Sawah di Bakan dan Tanoyan berubah fungsi akibat aktivitas tambang. Banjir lumpur dan sedimentasi merusak irigasi, memaksa petani beralih ke jagung dan nilam. Konflik lahan membayangi seiring perubahan ekonomi dan ekologi.
Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB Bolaang Mongondow terus meningkat, dari 8,16 persen pada 2019 menjadi 10,01 persen pada 2023, bahkan sempat menyentuh 11,30 persen pada 2021. Data yang diolah dari analisis citra satelit MapBiomas juga mencatat ekspansi aktivitas tambang. Luas lubang tambang meningkat drastis dari 2004 hingga 2024, dengan lonjakan tajam sejak 2015.
RPJMD Bolmong 2025-2029 sendiri mengakui alih fungsi lahan akibat pertambangan sebagai salah satu penyebab deforestasi. Sebaliknya, sektor pertanian menunjukkan tren penurunan baik dari segi luasan lahan maupun total produksinya.
Data historis dari Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS) merekam bahwa luas panen padi di daerah yang selama ini diklaim sebagai lumbung beras Sulawesi Utara ini telah menyusut secara drastis, yakni dari titik tertingginya seluas 72.120 hektar pada tahun 2016 menjadi hanya tersisa 30.219 hektar pada tahun 2023.
Bagaimana kondisi sebenarnya? Baca selengkapnya di: https://s.id/sawahbolmong08
#terasid
#tanampadibeliberas
Sawah di Bakan dan Tanoyan berubah fungsi akibat aktivitas tambang. Banjir lumpur dan sedimentasi merusak irigasi, memaksa petani beralih ke jagung dan nilam. Konflik lahan membayangi seiring perubahan ekonomi dan ekologi.
Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB Bolaang Mongondow terus meningkat, dari 8,16 persen pada 2019 menjadi 10,01 persen pada 2023, bahkan sempat menyentuh 11,30 persen pada 2021. Data yang diolah dari analisis citra satelit MapBiomas juga mencatat ekspansi aktivitas tambang. Luas lubang tambang meningkat drastis dari 2004 hingga 2024, dengan lonjakan tajam sejak 2015.
RPJMD Bolmong 2025-2029 sendiri mengakui alih fungsi lahan akibat pertambangan sebagai salah satu penyebab deforestasi. Sebaliknya, sektor pertanian menunjukkan tren penurunan baik dari segi luasan lahan maupun total produksinya.
Data historis dari Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS) merekam bahwa luas panen padi di daerah yang selama ini diklaim sebagai lumbung beras Sulawesi Utara ini telah menyusut secara drastis, yakni dari titik tertingginya seluas 72.120 hektar pada tahun 2016 menjadi hanya tersisa 30.219 hektar pada tahun 2023.
Bagaimana kondisi sebenarnya? Baca selengkapnya di: https://s.id/sawahbolmong08
#terasid
#tanampadibeliberas
...
Tekanan ekonomi dan perubahan lingkungan membuat kelompok rentan seperti petani perempuan terus mencari cara untuk bertahan. Mereka membangun jaringan informal dan saling berbagi informasi.
“Kalau ada informasi di mana lokasi pengupasan jagung, kalau ada waktu pasti langsung ikut,” kata Jasmi Kobandaha, seorang petani berusia 50 tahun yang diwawancarai Zonautara.com.
Namun upaya itu sering berjalan tanpa dukungan yang memadai dari kebijakan pemerintah. Di atas kertas, tidak ada dianggap sebagai krisis. Tai di lapangan, justru membesar di dapur-dapur rumah tangga. Pada dokumen perencanaan situasinya tampak lebih sederhana, sementara petani dan perempuan di desa-desa masih bergulat dengan hasil panen yang tak menentu dan kebutuhan pangan yang harus dipenuhi setiap hari. Dalam situasi seperti itu, harapan terhadap bantuan menjadi satu-satunya ruang yang tersisa bagi banyak petani kecil.
Visi-misi kepala daerah terpilih menekankan peningkatan produktivitas melalui penyuluhan, penyediaan sarana, akses permodalan, hingga pembukaan pasar bagi hasil tani. Di lapangan, air tersendat mengalir. Biaya produksi terus naik. Hasil panen tak cukup. Namun dapur harus tetap mengepul.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sawahbolmong07
#terasid
#tanampadibeliberas
Tekanan ekonomi dan perubahan lingkungan membuat kelompok rentan seperti petani perempuan terus mencari cara untuk bertahan. Mereka membangun jaringan informal dan saling berbagi informasi.
