Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
MASIHKAH NYIUR MELAMBAI?
Kelapa menjadi kebanggaan Sulawesi Utara. Namun, ketika nilainya meningkat dan hilirisasi terus didorong, siapa yang hidupnya ikut membaik?
Dalam rangka merayakan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara serta menyambut Manado sebagai tuan rumah World Coconut Day 2026, Zonautara.com mengajak Anda memaknai kembali julukan “Bumi Nyiur Melambai” melalui cerita orang-orang yang menggantungkan hidup pada kelapa.
Lewat Obrolan Redaksi, kami berbagi cerita di balik serial liputan mendalam tentang hilirisasi kelapa Sulawesi Utara. Dari kebun di Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan, kita membicarakan penghasilan pekebun, risiko pemanjat, upah buruh, hingga janji nilai tambah industri.
Industri ingin terus tumbuh, bagaimana masa depan kebun dan pekerjanya dijaga? Seberapa jauh kebanggaan terhadap kelapa terwujud dalam kesejahteraan mereka?
Bersama jurnalis Marsal Datundugon @marshal_datundugon dan Ronny Buol @ronnybuol , dipandu Jufri Kasumbala @jufrikasumbala
🗓 Kamis, 24 September 2026
🕓 Pukul 16.00 WITA
📍 Live Instagram @zonautaradotcom
Mari ikut berdiskusi!
#ObrolanRedaksi
#BumiNyiurMelambai
#HilirisasiKelapa
#WorldCoconutDay2026
#TerasId
MASIHKAH NYIUR MELAMBAI?
Kelapa menjadi kebanggaan Sulawesi Utara. Namun, ketika nilainya meningkat dan hilirisasi terus didorong, siapa yang hidupnya ikut membaik?
Dalam rangka merayakan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara serta menyambut Manado sebagai tuan rumah World Coconut Day 2026, Zonautara.com mengajak Anda memaknai kembali julukan “Bumi Nyiur Melambai” melalui cerita orang-orang yang menggantungkan hidup pada kelapa.
Lewat Obrolan Redaksi, kami berbagi cerita di balik serial liputan mendalam tentang hilirisasi kelapa Sulawesi Utara. Dari kebun di Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan, kita membicarakan penghasilan pekebun, risiko pemanjat, upah buruh, hingga janji nilai tambah industri.
Industri ingin terus tumbuh, bagaimana masa depan kebun dan pekerjanya dijaga? Seberapa jauh kebanggaan terhadap kelapa terwujud dalam kesejahteraan mereka?
Bersama jurnalis Marsal Datundugon @marshal_datundugon dan Ronny Buol @ronnybuol , dipandu Jufri Kasumbala @jufrikasumbala
🗓 Kamis, 24 September 2026
🕓 Pukul 16.00 WITA
📍 Live Instagram @zonautaradotcom
Mari ikut berdiskusi!
#ObrolanRedaksi
#BumiNyiurMelambai
#HilirisasiKelapa
#WorldCoconutDay2026
#TerasId
...
Karangetang Keluarkan Asap Kelabu Ratusan Meter dari Kawah Utara
Aktivitas Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) masih terpantau, Rabu (23/9/2026).
Video memperlihatkan asap kawah berwarna kelabu keluar dari Kawah Utara atau Kawah Dua dan membumbung hingga ratusan meter di atas puncak kawah.
Data Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang mencatat aktivitas pada Selasa (22/9/2026), antara lain 43 gempa guguran, 103 gempa hembusan, 28 tremor non-harmonik, dan 66 tremor harmonik.
Secara visual juga teramati guguran lava pijar dengan jarak luncur sekitar 700 meter ke arah selatan, 700–1.100 meter ke arah barat daya-barat, serta 500–700 meter ke arah barat laut.
Karangetang masih berstatus Level II (Waspada).
PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas di zona prakiraan bahaya, yakni radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama, serta perluasan sektoral ke arah selatan dan barat daya hingga 2,5 kilometer.
