Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Kondisi terkini di wilayah Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Utara, yang sebagian wilayahnya terdampak El Nino dan mengalami kekeringan
#kemarau2026
#elnino
Kondisi terkini di wilayah Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Utara, yang sebagian wilayahnya terdampak El Nino dan mengalami kekeringan
#kemarau2026
#elnino
...
Jadwal dan rute kapal Pelni Sinabung untuk September 2026
PT PELNI menerbitkan emplooi pengoperasian Sinabung untuk Voyage 15.2026.
Lintasan meliputi Surabaya-Makassar-Bau-Bau-Banggai-Bitung-Ternate-Bacan-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura-Biak-Manokwari-Sorong-Bacan-Bitung-Banggai-Bau-Bau-Makassar-Surabaya
Jadwal dapat berubah mengikuti kondisi operasional; mohon konfirmasi ulang melalui kanal resmi PELNI/Contact Center 162 sebelum keberangkatan.
#jadwalkapal
#kapalpelni
#jadwalpelni
#pelni
Jadwal dan rute kapal Pelni Sinabung untuk September 2026
PT PELNI menerbitkan emplooi pengoperasian Sinabung untuk Voyage 15.2026.
Lintasan meliputi Surabaya-Makassar-Bau-Bau-Banggai-Bitung-Ternate-Bacan-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura-Biak-Manokwari-Sorong-Bacan-Bitung-Banggai-Bau-Bau-Makassar-Surabaya
Jadwal dapat berubah mengikuti kondisi operasional; mohon konfirmasi ulang melalui kanal resmi PELNI/Contact Center 162 sebelum keberangkatan.
#jadwalkapal
#kapalpelni
#jadwalpelni
#pelni
...
Krisis Iklim di Sitaro: Saat Pala Mengering dan Air Menjadi Barang Mewah
Di balik keindahan lereng vulkanik Sitaro, ada perjuangan getir yang tak terlihat: Krisis air bersih yang mencekik kehidupan masyarakat pulau. Dampak krisis iklim (El Niño 2026) bukan lagi sekadar prediksi global, melainkan realitas harian yang merenggut ketahanan pangan dan ekonomi warga.
Mata air mengering, sumur-sumur tak lagi mengeluarkan air, dan tanaman pala, tulang punggung ekonomi ribuan petani ITU kini meranggas. Warga dipaksa menempuh medan curam hanya untuk memikul air, sementara ibu-ibu rumah tangga harus memutar otak menjatah air untuk kebutuhan dasar keluarga.
Mengapa ini terjadi?
Masalah ini diperparah oleh tata kelola infrastruktur yang buruk. Proyek SPAM yang menelan anggaran miliaran rupiah tak berfungsi optimal akibat masalah administrasi yang tak kunjung usai. Program mitigasi iklim pun dinilai masih terjebak dalam formalitas seremonial, jauh dari aksi nyata di lapangan.
Poin penting dari liputan ini:
📌 Beban Ganda: Perempuan di Siau menanggung beban terberat; harus mengurus rumah tangga di tengah krisis air, mengurus anak yang sakit akibat sanitasi buruk, hingga menanggung risiko KDRT akibat tekanan ekonomi.
📌 Ekonomi yang Rapuh: Gagal panen pala membuat petani gurem kehilangan pendapatan utama dan terperosok lebih dalam ke kemiskinan struktural.
📌 Ancaman Kesehatan: Kurangnya air bersih memicu risiko penyakit menular (seperti diare dan infeksi usus) bagi anak-anak dan balita.
📌 Sitaro di Garis Depan: Sebagai wilayah kepulauan vulkanik kecil, Sitaro memiliki karakteristik hidrologi yang rapuh, menjadikannya sangat rentan terhadap whiplash iklim, fluktuasi cuaca ekstrem yang menyiksa kapasitas bertahan warga.
Masyarakat Sitaro kini dipaksa "bertaruh nyawa" di tanah mereka sendiri. Tanpa adanya reformasi tata kelola air dan program perlindungan sosial yang proaktif, masa depan generasi penerus pulau ini terancam oleh gersangnya krisis iklim.