“Kalau ada informasi di mana lokasi pengupasan jagung, kalau ada waktu pasti langsung ikut,” kata Jasmi Kobandaha, seorang petani berusia 50 tahun yang diwawancarai Zonautara.com.
Namun upaya itu sering berjalan tanpa dukungan yang memadai dari kebijakan pemerintah. Di atas kertas, tidak ada dianggap sebagai krisis. Tai di lapangan, justru membesar di dapur-dapur rumah tangga. Pada dokumen perencanaan situasinya tampak lebih sederhana, sementara petani dan perempuan di desa-desa masih bergulat dengan hasil panen yang tak menentu dan kebutuhan pangan yang harus dipenuhi setiap hari. Dalam situasi seperti itu, harapan terhadap bantuan menjadi satu-satunya ruang yang tersisa bagi banyak petani kecil.
Visi-misi kepala daerah terpilih menekankan peningkatan produktivitas melalui penyuluhan, penyediaan sarana, akses permodalan, hingga pembukaan pasar bagi hasil tani. Di lapangan, air tersendat mengalir. Biaya produksi terus naik. Hasil panen tak cukup. Namun dapur harus tetap mengepul.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sawahbolmong07
#terasid
#tanampadibeliberas
...
MARI HADIRI NOBAR & DISKUSI.
TERBUKA UNTUK UMUM!
Film dokumenter “Pesta Babi” karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga, menghadirkan potret nyata tentang relasi antara masyarakat, kekuasaan, dan pembangunan di Papua.
Karya ini bukan sekadar tontonan, melainkan refleksi atas situasi yang terus berlangsung. Mulai dari penggusuran, kekerasan struktural, hingga suara-suara yang kerap dibungkam atas nama kemajuan.
Dengan visual yang kuat, film ini menggambarkan keterkaitan antara pemerintah, korporasi, aparat, dan institusi lainnya dalam suatu sistem yang seringkali berdampak langsung pada masyarakat adat dan ruang hidup mereka.
Ini adalah kesempatan untuk membuka ruang dialog, mendengar perspektif yang jarang disorot, dan memahami realitas dari sudut pandang yang berbeda.
📅 : Sabtu, 25 April 2026
⏰ : 19.00 WITA – selesai
📍 : Aula Universitas Dumoga Kotamobagu
📞 : Info lebih lanjut: 081526092668 (Deyna)
Mari hadir dan jadi bagian dari ruang belajar bersama.
Silahkan mendaftar di siniL https://s.id/nobarzu
CATATAN:
- Dapat membawa/snack pribadi
- Membawa tumbler masing-masing
- Dilarang membawa atau mengonsumsi minuman beralkohol dan narkoba atau sejenisnya
#pestababi
#PapuaBukanTanahKosong
MARI HADIRI NOBAR & DISKUSI.
TERBUKA UNTUK UMUM!
Film dokumenter “Pesta Babi” karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga, menghadirkan potret nyata tentang relasi antara masyarakat, kekuasaan, dan pembangunan di Papua.
Karya ini bukan sekadar tontonan, melainkan refleksi atas situasi yang terus berlangsung. Mulai dari penggusuran, kekerasan struktural, hingga suara-suara yang kerap dibungkam atas nama kemajuan.
Dengan visual yang kuat, film ini menggambarkan keterkaitan antara pemerintah, korporasi, aparat, dan institusi lainnya dalam suatu sistem yang seringkali berdampak langsung pada masyarakat adat dan ruang hidup mereka.
Ini adalah kesempatan untuk membuka ruang dialog, mendengar perspektif yang jarang disorot, dan memahami realitas dari sudut pandang yang berbeda.
📅 : Sabtu, 25 April 2026
⏰ : 19.00 WITA – selesai
📍 : Aula Universitas Dumoga Kotamobagu
📞 : Info lebih lanjut: 081526092668 (Deyna)
Mari hadir dan jadi bagian dari ruang belajar bersama.
Silahkan mendaftar di siniL https://s.id/nobarzu
CATATAN:
- Dapat membawa/snack pribadi
- Membawa tumbler masing-masing
- Dilarang membawa atau mengonsumsi minuman beralkohol dan narkoba atau sejenisnya
#pestababi
#PapuaBukanTanahKosong
...
