Nasib anak‑anak dan kaum muda marginal di Indonesia: Rentan terdampak iklim tapi tidak menyadarinya
Pemerintah perlu mendefinisikan perubahan iklim secara lebih luas. Sementara masyarakat sipil dan aktivis perlu memperkuat kesadaran kritis kaum muda.
Semua tersedia di sini: Prediksi, Jadwal, Hasil Pertandingan, Tim, Klasemen dan Berita.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Hari Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27.45 WIB wilayah Palu, Sulawesi Tengah diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS ; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan hasil observasi instrumentasi, gempa bumi ini dirasakan dengan:
1. skala intensitas VI-VII MMI di Palu
2. skala intensitas V-VI MMI di Sigi
3. skala intensitas III MMI di Polewalimandar, Mamasa, Mamuju, Pasang Kayu
4. skala intensitas II-III MMI di Pinrang, Pare-Pare, Pohuwatu, Boalemo, Kab. Gorontalo Utara, Kab. Gorontalo, Luwu Utara
Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Hingga pukul 11.20.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 9 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M5,1.
BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa bumi susulan, dampak gempa bumi ini, serta segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat.
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.
Hari Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27.45 WIB wilayah Palu, Sulawesi Tengah diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS ; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan hasil observasi instrumentasi, gempa bumi ini dirasakan dengan:
1. skala intensitas VI-VII MMI di Palu
2. skala intensitas V-VI MMI di Sigi
3. skala intensitas III MMI di Polewalimandar, Mamasa, Mamuju, Pasang Kayu
4. skala intensitas II-III MMI di Pinrang, Pare-Pare, Pohuwatu, Boalemo, Kab. Gorontalo Utara, Kab. Gorontalo, Luwu Utara
Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Hingga pukul 11.20.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 9 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M5,1.
BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa bumi susulan, dampak gempa bumi ini, serta segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat.
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.
...
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), membuat warga panik dan bergegas meninggalkan kawasan pesisir untuk mencari lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan pusat berada di laut, sekitar 42 kilometer tenggara Palu. Gempa memiliki kedalaman 10 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Meski demikian, kuatnya guncangan membuat banyak warga memilih menjauh dari pantai sebagai langkah antisipasi. Sejumlah warga terlihat berkumpul di area terbuka setelah berhamburan keluar dari rumah dan bangunan saat gempa terjadi.
“Getarannya cukup kuat dan berlangsung beberapa detik. Warga langsung keluar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan,” kata seorang warga Palu.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, hingga Kabupaten Tojo Una-Una. Kepanikan sempat terjadi karena gempa datang secara tiba-tiba dan terasa cukup kuat.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, sebagian masyarakat tetap memilih menghindari kawasan pantai hingga situasi dinilai benar-benar aman.
#gempa
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), membuat warga panik dan bergegas meninggalkan kawasan pesisir untuk mencari lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan pusat berada di laut, sekitar 42 kilometer tenggara Palu. Gempa memiliki kedalaman 10 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Meski demikian, kuatnya guncangan membuat banyak warga memilih menjauh dari pantai sebagai langkah antisipasi. Sejumlah warga terlihat berkumpul di area terbuka setelah berhamburan keluar dari rumah dan bangunan saat gempa terjadi.
“Getarannya cukup kuat dan berlangsung beberapa detik. Warga langsung keluar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan,” kata seorang warga Palu.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, hingga Kabupaten Tojo Una-Una. Kepanikan sempat terjadi karena gempa datang secara tiba-tiba dan terasa cukup kuat.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, sebagian masyarakat tetap memilih menghindari kawasan pantai hingga situasi dinilai benar-benar aman.
#gempa
...
Antrian kendaraan yang sangat panjang di ruas jalan Kaiya - Kotamobagu, karena ada penguatan dan penggantian jembatan bailey di Muntoi.
Antrian kendaraan yang sangat panjang di ruas jalan Kaiya - Kotamobagu, karena ada penguatan dan penggantian jembatan bailey di Muntoi. ...