Simak liputan mendalam Zonautara.com untuk memahami potret krisis yang sesungguhnya di Kepulauan Sitaro: https://s.id/iklimsulut05
#KrisisIklim
#PalaSitaro
#KrisisAir
#PerubahanIklim
#KeadilanIklim
#TerasId
Krisis Iklim di Sitaro: Saat Pala Mengering dan Air Menjadi Barang Mewah
Di balik keindahan lereng vulkanik Sitaro, ada perjuangan getir yang tak terlihat: Krisis air bersih yang mencekik kehidupan masyarakat pulau. Dampak krisis iklim (El Niño 2026) bukan lagi sekadar prediksi global, melainkan realitas harian yang merenggut ketahanan pangan dan ekonomi warga.
Mata air mengering, sumur-sumur tak lagi mengeluarkan air, dan tanaman pala, tulang punggung ekonomi ribuan petani ITU kini meranggas. Warga dipaksa menempuh medan curam hanya untuk memikul air, sementara ibu-ibu rumah tangga harus memutar otak menjatah air untuk kebutuhan dasar keluarga.
Mengapa ini terjadi?
Masalah ini diperparah oleh tata kelola infrastruktur yang buruk. Proyek SPAM yang menelan anggaran miliaran rupiah tak berfungsi optimal akibat masalah administrasi yang tak kunjung usai. Program mitigasi iklim pun dinilai masih terjebak dalam formalitas seremonial, jauh dari aksi nyata di lapangan.
Poin penting dari liputan ini:
📌 Beban Ganda: Perempuan di Siau menanggung beban terberat; harus mengurus rumah tangga di tengah krisis air, mengurus anak yang sakit akibat sanitasi buruk, hingga menanggung risiko KDRT akibat tekanan ekonomi.
📌 Ekonomi yang Rapuh: Gagal panen pala membuat petani gurem kehilangan pendapatan utama dan terperosok lebih dalam ke kemiskinan struktural.
📌 Ancaman Kesehatan: Kurangnya air bersih memicu risiko penyakit menular (seperti diare dan infeksi usus) bagi anak-anak dan balita.
📌 Sitaro di Garis Depan: Sebagai wilayah kepulauan vulkanik kecil, Sitaro memiliki karakteristik hidrologi yang rapuh, menjadikannya sangat rentan terhadap whiplash iklim, fluktuasi cuaca ekstrem yang menyiksa kapasitas bertahan warga.
Masyarakat Sitaro kini dipaksa "bertaruh nyawa" di tanah mereka sendiri. Tanpa adanya reformasi tata kelola air dan program perlindungan sosial yang proaktif, masa depan generasi penerus pulau ini terancam oleh gersangnya krisis iklim.
Simak liputan mendalam Zonautara.com untuk memahami potret krisis yang sesungguhnya di Kepulauan Sitaro: https://s.id/iklimsulut05
#KrisisIklim
#PalaSitaro
#KrisisAir
#PerubahanIklim
#KeadilanIklim
#TerasId
...
PT PELNI menerbitkan emplooi pengoperasian Awu untuk Voyage 16.2026 selama September 2026.
Lintasan meliputi Kumai-Surabaya-Benoa-Bima-Waingapu-Ende-Kupang-Kalabahi-Kupang-Ende-Waingapu-Bima-Benoa-Surabaya-Kumai
Jadwal dapat berubah mengikuti kondisi operasional; mohon konfirmasi ulang melalui kanal resmi PELNI/Contact Center 162 sebelum keberangkatan.
#kapalpelni
#jadwalkapal
#jadwalpelni
PT PELNI menerbitkan emplooi pengoperasian Awu untuk Voyage 16.2026 selama September 2026.
Lintasan meliputi Kumai-Surabaya-Benoa-Bima-Waingapu-Ende-Kupang-Kalabahi-Kupang-Ende-Waingapu-Bima-Benoa-Surabaya-Kumai
Jadwal dapat berubah mengikuti kondisi operasional; mohon konfirmasi ulang melalui kanal resmi PELNI/Contact Center 162 sebelum keberangkatan.
