Melihat dari dekat lokasi hunian tetap warga penyintas bencana Gunung Ruang di Modisi, Bolaang Mongondow Selatan.
Melihat dari dekat lokasi hunian tetap warga penyintas bencana Gunung Ruang di Modisi, Bolaang Mongondow Selatan. ...
Ratusan warga penyintas bencana Gunung Ruang, Kabupaten Sitaro mulai hari ini menempati lokasi hunian tetap di Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
#sitaro
#gunungruang
Ratusan warga penyintas bencana Gunung Ruang, Kabupaten Sitaro mulai hari ini menempati lokasi hunian tetap di Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
#sitaro
#gunungruang
...
Hari ini Pemerintah merelokasi warga dua desa di Pulau Ruang, Kabupaten Sitaro ke Bolaang Mongondow Selatan.
Hari ini Pemerintah merelokasi warga dua desa di Pulau Ruang, Kabupaten Sitaro ke Bolaang Mongondow Selatan. ...
Tulisan ini menyoroti dampak serius dari aktivitas penambangan emas ilegal di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Wilayah yang seharusnya menjadi penjaga ekosistem di kawasan hulu ini kini menghadapi kerusakan lingkungan parah, ancaman bencana hidrometeorologi, dan kerugian negara yang signifikan.
Aktivitas penambangan tanpa izin di Lolayan tak hanya merusak tanah dan ekosistem, tapi juga meningkatkan risiko banjir dan longsor di daerah hilir. Lebih dari itu, negara kehilangan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Kerusakan ini bukan hanya masalah lokal, melainkan tantangan kita bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup.
Dalam artikel ini, kita diajak untuk peduli dan bertindak.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/02/10/di-balik-tambang-tidak-berizin-kerusakan-tanah-ancaman-banjir-longsor-dan-pnbp-yang-hilang/
#LingkunganHidup
#tambangilegal
Tulisan ini menyoroti dampak serius dari aktivitas penambangan emas ilegal di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Wilayah yang seharusnya menjadi penjaga ekosistem di kawasan hulu ini kini menghadapi kerusakan lingkungan parah, ancaman bencana hidrometeorologi, dan kerugian negara yang signifikan.
Aktivitas penambangan tanpa izin di Lolayan tak hanya merusak tanah dan ekosistem, tapi juga meningkatkan risiko banjir dan longsor di daerah hilir. Lebih dari itu, negara kehilangan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Kerusakan ini bukan hanya masalah lokal, melainkan tantangan kita bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup.
Dalam artikel ini, kita diajak untuk peduli dan bertindak.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/02/10/di-balik-tambang-tidak-berizin-kerusakan-tanah-ancaman-banjir-longsor-dan-pnbp-yang-hilang/
#LingkunganHidup
#tambangilegal
...
Pala Siau dipuja sebagai "the king of spices", dan diperbutkan pasar komoditas Eropa. Pala dari pulau Siau disebut sebagai rempah dengan kualitas aromatik terbaik di muka bumi yang menguasai 60 persen pangsa pasar global. Pohon pala tumbuh subur di bawah berkah tanah vulkanis Gunung Karangetang yang menghasilkan biji mengandung minyak atsiri tertinggi yang menjadi rebutan industri farmasi dan kosmetik dunia.
Namun, kemewahan angka statistik ini akan runtuh jika kita menjejakkan kaki di kebun-kebun rakyat di Pulau Siau. Di sana, predikat "kualitas nomor 1 dunia" bisa jadi hanyalah slogan kosong bagi ribuan petani yang justru terperangkap dalam kemiskinan struktural, menjadi penonton di tanah leluhur mereka sendiri.
Mengapa dominasi global gagal diterjemahkan menjadi kesejahteraan lokal? Laporan mendalam kami menelusuri persoalan tata niaga yang melilit petani Sitaro. Kami menemukan sebuah rantai pasok yang timpang, di mana marjin keuntungan terbesar dinikmati oleh segelintir pedagang besar dan eksportir, sementara petani dipaksa menjadi price-taker tanpa daya tawar.
