TERKINI
Chantelle Cameron Unggul Angka dan Kuasai Tiga Sabuk Juara DuniaHasil Referendum Islandia Terkait Uni Eropa Masih KetatUpdate banjir bandang di Nepal: Korban jiwa 675 Orang, 2.400 masih hilangHarga emas hari ini, 30 Agustus 2026Persija Jakarta Menang Telak atas Brisbane Roar 4-0 di Friendly 2026Elversberg Kalahkan Bayer Leverkusen dalam Debut BundesligaPrabowo Bahas Perekrutan Warga Dayak dalam Rapat Karhutla dengan TNIKyiv Diserang, Asuransi Tertekan: Rangkuman Berita Nasional 29 Agustus 2026Kebakaran Melanda Hutan Lindung Gambut Londerang JambiAturan Baru, Eksportir Tambang Indonesia Bisa Simpan Devisa Tiga BulanBanjir Bandang di Nepal dan China: 633 Tewas, 3.000 HilangSedikitnya 37 Tewas Usai Serangan Depot Senjata di KyivMahkamah Konstitusi Hapus Pasal Penghinaan dalam KUHP BaruSidang Pleno Pemilihan Ketua Umum PBNU Berakhir DeadlockGubernur Kalteng Berikan Hadiah Rp5 Juta untuk Pelapor Pembakar HutanSejarah Majapahit: Hukuman Mati bagi Pelaku Perusakan HutanKejaksaan Agung Ingatkan Batasan Praperadilan Mantan Wakil Kepala BGNInsiden Tragis di Festival Kristen: Satu Orang Meninggal akibat Jatuhnya Papan IklanSerangan di Ibu Kota Niger, Kerja Sama RI-Selandia Baru: Rangkuman Berita Nasional 29 Agustus 2026Gempa M5.1 Guncang Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku UtaraHarga emas hari ini, 29 Agustus 2026Transjakarta Bebaskan Tarif untuk Peserta Merdeka Run 2026Bhayangkara FC Targetkan Posisi Tiga Besar di Super League 2026/2027Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-BaliDitjen Dukcapil Selesaikan Urusan Adminduk Warga ManggaraiMenkes Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik pada 2027Penanganan Karhutla Gunung Semeru di Tujuh Titik Menggunakan HelikopterMonako Diproyeksikan Jadi Negara Terkaya 2026 Berdasarkan PDB Per KapitaWanita 97 Tahun Diselamatkan dari Banjir NepalHarga emas hari ini, 29 Agustus 2026
PANTAU IKLIM

Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.

DATA SULUT

Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.

KEAMANAN DIGITAL

Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.

INFO KAPAL

Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.

Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.

Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.

Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.

Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.

Follow Instagram Kami
Kondisi terkini di wilayah Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Utara, yang sebagian wilayahnya terdampak El Nino dan mengalami kekeringan 

#kemarau2026 
#elnino

...

232 0
Penanganan Banjir Bandang Nepal-Tibet

Banjir bandang dahsyat melanda perbatasan Nepal-Tibet (China) pada Rabu, 26 Agustus 2026, dipicu runtuhnya gletser yang memicu aliran lumpur, batu, es, dan air di Sungai Bhote Koshi serta wilayah sekitarnya. Bencana ini menyapu desa, jembatan, jalan, dan infrastruktur, termasuk pembangkit listrik tenaga air.

Hingga Jumat, 28 Agustus 2026, korban tewas di Nepal mencapai 469 orang (total sekitar 470 termasuk di Tibet). Hampir 1.000 orang masih hilang, termasuk ratusan wisatawan asing dari India, AS, Australia, Inggris, dan negara lain. Ribuan orang terdampak dan mengungsi.

Pemerintah Nepal mengerahkan lebih dari 13.000 personel tentara, polisi, dan aparat keamanan. Operasi pencarian dan penyelamatan menggunakan helikopter (sekitar 15 unit), drone, anjing pelacak, dan alat berat. Lebih dari 1.500–2.500 orang telah dievakuasi. Bantuan makanan, tenda, obat-obatan, dan air disalurkan. PM Balendra Shah menekankan prioritas penyelamatan jiwa, perawatan korban, dan bantuan segera kepada keluarga terdampak.