#kapalpelni
#jadwalkapal
#jadwalpelni
...
Penanganan Banjir Bandang Nepal-Tibet
Banjir bandang dahsyat melanda perbatasan Nepal-Tibet (China) pada Rabu, 26 Agustus 2026, dipicu runtuhnya gletser yang memicu aliran lumpur, batu, es, dan air di Sungai Bhote Koshi serta wilayah sekitarnya. Bencana ini menyapu desa, jembatan, jalan, dan infrastruktur, termasuk pembangkit listrik tenaga air.
Hingga Jumat, 28 Agustus 2026, korban tewas di Nepal mencapai 469 orang (total sekitar 470 termasuk di Tibet). Hampir 1.000 orang masih hilang, termasuk ratusan wisatawan asing dari India, AS, Australia, Inggris, dan negara lain. Ribuan orang terdampak dan mengungsi.
Pemerintah Nepal mengerahkan lebih dari 13.000 personel tentara, polisi, dan aparat keamanan. Operasi pencarian dan penyelamatan menggunakan helikopter (sekitar 15 unit), drone, anjing pelacak, dan alat berat. Lebih dari 1.500–2.500 orang telah dievakuasi. Bantuan makanan, tenda, obat-obatan, dan air disalurkan. PM Balendra Shah menekankan prioritas penyelamatan jiwa, perawatan korban, dan bantuan segera kepada keluarga terdampak.
Danau yang terbentuk dari puing-puing di hulu sungai berisiko jebol dan memicu banjir baru. China menghentikan sementara operasi di titik epicentrum karena risiko tersebut. Warga di sepanjang sungai diminta waspada.
India mengirim puluhan ton bantuan darurat. AS, PBB (US$2 juta), Palang Merah Internasional, WHO, China, dan negara lain turut memberikan dukungan. Kabinet Nepal menyumbangkan gaji sebulan untuk dana bencana.
Upaya pencarian terus berlanjut meski terkendala lumpur tebal, cuaca, dan kerusakan infrastruktur.
#nepal
#bencananepal
Penanganan Banjir Bandang Nepal-Tibet
Banjir bandang dahsyat melanda perbatasan Nepal-Tibet (China) pada Rabu, 26 Agustus 2026, dipicu runtuhnya gletser yang memicu aliran lumpur, batu, es, dan air di Sungai Bhote Koshi serta wilayah sekitarnya. Bencana ini menyapu desa, jembatan, jalan, dan infrastruktur, termasuk pembangkit listrik tenaga air.
Hingga Jumat, 28 Agustus 2026, korban tewas di Nepal mencapai 469 orang (total sekitar 470 termasuk di Tibet). Hampir 1.000 orang masih hilang, termasuk ratusan wisatawan asing dari India, AS, Australia, Inggris, dan negara lain. Ribuan orang terdampak dan mengungsi.
Pemerintah Nepal mengerahkan lebih dari 13.000 personel tentara, polisi, dan aparat keamanan. Operasi pencarian dan penyelamatan menggunakan helikopter (sekitar 15 unit), drone, anjing pelacak, dan alat berat. Lebih dari 1.500–2.500 orang telah dievakuasi. Bantuan makanan, tenda, obat-obatan, dan air disalurkan. PM Balendra Shah menekankan prioritas penyelamatan jiwa, perawatan korban, dan bantuan segera kepada keluarga terdampak.
Danau yang terbentuk dari puing-puing di hulu sungai berisiko jebol dan memicu banjir baru. China menghentikan sementara operasi di titik epicentrum karena risiko tersebut. Warga di sepanjang sungai diminta waspada.
India mengirim puluhan ton bantuan darurat. AS, PBB (US$2 juta), Palang Merah Internasional, WHO, China, dan negara lain turut memberikan dukungan. Kabinet Nepal menyumbangkan gaji sebulan untuk dana bencana.
Upaya pencarian terus berlanjut meski terkendala lumpur tebal, cuaca, dan kerusakan infrastruktur.
#nepal
#bencananepal
...