Nantikan liputan mendalam kami tentang PARADOKS PALA SIAU, yang akan tayang di teras.id mulai 17 Februari 2026.
#pala
#terasid
Pala Siau dipuja sebagai "the king of spices", dan diperbutkan pasar komoditas Eropa. Pala dari pulau Siau disebut sebagai rempah dengan kualitas aromatik terbaik di muka bumi yang menguasai 60 persen pangsa pasar global. Pohon pala tumbuh subur di bawah berkah tanah vulkanis Gunung Karangetang yang menghasilkan biji mengandung minyak atsiri tertinggi yang menjadi rebutan industri farmasi dan kosmetik dunia.
Namun, kemewahan angka statistik ini akan runtuh jika kita menjejakkan kaki di kebun-kebun rakyat di Pulau Siau. Di sana, predikat "kualitas nomor 1 dunia" bisa jadi hanyalah slogan kosong bagi ribuan petani yang justru terperangkap dalam kemiskinan struktural, menjadi penonton di tanah leluhur mereka sendiri.
Mengapa dominasi global gagal diterjemahkan menjadi kesejahteraan lokal? Laporan mendalam kami menelusuri persoalan tata niaga yang melilit petani Sitaro. Kami menemukan sebuah rantai pasok yang timpang, di mana marjin keuntungan terbesar dinikmati oleh segelintir pedagang besar dan eksportir, sementara petani dipaksa menjadi price-taker tanpa daya tawar.
Nantikan liputan mendalam kami tentang PARADOKS PALA SIAU, yang akan tayang di teras.id mulai 17 Februari 2026.
#pala
#terasid
...
Ketika dimana semua hal tak bisa lagi disembunyikan.
#privacy
Ketika dimana semua hal tak bisa lagi disembunyikan.
#privacy
...
Banyak masyarakat Minahasa menggantungkan ekonomi keluarga mereka dari memproduksi gula aren dan minuman beralkohol traditional yang bahan bakunya dari pohon aren.
Banyak masyarakat Minahasa menggantungkan ekonomi keluarga mereka dari memproduksi gula aren dan minuman beralkohol traditional yang bahan bakunya dari pohon aren. ...
Jadi? . . .
😀😀
...
Suasana saat sejumlah organisasi masyarakat dan organisasi masyarakat adat serta kelompok masyarakat lainnya menggelar aksi unjuk rasa percepatan pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya.
Aksi ini digelar di Gerbang Perbatasan Bolmong yang berbatasan dengan Minahasa Selatan pada Senin 9 Februari 2026.
#provinsibmr
#bolmongraya
Suasana saat sejumlah organisasi masyarakat dan organisasi masyarakat adat serta kelompok masyarakat lainnya menggelar aksi unjuk rasa percepatan pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya.
Aksi ini digelar di Gerbang Perbatasan Bolmong yang berbatasan dengan Minahasa Selatan pada Senin 9 Februari 2026.
#provinsibmr
#bolmongraya
...
Sejumlah organisasi masyarakat dan organisasi masyarakat adat serta kelompok masyarakat lainnya menggelar aksi unjuk rasa percepatan pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya.
Aksi ini digelar di Gerbang Perbatasan Bolmong yang berbatasan dengan Minahasa Selatan pada Senin 9 Februari 2026.
#provinsibmr
#bolmongraya
Sejumlah organisasi masyarakat dan organisasi masyarakat adat serta kelompok masyarakat lainnya menggelar aksi unjuk rasa percepatan pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya.
Aksi ini digelar di Gerbang Perbatasan Bolmong yang berbatasan dengan Minahasa Selatan pada Senin 9 Februari 2026.
#provinsibmr
#bolmongraya
...