Danau yang terbentuk dari puing-puing di hulu sungai berisiko jebol dan memicu banjir baru. China menghentikan sementara operasi di titik epicentrum karena risiko tersebut. Warga di sepanjang sungai diminta waspada.

India mengirim puluhan ton bantuan darurat. AS, PBB (US$2 juta), Palang Merah Internasional, WHO, China, dan negara lain turut memberikan dukungan. Kabinet Nepal menyumbangkan gaji sebulan untuk dana bencana.

Upaya pencarian terus berlanjut meski terkendala lumpur tebal, cuaca, dan kerusakan infrastruktur.

#nepal
#bencananepal

...

2086 56
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Ratusan Masih Hilang

Banjir bandang mendadak menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026. Peristiwa itu dipicu oleh runtuhnya gletser dan longsoran es-batu di pegunungan Himalaya, yang awalnya sempat dilaporkan sebagai gempa.

Menurut data kepolisian Nepal per Jumat, 28 Agustus 2026, jumlah korban tewas mencapai 469 orang. Ratusan lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan wisatawan asing dari berbagai negara (di antaranya India, AS, Inggris, dan lainnya). Banyak jenazah ditemukan di hilir sungai di beberapa distrik seperti Chitwan, Nawalparasi, Gorkha, dan Nuwakot.

Bencana ini menghancurkan desa-desa, jalan, jembatan, dan infrastruktur di sekitar Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung dengan melibatkan tentara, polisi, dan helikopter. Ada juga peringatan risiko banjir susulan karena terbentuknya danau sementara akibat material longsor yang membendung sungai.

Pemerintah Nepal memobilisasi seluruh sumber daya untuk evakuasi, pertolongan, dan bantuan. Bantuan internasional juga mulai mengalir.

#nepal

...

926 43
Banjir bandang dan longsor dahsyat terjadi di kawasan Pegunungan Himalaya pada Rabu, 26 Agustus 2026, tepatnya di wilayah perbatasan antara Nepal dan Tiongkok (Tibet), termasuk daerah Rasuwa dan Pelabuhan Gyirong.

Lokasi dan Penyebab Bencana

Bencana ini dipicu oleh peristiwa geofisika masif di Pegunungan Himalaya, yaitu runtuhnya gletser atau longsoran salju-batu yang memicu material lumpur, batu, serta es menutup aliran sungai dan menerjang wilayah di bawahnya.

Dampak terparah dirasakan di area perbatasan Nepal dan Tibet, merusak infrastruktur, jembatan, jalan, dan permukiman warga. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dan hilang akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba tersebut.

#nepal
#banjirnepal

...

374716 5038
Situasi di Jakarta Memanas di Malam Hari, Polisi Bubarkan Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) berakhir ricuh di malam hari. Polisi membubarkan massa yang masih bertahan dengan water cannon dan gas air mata sekitar pukul 19.00 WIB.

Sejak pagi, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memadati gerbang utama parlemen menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset. Setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR untuk menyelesaikan RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB.

Siang hingga sore, gelombang massa baru, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil—tiba dan melanjutkan aksi. Situasi kemudian memanas. Massa merusak pagar gerbang, membakar ban, melempar batu dan botol, serta sempat menutup lajur Tol Dalam Kota.

Karena melewati batas waktu aksi pukul 18.00 WIB, polisi bergerak membubarkan massa. Water cannon dan gas air mata ditembakkan, memaksa ratusan orang berlarian ke arah Slipi, Gerbang Pemuda, dan Pejompongan. Kapolres Metro Jakarta Pusat memimpin langsung pembubaran dari atas kendaraan taktis.

Hingga pukul 21.00 WIB, area depan Gedung DPR sudah dikosongkan. Pengamanan tetap ketat, sementara sejumlah gerbang Tol Dalam Kota masih ditutup sementara.

#demo27agustus
#demo270826

...

226 11
Update situasi malam ini (27 Agustus 2026) – Kondisi memanas/rusuh

Setelah massa AMPB (Pati) bubar siang hari, aksi dilanjutkan oleh kelompok mahasiswa dan elemen lain. Situasi mulai memanas pada sore dan chaos terjadi malam.