Krisis Iklim di Bolsel: Saat Warga Bertaruh Nyawa, Kebijakan Masih Setengah Hati
Krisis iklim di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas pahit harian bagi warga pesisir. Di balik keindahan Teluk Tomini, ada perjuangan berat yang harus dihadapi.
Apa yang dirasakan warga rentan?
⚓ Nelayan di Ujung Tanduk: Ikan semakin menjauh hingga 70-90 mil laut. Nelayan tradisional terpaksa bertaruh nyawa di zona laut dalam dengan modal operasional selangit, sementara hasil tangkapan tak menentu.
🌾 Beban Ganda Ekonomi: Saat kemarau ekstrem melumpuhkan ladang atau ombak besar melarang melaut, warga terpaksa beralih profesi menjadi buruh serabutan hanya untuk menyambung hidup.
🧠 Kecemasan Kronis: Selain ancaman fisik, nelayan juga dihantui solastalgia, atau kecemasan mendalam melihat lingkungan rumah mereka yang berubah drastis karena kerusakan ekologis.
Lantas, bagaimana respon pemerintah?
Sayangnya, mitigasi dan penanganan dari pemerintah daerah dinilai masih belum maksimal:
🏢 Lemahnya Tata Ruang: Masih banyak pemukiman dibiarkan berdiri di zona rawan bencana karena rumitnya proses relokasi.
🛡️ Jaring Pengaman Mandul: Meski sudah ada UU No. 7/2016, realisasi asuransi dan bantuan darurat bagi nelayan kecil masih sangat minim. Mereka dibiarkan bertarung sendiri tanpa perlindungan negara.
⚠️ Koordinasi Terputus: Mitigasi pascabencana belum terpadu. Contohnya, pemeriksaan kesehatan lingkungan (seperti air bersih pascabanjir) masih terabaikan karena lemahnya koordinasi antar-dinas.
Krisis ini adalah guncangan sistemik yang nyata. Tanpa kebijakan yang benar-benar berpihak pada kelompok rentan, bukan sekadar proyek fisik, masa depan warga pesisir Bolsel akan terus berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Baca selengkapnya liputan kami melalui link ini: https://s.id/iklimsulut04
Bagaimana menurutmu tentang kondisi ini? Apakah langkah pemerintah saat ini sudah cukup melindungi warga lokal?
Yuk, sampaikan pendapatmu di kolom komentar dan bagikan postingan ini agar lebih banyak orang yang peduli pada isu krisis iklim di daerah kita! 👇
#Bolsel
#KrisisIklim
#NelayanTradisional
#KeadilanIklim
#Terasid
Krisis Iklim di Bolsel: Saat Warga Bertaruh Nyawa, Kebijakan Masih Setengah Hati
Krisis iklim di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas pahit harian bagi warga pesisir. Di balik keindahan Teluk Tomini, ada perjuangan berat yang harus dihadapi.
Apa yang dirasakan warga rentan?
⚓ Nelayan di Ujung Tanduk: Ikan semakin menjauh hingga 70-90 mil laut. Nelayan tradisional terpaksa bertaruh nyawa di zona laut dalam dengan modal operasional selangit, sementara hasil tangkapan tak menentu.
🌾 Beban Ganda Ekonomi: Saat kemarau ekstrem melumpuhkan ladang atau ombak besar melarang melaut, warga terpaksa beralih profesi menjadi buruh serabutan hanya untuk menyambung hidup.
🧠 Kecemasan Kronis: Selain ancaman fisik, nelayan juga dihantui solastalgia, atau kecemasan mendalam melihat lingkungan rumah mereka yang berubah drastis karena kerusakan ekologis.
Lantas, bagaimana respon pemerintah?
Sayangnya, mitigasi dan penanganan dari pemerintah daerah dinilai masih belum maksimal:
🏢 Lemahnya Tata Ruang: Masih banyak pemukiman dibiarkan berdiri di zona rawan bencana karena rumitnya proses relokasi.
