Follow Instagram Kami
Bagaimana kisah para penambang tradisional mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari demi menghidupi keluarga? Di balik kilau emas yang memikat, ada cerita panjang tentang kerja keras, risiko, dan ketidakpastian yang jarang tersorot. Mereka turun ke lubang-lubang sempit, menghadapi longsor, paparan zat berbahaya, hingga ancaman keselamatan yang tak pernah benar-benar bisa diprediksi.

Untuk mendapatkan gambaran utuh, Tim Redaksi Zonautara.com bahkan ikut masuk ke dalam lubang tambang sedalam puluhan meter. Dalam kondisi minim perlindungan, gelap, dan pengap, tim mengikuti langsung seluruh proses, mulai dari penggalian tanah di perut bumi, pengangkutan material, hingga bagaimana batu dan lumpur itu diolah menjadi butiran emas.

Lalu, bagaimana sebenarnya bongkahan batu dan tanah yang tampak tak bernilai itu berubah menjadi emas? Prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Dari penggalian manual, penghancuran batu, hingga penggunaan bahan kimia semuanya dilakukan dengan alat seadanya dan pengetahuan yang sering kali diwariskan secara turun-temurun, tanpa perlindungan memadai.

Namun, kisah ini tidak berhenti pada para penambang. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan emas tradisional ini?. Di sisi lain, ada pihak-pihak yang justru meraup keuntungan besar dari rantai bisnis ini. Siapa mereka? Bagaimana mata rantai distribusi emas ini bekerja dari hulu ke hilir? Siapa yang sebenarnya paling diuntungkan, dan siapa yang terus menanggung beban?

Kami mencoba merangkumnya dalam laporan mendalam yang mengupas sisi-sisi tersembunyi dari praktik penambangan emas tradisional dari lapangan hingga jejaring bisnis di baliknya.

Cukup dengan membayar Rp17.500, Anda dapat membaca 10 laporan mendalam kami secara eksklusif yang tayang mulai 14 Mei 2026 di Teras.id.

Berlangganan seakrang di sini: https://s.id/dukungzu, dan masukkan kode voucher "TerasZU" sebelum kehabisan.

#terasid
#tambangrakyat

...

1 0
Perusahaan tambang kerap mengklaim telah berbagi manfaat kepada masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial. Skema ini umumnya dikenal sebagai company to community (CTC), yang diwujudkan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Namun, efektivitas program-program tersebut masih dipertanyakan. Alih-alih membawa distribusi manfaat yang setara, praktik CTC dan CSR justru sering kali tidak efektif. Salah satu penyebab utamanya bukan semata pada pelaksanaan program, melainkan pada persoalan yang lebih mendasar, yakni ketidakjelasan siapa yang dimaksud sebagai “masyarakat” penerima manfaat.

Dalam banyak kasus di Indonesia, yang paling terdampak itu adalah masyarakat adat, yang Menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) terdapat sekitar 2.449 kaum adat di Indonesia, dengan jumlah populasi diperkirakan mencapai 20 juta orang dari total 40–70 juta jiwa. Mereka umumnya tinggal di hutan dan bergantung pada tanah yang sama untuk tambang. Merekalah yang seharusnya menjadi penerima utama CSR/PPM.

Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/05/06/mengapa-csr-perusahaan-tambang-gagal-bagi-masyarakat-adat-masalahnya-ada-pada-pengakuan/

#masyarakatadat 
#tambang

...

9 0
Nelayan dan pelaut adalah manusia-manusia tangguh, penakluk alam.

#laut

...

1 0
Di bawah tanah Bumi Totabuan, ada ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari lubang-lubang yang mereka gali setiap hari, jengkal demi jengkal. Mereka turun setiap pagi, membawa harapan, keberanian, dan risiko yang terus diabaikan. Kisah mereka bukan hanya soal emas, tapi ada cerita di sana yang selama ini jarang dikisahkan.

Kami ikut turun. Kami dengar. Kami rekam.

Menambang Kisah dari Perut Bumi adalah liputan mendalam Zonautara.com tentang tambang emas rakyat di Bolaang Mongondow, sebuah kehidupan yang kompleks, manusiawi, dan jarang diceritakan dengan utuh.

Segera tayang. 

#LiputanMendalam
#TambangEmas
#MenambangKisah

...

16 0
Selamat memperingati World Press Freedom Day 2026.

Dengan tema "Shaping a Future at Peace" (Membentuk Masa Depan yang Damai), peringatan ini mengingatkan kita bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dibangun di atas fondasi informasi yang benar, kebebasan berekspresi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan jurnalisme yang independen.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan disinformasi, peran pers semakin krusial sebagai penjaga akuntabilitas, penyampai fakta, dan ruang bagi suara-suara yang harus didengar. Pada saat yang sama, kita tidak boleh menutup mata terhadap berbagai risiko dan ancaman yang masih dihadapi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

Mari bersama mendukung kebebasan pers, melindungi kerja jurnalistik, dan memastikan teknologi digunakan untuk memperkuat kebenaran serta membangun masa depan yang lebih damai, adil, dan manusiawi.

Karena ketika pers bebas dan hak asasi dihormati, perdamaian memiliki peluang untuk tumbuh.

#WorldPressFreedomDay2026 #ShapingAFutureAtPeace #PressFreedom
#WPFD

...