Masyarakat di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari Karangetang juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang.
#GunungKarangetang #Sitaro #SulawesiUtara #AktivitasGunungApi
Karangetang Keluarkan Asap Kelabu Ratusan Meter dari Kawah Utara
Aktivitas Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) masih terpantau, Rabu (23/9/2026).
Video memperlihatkan asap kawah berwarna kelabu keluar dari Kawah Utara atau Kawah Dua dan membumbung hingga ratusan meter di atas puncak kawah.
Data Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang mencatat aktivitas pada Selasa (22/9/2026), antara lain 43 gempa guguran, 103 gempa hembusan, 28 tremor non-harmonik, dan 66 tremor harmonik.
Secara visual juga teramati guguran lava pijar dengan jarak luncur sekitar 700 meter ke arah selatan, 700–1.100 meter ke arah barat daya-barat, serta 500–700 meter ke arah barat laut.
Karangetang masih berstatus Level II (Waspada).
PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas di zona prakiraan bahaya, yakni radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama, serta perluasan sektoral ke arah selatan dan barat daya hingga 2,5 kilometer.
Masyarakat di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari Karangetang juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang.
#GunungKarangetang #Sitaro #SulawesiUtara #AktivitasGunungApi
...
Di Desa Tolotoyon, Bolaang Mongondow Selatan, kelapa bukan sekadar komoditas perkebunan besar, melainkan juga tumpuan hidup warga hingga ruang kecil bagi anak-anak untuk belajar berupaya.
Sepulang sekolah, anak-anak seperti Wahyu, Septian, dan Rahmat biasa memungut buah kelapa yang jatuh di kebun sekitar kampung. Terdapat aturan tidak tertulis yang dipahami bersama: buah yang jatuh boleh diambil, namun mereka dilarang memanjat pohon milik orang.
Dari beberapa butir kelapa jatuh yang dijual seharga Rp2.500 per butir, hasil yang dikumpulkan tidak hanya menjadi uang jajan, tetapi juga ditabung dan digunakan untuk membantu membeli beras kebutuhan rumah tangga.
Meski beraktivitas di bawah rindangnya pohon kelapa, anak-anak ini tetap merajut cita-cita di luar perkebunan, seperti menjadi tentara angkatan udara hingga polisi.
Di balik hitungan tonase, produktivitas, dan potensi ekspor industri kelapa Sulawesi Utara, ada alur ekonomi mikro yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat. Dari buruh pengumpul dan pengupas hingga anak-anak sekolah yang memungut kelapa jatuh, komoditas ini memberi manfaat nyata bagi warga setempat meski mereka tidak memiliki pohonnya sendiri.
Baca tulisan kedelapan kami tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link ini: https://kelapasulut08
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
#terasid
Di Desa Tolotoyon, Bolaang Mongondow Selatan, kelapa bukan sekadar komoditas perkebunan besar, melainkan juga tumpuan hidup warga hingga ruang kecil bagi anak-anak untuk belajar berupaya.
Sepulang sekolah, anak-anak seperti Wahyu, Septian, dan Rahmat biasa memungut buah kelapa yang jatuh di kebun sekitar kampung. Terdapat aturan tidak tertulis yang dipahami bersama: buah yang jatuh boleh diambil, namun mereka dilarang memanjat pohon milik orang.
Dari beberapa butir kelapa jatuh yang dijual seharga Rp2.500 per butir, hasil yang dikumpulkan tidak hanya menjadi uang jajan, tetapi juga ditabung dan digunakan untuk membantu membeli beras kebutuhan rumah tangga.
Meski beraktivitas di bawah rindangnya pohon kelapa, anak-anak ini tetap merajut cita-cita di luar perkebunan, seperti menjadi tentara angkatan udara hingga polisi.
