanoyan Selatan berada dan sebagian besar lubang-lubang tambang rakyat yang menjadi fokus serial liputan ini. Yang kedua, sebagaimana ia akui di awal percakapan, adalah seorang yang berlatar belakang penambang. Dua peran itu, dalam konteks Lolayan, sulit dipisahkan.
Tim Zonautara.com menghubungi dia pada Jumat, 15 Mei 2026, untuk meminta komentarnya mengenai kebijakan yang sedang berjalan di tingkat nasional dan provinsi: rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Pada awal 2026, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, mengusulkan sebanyak 232 titik WPR kepada pemerintah pusat. Setelah proses verifikasi dan evaluasi bersama Komisi XII DPR RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui 63 blok WPR komoditas emas untuk Sulut, dari total 313 blok yang ditetapkan secara nasiona. Sulawesi Utara menjadi salah satu dari tiga provinsi pertama yang usulan WPR-nya disetujui dalam paket nasional ini.
Kabupaten Bolaang Mongondow sendiri mendapat bagian blok WPR tersebut. Salah satunya adalah blok di Tanoyan Bersatu, Kecamatan Lolayan, tepat di tanah konstituen Febrianto. Tetapi, sebagaimana akan terlihat dalam percakapan ini, jumlah blok dan luasan saja tidak cukup. Persoalannya jauh lebih rumit, dan menyangkut sebuah pertanyaan yang mendasar: setelah negara akhirnya membuka pintu legalitas, apakah pintu itu sungguh-sungguh terbuka untuk para penambang tradisional yang selama empat dekade telah menggali tanah ini dengan tangan mereka sendiri? Atau pintu itu sebetulnya hanya merapikan jalan bagi pemodal besar yang sudah lama memegang lahan di kawasan tambang?
Petikan lengkap wawancara kami dapat dibaca di https://s.id/menambangkisah07
#terasid
#tambangtradisional
#tambanglolayan
...
Bincang Redaksi Zonautara.com, Edisi Mei 2026 yang membahas tambang emas tradisional.
Bincang Redaksi Zonautara.com, Edisi Mei 2026 yang membahas tambang emas tradisional. ...
Sebulan penuh Tim Redaksi Zonautara.com membaur dengan para penambang di lokasi tambang tradisional di Tanoyan Selatan, Bolaang Mongondow. Banyak cerita yang didapat dari mereka, karena para peliput dari Zonautara.com tidak hanya mewawancarai mereka, tetapi ikut langsung merasakan bagaimana para penambang manual ini bertaruh nyawa di lubang sempit berpuluh bahkan lebih dari seratus meter di bawah tanah.
Reporter Zonautara.com juga mengikuti seluruh proses pencarian emas, dari sejak mengambil material dari dalam tanah hingga proses akhir pengolahan menjadi emas. Dan, setelah liputan lapangan selesai, tim kemudian mendatangi berbagai pihak untuk mengkonfirmasi temuan-temuan di lapangan itu.
Bincang Redaksi Zonautara.com kali ini akan membicarakan apa yang menjadi temuan selama sebulan itu. Beberapa tulisan dari liputan tersebut sudah tayang di Teras.id (https://teras.id/zonautara-com).
Yuk gabung melalui Live Instagram @zonautaradotcom pada Minggu 24 Mei 2026 pukul 15.00 WITA
#terasid
#tambangtanoyan
#tambangrakyat
Sebulan penuh Tim Redaksi Zonautara.com membaur dengan para penambang di lokasi tambang tradisional di Tanoyan Selatan, Bolaang Mongondow. Banyak cerita yang didapat dari mereka, karena para peliput dari Zonautara.com tidak hanya mewawancarai mereka, tetapi ikut langsung merasakan bagaimana para penambang manual ini bertaruh nyawa di lubang sempit berpuluh bahkan lebih dari seratus meter di bawah tanah.
Reporter Zonautara.com juga mengikuti seluruh proses pencarian emas, dari sejak mengambil material dari dalam tanah hingga proses akhir pengolahan menjadi emas. Dan, setelah liputan lapangan selesai, tim kemudian mendatangi berbagai pihak untuk mengkonfirmasi temuan-temuan di lapangan itu.
Bincang Redaksi Zonautara.com kali ini akan membicarakan apa yang menjadi temuan selama sebulan itu. Beberapa tulisan dari liputan tersebut sudah tayang di Teras.id (https://teras.id/zonautara-com).
Yuk gabung melalui Live Instagram @zonautaradotcom pada Minggu 24 Mei 2026 pukul 15.00 WITA
#terasid
#tambangtanoyan
#tambangrakyat
...
Kasus penyiraman air keras terhadap pembela Hak Asasi Manusia dan lingkungan, Andrie Yunus dan Muhammad Rosidi, mendapatkan sorotan dari Parlemen Eropa.
Parlemen Eropa menyatakan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus yang dilakukan oleh empat anggota Badan Intelijen Strategis TNI kemungkinan besar terjadi akibat adanya rantai komando.
Oleh karena itu, Parlemen Eropa menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk membawa kasus ini ke pengadilan sipil, bukan pengadilan militer.
"Menyerukan kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, transparan, dan independen terhadap kedua serangan tersebut, serta untuk mengadili semua pelanggar hak asasi manusia, termasuk para aktor intelektual, di pengadilan sipil untuk mengakhiri impunitas," tulis Parlemen Eropa dalam keterangan resminya, dikutip dari Tirto pada Sabtu (23/5/2026).
#hukum
#andrieyunus
Kasus penyiraman air keras terhadap pembela Hak Asasi Manusia dan lingkungan, Andrie Yunus dan Muhammad Rosidi, mendapatkan sorotan dari Parlemen Eropa.
Parlemen Eropa menyatakan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus yang dilakukan oleh empat anggota Badan Intelijen Strategis TNI kemungkinan besar terjadi akibat adanya rantai komando.
Oleh karena itu, Parlemen Eropa menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk membawa kasus ini ke pengadilan sipil, bukan pengadilan militer.
"Menyerukan kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, transparan, dan independen terhadap kedua serangan tersebut, serta untuk mengadili semua pelanggar hak asasi manusia, termasuk para aktor intelektual, di pengadilan sipil untuk mengakhiri impunitas," tulis Parlemen Eropa dalam keterangan resminya, dikutip dari Tirto pada Sabtu (23/5/2026).
#hukum
#andrieyunus
...