HMI Cabang Bolaang Mongondow Raya bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) menggelar diskusi publik bertema Pemekaran Provinsi BMR Laik atau Tidak di Aula Kampus UDK, Jumat (6/2/2026).
Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Presidium Pemekaran BMR Djainudin Damopolii, Rektor UDK Muharto, Kopres Kahmi Boltim, Muhamad Jabir, Ketua KNPI yang juga Anggota Legislatif Sandri Anugrah, Pakar Hukum, Amir Minabari serta Praktisi Sejarah, Uwin Mokodongan.
Rektor UDK Muharto mengatakan kampus akan terus mendukung ruang diskusi publik agar perjuangan pemekaran tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Kalau dibawa dalam perspektif daya saing, seluruh daerah di Indonesia yang dimekarkan dan yang tidak, tidak memiliki kemandirian fiskal, hanya ada dua saja Jakarta dan Kabupaten Badung, tetapi selain itu ketimpangannya begitu tinggi.”
Ia mencontohkan kondisi fiskal wilayah BMR yang masih bergantung pada pemerintah pusat.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/02/06/dari-fiskal-hingga-identitas-bahasan-pemekaran-pbmr-menguat-di-ruang-akademik/
#provinsibmr
#bolmongraya
HMI Cabang Bolaang Mongondow Raya bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) menggelar diskusi publik bertema Pemekaran Provinsi BMR Laik atau Tidak di Aula Kampus UDK, Jumat (6/2/2026).
Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Presidium Pemekaran BMR Djainudin Damopolii, Rektor UDK Muharto, Kopres Kahmi Boltim, Muhamad Jabir, Ketua KNPI yang juga Anggota Legislatif Sandri Anugrah, Pakar Hukum, Amir Minabari serta Praktisi Sejarah, Uwin Mokodongan.
Rektor UDK Muharto mengatakan kampus akan terus mendukung ruang diskusi publik agar perjuangan pemekaran tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Kalau dibawa dalam perspektif daya saing, seluruh daerah di Indonesia yang dimekarkan dan yang tidak, tidak memiliki kemandirian fiskal, hanya ada dua saja Jakarta dan Kabupaten Badung, tetapi selain itu ketimpangannya begitu tinggi.”
Ia mencontohkan kondisi fiskal wilayah BMR yang masih bergantung pada pemerintah pusat.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/02/06/dari-fiskal-hingga-identitas-bahasan-pemekaran-pbmr-menguat-di-ruang-akademik/
#provinsibmr
#bolmongraya
...
Siap menikmati informasi lokal berkualitas tanpa biaya di awal?
Manfaatkan kesempatan terbatas untuk mencoba pengalaman Teras Plus selama 1 bulan penuh.
Akses konten pilihan lebih awal, lalu lanjutkan dengan penawaran langganan yang lebih ringan di bulan berikutnya.
Penawaran ini hanya untuk 50 orang terpilih dan berlaku hingga 28 Februari 2026. Yuk, daftarkan diri sekarang!
Sebagai pelanggan, anda juga dapat membaca liputan-liputan mendalam dan investigasi Zonautara.com, bersama 29 media lokal lainnya dari Aceh hingga Papua.
#terasid
#jurnalismeberkualitas
Siap menikmati informasi lokal berkualitas tanpa biaya di awal?
Manfaatkan kesempatan terbatas untuk mencoba pengalaman Teras Plus selama 1 bulan penuh.
Akses konten pilihan lebih awal, lalu lanjutkan dengan penawaran langganan yang lebih ringan di bulan berikutnya.
Penawaran ini hanya untuk 50 orang terpilih dan berlaku hingga 28 Februari 2026. Yuk, daftarkan diri sekarang!
Sebagai pelanggan, anda juga dapat membaca liputan-liputan mendalam dan investigasi Zonautara.com, bersama 29 media lokal lainnya dari Aceh hingga Papua.
#terasid
#jurnalismeberkualitas
...
Sign in to your account