Di balik hitungan tonase, produktivitas, dan potensi ekspor industri kelapa Sulawesi Utara, ada alur ekonomi mikro yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat. Dari buruh pengumpul dan pengupas hingga anak-anak sekolah yang memungut kelapa jatuh, komoditas ini memberi manfaat nyata bagi warga setempat meski mereka tidak memiliki pohonnya sendiri.
Baca tulisan kedelapan kami tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link ini: https://kelapasulut08
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
#terasid
...
Merayakan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara hari ini, Zonautara.com menghadirkan serial liputan investigatif tentang komoditas yang menjadi bagian dari identitas dan lambang daerah ini: kelapa.
Ketika julukan Bumi Nyiur Melambai dipertaruhkan di antara ambisi megaproyek hilirisasi dan persoalan kebun rakyat yang menua, riset jurnalistik kami hadir untuk menguji apakah nilai tambah ekonomi benar-benar kembali kepada mereka yang menanam dan memanjatnya.
Ikuti laporan kami di sini: https://s.id/kelapasulut
#hutsulut
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
Merayakan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara hari ini, Zonautara.com menghadirkan serial liputan investigatif tentang komoditas yang menjadi bagian dari identitas dan lambang daerah ini: kelapa.
Ketika julukan Bumi Nyiur Melambai dipertaruhkan di antara ambisi megaproyek hilirisasi dan persoalan kebun rakyat yang menua, riset jurnalistik kami hadir untuk menguji apakah nilai tambah ekonomi benar-benar kembali kepada mereka yang menanam dan memanjatnya.
Ikuti laporan kami di sini: https://s.id/kelapasulut
#hutsulut
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
...
Di balik narasi besar hilirisasi kelapa dan angka investasi industri di Sulawesi Utara, ada realitas penting yang sering kali luput dari perhatian, yakni perjuangan para pemanjat kelapa.
Sebelum sebutir kelapa masuk pabrik dan diolah menjadi produk turunan berkategori ekspor, perjalanan bahan baku tersebut selalu dimulai dari seseorang yang berani mempertaruhkan keselamatan untuk memanjat pohon puluhan meter.
Para pemanjat kini menghadapi tantangan yang makin berat, mulai dari pohon yang kian tinggi dan tua, risiko kecelakaan kerja, hingga ongkos panen yang berfluktuasi.
Pada titik tertentu, tinggi pohon membuat sebagian pemilik kebun membiarkan buah jatuh sendiri karena terlalu berbahaya untuk dipanjat. Situasi ini kian kompleks dengan adanya isu kelangkaan pemanjat muda di beberapa wilayah serta ancaman hama tanaman kelapa.
Pemerintah memang telah menyusun peta jalan peremajaan kebun kelapa secara nasional. Namun selama masa transisi, keberlanjutan rantai pasok industri tetap ditentukan oleh keputusan dasar di bawah pohon: seberapa aman dan memungkinkannya sebuah pohon kelapa untuk dipanjat hari ini.
Baca laporan ketujuh kami dalam serial liputan mendalam tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link ini: https://s.id/kelapasulut07
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
#terasid
Di balik narasi besar hilirisasi kelapa dan angka investasi industri di Sulawesi Utara, ada realitas penting yang sering kali luput dari perhatian, yakni perjuangan para pemanjat kelapa.
Sebelum sebutir kelapa masuk pabrik dan diolah menjadi produk turunan berkategori ekspor, perjalanan bahan baku tersebut selalu dimulai dari seseorang yang berani mempertaruhkan keselamatan untuk memanjat pohon puluhan meter.
Para pemanjat kini menghadapi tantangan yang makin berat, mulai dari pohon yang kian tinggi dan tua, risiko kecelakaan kerja, hingga ongkos panen yang berfluktuasi.
Pada titik tertentu, tinggi pohon membuat sebagian pemilik kebun membiarkan buah jatuh sendiri karena terlalu berbahaya untuk dipanjat. Situasi ini kian kompleks dengan adanya isu kelangkaan pemanjat muda di beberapa wilayah serta ancaman hama tanaman kelapa.
