Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Api di Gunung Awu bukan hanya membakar hutan. Di bawah lereng yang terbakar, ada kebun pala, kelapa, dan cengkeh yang menjadi sumber hidup warga, serta habitat satwa endemik Sangihe yang tidak mudah tergantikan.
Hingga pembaruan terakhir, luas kawasan terdampak kebakaran Gunung Awu dilaporkan mencapai sekitar 913 hektare. Upaya pemadaman masih terus dilakukan untuk mencegah mendekati kawasan perkebunan warga. Proses pemadaman menghadapi medan terjal, vegetasi kering, akses terbatas, dan minimnya sumber air.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyebut titik api terdekat berada di lereng menuju Kampung Bahu, sekitar 2 kilometer dari perkebunan masyarakat. Pemerintah bersama TNI-Polri, aparat kecamatan dan kampung, relawan, serta warga berupaya membentuk perimeter penanganan agar api tidak menjalar lebih jauh.
Ancaman kebakaran juga menyentuh sisi ekologis. Gunung Awu merupakan kawasan penting bagi keanekaragaman hayati Sangihe dan menjadi habitat sejumlah satwa dengan sebaran terbatas, termasuk burung-madu sangihe, serindit sangihe, celepuk sangihe, tarsius sangihe, viper sangihe, dan cicak terbang sangihe.
Karena itu, kebakaran Gunung Awu bukan hanya persoalan luas hutan yang terbakar. Yang dipertaruhkan adalah keselamatan warga, sumber penghidupan masyarakat, dan keberlangsungan ekosistem penting Pulau Sangihe.
Diolah dari berbagai sumber: BNPB, BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Burung Indonesia, serta laporan warga dan media lokal.
#GunungAwu #Sangihe #KebakaranHutan #Karhutla #SulawesiUtara #KeanekaragamanHayati #Konservasi
Api di Gunung Awu bukan hanya membakar hutan. Di bawah lereng yang terbakar, ada kebun pala, kelapa, dan cengkeh yang menjadi sumber hidup warga, serta habitat satwa endemik Sangihe yang tidak mudah tergantikan.
Hingga pembaruan terakhir, luas kawasan terdampak kebakaran Gunung Awu dilaporkan mencapai sekitar 913 hektare. Upaya pemadaman masih terus dilakukan untuk mencegah mendekati kawasan perkebunan warga. Proses pemadaman menghadapi medan terjal, vegetasi kering, akses terbatas, dan minimnya sumber air.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyebut titik api terdekat berada di lereng menuju Kampung Bahu, sekitar 2 kilometer dari perkebunan masyarakat. Pemerintah bersama TNI-Polri, aparat kecamatan dan kampung, relawan, serta warga berupaya membentuk perimeter penanganan agar api tidak menjalar lebih jauh.
Ancaman kebakaran juga menyentuh sisi ekologis. Gunung Awu merupakan kawasan penting bagi keanekaragaman hayati Sangihe dan menjadi habitat sejumlah satwa dengan sebaran terbatas, termasuk burung-madu sangihe, serindit sangihe, celepuk sangihe, tarsius sangihe, viper sangihe, dan cicak terbang sangihe.
Karena itu, kebakaran Gunung Awu bukan hanya persoalan luas hutan yang terbakar. Yang dipertaruhkan adalah keselamatan warga, sumber penghidupan masyarakat, dan keberlangsungan ekosistem penting Pulau Sangihe.
Diolah dari berbagai sumber: BNPB, BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Burung Indonesia, serta laporan warga dan media lokal.
#GunungAwu #Sangihe #KebakaranHutan #Karhutla #SulawesiUtara #KeanekaragamanHayati #Konservasi
...
China baru saja mengubah cara mengisi bahan bakar kendaraan. Di Chengdu, ribuan skuter (atau lebih tepatnya sepeda listrik dua roda) yang disebut “Hydrogen Pony” atau 氢马儿 sudah beroperasi di jalanan.
Bukan baterai litium yang diisi listrik, melainkan tabung hidrogen padat seukuran kaleng minuman. Satu tabung berisi sekitar 100 gram hidrogen cukup untuk menempuh kurang-lebih 100 kilometer.