Beberapa sumber data pemerintah memberi jawaban yang berbeda atas satu pertanyaan mendasar kami: seberapa luas sebenarnya sawah di Bolaang Mongondow, dan berapa yang masih tersisa?
Dalam serial liputan “Tanam Padi Beli Beras”, kami di Zonautara menetapkan hierarki sumber data sebagai berikut, untuk tren jangka panjang, data Kementerian Pertanian menjadi rujukan utama karena relatif konsisten dengan versi BPS. Untuk konfirmasi independen tutupan lahan, kami menggunaan data analisi citra satelit dari MapBiomas, karena tidak bergantung pada birokrasi manapun. Dan, untuk data terkini serta harga beras, kami gunakan data dari BPS dan PIPH Nasional. Sementara itu, untuk klaim pemerintah daerah, data Dinas Pertanian kami sertakan sebagai posisi resmi yang perlu dikonfrontasikan, bukan sebagai fakta yang berdiri sendiri.
Cara menggunakan data ini punya implikasi serius. Jika menggunakan angka Dinas Pertanian, produksi padi Bolmong tampak jauh lebih besar dan trennya tampak lebih baik dari realitas. Jika menggunakan BPS/Kementan, gambaran yang muncul adalah kabupaten yang kehilangan hampir separuh area panen dalam dua dekade, dengan produksi yang belum kembali ke level sebelum El Nino 2023.
Bolmong memang masih lumbung beras. Tapi lumbung itu sedang dihitung dengan ukuran yang berbeda-beda. Dan, di bawah perdebatan angka itu, petani sudah membuat keputusan, dengan mengalihkan komoditas, mengurangi lahan tanam, atau sekadar "Sabar, sampai di sabar saja," seperti kata salah satu petani.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sawahbolmong06
Anda juga dapat membaca insight dari seluruh liputan ini di sini: https://zonautara.com/serial-lipsus-tanam-padi-beli-beras/
#terasid
#tanampadibeliberas
#alihfungsilahan
Beberapa sumber data pemerintah memberi jawaban yang berbeda atas satu pertanyaan mendasar kami: seberapa luas sebenarnya sawah di Bolaang Mongondow, dan berapa yang masih tersisa?
Dalam serial liputan “Tanam Padi Beli Beras”, kami di Zonautara menetapkan hierarki sumber data sebagai berikut, untuk tren jangka panjang, data Kementerian Pertanian menjadi rujukan utama karena relatif konsisten dengan versi BPS. Untuk konfirmasi independen tutupan lahan, kami menggunaan data analisi citra satelit dari MapBiomas, karena tidak bergantung pada birokrasi manapun. Dan, untuk data terkini serta harga beras, kami gunakan data dari BPS dan PIPH Nasional. Sementara itu, untuk klaim pemerintah daerah, data Dinas Pertanian kami sertakan sebagai posisi resmi yang perlu dikonfrontasikan, bukan sebagai fakta yang berdiri sendiri.
Cara menggunakan data ini punya implikasi serius. Jika menggunakan angka Dinas Pertanian, produksi padi Bolmong tampak jauh lebih besar dan trennya tampak lebih baik dari realitas. Jika menggunakan BPS/Kementan, gambaran yang muncul adalah kabupaten yang kehilangan hampir separuh area panen dalam dua dekade, dengan produksi yang belum kembali ke level sebelum El Nino 2023.
Bolmong memang masih lumbung beras. Tapi lumbung itu sedang dihitung dengan ukuran yang berbeda-beda. Dan, di bawah perdebatan angka itu, petani sudah membuat keputusan, dengan mengalihkan komoditas, mengurangi lahan tanam, atau sekadar "Sabar, sampai di sabar saja," seperti kata salah satu petani.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sawahbolmong06
Anda juga dapat membaca insight dari seluruh liputan ini di sini: https://zonautara.com/serial-lipsus-tanam-padi-beli-beras/
#terasid
#tanampadibeliberas
#alihfungsilahan
...
Sebuah momen haru terlihat pada video yang diunggah di akun Facebook Enjel Lokas, ketika seekor anjing kampung tidak tega melihat tuannya yang sudah meninggal. Adegan ini memperlihatan betapa kuat hubungan emosional manusia dengan hewan peliharaannya.