Pemerintah memang telah menyusun peta jalan peremajaan kebun kelapa secara nasional. Namun selama masa transisi, keberlanjutan rantai pasok industri tetap ditentukan oleh keputusan dasar di bawah pohon: seberapa aman dan memungkinkannya sebuah pohon kelapa untuk dipanjat hari ini.
Baca laporan ketujuh kami dalam serial liputan mendalam tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link ini: https://s.id/kelapasulut07
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
#terasid
...
Karhutla terjadi di Minahasa Utara
#karhutla
#kebakaran
Karhutla terjadi di Minahasa Utara
#karhutla
#kebakaran
...
Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan pemerasan dan gratifikasi setelah operasi tangkap tangan yang mengamankan 14 orang.
Menurut KPK, Sirajudin diduga mematok fee 10 persen dari nilai proyek serta menentukan calon pemenang sebelum proses pengadaan dilaksanakan. Pengadaan kemudian diduga dikondisikan agar dimenangkan vendor yang telah dipilih.
Salah satu proyek yang diungkap adalah pembangunan Jalan Sangkub IV senilai sekitar Rp1,9 miliar. Fee yang diduga diminta untuk bupati mencapai Rp190 juta. KPK menyebut Rp130 juta telah diserahkan dan ditemukan di kamar hotel di Jakarta.
KPK juga mendalami dugaan penerimaan gratifikasi sepanjang 2023–2026, termasuk ketika Sirajudin menjabat sebagai penjabat bupati. Ia ditahan untuk 20 hari pertama, mulai 22 September hingga 11 Oktober 2026.
Kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat. KPK menegaskan bahwa laporan dugaan korupsi di daerah tetap ditindaklanjuti sepanjang memenuhi kewenangannya.
Status tersangka bukan putusan bersalah. Dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Baca berita selengkapnya di Zonautara.com.
#Bolmut
#KPK
#OTTKPK
Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan pemerasan dan gratifikasi setelah operasi tangkap tangan yang mengamankan 14 orang.
Menurut KPK, Sirajudin diduga mematok fee 10 persen dari nilai proyek serta menentukan calon pemenang sebelum proses pengadaan dilaksanakan. Pengadaan kemudian diduga dikondisikan agar dimenangkan vendor yang telah dipilih.
Salah satu proyek yang diungkap adalah pembangunan Jalan Sangkub IV senilai sekitar Rp1,9 miliar. Fee yang diduga diminta untuk bupati mencapai Rp190 juta. KPK menyebut Rp130 juta telah diserahkan dan ditemukan di kamar hotel di Jakarta.
KPK juga mendalami dugaan penerimaan gratifikasi sepanjang 2023–2026, termasuk ketika Sirajudin menjabat sebagai penjabat bupati. Ia ditahan untuk 20 hari pertama, mulai 22 September hingga 11 Oktober 2026.
Kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat. KPK menegaskan bahwa laporan dugaan korupsi di daerah tetap ditindaklanjuti sepanjang memenuhi kewenangannya.
Status tersangka bukan putusan bersalah. Dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Baca berita selengkapnya di Zonautara.com.
#Bolmut
#KPK
#OTTKPK
...
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sebagai tersangka kasus korupsi.
#kpk
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sebagai tersangka kasus korupsi.
#kpk
...
Di balik julukan Sulawesi Utara sebagai Bumi Nyiur Melambai, kebun-kebun kelapa rakyat kini menghadapi krisis yang tenang namun berpacu dengan waktu: pohon-pohon yang kian menua dan menjulang tinggi.
Pemandangan buah kelapa yang dibiarkan jatuh sendiri karena pemanjat tak lagi berani menaiki batang yang terlalu besar menjadi kenyataan sehari-hari di lapangan, menandakan penurunan produktivitas yang kian mengancam.