Proses gantinya sangat cepat: cukup buka tutup di bawah jok, cabut tabung kosong, masukkan yang penuh, dan selesai dalam sekitar 30 detik. Tidak ada antrian charging, tidak ada waktu menunggu berjam-jam. Yang keluar dari knalpot? Hanya uap air.
Teknologinya memakai penyimpanan hidrogen padat bertekanan rendah (bukan tabung gas bertekanan tinggi), sehingga relatif aman. Sel bahan bakar mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menggerakkan motor.
Di distrik Xindu saja sudah ada sekitar 11.000 unit yang beroperasi sebagai armada berbagi publik, dengan ratusan ribu pengguna terdaftar dan jutaan perjalanan yang sudah tercatat.
Ini bukan sekadar uji coba. China sedang menunjukkan bahwa hidrogen bisa masuk ke kehidupan sehari-hari kota besar dengan cara yang praktis: ganti tabung seperti ganti kaleng soda, lalu terus jalan.
Sementara banyak negara masih di tahap pilot, Chengdu sudah menjalankannya di skala nyata.
China baru saja mengubah cara mengisi bahan bakar kendaraan. Di Chengdu, ribuan skuter (atau lebih tepatnya sepeda listrik dua roda) yang disebut “Hydrogen Pony” atau 氢马儿 sudah beroperasi di jalanan.
Bukan baterai litium yang diisi listrik, melainkan tabung hidrogen padat seukuran kaleng minuman. Satu tabung berisi sekitar 100 gram hidrogen cukup untuk menempuh kurang-lebih 100 kilometer.
Proses gantinya sangat cepat: cukup buka tutup di bawah jok, cabut tabung kosong, masukkan yang penuh, dan selesai dalam sekitar 30 detik. Tidak ada antrian charging, tidak ada waktu menunggu berjam-jam. Yang keluar dari knalpot? Hanya uap air.
Teknologinya memakai penyimpanan hidrogen padat bertekanan rendah (bukan tabung gas bertekanan tinggi), sehingga relatif aman. Sel bahan bakar mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menggerakkan motor.
Di distrik Xindu saja sudah ada sekitar 11.000 unit yang beroperasi sebagai armada berbagi publik, dengan ratusan ribu pengguna terdaftar dan jutaan perjalanan yang sudah tercatat.
Ini bukan sekadar uji coba. China sedang menunjukkan bahwa hidrogen bisa masuk ke kehidupan sehari-hari kota besar dengan cara yang praktis: ganti tabung seperti ganti kaleng soda, lalu terus jalan.
Sementara banyak negara masih di tahap pilot, Chengdu sudah menjalankannya di skala nyata.
...
Di Desa Toraut Utara, Bolaang Mongondow, Nyoman Kartini mengawasi tumpukan karung padi di tengah mengeringnya pasokan air irigasi. Sawahnya kering sebelum sempat memanen bulir padi, meninggalkan beban utang belasan juta rupiah dan memaksa ia bersama suaminya bekerja sebagai buruh harian penjemur padi milik orang lain.
Tak jauh dari situ, Yusuf Liohu terpaksa menjual ternak sapinya dengan harga murah karena rumput mengering dan sumber air menyusut. Padahal Yusuf mengembalakan sapinya di dekat Bendung Toraut.
Kisah di dataran Dumoga ini menggambarkan betapa nyatanya dampak krisis lingkungan di Sulawesi Utara. Krisis ini menjangkau berbagai wilayah dan sektor, mulai dari penurunan hasil tangkapan nelayan di Bitung, abrasi pantai di Bolaang Mongondow Selatan, banjir di Kotamobagu, hingga krisis air bersih di Sitaro.
Perubahan iklim global membuat kemarau menjadi lebih panjang dan cuaca ekstrem lebih sering terjadi, yang kian diperparah oleh alih fungsi lahan hulu serta buruknya pengelolaan infrastruktur air.
Beban terberat dari krisis ini selalu jatuh kepada kelompok masyarakat paling rentan, seperti petani gurem dan nelayan tradisional. Dampaknya merembet dari masalah produksi hingga ke dapur dan kesehatan fisik serta mental, mulai dari krisis pangan lokal, penurunan sanitasi dan munculnya penyakit, hingga ancaman kecemasan kronis.