#doglover
#dog
Sebuah momen haru terlihat pada video yang diunggah di akun Facebook Enjel Lokas, ketika seekor anjing kampung tidak tega melihat tuannya yang sudah meninggal. Adegan ini memperlihatan betapa kuat hubungan emosional manusia dengan hewan peliharaannya.
#doglover
#dog
...
Akun Facebook Jamil Welong mengupload video yang memperlihatkan ketika sejumlah nelayan bertemu dengan hiu paus saat mereka sedang menangkap ikan kecil. Dari adegan di dalam video tersebut terlihat para nelayan sudah mendapat edukasi yang baik tentang jenis hewan laut yang tidak perlu ditangkap.
Banyak momen lucu saat mereka membiarkan hiu paus memakan ikan-ikan kecil.
#hiupaus
#whaleshark
Akun Facebook Jamil Welong mengupload video yang memperlihatkan ketika sejumlah nelayan bertemu dengan hiu paus saat mereka sedang menangkap ikan kecil. Dari adegan di dalam video tersebut terlihat para nelayan sudah mendapat edukasi yang baik tentang jenis hewan laut yang tidak perlu ditangkap.
Banyak momen lucu saat mereka membiarkan hiu paus memakan ikan-ikan kecil.
#hiupaus
#whaleshark
...
Data yang dibaca Zonautara.com dari berbagai sumber memerikan penurunan produksi padi di Bolaang Mongondow dalam 10 tahun terakhir. Dan penurunan yang terparah terjadi pada 2023, di mana tahun ini produksi padi Bolaang Mongondow hanya 189,5 ribu ton, anjlok sebesar 51,66 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini juga tercermin dari data BPS dan Kementerian Pertanian. Penurunan produksi padi itu berdampak pada kenaikan harga beras di tingkat pengecer. Harga beras di Kotamobagu, sebagai sentra ekonomi wilayah Bolaang Mongondow Raya terus naik. Pada Januari 2024 rata-rata harga beras di Kotamobagu ada pada level Rp 13.250 per kg, dan kini harga sudah menyentuh rata-rata Rp 16.500 per kg.
Menanggapi penurunan lebih dari setengah produksi padi pada 2022 tersebut Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyebut bahwa penyebabnya adalah El Nino.
Namun, apakah itu satu-satunya alasan? Analisis faktor lainnya dalam pertanian menjadi penting.
Baca selengkapnya di: https://s.id/sawahbolmong05
#terasid
#tanampadibeliberas
Data yang dibaca Zonautara.com dari berbagai sumber memerikan penurunan produksi padi di Bolaang Mongondow dalam 10 tahun terakhir. Dan penurunan yang terparah terjadi pada 2023, di mana tahun ini produksi padi Bolaang Mongondow hanya 189,5 ribu ton, anjlok sebesar 51,66 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini juga tercermin dari data BPS dan Kementerian Pertanian. Penurunan produksi padi itu berdampak pada kenaikan harga beras di tingkat pengecer. Harga beras di Kotamobagu, sebagai sentra ekonomi wilayah Bolaang Mongondow Raya terus naik. Pada Januari 2024 rata-rata harga beras di Kotamobagu ada pada level Rp 13.250 per kg, dan kini harga sudah menyentuh rata-rata Rp 16.500 per kg.
Menanggapi penurunan lebih dari setengah produksi padi pada 2022 tersebut Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyebut bahwa penyebabnya adalah El Nino.
Namun, apakah itu satu-satunya alasan? Analisis faktor lainnya dalam pertanian menjadi penting.
Baca selengkapnya di: https://s.id/sawahbolmong05
#terasid
#tanampadibeliberas
...
Di tengah teriknya matahari Bolaang Mongondow, Mickhael Adityo Lamber dan keluarganya menghadapi pilihan sulit. Dengan mengandalkan cerita masa lalu dan pengalaman langsung, keluarga ini menggambarkan perubahan yang terjadi dari generasi ke generasi.
Dulu, sawah melimpah dengan hasil padi. Namun, biaya tinggi dan ketidakpastian air mendorong mereka beralih ke jagung. Petani setempat mengungkapkan bahwa meski teknologi pertanian masuk, kenyataan di lapangan tetap menekan.
Ayah Mickhael, Agustinus Lamber, mengisahkan bagaimana keputusan ekonomi akhirnya menggiring banyak petani untuk beralih. Tapi mereka tidak sendiri. Banyak petani di daerah ini menghadapi hal yang sama. Kini, jagung dianggap sebagai pilihan lebih aman dibandingkan padi.