Namun, meremajakan kebun kelapa tidak sesederhana membagikan bibit baru. Bagi petani rakyat, menebang pohon tua berarti memutus sumber pendapatan harian selama bertahun-tahun selagi menunggu tanaman pengganti berbuah.
Dilema ekonomi ini makin kompleks ketika dihadapkan pada ketimpangan data luas kebun tua, ketidakpastian status penguasaan lahan HGU, ancaman kemarau terhadap bibit muda, hingga alur distribusi bibit yang panjang dari tempat pembibitan sampai ke tangan kelompok tani.
Di tengah ambisi besar hilirisasi industri yang membutuhkan kepastian pasokan bahan baku, masa depan kebun kelapa Sulawesi Utara tidak hanya ditentukan oleh angka bantuan bibit di atas kertas. Keberhasilannya bergantung pada kesiapan lahan, keberlanjutan tumpang sari, serta kemampuan petani bertahan hidup melewati masa peralihan hingga pohon baru benar-benar menghasilkan.
Bagaimana potret lengkap perjuangan petani dan dinamika peremajaan kelapa di Sulawesi Utara?.
Baca tulisan keenam dari Serial Liputan Mendalam Zonautara.com tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link: https://s.id/kelapasulut06
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
#terasid
Di balik julukan Sulawesi Utara sebagai Bumi Nyiur Melambai, kebun-kebun kelapa rakyat kini menghadapi krisis yang tenang namun berpacu dengan waktu: pohon-pohon yang kian menua dan menjulang tinggi.
Pemandangan buah kelapa yang dibiarkan jatuh sendiri karena pemanjat tak lagi berani menaiki batang yang terlalu besar menjadi kenyataan sehari-hari di lapangan, menandakan penurunan produktivitas yang kian mengancam.
Namun, meremajakan kebun kelapa tidak sesederhana membagikan bibit baru. Bagi petani rakyat, menebang pohon tua berarti memutus sumber pendapatan harian selama bertahun-tahun selagi menunggu tanaman pengganti berbuah.
Dilema ekonomi ini makin kompleks ketika dihadapkan pada ketimpangan data luas kebun tua, ketidakpastian status penguasaan lahan HGU, ancaman kemarau terhadap bibit muda, hingga alur distribusi bibit yang panjang dari tempat pembibitan sampai ke tangan kelompok tani.
Di tengah ambisi besar hilirisasi industri yang membutuhkan kepastian pasokan bahan baku, masa depan kebun kelapa Sulawesi Utara tidak hanya ditentukan oleh angka bantuan bibit di atas kertas. Keberhasilannya bergantung pada kesiapan lahan, keberlanjutan tumpang sari, serta kemampuan petani bertahan hidup melewati masa peralihan hingga pohon baru benar-benar menghasilkan.
Bagaimana potret lengkap perjuangan petani dan dinamika peremajaan kelapa di Sulawesi Utara?.
Baca tulisan keenam dari Serial Liputan Mendalam Zonautara.com tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link: https://s.id/kelapasulut06
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
#terasid
...
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 21 September 2026. Dalam operasi tersebut, KPK turut menangkap Bupati Bolmong Utara, Sirajudin Lasena.
Informasi ini dikonfirmasi oleh Ketua KPK, Setyo Budianto, yang menyatakan, "Benar, sedang ada kegiatan di lapangan," ungkapnya pada Senin.
Meski operasi telah dilakukan, Setyo Budianto belum mengungkapkan jumlah total orang yang ditangkap dalam OTT ini. Ia juga belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus spesifik yang menjadi basis dari penangkapan tersebut.
Berdasarkan peraturan yang berlaku, KPK memiliki waktu selama 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap dalam operasi ini.
OTT ini tercatat sebagai operasi KPK yang ke-21 sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, KPK juga telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang terkait dengan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
#ottkpk
#kpk
#bupatibolmut
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 21 September 2026. Dalam operasi tersebut, KPK turut menangkap Bupati Bolmong Utara, Sirajudin Lasena.