Bagi masyarakat di tingkat tapak, krisis iklim bukanlah deretan angka statistik atau proyeksi dokumen perencanaan pemerintah. Krisis ini hadir nyata di dalam rumah dalam bentuk utang yang kian menumpuk, piring makan yang kekurangan lauk sehat, serta rasa cemas harian sembari menanti hujan turun membasahi tanah mereka.
Baca liputan mendalam kami: "Iklim Berubah, Manusia Menanggung Beban", melalui link: https://s.id/iklimsulut08
#KrisisIklim
#DampakIklim
#KetahananPangan
#Terasid
Di Desa Toraut Utara, Bolaang Mongondow, Nyoman Kartini mengawasi tumpukan karung padi di tengah mengeringnya pasokan air irigasi. Sawahnya kering sebelum sempat memanen bulir padi, meninggalkan beban utang belasan juta rupiah dan memaksa ia bersama suaminya bekerja sebagai buruh harian penjemur padi milik orang lain.
Tak jauh dari situ, Yusuf Liohu terpaksa menjual ternak sapinya dengan harga murah karena rumput mengering dan sumber air menyusut. Padahal Yusuf mengembalakan sapinya di dekat Bendung Toraut.
Kisah di dataran Dumoga ini menggambarkan betapa nyatanya dampak krisis lingkungan di Sulawesi Utara. Krisis ini menjangkau berbagai wilayah dan sektor, mulai dari penurunan hasil tangkapan nelayan di Bitung, abrasi pantai di Bolaang Mongondow Selatan, banjir di Kotamobagu, hingga krisis air bersih di Sitaro.
Perubahan iklim global membuat kemarau menjadi lebih panjang dan cuaca ekstrem lebih sering terjadi, yang kian diperparah oleh alih fungsi lahan hulu serta buruknya pengelolaan infrastruktur air.
Beban terberat dari krisis ini selalu jatuh kepada kelompok masyarakat paling rentan, seperti petani gurem dan nelayan tradisional. Dampaknya merembet dari masalah produksi hingga ke dapur dan kesehatan fisik serta mental, mulai dari krisis pangan lokal, penurunan sanitasi dan munculnya penyakit, hingga ancaman kecemasan kronis.
Bagi masyarakat di tingkat tapak, krisis iklim bukanlah deretan angka statistik atau proyeksi dokumen perencanaan pemerintah. Krisis ini hadir nyata di dalam rumah dalam bentuk utang yang kian menumpuk, piring makan yang kekurangan lauk sehat, serta rasa cemas harian sembari menanti hujan turun membasahi tanah mereka.
Baca liputan mendalam kami: "Iklim Berubah, Manusia Menanggung Beban", melalui link: https://s.id/iklimsulut08
#KrisisIklim
#DampakIklim
#KetahananPangan
#Terasid
...
Gerak cepat dan kolaborasi nyata di tengah situasi darurat. Pasca terjangan banjir bandang yang memutus jalur vital, pemerintah Nepal bersama berbagai mitra kerja dan tim teknis di lapangan bergerak sigap memulihkan infrastruktur kunci.
Salah satu bukti percepatannya terlihat di Devighat, Distrik Nuwakot. Pembangunan jembatan darurat (bailey bridge) melintasi arus deras Sungai Trishuli kini hampir rampung. Kecepatan pengerjaan ini menjadi bukti pentingnya koordinasi terpadu lintas sektor demi segera memulihkan mobilitas warga, kelancaran distribusi logistik, serta denyut perekonomian kawasan terdampak.
#Nepal #DisasterRecovery
Gerak cepat dan kolaborasi nyata di tengah situasi darurat. Pasca terjangan banjir bandang yang memutus jalur vital, pemerintah Nepal bersama berbagai mitra kerja dan tim teknis di lapangan bergerak sigap memulihkan infrastruktur kunci.
Salah satu bukti percepatannya terlihat di Devighat, Distrik Nuwakot. Pembangunan jembatan darurat (bailey bridge) melintasi arus deras Sungai Trishuli kini hampir rampung. Kecepatan pengerjaan ini menjadi bukti pentingnya koordinasi terpadu lintas sektor demi segera memulihkan mobilitas warga, kelancaran distribusi logistik, serta denyut perekonomian kawasan terdampak.