Kalian Tim yang mana di Piala Dunia kali ini?
Kalian Tim yang mana di Piala Dunia kali ini? ...
Kalau kamu berdoa untuk apa . . .? ...
Beberapa cctv di sekitar lokasi aksi unjuk rasa di Jakarta tiba tiba tidak berfungsi.
Beberapa cctv di sekitar lokasi aksi unjuk rasa di Jakarta tiba tiba tidak berfungsi. ...
Situasi aksi unjuk rasa di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026, yang merespon kondisi berbangsa dan bernegara saat ini.
#demo
#aksimahasiswa
Situasi aksi unjuk rasa di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026, yang merespon kondisi berbangsa dan bernegara saat ini.
#demo
#aksimahasiswa
...
Sitasui demo mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026.
Sebanyak 33 aksi demo atau unjuk rasa hari ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta Pusat. Aksi-aksi ini digelar oleh berbagai elemen mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga kelompok aktivis dengan membawa berbagai isu nasional, lokal dan internasional.
#demo
#aksimahasiswa
Sitasui demo mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026.
Sebanyak 33 aksi demo atau unjuk rasa hari ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta Pusat. Aksi-aksi ini digelar oleh berbagai elemen mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga kelompok aktivis dengan membawa berbagai isu nasional, lokal dan internasional.
#demo
#aksimahasiswa
...
Di tengah kerumunan lalat dan aroma yang menusuk hidung itu, seorang pria berusia 58 tahun tampak tekun memilah sampah plastik. Namanya Aten Mokoginta, warga Desa Poyowa Kecil.
Tangannya bergerak lincah. Tak ada raut jijik di wajahnya. Aktivitas itu sudah menjadi bagian dari hidupnya selama belasan tahun. "Sejak TPA ini dibangun kami sudah di sini, bahkan kami lah yang melakukan pemangkasan rumput untuk pembukaan lahan," kata lelaki paruh baya berkaus merah itu kepada Zonautara.com.
Bagi dia, kawasan yang dulu hutan itu, kini menjadi tempat mencari nafkah. Ia mengakui, hasil memulung saat ini tidak sebesar beberapa tahun lalu. Namun pekerjaan tersebut masih dianggap lebih menjanjikan dibanding menjadi buruh harian.
Di balik segala keterbatasan, para pemulung di TPA Poyowa Kecil sejatinya menjalankan peran penting dalam rantai ekonomi sirkular. Tanpa disadari, mereka menjadi ujung tombak dalam proses pemanfaatan kembali sampah. Plastik, kardus, aluminium, tembaga, besi, hingga kabel bekas dipilah, dibersihkan, lalu dijual kembali agar dapat diolah menjadi produk baru.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota03
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Di tengah kerumunan lalat dan aroma yang menusuk hidung itu, seorang pria berusia 58 tahun tampak tekun memilah sampah plastik. Namanya Aten Mokoginta, warga Desa Poyowa Kecil.
Tangannya bergerak lincah. Tak ada raut jijik di wajahnya. Aktivitas itu sudah menjadi bagian dari hidupnya selama belasan tahun. "Sejak TPA ini dibangun kami sudah di sini, bahkan kami lah yang melakukan pemangkasan rumput untuk pembukaan lahan," kata lelaki paruh baya berkaus merah itu kepada Zonautara.com.
Bagi dia, kawasan yang dulu hutan itu, kini menjadi tempat mencari nafkah. Ia mengakui, hasil memulung saat ini tidak sebesar beberapa tahun lalu. Namun pekerjaan tersebut masih dianggap lebih menjanjikan dibanding menjadi buruh harian.
Di balik segala keterbatasan, para pemulung di TPA Poyowa Kecil sejatinya menjalankan peran penting dalam rantai ekonomi sirkular. Tanpa disadari, mereka menjadi ujung tombak dalam proses pemanfaatan kembali sampah. Plastik, kardus, aluminium, tembaga, besi, hingga kabel bekas dipilah, dibersihkan, lalu dijual kembali agar dapat diolah menjadi produk baru.