Keputusan bertani kini tak sekadar pilihan, tapi tuntutan bertahan hidup.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sawahbolmong04
#PerubahanIklim
#tanampadibeliberas
#terasid
Di tengah teriknya matahari Bolaang Mongondow, Mickhael Adityo Lamber dan keluarganya menghadapi pilihan sulit. Dengan mengandalkan cerita masa lalu dan pengalaman langsung, keluarga ini menggambarkan perubahan yang terjadi dari generasi ke generasi.
Dulu, sawah melimpah dengan hasil padi. Namun, biaya tinggi dan ketidakpastian air mendorong mereka beralih ke jagung. Petani setempat mengungkapkan bahwa meski teknologi pertanian masuk, kenyataan di lapangan tetap menekan.
Ayah Mickhael, Agustinus Lamber, mengisahkan bagaimana keputusan ekonomi akhirnya menggiring banyak petani untuk beralih. Tapi mereka tidak sendiri. Banyak petani di daerah ini menghadapi hal yang sama. Kini, jagung dianggap sebagai pilihan lebih aman dibandingkan padi.
Keputusan bertani kini tak sekadar pilihan, tapi tuntutan bertahan hidup.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sawahbolmong04
#PerubahanIklim
#tanampadibeliberas
#terasid
...
"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat `Aku mau!` membuat kita mudah mendaki puncak gunung." -R.A Kartini
Selamat hari Kartini. 21 April 2026.
"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat `Aku mau!` membuat kita mudah mendaki puncak gunung." -R.A Kartini
Selamat hari Kartini. 21 April 2026.
...
Bolaang Mongondow, lumbung beras Sulawesi Utara, menghadapi ironi. Petani harus berutang di awal musim tanam dan menanggung kerugian di akhir masa panen. Dampak El Nino memukul produksi pada 2023. Pembenahan mekanisasi dan kebijakan strategis jadi harapan. Namun, data pertanian yang tidak sejalan antara dinas dan BPS menjadi tantangan tersendiri. Tonny S. Toligaga, Kepala Dinas Pertanian Bolmong, menjelaskan tantangan ini. Ia menjelaskan perjuangan petani dan intervensi dinas dalam memacu produksi. Mari kita pahami lebih dalam.
Baca selengkapnya di: https://s.id/sawahbolmong03
[UPDATE: Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi menganti Tonny Toligaga dari jabatan Kepala Dinas Pertanian dalam mutasi sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bolmong, 20 April 2026.
#terasid
#tanampadibeliberas
#zonautaracom
Bolaang Mongondow, lumbung beras Sulawesi Utara, menghadapi ironi. Petani harus berutang di awal musim tanam dan menanggung kerugian di akhir masa panen. Dampak El Nino memukul produksi pada 2023. Pembenahan mekanisasi dan kebijakan strategis jadi harapan. Namun, data pertanian yang tidak sejalan antara dinas dan BPS menjadi tantangan tersendiri. Tonny S. Toligaga, Kepala Dinas Pertanian Bolmong, menjelaskan tantangan ini. Ia menjelaskan perjuangan petani dan intervensi dinas dalam memacu produksi. Mari kita pahami lebih dalam.
Baca selengkapnya di: https://s.id/sawahbolmong03
[UPDATE: Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi menganti Tonny Toligaga dari jabatan Kepala Dinas Pertanian dalam mutasi sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bolmong, 20 April 2026.
#terasid
#tanampadibeliberas
#zonautaracom
...
Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, melantik 20 pejabat eselon II serta 5 pelaksana tugas (Plt) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmong, Senin, (20/04/2026). Perombakan yang digelar di teras kantor bupati kali ini memunculkan sejumlah pergeseran jabatan strategis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perubahan posisi Tonny Susanto Toligaga.
Tonny tidak lagi menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan kini menempati posisi Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan. Pergeseran dari jabatan kepala dinas ke staf ahli umumnya dipandang sebagai penurunan dalam struktur birokrasi.
Posisi Kepala Dinas Pertanian selanjutnya diisi oleh Abdul Latief, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan, sehingga perpindahan ini sekaligus menjadi bagian dari rotasi lintas sektor dalam lingkup perangkat daerah.