#Nepal #DisasterRecovery
...
Bagi nelayan, cuaca buruk bukan sekadar berarti kapal tidak berangkat. Setiap hari di darat adalah kesempatan memperoleh pendapatan yang hilang.
Di pesisir Bolaang Mongondow Selatan, Yusuf Biki atau Opa Pulu sudah hampir sebulan lebih banyak berada di darat. Angin selatan yang kencang dan ombak tinggi membuat perjalanan melaut terlalu berbahaya. Ketika kapal berhenti, ia menjahit jaring nelayan lain agar tetap memperoleh penghasilan.
Nelayan lain menghadapi persoalan berbeda. Faisal Pongoliu mengatakan daerah tangkapan yang dahulu sekitar 20 mil laut dari pantai kini dapat bergeser hingga 70 mil laut. Perjalanan yang semakin jauh berarti kebutuhan bahan bakar, es, umpan, dan modal semakin besar, sementara hasil tangkapan tak pernah pasti.
Di daerah yang 81,48 persen desanya berada di pesisir, kerentanan nelayan tidak cukup dibaca dari berapa ton ikan yang berhasil didaratkan. Ada hari-hari ketika kapal tak bisa berangkat, pendapatan berhenti, tetapi biaya makanan, pendidikan, bahan bakar, dan utang tetap berjalan.
Yang hilang bukan hanya ikan. Yang hilang adalah hari kerja, pendapatan, dan semakin sempitnya ruang bagi keluarga nelayan untuk bertahan dari laut.
Selengkapnya baca di: https://s.id/nelayandibolsel
#Bolsel #Nelayan #TelukTomini #Pesisir #KrisisIklim #PerubahanIklim #JurnalismeLingkungan
Bagi nelayan, cuaca buruk bukan sekadar berarti kapal tidak berangkat. Setiap hari di darat adalah kesempatan memperoleh pendapatan yang hilang.
Di pesisir Bolaang Mongondow Selatan, Yusuf Biki atau Opa Pulu sudah hampir sebulan lebih banyak berada di darat. Angin selatan yang kencang dan ombak tinggi membuat perjalanan melaut terlalu berbahaya. Ketika kapal berhenti, ia menjahit jaring nelayan lain agar tetap memperoleh penghasilan.
Nelayan lain menghadapi persoalan berbeda. Faisal Pongoliu mengatakan daerah tangkapan yang dahulu sekitar 20 mil laut dari pantai kini dapat bergeser hingga 70 mil laut. Perjalanan yang semakin jauh berarti kebutuhan bahan bakar, es, umpan, dan modal semakin besar, sementara hasil tangkapan tak pernah pasti.
Di daerah yang 81,48 persen desanya berada di pesisir, kerentanan nelayan tidak cukup dibaca dari berapa ton ikan yang berhasil didaratkan. Ada hari-hari ketika kapal tak bisa berangkat, pendapatan berhenti, tetapi biaya makanan, pendidikan, bahan bakar, dan utang tetap berjalan.
Yang hilang bukan hanya ikan. Yang hilang adalah hari kerja, pendapatan, dan semakin sempitnya ruang bagi keluarga nelayan untuk bertahan dari laut.
Selengkapnya baca di: https://s.id/nelayandibolsel
#Bolsel #Nelayan #TelukTomini #Pesisir #KrisisIklim #PerubahanIklim #JurnalismeLingkungan
...
Bangladesh punya sederet kebiasaan unik yang bikin geleng-geleng kepala.
Salah satu yang paling ekstrem adalah tradisi naik turun kereta yang berjalan cepat demi berebut tempat, bahkan sampai nekat memanjat ke atas atap gerbong.
Kehidupan jalanan di sana juga dipenuhi klakson yang berbunyi tanpa henti sepanjang hari karena dianggap sebagai cara berkomunikasi utama antar-pengendara, bukan tanda bahaya.
Selain itu, aturan lalu lintas di sana sering kali hanya menjadi pajangan karena pejalan kaki dan kendaraan bebas menyeberang dari arah mana saja di tengah kemacetan yang luar biasa padat.
Semua kegilaan ini justru menjadi magnet budaya yang sangat ikonik bagi para pelancong dunia.