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota03
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
Teras.id dan 29 media mitra di seluruh Indonesia mengecam keras tindakan intimidasi dan teror terhadap redaksi @floresadotco
Teror dan intimidasi terhadap Floresa.co merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers, keselamatan jurnalis, dan demokrasi di Indonesia.
#kebebasanpers #terormedia #floresadotco #terasid #indonesiabukancumajakarta
Teras.id dan 29 media mitra di seluruh Indonesia mengecam keras tindakan intimidasi dan teror terhadap redaksi @floresadotco
Teror dan intimidasi terhadap Floresa.co merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers, keselamatan jurnalis, dan demokrasi di Indonesia.
#kebebasanpers #terormedia #floresadotco #terasid #indonesiabukancumajakarta
...
Selama satu dekade terakhir Kotamobagu telah mengoleksi 10 Piala Adipura. Namun bagi Salman, petugas kebersihan yang sudah berusioa 51 tahun, penghargaan itu tidak mengubah satu kenyataan, bahwa sampah tetap harus diangkut setiap hari.
Bagi sebagian orang, Adipura adalah simbol keberhasilan sebuah kota menjaga lingkungan. Tapi bagi Salman dan petugas lainnya, kebersihan kota sesungguhnya bergantung pada orang-orang yang setiap hari memastikan sampah tidak sempat menumpuk di lingkungan warga.
Karena itu, ketika membahas tentang kebersihan kota, pikirannya justru tertuju pada hal-hal yang jarang terlihat publik.
"Kalau memang harus mengupayakan dapat Adipura, minimal kendaraan harus siap tempur dulu, TPA diperbaiki. Sebab kalau soal kami pekerja, kami selalu siap kerja," ujarnya.
Ucapan Salman ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sistem persampahan Kotamobagu. Di balik kota yang tampak bersih setiap pagi, terdapat jaringan pekerja, armada, dan fasilitas yang harus terus bekerja tanpa henti.
Setiap hari sekitar 60 hingga 80 ton sampah masuk ke TPA Poyowa Kecil. Sampah rumah tangga, pasar, pertokoan, dan perkantoran terus mengalir dari berbagai penjuru kota. Seiring pertumbuhan penduduk, kawasan permukiman, dan aktivitas ekonomi, volume sampah itu berpotensi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam kondisi tersebut, para petugas kebersihan menjadi kelompok yang berada di garis depan. Ketika fasilitas belum memadai atau beban kerja bertambah, merekalah yang memastikan pelayanan tetap berjalan.
Selengkapnya baca di https://s.id/sampahkota02
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Selama satu dekade terakhir Kotamobagu telah mengoleksi 10 Piala Adipura. Namun bagi Salman, petugas kebersihan yang sudah berusioa 51 tahun, penghargaan itu tidak mengubah satu kenyataan, bahwa sampah tetap harus diangkut setiap hari.
Bagi sebagian orang, Adipura adalah simbol keberhasilan sebuah kota menjaga lingkungan. Tapi bagi Salman dan petugas lainnya, kebersihan kota sesungguhnya bergantung pada orang-orang yang setiap hari memastikan sampah tidak sempat menumpuk di lingkungan warga.
Karena itu, ketika membahas tentang kebersihan kota, pikirannya justru tertuju pada hal-hal yang jarang terlihat publik.
"Kalau memang harus mengupayakan dapat Adipura, minimal kendaraan harus siap tempur dulu, TPA diperbaiki. Sebab kalau soal kami pekerja, kami selalu siap kerja," ujarnya.
Ucapan Salman ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sistem persampahan Kotamobagu. Di balik kota yang tampak bersih setiap pagi, terdapat jaringan pekerja, armada, dan fasilitas yang harus terus bekerja tanpa henti.