Perubahan pada sektor pertanian ini terjadi di tengah sorotan terhadap isu alih fungsi lahan. Sejak 16 April 2026, media Zonautara.com menayangkan laporan dari liputan mendalam dalam serial Tanam Padi Beli Beras terkait pergeseran pemanfaatan lahan dari sawah basah ke pertanian kering di sejumlah wilayah di Bolaang Mongondow, yang tayang di Teras.id. Liputan tersebut juga menyoroti posisi Bolmong sebagai salah satu lumbung beras di Sulawesi Utara yang dinilai menghadapi tantangan serius.
#tanampadibeliberas
#bolmong
Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, melantik 20 pejabat eselon II serta 5 pelaksana tugas (Plt) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmong, Senin, (20/04/2026). Perombakan yang digelar di teras kantor bupati kali ini memunculkan sejumlah pergeseran jabatan strategis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perubahan posisi Tonny Susanto Toligaga.
Tonny tidak lagi menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan kini menempati posisi Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan. Pergeseran dari jabatan kepala dinas ke staf ahli umumnya dipandang sebagai penurunan dalam struktur birokrasi.
Posisi Kepala Dinas Pertanian selanjutnya diisi oleh Abdul Latief, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan, sehingga perpindahan ini sekaligus menjadi bagian dari rotasi lintas sektor dalam lingkup perangkat daerah.
Perubahan pada sektor pertanian ini terjadi di tengah sorotan terhadap isu alih fungsi lahan. Sejak 16 April 2026, media Zonautara.com menayangkan laporan dari liputan mendalam dalam serial Tanam Padi Beli Beras terkait pergeseran pemanfaatan lahan dari sawah basah ke pertanian kering di sejumlah wilayah di Bolaang Mongondow, yang tayang di Teras.id. Liputan tersebut juga menyoroti posisi Bolmong sebagai salah satu lumbung beras di Sulawesi Utara yang dinilai menghadapi tantangan serius.
#tanampadibeliberas
#bolmong
...
Sebelum Tim Zonautara mendatangi sawah-sawah dan bertemu petani di ladang nilam dan kebun jagung di berbagai desa di Bolaang Mongondow, ada data pertanian daerah tersebut yang sudah berbicara. Angka-angka itu bukan dari laporan Dinas Pertanian atau presentasi Bupati, melainkan datang dari orbit satelit Landsat yang selama tiga dekade secara rutin memotret permukaan bumi dengan resolusi 30 meter per piksel. Cara kerjanya tanpa mempedulikan batas administrasi, kepentingan anggaran, serta kebutuhan untuk membuat laporan terlihat bagus.
Data yang kami analisis berasal dari MapBiomas Indonesia, sebuah platform pemetaan tutupan lahan tahunan yang dikembangkan oleh jaringan masyarakat sipil Indonesia yang dipimpin Auriga Nusantara. Tulisan ini menjelaskan secara terbuka: bagaimana data itu bekerja, bagaimana kami menggunakannya, apa yang kami temukan, dan yang sama pentingnya, apa yang tidak bisa dilihat dari satelit dan mengapa kami tetap harus turun ke lapangan.
Selengkapnya baca di Teras.id melalui link https://s.id/sawahbolmong02
#terasid
#tanampadibeliberas
#zonautaracom
Sebelum Tim Zonautara mendatangi sawah-sawah dan bertemu petani di ladang nilam dan kebun jagung di berbagai desa di Bolaang Mongondow, ada data pertanian daerah tersebut yang sudah berbicara. Angka-angka itu bukan dari laporan Dinas Pertanian atau presentasi Bupati, melainkan datang dari orbit satelit Landsat yang selama tiga dekade secara rutin memotret permukaan bumi dengan resolusi 30 meter per piksel. Cara kerjanya tanpa mempedulikan batas administrasi, kepentingan anggaran, serta kebutuhan untuk membuat laporan terlihat bagus.
Data yang kami analisis berasal dari MapBiomas Indonesia, sebuah platform pemetaan tutupan lahan tahunan yang dikembangkan oleh jaringan masyarakat sipil Indonesia yang dipimpin Auriga Nusantara. Tulisan ini menjelaskan secara terbuka: bagaimana data itu bekerja, bagaimana kami menggunakannya, apa yang kami temukan, dan yang sama pentingnya, apa yang tidak bisa dilihat dari satelit dan mengapa kami tetap harus turun ke lapangan.
Selengkapnya baca di Teras.id melalui link https://s.id/sawahbolmong02
#terasid
#tanampadibeliberas
#zonautaracom
...
Sign in to your account