🛡️ Jaring Pengaman Mandul: Meski sudah ada UU No. 7/2016, realisasi asuransi dan bantuan darurat bagi nelayan kecil masih sangat minim. Mereka dibiarkan bertarung sendiri tanpa perlindungan negara.
⚠️ Koordinasi Terputus: Mitigasi pascabencana belum terpadu. Contohnya, pemeriksaan kesehatan lingkungan (seperti air bersih pascabanjir) masih terabaikan karena lemahnya koordinasi antar-dinas.
Krisis ini adalah guncangan sistemik yang nyata. Tanpa kebijakan yang benar-benar berpihak pada kelompok rentan, bukan sekadar proyek fisik, masa depan warga pesisir Bolsel akan terus berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Baca selengkapnya liputan kami melalui link ini: https://s.id/iklimsulut04
Bagaimana menurutmu tentang kondisi ini? Apakah langkah pemerintah saat ini sudah cukup melindungi warga lokal?
Yuk, sampaikan pendapatmu di kolom komentar dan bagikan postingan ini agar lebih banyak orang yang peduli pada isu krisis iklim di daerah kita! 👇
#Bolsel
#KrisisIklim
#NelayanTradisional
#KeadilanIklim
#Terasid
...
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Ratusan Masih Hilang
Banjir bandang mendadak menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026. Peristiwa itu dipicu oleh runtuhnya gletser dan longsoran es-batu di pegunungan Himalaya, yang awalnya sempat dilaporkan sebagai gempa.
Menurut data kepolisian Nepal per Jumat, 28 Agustus 2026, jumlah korban tewas mencapai 469 orang. Ratusan lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan wisatawan asing dari berbagai negara (di antaranya India, AS, Inggris, dan lainnya). Banyak jenazah ditemukan di hilir sungai di beberapa distrik seperti Chitwan, Nawalparasi, Gorkha, dan Nuwakot.
Bencana ini menghancurkan desa-desa, jalan, jembatan, dan infrastruktur di sekitar Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung dengan melibatkan tentara, polisi, dan helikopter. Ada juga peringatan risiko banjir susulan karena terbentuknya danau sementara akibat material longsor yang membendung sungai.
Pemerintah Nepal memobilisasi seluruh sumber daya untuk evakuasi, pertolongan, dan bantuan. Bantuan internasional juga mulai mengalir.
#nepal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Ratusan Masih Hilang
Banjir bandang mendadak menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026. Peristiwa itu dipicu oleh runtuhnya gletser dan longsoran es-batu di pegunungan Himalaya, yang awalnya sempat dilaporkan sebagai gempa.
Menurut data kepolisian Nepal per Jumat, 28 Agustus 2026, jumlah korban tewas mencapai 469 orang. Ratusan lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan wisatawan asing dari berbagai negara (di antaranya India, AS, Inggris, dan lainnya). Banyak jenazah ditemukan di hilir sungai di beberapa distrik seperti Chitwan, Nawalparasi, Gorkha, dan Nuwakot.
Bencana ini menghancurkan desa-desa, jalan, jembatan, dan infrastruktur di sekitar Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung dengan melibatkan tentara, polisi, dan helikopter. Ada juga peringatan risiko banjir susulan karena terbentuknya danau sementara akibat material longsor yang membendung sungai.
Pemerintah Nepal memobilisasi seluruh sumber daya untuk evakuasi, pertolongan, dan bantuan. Bantuan internasional juga mulai mengalir.
#nepal
...
Banjir bandang dan longsor dahsyat terjadi di kawasan Pegunungan Himalaya pada Rabu, 26 Agustus 2026, tepatnya di wilayah perbatasan antara Nepal dan Tiongkok (Tibet), termasuk daerah Rasuwa dan Pelabuhan Gyirong.
Lokasi dan Penyebab Bencana
Bencana ini dipicu oleh peristiwa geofisika masif di Pegunungan Himalaya, yaitu runtuhnya gletser atau longsoran salju-batu yang memicu material lumpur, batu, serta es menutup aliran sungai dan menerjang wilayah di bawahnya.