#bangladesh
Bangladesh punya sederet kebiasaan unik yang bikin geleng-geleng kepala.
Salah satu yang paling ekstrem adalah tradisi naik turun kereta yang berjalan cepat demi berebut tempat, bahkan sampai nekat memanjat ke atas atap gerbong.
Kehidupan jalanan di sana juga dipenuhi klakson yang berbunyi tanpa henti sepanjang hari karena dianggap sebagai cara berkomunikasi utama antar-pengendara, bukan tanda bahaya.
Selain itu, aturan lalu lintas di sana sering kali hanya menjadi pajangan karena pejalan kaki dan kendaraan bebas menyeberang dari arah mana saja di tengah kemacetan yang luar biasa padat.
Semua kegilaan ini justru menjadi magnet budaya yang sangat ikonik bagi para pelancong dunia.
#bangladesh
...
Banyak destinasi wisata yang bagus di Bolaang Mongondow Raya, sayangnya aksesibilitas menghambat pengembangan. Salah satunya Pantai Molibagu di Bolaang Mongondow Selatan.
Mampir usai menjelajah kampung-kampung di Bolsel
#bolsel
#sunset
#wisata
Banyak destinasi wisata yang bagus di Bolaang Mongondow Raya, sayangnya aksesibilitas menghambat pengembangan. Salah satunya Pantai Molibagu di Bolaang Mongondow Selatan.
Mampir usai menjelajah kampung-kampung di Bolsel
#bolsel
#sunset
#wisata
...
Di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, kemarau membuat petani berjuang mencari air untuk mempertahankan tanaman mereka. Hasan Tungkagi, petani di Desa Babo, telah menghabiskan sekitar 250 liter bahan bakar untuk memompa air. Namun lebih dari empat hektare sawahnya tetap puso. Modal lebih dari Rp20 juta terancam tak kembali.
Di desa yang sama, sekitar 80 hektare sawah diperkirakan mengalami kerugian Rp400 juta. Sementara di Lembah Dumoga—salah satu kawasan lumbung beras utama Sulawesi Utara—petani yang bergantung pada irigasi juga menghadapi debit air yang menyusut dan saluran yang mengering.
Persoalannya tak berhenti pada satu musim gagal panen. Lebih dari separuh jaringan irigasi di Bolaang Mongondow tercatat tidak berada dalam kondisi baik. Di saat bersamaan, biaya produksi meningkat, lahan menghadapi tekanan alih fungsi, dan sebagian generasi muda mulai mempertanyakan masa depan sebagai petani.
Taruhannya bukan hanya berapa ton padi yang hilang tahun ini, melainkan apakah petani masih memiliki cukup air, modal, lahan, dan alasan untuk kembali menanam pada musim berikutnya.
Baca liputan lengkapnya di https://s.id/limbungsawah
#BolaangMongondow
#Pertanian
#Kekeringan
#ElNino
#KetahananPangan
Di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, kemarau membuat petani berjuang mencari air untuk mempertahankan tanaman mereka. Hasan Tungkagi, petani di Desa Babo, telah menghabiskan sekitar 250 liter bahan bakar untuk memompa air. Namun lebih dari empat hektare sawahnya tetap puso. Modal lebih dari Rp20 juta terancam tak kembali.
Di desa yang sama, sekitar 80 hektare sawah diperkirakan mengalami kerugian Rp400 juta. Sementara di Lembah Dumoga—salah satu kawasan lumbung beras utama Sulawesi Utara—petani yang bergantung pada irigasi juga menghadapi debit air yang menyusut dan saluran yang mengering.
Persoalannya tak berhenti pada satu musim gagal panen. Lebih dari separuh jaringan irigasi di Bolaang Mongondow tercatat tidak berada dalam kondisi baik. Di saat bersamaan, biaya produksi meningkat, lahan menghadapi tekanan alih fungsi, dan sebagian generasi muda mulai mempertanyakan masa depan sebagai petani.
Taruhannya bukan hanya berapa ton padi yang hilang tahun ini, melainkan apakah petani masih memiliki cukup air, modal, lahan, dan alasan untuk kembali menanam pada musim berikutnya.