Informasi ini dikonfirmasi oleh Ketua KPK, Setyo Budianto, yang menyatakan, "Benar, sedang ada kegiatan di lapangan," ungkapnya pada Senin.
Meski operasi telah dilakukan, Setyo Budianto belum mengungkapkan jumlah total orang yang ditangkap dalam OTT ini. Ia juga belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus spesifik yang menjadi basis dari penangkapan tersebut.
Berdasarkan peraturan yang berlaku, KPK memiliki waktu selama 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap dalam operasi ini.
OTT ini tercatat sebagai operasi KPK yang ke-21 sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, KPK juga telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang terkait dengan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
#ottkpk
#kpk
#bupatibolmut
...
Sulawesi Utara sering dijuluki sebagai "Bumi Nyiur Melambai", tetapi pohon kelapa menyimpan perjalanan sejarah, ekonomi, dan budaya yang jauh lebih mendalam dari sekadar sebutan indah di lambang daerah.
Tulisan ini mengajak pembaca menyelami bagaimana kelapa menjadi tumpuan utama masyarakat Sulawesi Utara, mulai dari komoditas kebun, dapur rumah tangga, pembiayaan pendidikan keluarga, hingga menjadi arena dinamika politik dan tata niaga daerah.
Kisah ini menelusuri jejak kejayaan kopra sejak akhir abad ke-19 yang mengubah lanskap pertanian Minahasa dan menggerakkan ekonomi warga. Hasil panen kelapa tak hanya menghidupi dapur, tetapi juga membuka jalan bagi anak-anak petani untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Selain itu, artikel ini mengulas akulturasi kuliner yang melahirkan hidangan khas seperti klappertaart, pertemuan antara resep tart Belanda dengan kelapa muda melimpah dari Manado yang hingga kini terus beradaptasi dengan pasar.
Namun, di balik romantisme pemandangan pohon kelapa dan hidangan manis oleh-oleh, ada realitas perjuangan petani yang menghadapi jatuh bangun harga kopra, tantangan peremajaan kebun, serta regenerasi pemanjat pohon.
Seluruh lapisan cerita ini dirangkai untuk menunjukkan bahwa kelapa adalah cara hidup yang terus bertahan dan membentuk identitas Sulawesi Utara.
👉 Baca artikel kelima dari serial liputan mendalam Zonautara.com tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link ini: https://s.id/kelapasulut05
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
#kelapa
#terasid
Sulawesi Utara sering dijuluki sebagai "Bumi Nyiur Melambai", tetapi pohon kelapa menyimpan perjalanan sejarah, ekonomi, dan budaya yang jauh lebih mendalam dari sekadar sebutan indah di lambang daerah.
Tulisan ini mengajak pembaca menyelami bagaimana kelapa menjadi tumpuan utama masyarakat Sulawesi Utara, mulai dari komoditas kebun, dapur rumah tangga, pembiayaan pendidikan keluarga, hingga menjadi arena dinamika politik dan tata niaga daerah.
Kisah ini menelusuri jejak kejayaan kopra sejak akhir abad ke-19 yang mengubah lanskap pertanian Minahasa dan menggerakkan ekonomi warga. Hasil panen kelapa tak hanya menghidupi dapur, tetapi juga membuka jalan bagi anak-anak petani untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Selain itu, artikel ini mengulas akulturasi kuliner yang melahirkan hidangan khas seperti klappertaart, pertemuan antara resep tart Belanda dengan kelapa muda melimpah dari Manado yang hingga kini terus beradaptasi dengan pasar.
Namun, di balik romantisme pemandangan pohon kelapa dan hidangan manis oleh-oleh, ada realitas perjuangan petani yang menghadapi jatuh bangun harga kopra, tantangan peremajaan kebun, serta regenerasi pemanjat pohon.