Dampak terparah dirasakan di area perbatasan Nepal dan Tibet, merusak infrastruktur, jembatan, jalan, dan permukiman warga. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dan hilang akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba tersebut.
#nepal
#banjirnepal
Banjir bandang dan longsor dahsyat terjadi di kawasan Pegunungan Himalaya pada Rabu, 26 Agustus 2026, tepatnya di wilayah perbatasan antara Nepal dan Tiongkok (Tibet), termasuk daerah Rasuwa dan Pelabuhan Gyirong.
Lokasi dan Penyebab Bencana
Bencana ini dipicu oleh peristiwa geofisika masif di Pegunungan Himalaya, yaitu runtuhnya gletser atau longsoran salju-batu yang memicu material lumpur, batu, serta es menutup aliran sungai dan menerjang wilayah di bawahnya.
Dampak terparah dirasakan di area perbatasan Nepal dan Tibet, merusak infrastruktur, jembatan, jalan, dan permukiman warga. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dan hilang akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba tersebut.
#nepal
#banjirnepal
...
Situasi di Jakarta Memanas di Malam Hari, Polisi Bubarkan Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata
Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) berakhir ricuh di malam hari. Polisi membubarkan massa yang masih bertahan dengan water cannon dan gas air mata sekitar pukul 19.00 WIB.
Sejak pagi, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memadati gerbang utama parlemen menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset. Setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR untuk menyelesaikan RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB.
Siang hingga sore, gelombang massa baru, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil—tiba dan melanjutkan aksi. Situasi kemudian memanas. Massa merusak pagar gerbang, membakar ban, melempar batu dan botol, serta sempat menutup lajur Tol Dalam Kota.
Karena melewati batas waktu aksi pukul 18.00 WIB, polisi bergerak membubarkan massa. Water cannon dan gas air mata ditembakkan, memaksa ratusan orang berlarian ke arah Slipi, Gerbang Pemuda, dan Pejompongan. Kapolres Metro Jakarta Pusat memimpin langsung pembubaran dari atas kendaraan taktis.
Hingga pukul 21.00 WIB, area depan Gedung DPR sudah dikosongkan. Pengamanan tetap ketat, sementara sejumlah gerbang Tol Dalam Kota masih ditutup sementara.
#demo27agustus
#demo270826
Situasi di Jakarta Memanas di Malam Hari, Polisi Bubarkan Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata
Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) berakhir ricuh di malam hari. Polisi membubarkan massa yang masih bertahan dengan water cannon dan gas air mata sekitar pukul 19.00 WIB.
Sejak pagi, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memadati gerbang utama parlemen menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset. Setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR untuk menyelesaikan RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB.
Siang hingga sore, gelombang massa baru, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil—tiba dan melanjutkan aksi. Situasi kemudian memanas. Massa merusak pagar gerbang, membakar ban, melempar batu dan botol, serta sempat menutup lajur Tol Dalam Kota.
Karena melewati batas waktu aksi pukul 18.00 WIB, polisi bergerak membubarkan massa. Water cannon dan gas air mata ditembakkan, memaksa ratusan orang berlarian ke arah Slipi, Gerbang Pemuda, dan Pejompongan. Kapolres Metro Jakarta Pusat memimpin langsung pembubaran dari atas kendaraan taktis.
Hingga pukul 21.00 WIB, area depan Gedung DPR sudah dikosongkan. Pengamanan tetap ketat, sementara sejumlah gerbang Tol Dalam Kota masih ditutup sementara.
#demo27agustus
#demo270826
...
Update situasi malam ini (27 Agustus 2026) – Kondisi memanas/rusuh
Setelah massa AMPB (Pati) bubar siang hari, aksi dilanjutkan oleh kelompok mahasiswa dan elemen lain. Situasi mulai memanas pada sore dan chaos terjadi malam.
Kronologi ketegangan
- Sore (sekitar 15.00–17.00 WIB): Massa mahasiswa merusak/mematahkan bagian pagar gerbang utama, membakar ban (asap hitam pekat), memanjat pagar, menggoyang gerbang, dan melempar botol air minum ke dalam kompleks DPR. Ada juga pembakaran sampah/kardus.