Baca liputan lengkapnya di https://s.id/limbungsawah
#BolaangMongondow
#Pertanian
#Kekeringan
#ElNino
#KetahananPangan
...
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa erupsi beruntun yang terjadi pada enam gunung api aktif di Indonesia tidak saling berkaitan.
Enam gunung yang meletus dalam waktu berdekatan tersebut meliputi Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Kepala PVMBG Rita Susilawati menegaskan bahwa masing-masing gunung memiliki kantong magma yang terpisah sehingga proses vulkanismenya berjalan mandiri.
Fenomena ini dinilai wajar terjadi mengingat Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan total 127 gunung api aktif.
Akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini, status Gunung Sinabung dan Gunung Anak Krakatau kini berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat diimbau untuk tidak panik terhadap isu hoax mengenai keterkaitan antar-gunung dan tetap mematuhi rekomendasi zona aman dari pihak berwenang.
#gunungapi
#erupsi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa erupsi beruntun yang terjadi pada enam gunung api aktif di Indonesia tidak saling berkaitan.
Enam gunung yang meletus dalam waktu berdekatan tersebut meliputi Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Kepala PVMBG Rita Susilawati menegaskan bahwa masing-masing gunung memiliki kantong magma yang terpisah sehingga proses vulkanismenya berjalan mandiri.
Fenomena ini dinilai wajar terjadi mengingat Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan total 127 gunung api aktif.
Akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini, status Gunung Sinabung dan Gunung Anak Krakatau kini berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat diimbau untuk tidak panik terhadap isu hoax mengenai keterkaitan antar-gunung dan tetap mematuhi rekomendasi zona aman dari pihak berwenang.
#gunungapi
#erupsi
...
HUJAN ABU BUKAN SEKADAR DEBU BIASA.
Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan material vulkanik berukuran sangat kecil yang dapat bersifat tajam dan abrasif. Jika terhirup atau mengenai tubuh, abu dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Karena itu, jika wilayah Anda terdampak hujan abu:
😷 Kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker jika harus keluar.
🥽 Lindungi mata dengan kacamata atau goggles. Jangan mengucek mata yang terkena abu.
👕 Gunakan pakaian tertutup untuk mengurangi kontak abu dengan kulit.
💧 Lindungi sumber air minum dari kontaminasi.
🥬 Cuci bersih buah, sayuran, dan bahan makanan sebelum dikonsumsi.
🐄 Pastikan pakan serta air untuk ternak dan hewan peliharaan tidak tercemar abu.
Jika abu masuk ke mata, bilas perlahan dengan air bersih dalam jumlah banyak. Bila nyeri berat, iritasi tidak membaik, atau pandangan menjadi kabur, segera cari pertolongan medis.
🌋 KONDISI TERKINI ANAK KRAKATAU
Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi tertanggal 5 September 2026, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (SIAGA). Masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung serta mewaspadai potensi awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD serta informasi resmi pemerintah.
Simpan postingan ini dan bagikan kepada keluarga atau warga yang membutuhkan. Informasi sederhana seperti cara melindungi mata, pernapasan, air, dan makanan bisa sangat penting saat hujan abu terjadi.
📌 Sumber:
- Badan Geologi / PVMBG, Kementerian ESDM — Laporan Khusus Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau, 5 September 2026
MAGMA Indonesia.
- Daryono Edukator Kebencanaan @daryono_edukator_kebencanaan
Informasi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek pembaruan dari Badan Geologi/PVMBG, MAGMA Indonesia, dan BPBD setempat.
#AnakKrakatau #GunungAnakKrakatau #HujanAbu #AbuVulkanik #Erupsi #MitigasiBencana
HUJAN ABU BUKAN SEKADAR DEBU BIASA.
Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan material vulkanik berukuran sangat kecil yang dapat bersifat tajam dan abrasif. Jika terhirup atau mengenai tubuh, abu dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Karena itu, jika wilayah Anda terdampak hujan abu:
😷 Kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker jika harus keluar.
🥽 Lindungi mata dengan kacamata atau goggles. Jangan mengucek mata yang terkena abu.
👕 Gunakan pakaian tertutup untuk mengurangi kontak abu dengan kulit.
💧 Lindungi sumber air minum dari kontaminasi.