Seluruh lapisan cerita ini dirangkai untuk menunjukkan bahwa kelapa adalah cara hidup yang terus bertahan dan membentuk identitas Sulawesi Utara.
👉 Baca artikel kelima dari serial liputan mendalam Zonautara.com tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link ini: https://s.id/kelapasulut05
#kelapasulut
#hirilisasikelapa
#kelapa
#terasid
...
Pemerintah mendorong hilirisasi kelapa nasional dengan menempatkan peremajaan kebun sebagai fondasi utama. Sulawesi Utara, yang menjadi salah satu produsen kelapa terbesar di Indonesia, berada di garis depan agenda besar ini. Namun di tingkat tapak, tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, upaya mendorong petani menanam kembali pohon kelapa berhadapan dengan persoalan mendasar: ketidakpastian status tanah.
Banyak lahan perkebunan kelapa warga beririsan dengan kawasan Hak Guna Usaha (HGU), baik yang statusnya masih aktif, sudah berakhir, maupun yang belum terpetakan dengan jelas oleh Kantor Pertanahan/BPN. Kondisi ini membuat sebagian petani berada dalam posisi dilematis. Menanam kelapa berbeda dengan tanaman semusim; bibit butuh bertahun-tahun untuk berbuah dan diharapkan memberi hasil hingga puluhan tahun ke depan. Tanpa jaminan kepastian hukum atas tanah yang mereka garap, para petani enggan menanggung risiko investasi jangka panjang pada lahan yang berisiko lepas dari penguasaan mereka.
Hilirisasi industri tidak cukup hanya dengan membangun pabrik pengolahan di bagian hilir. Tanpa penyelesaian penataan hak atas tanah bagi penggarap di hulu, program peremajaan kelapa akan sulit berjalan optimal. Keberlanjutan pasokan bahan baku kelapa pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit unggul, tetapi juga oleh kepastian hukum di atas tanah tempat pohon-pohon itu akan tumbuh.
Simak bagian keempat dari serial liputan mendalam Zonautara.com tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link berikut: https://s.id/kelapasulut04
#HilirisasiKelapa
#PetaniKelapa
#Kelapa
#Terasid
Pemerintah mendorong hilirisasi kelapa nasional dengan menempatkan peremajaan kebun sebagai fondasi utama. Sulawesi Utara, yang menjadi salah satu produsen kelapa terbesar di Indonesia, berada di garis depan agenda besar ini. Namun di tingkat tapak, tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, upaya mendorong petani menanam kembali pohon kelapa berhadapan dengan persoalan mendasar: ketidakpastian status tanah.
Banyak lahan perkebunan kelapa warga beririsan dengan kawasan Hak Guna Usaha (HGU), baik yang statusnya masih aktif, sudah berakhir, maupun yang belum terpetakan dengan jelas oleh Kantor Pertanahan/BPN. Kondisi ini membuat sebagian petani berada dalam posisi dilematis. Menanam kelapa berbeda dengan tanaman semusim; bibit butuh bertahun-tahun untuk berbuah dan diharapkan memberi hasil hingga puluhan tahun ke depan. Tanpa jaminan kepastian hukum atas tanah yang mereka garap, para petani enggan menanggung risiko investasi jangka panjang pada lahan yang berisiko lepas dari penguasaan mereka.
Hilirisasi industri tidak cukup hanya dengan membangun pabrik pengolahan di bagian hilir. Tanpa penyelesaian penataan hak atas tanah bagi penggarap di hulu, program peremajaan kelapa akan sulit berjalan optimal. Keberlanjutan pasokan bahan baku kelapa pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit unggul, tetapi juga oleh kepastian hukum di atas tanah tempat pohon-pohon itu akan tumbuh.
Simak bagian keempat dari serial liputan mendalam Zonautara.com tentang Hirilisasi Kelapa Sulawesi Utara melalui link berikut: https://s.id/kelapasulut04
#HilirisasiKelapa
#PetaniKelapa
#Kelapa
#Terasid
...