Kronologi ketegangan

- Sore (sekitar 15.00–17.00 WIB): Massa mahasiswa merusak/mematahkan bagian pagar gerbang utama, membakar ban (asap hitam pekat), memanjat pagar, menggoyang gerbang, dan melempar botol air minum ke dalam kompleks DPR. Ada juga pembakaran sampah/kardus.

- Menjelang malam: Massa tetap bertahan melewati batas waktu aksi (pukul 18.00 WIB). Terjadi pelemparan batu ke dalam area kompleks parlemen yang dibalas aparat dari dalam. Massa juga sempat masuk dan menutup lajur Jalan Tol Dalam Kota arah Grogol.
Sebagian kelompok, terutama mahasiswa membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.00 WIB, tetapi massa lain masih bertahan dan melakukan aksi anarkis (perusakan pagar, pelemparan, pembakaran).

Situasi di sekitar gerbang utama Gedung DPR masih tegang. Pengamanan diperketat.
Polisi sebelumnya sudah mengamankan puluhan orang (sekitar 63–65) yang diduga hendak memancing kericuhan. Lalu lintas di kawasan Gatot Subroto–Senayan tetap terdampak.

Aksi yang awalnya damai di pagi-siang berubah menjadi lebih ricuh di sore-malam setelah pergantian massa. 

Sumber video: x/bismillahyuk_

...

2230 70
Update situasi demo depan Gedung DPR/MPR RI hingga malam (27 Agustus 2026)

Siang (sekitar 12.30 WIB): Massa AMPB (warga Pati) membubarkan diri secara tertib setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR soal RUU Perampasan Aset (target 15 Desember 2026 + siap mundur jika tidak tercapai). Mereka meninggalkan lokasi dengan ucapan “Dari Pati pulang dulu”.

Sore: Setelah AMPB pergi, area sempat lengang. Kemudian massa baru berdatangan, terutama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil (termasuk kelompok yang terkait GERAM yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB).

Sebagian massa (mahasiswa Universitas Terbuka + warga lain) tertahan di penyekatan samping flyover Jalan Gerbang Pemuda. Mereka sempat berteriak meminta jalan dibuka dan memperingatkan soal provokasi. Polisi mempertahankan barikade.

Hingga sore-malam: Aksi dilanjutkan oleh kelompok pengganti. Ada laporan bahwa GERAM (Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat) melanjutkan aksi di depan Gedung DPR dengan 10 tuntutan yang lebih luas (evaluasi MBG & KDMP, isu demokrasi, upah, pendidikan, kesehatan, demiliterisasi, dll.). Jumlah massa tidak sebesar gelombang pagi, tetapi aktivitas orasi dan konsentrasi di kawasan Senayan masih berlangsung. Pengamanan tetap ketat.

#dem027agustus
#aksi2708

...

198 13
Janji DPR RI soal RUU Perampasan Aset

Pada 27 Agustus 2026, di sela aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI, pimpinan DPR RI menerima audiensi perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), termasuk koordinator Supriyono alias Botok.

Pimpinan DPR (dipimpin Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan lainnya) menandatangani dokumen kesepakatan yang berisi:

- DPR berkomitmen menyelesaikan pembentukan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.
- Jika sampai tanggal tersebut RUU belum disahkan dalam Rapat Paripurna, pimpinan DPR siap mengundurkan diri dari jabatannya.

Komitmen ini disampaikan langsung kepada Botok dan kemudian dibacakan di depan massa aksi. Beberapa anggota DPR (seperti Andre Rosiade) juga menemui massa untuk menegaskan isi kesepakatan tersebut.

AMPB datang dengan tuntutan utama agar RUU Perampasan Aset segera disahkan sebagai instrumen pemberantasan korupsi. Setelah mendapat janji tertulis ini, massa AMPB membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB dengan seruan “Dari Pati pulang dulu”.

AMPB menyatakan akan kembali ke DPR pada 15 Desember 2026 untuk menagih janji tersebut.

Ini merupakan komitmen formal yang ditandatangani pimpinan DPR di tengah aksi demonstrasi hari itu.

#demo27agustus
#aksi2708

...

150 3
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com