- Menjelang malam: Massa tetap bertahan melewati batas waktu aksi (pukul 18.00 WIB). Terjadi pelemparan batu ke dalam area kompleks parlemen yang dibalas aparat dari dalam. Massa juga sempat masuk dan menutup lajur Jalan Tol Dalam Kota arah Grogol.
Sebagian kelompok, terutama mahasiswa membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.00 WIB, tetapi massa lain masih bertahan dan melakukan aksi anarkis (perusakan pagar, pelemparan, pembakaran).
Situasi di sekitar gerbang utama Gedung DPR masih tegang. Pengamanan diperketat.
Polisi sebelumnya sudah mengamankan puluhan orang (sekitar 63–65) yang diduga hendak memancing kericuhan. Lalu lintas di kawasan Gatot Subroto–Senayan tetap terdampak.
Aksi yang awalnya damai di pagi-siang berubah menjadi lebih ricuh di sore-malam setelah pergantian massa.
Sumber video: x/bismillahyuk_
Update situasi malam ini (27 Agustus 2026) – Kondisi memanas/rusuh
Setelah massa AMPB (Pati) bubar siang hari, aksi dilanjutkan oleh kelompok mahasiswa dan elemen lain. Situasi mulai memanas pada sore dan chaos terjadi malam.
Kronologi ketegangan
- Sore (sekitar 15.00–17.00 WIB): Massa mahasiswa merusak/mematahkan bagian pagar gerbang utama, membakar ban (asap hitam pekat), memanjat pagar, menggoyang gerbang, dan melempar botol air minum ke dalam kompleks DPR. Ada juga pembakaran sampah/kardus.
- Menjelang malam: Massa tetap bertahan melewati batas waktu aksi (pukul 18.00 WIB). Terjadi pelemparan batu ke dalam area kompleks parlemen yang dibalas aparat dari dalam. Massa juga sempat masuk dan menutup lajur Jalan Tol Dalam Kota arah Grogol.
Sebagian kelompok, terutama mahasiswa membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.00 WIB, tetapi massa lain masih bertahan dan melakukan aksi anarkis (perusakan pagar, pelemparan, pembakaran).
Situasi di sekitar gerbang utama Gedung DPR masih tegang. Pengamanan diperketat.
Polisi sebelumnya sudah mengamankan puluhan orang (sekitar 63–65) yang diduga hendak memancing kericuhan. Lalu lintas di kawasan Gatot Subroto–Senayan tetap terdampak.
Aksi yang awalnya damai di pagi-siang berubah menjadi lebih ricuh di sore-malam setelah pergantian massa.
Sumber video: x/bismillahyuk_
...
Update situasi demo depan Gedung DPR/MPR RI hingga malam (27 Agustus 2026)
Siang (sekitar 12.30 WIB): Massa AMPB (warga Pati) membubarkan diri secara tertib setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR soal RUU Perampasan Aset (target 15 Desember 2026 + siap mundur jika tidak tercapai). Mereka meninggalkan lokasi dengan ucapan “Dari Pati pulang dulu”.
Sore: Setelah AMPB pergi, area sempat lengang. Kemudian massa baru berdatangan, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil (termasuk kelompok yang terkait GERAM yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB).
Sebagian massa (mahasiswa Universitas Terbuka + warga lain) tertahan di penyekatan samping flyover Jalan Gerbang Pemuda. Mereka sempat berteriak meminta jalan dibuka dan memperingatkan soal provokasi. Polisi mempertahankan barikade.
Hingga sore-malam: Aksi dilanjutkan oleh kelompok pengganti. Ada laporan bahwa GERAM (Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat) melanjutkan aksi di depan Gedung DPR dengan 10 tuntutan yang lebih luas (evaluasi MBG & KDMP, isu demokrasi, upah, pendidikan, kesehatan, demiliterisasi, dll.). Jumlah massa tidak sebesar gelombang pagi, tetapi aktivitas orasi dan konsentrasi di kawasan Senayan masih berlangsung. Pengamanan tetap ketat.