🥬 Cuci bersih buah, sayuran, dan bahan makanan sebelum dikonsumsi.
🐄 Pastikan pakan serta air untuk ternak dan hewan peliharaan tidak tercemar abu.
Jika abu masuk ke mata, bilas perlahan dengan air bersih dalam jumlah banyak. Bila nyeri berat, iritasi tidak membaik, atau pandangan menjadi kabur, segera cari pertolongan medis.
🌋 KONDISI TERKINI ANAK KRAKATAU
Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi tertanggal 5 September 2026, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (SIAGA). Masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung serta mewaspadai potensi awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD serta informasi resmi pemerintah.
Simpan postingan ini dan bagikan kepada keluarga atau warga yang membutuhkan. Informasi sederhana seperti cara melindungi mata, pernapasan, air, dan makanan bisa sangat penting saat hujan abu terjadi.
📌 Sumber:
- Badan Geologi / PVMBG, Kementerian ESDM — Laporan Khusus Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau, 5 September 2026
MAGMA Indonesia.
- Daryono Edukator Kebencanaan @daryono_edukator_kebencanaan
Informasi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek pembaruan dari Badan Geologi/PVMBG, MAGMA Indonesia, dan BPBD setempat.
#AnakKrakatau #GunungAnakKrakatau #HujanAbu #AbuVulkanik #Erupsi #MitigasiBencana
...
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasionalisasi penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ditutup sementara. Sebanyak 33 penerbangan terdampak, 16 di antaranya berupa pembatalan penerbangan internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (6/9/2026) dini hari, mengatakan, pihaknya terus memantau dan berkoordinasi intensif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasionalisasi penerbangan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta (CGK).
#krakatau
#erupsi
#bandara
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasionalisasi penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ditutup sementara. Sebanyak 33 penerbangan terdampak, 16 di antaranya berupa pembatalan penerbangan internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (6/9/2026) dini hari, mengatakan, pihaknya terus memantau dan berkoordinasi intensif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasionalisasi penerbangan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta (CGK).
#krakatau
#erupsi
#bandara
...
Informasi terkini kondisi Gunung Anak Krakatau per 6 September 2026 menunjukkan status Level III atau Siaga yang berlaku sejak 2 Juli 2026.
Gunung ini masih aktif dengan erupsi bersifat fluktuatif tipe Strombolian. Pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB terjadi erupsi menerus disertai fenomena lava fountain atau semburan lava merah menyala serta suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Pasauran.
Aktivitas berlanjut hingga pagi 5 September, lalu pada 6 September dini hari pukul 03.53 WIB tercatat lagi satu letusan dengan amplitudo 46 mm dan durasi 30 detik. Sejak status dinaikkan ke Siaga, sudah terjadi ratusan kali erupsi dengan kolom abu umumnya 100 hingga 400 meter.
Potensi bahaya utama berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Potensi tsunami dinilai sangat kecil karena tubuh gunung yang tumbuh kembali pasca keruntuhan 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi longsor besar seperti peristiwa Desember 2018.
PVMBG terus memantau secara intensif melalui Pos Kalianda dan Pos Pasauran. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta hanya mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.
Informasi terkini kondisi Gunung Anak Krakatau per 6 September 2026 menunjukkan status Level III atau Siaga yang berlaku sejak 2 Juli 2026.
Gunung ini masih aktif dengan erupsi bersifat fluktuatif tipe Strombolian. Pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB terjadi erupsi menerus disertai fenomena lava fountain atau semburan lava merah menyala serta suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Pasauran.
Aktivitas berlanjut hingga pagi 5 September, lalu pada 6 September dini hari pukul 03.53 WIB tercatat lagi satu letusan dengan amplitudo 46 mm dan durasi 30 detik. Sejak status dinaikkan ke Siaga, sudah terjadi ratusan kali erupsi dengan kolom abu umumnya 100 hingga 400 meter.
Potensi bahaya utama berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Potensi tsunami dinilai sangat kecil karena tubuh gunung yang tumbuh kembali pasca keruntuhan 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi longsor besar seperti peristiwa Desember 2018.
PVMBG terus memantau secara intensif melalui Pos Kalianda dan Pos Pasauran. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta hanya mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.
...