Setiap hari sekitar 60 hingga 80 ton sampah masuk ke TPA Poyowa Kecil. Sampah rumah tangga, pasar, pertokoan, dan perkantoran terus mengalir dari berbagai penjuru kota. Seiring pertumbuhan penduduk, kawasan permukiman, dan aktivitas ekonomi, volume sampah itu berpotensi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam kondisi tersebut, para petugas kebersihan menjadi kelompok yang berada di garis depan. Ketika fasilitas belum memadai atau beban kerja bertambah, merekalah yang memastikan pelayanan tetap berjalan.
Selengkapnya baca di https://s.id/sampahkota02
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
🌊 14 organisasi di 14 negara, 5 benua. dalam satu misi.
No-Trash Triangle Initiative (NTTI) terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Global Ocean Cleanup 2026, bersama 13 organisasi lainnya dari berbagai negara. Inisiatif global ini digagas oleh Oceanic Society dalam rangka Sea Turtle Week, menggerakkan ribuan sukarelawan di seluruh dunia untuk melindungi laut dan ekosistem pesisir.
Mitra yang terpilih akan melaksanakan aksi pembersihan pantai, sekaligus berkesempatan mengikuti Marine Debris Art Contest, kompetisi tahunan yang mengubah sampah laut menjadi karya seni kreatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lautan.
Kini saatnya kita bergerak bersama!
📍 Bergabunglah dalam aksi pembersihan pantai di Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken, sebagai bagian dari Global Ocean Cleanup 2026.
📅 Sabtu, 13 Juni 2026
🕗 08.00 WITA – sampai pantai bersih
📍 Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken
Setiap sampah yang kita angkat adalah langkah nyata untuk melindungi penyu laut, satwa pesisir, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada laut yang sehat.
🤝 Ajak teman, keluarga, dan rekan Anda untuk ikut terlibat.
💬 Tandai mereka di kolom komentar.
📢 Bagikan postingan ini untuk menyebarkan semangat menjaga laut.
🌏 Mari menjadi bagian dari gerakan global yang membawa perubahan dari pesisir Bunaken hingga seluruh dunia.
❓Ada pertanyaan? Sila hubungi @notrashtriangle
#GlobalOceanCleanup2026 #SeaTurtleWeek #OceanicSociety #NTTI #Bunaken #PantaiLiang #BeachCleanup #SaveOurOcean #MarineConservation #IndonesiaForTheOcean
🌊 14 organisasi di 14 negara, 5 benua. dalam satu misi.
No-Trash Triangle Initiative (NTTI) terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Global Ocean Cleanup 2026, bersama 13 organisasi lainnya dari berbagai negara. Inisiatif global ini digagas oleh Oceanic Society dalam rangka Sea Turtle Week, menggerakkan ribuan sukarelawan di seluruh dunia untuk melindungi laut dan ekosistem pesisir.
Mitra yang terpilih akan melaksanakan aksi pembersihan pantai, sekaligus berkesempatan mengikuti Marine Debris Art Contest, kompetisi tahunan yang mengubah sampah laut menjadi karya seni kreatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lautan.
Kini saatnya kita bergerak bersama!
📍 Bergabunglah dalam aksi pembersihan pantai di Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken, sebagai bagian dari Global Ocean Cleanup 2026.
📅 Sabtu, 13 Juni 2026
🕗 08.00 WITA – sampai pantai bersih
📍 Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken
Setiap sampah yang kita angkat adalah langkah nyata untuk melindungi penyu laut, satwa pesisir, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada laut yang sehat.
🤝 Ajak teman, keluarga, dan rekan Anda untuk ikut terlibat.
💬 Tandai mereka di kolom komentar.
📢 Bagikan postingan ini untuk menyebarkan semangat menjaga laut.
🌏 Mari menjadi bagian dari gerakan global yang membawa perubahan dari pesisir Bunaken hingga seluruh dunia.
❓Ada pertanyaan? Sila hubungi @notrashtriangle
#GlobalOceanCleanup2026 #SeaTurtleWeek #OceanicSociety #NTTI #Bunaken #PantaiLiang #BeachCleanup #SaveOurOcean #MarineConservation #IndonesiaForTheOcean
...