#dem027agustus
#aksi2708
Update situasi demo depan Gedung DPR/MPR RI hingga malam (27 Agustus 2026)
Siang (sekitar 12.30 WIB): Massa AMPB (warga Pati) membubarkan diri secara tertib setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR soal RUU Perampasan Aset (target 15 Desember 2026 + siap mundur jika tidak tercapai). Mereka meninggalkan lokasi dengan ucapan “Dari Pati pulang dulu”.
Sore: Setelah AMPB pergi, area sempat lengang. Kemudian massa baru berdatangan, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil (termasuk kelompok yang terkait GERAM yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB).
Sebagian massa (mahasiswa Universitas Terbuka + warga lain) tertahan di penyekatan samping flyover Jalan Gerbang Pemuda. Mereka sempat berteriak meminta jalan dibuka dan memperingatkan soal provokasi. Polisi mempertahankan barikade.
Hingga sore-malam: Aksi dilanjutkan oleh kelompok pengganti. Ada laporan bahwa GERAM (Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat) melanjutkan aksi di depan Gedung DPR dengan 10 tuntutan yang lebih luas (evaluasi MBG & KDMP, isu demokrasi, upah, pendidikan, kesehatan, demiliterisasi, dll.). Jumlah massa tidak sebesar gelombang pagi, tetapi aktivitas orasi dan konsentrasi di kawasan Senayan masih berlangsung. Pengamanan tetap ketat.
#dem027agustus
#aksi2708
...
Janji DPR RI soal RUU Perampasan Aset
Pada 27 Agustus 2026, di sela aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI, pimpinan DPR RI menerima audiensi perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), termasuk koordinator Supriyono alias Botok.
Pimpinan DPR (dipimpin Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan lainnya) menandatangani dokumen kesepakatan yang berisi:
- DPR berkomitmen menyelesaikan pembentukan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.
- Jika sampai tanggal tersebut RUU belum disahkan dalam Rapat Paripurna, pimpinan DPR siap mengundurkan diri dari jabatannya.
Komitmen ini disampaikan langsung kepada Botok dan kemudian dibacakan di depan massa aksi. Beberapa anggota DPR (seperti Andre Rosiade) juga menemui massa untuk menegaskan isi kesepakatan tersebut.
AMPB datang dengan tuntutan utama agar RUU Perampasan Aset segera disahkan sebagai instrumen pemberantasan korupsi. Setelah mendapat janji tertulis ini, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB dengan seruan “Dari Pati pulang dulu”.
AMPB menyatakan akan kembali ke DPR pada 15 Desember 2026 untuk menagih janji tersebut.
Ini merupakan komitmen formal yang ditandatangani pimpinan DPR di tengah aksi demonstrasi hari itu.
#demo27agustus
#aksi2708
Janji DPR RI soal RUU Perampasan Aset
Pada 27 Agustus 2026, di sela aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI, pimpinan DPR RI menerima audiensi perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), termasuk koordinator Supriyono alias Botok.
Pimpinan DPR (dipimpin Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan lainnya) menandatangani dokumen kesepakatan yang berisi:
- DPR berkomitmen menyelesaikan pembentukan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.
- Jika sampai tanggal tersebut RUU belum disahkan dalam Rapat Paripurna, pimpinan DPR siap mengundurkan diri dari jabatannya.
Komitmen ini disampaikan langsung kepada Botok dan kemudian dibacakan di depan massa aksi. Beberapa anggota DPR (seperti Andre Rosiade) juga menemui massa untuk menegaskan isi kesepakatan tersebut.
AMPB datang dengan tuntutan utama agar RUU Perampasan Aset segera disahkan sebagai instrumen pemberantasan korupsi. Setelah mendapat janji tertulis ini, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB dengan seruan “Dari Pati pulang dulu”.
AMPB menyatakan akan kembali ke DPR pada 15 Desember 2026 untuk menagih janji tersebut.
Ini merupakan komitmen formal yang ditandatangani pimpinan DPR di tengah aksi demonstrasi hari itu.
#demo27agustus
#aksi2708
...