5 0
Obrolan Redaksi Zonautara.com yang membahas hasil seri liputan mendalam TANAM PADI BELI BERAS.

#tanampadibeliberas

...

4 0
Dipersilahkan masing-masing dengan jawabannya . . .

#mbg
#prabowo

...

4 0
Bayar pajak kendaraan di negara ini begitu mudah, tak perlu bawa macam macam surat.

Bagaimana di Indonesia? Bagi pengalaman anda saat membayar pajak kendaraan di Indonesia.

#pajak

...

11 0
Yulius Selvanus meninjau langsung kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung pada Kamis (30/4/2026) guna memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus mendorong percepatan realisasi investasi di kawasan strategis tersebut.

Dalam kunjungan lapangan itu, Gubernur menegaskan bahwa KEK Bitung memiliki posisi penting sebagai penggerak utama hilirisasi industri di Sulawesi Utara, khususnya pada sektor perikanan, kelautan, dan logistik yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan KEK Bitung sangat bergantung pada keterpaduan infrastruktur penunjang, terutama konektivitas dengan Pelabuhan Internasional Bitung serta akses melalui Jalan Tol Manado–Bitung.

“Konektivitas merupakan kunci utama. Dengan integrasi infrastruktur yang baik, biaya logistik dapat ditekan secara signifikan, sehingga daya saing produk-produk unggulan Sulawesi Utara akan semakin kuat di pasar global,” ujar Gubernur Yulius.

Ia optimistis pengembangan KEK Bitung tidak hanya akan meningkatkan arus investasi, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal serta memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal setiap investasi yang masuk agar proses pembangunan di KEK Bitung berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sulut, di antaranya Kepala Bappeda Sulut, Elvira Katuuk, dan Kepala Dinas PUPR Sulut, Deicy Paat.

Laporan: @davidsumilat_ 

#kekbitung
#pemprovsulut

...

1 0
Bolaang Mongondow bukan baru kemarin disebut lumbung beras. Identitas itu sudah melekat puluhan tahun dan tertera dalam dokumen perencanaan daerah, disebutkan dalam pidato pejabat, dan dicetak dalam lambang kabupaten: dua bulir padi yang melambangkan bahwa "daerah Bolaang Mongondow adalah penghasil beras terutama di Sulawesi Utara." Begitu tertulis dalam penjelasan resmi arti lambang daerah.

Namun, di atas tanah sesungguhnya, yang terjadi adalah transformasi diam-diam yang telah berlangsung setidaknya satu dekade. Petani meninggalkan sawah bukan karena malas, melainkan karena kalkulasi yang sangat rasional: biaya produksi padi terus naik, pupuk bersubsidi sulit didapat dan dijual di atas harga resmi, irigasi peninggalan Orde Baru menurun kualitasnya tanpa perawatan yang memadai. Sementara itu, nilam, tanaman penghasil minyak atsiri yang menguasai 90 persen pasar dunia, menawarkan pendapatan yang jauh lebih besar dengan risiko lebih kecil. Dan jagung, kini pabriknya dibangun di tengah sawah.

Data dari citra satelit MapBiomas Auriga yang kami analisis, merekam apa yang tidak tertangkap laporan Pemkab Bolmong, bahwa selama 21 tahun, dari 2004 hingga 2024, kategori "pertanian lainnya", proxy untuk lahan kering seperti ladang jagung dan kebun nilam naik 163 persen di Bolaang Mongondow. Dari 1.554 hektar menjadi 4.090 hektar. Sawah tidak hilang sekaligus. Ia menyusut perlahan, petak demi petak, di kecamatan demi kecamatan.

Masihkah Bolaang Mongondow menjadi lumbung beras bagi Sulawesi Utara? Bincang Redaksi Zonautara.com kali ini akan membahas seputar topik ini, mendiskusikan hasil liputan Tim Redaksi yang berkeliling di berbagai wilayah Bolaang Mongondow.

Mari bergabung dalam Live Instagram @zonautaradotcom pada Sabtu 2 Mei 2026 Pukul 15.00 WITA

#terasid
#bincangredaksizu
#obrolanterastempo
#tanampadibeliberas

...

33 0
Kementerian ESDM memutuskan tarif listrik PT PLN (Persero) tetap untuk periode Triwulan II 2026, yaitu dari April hingga Juni. Langkah ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung daya saing industri nasional.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan kebijakan tersebut telah melalui evaluasi menyeluruh terhadap parameter ekonomi makro sesuai ketentuan yang berlaku.

Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2026/05/01/tarif-listrik-pln-triwulan-ii-2026-tidak-mengalami-kenaikan/

#listrik
#pln

...

0 0
Tahun ini Indonesia diprediksi bakal menghadapi musim kemarau yang tidak biasa. Bukan hanya sekadar panas, musim kemarau juga diperkirakan akan datang lebih cepat, lebih kering, dan masanya lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% zona musim (Z0M) di Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.

Selengkapnya baca disini: https://zonautara.com/2026/04/30/skenario-terburuk-el-nino-2026-puncak-neraka-panas-yang-mengancam/

#musimkemarau 
#elnino

...

2 0

Ingin berkontribusi?

Kami menerima sumbangan tulisan berupa artikel, opini, tulisan ilmiah, paper, maupun informasi dan data lainnya. Klik untuk submit tulisan anda!
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com