Connect with us

Hukum dan Kriminal

Warga Sauk geger, tengkorak manusia ditemukan tertancap di batang mangrove

Sulit diidentikasi, diperkirakan berusia puluhan tahun.

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Warga Desa Sauk, Kecamatan Lolak sempat dibuat geger dengan penemuan tengkorak manusia di kawasan hutan mangrove desa tersebut.

Tengkorak pertama kali ditemukan Mateos Lagungtihokang (57), warga Desa Baturapa Satu, Kecamatan Lolak yang tengah mencari bibit mangrove.

Kepada wartawan, Mateos mengaku diminta pihak kehutanan untuk mencari bibit mangrove untuk di bawa ke Likupang, Minahasa Utara.

Tepatnya, Kamis (9/1/2020), sekitar pukul 15.00 Wita, dirinya yang hanya seorang diri kaget luar biasa karena mendapati benda yang mirip tengkorak manusia tertancap di batang tanaman mangrove.

Dia langsung pulang ke rumahnya di Desa Baturapa Satu. Dan menceritakan apa yang dia lihat kepada orang-orang sekitar rumahnya. Sepertinya tidak ada yang percaya. Dikira hanya bergurau.

Senin (13/1/2020), saat kerja bakti di gereja, dia kembali bercerita ke beberapa orang. Akhirnya ada yang percaya dan langsung mendatangi lokasi penemuan.

“Tapi saat itu sudah sore. Jadi kita laporkan besoknya ke Polsek Lolak,” kata Mateos.

Selasa (14/1/2020), saat menerima laporan, anggota kepolisian dipimpin langsung Kapolsek Lolak mendatangi lokasi penemuan dan membawa tengkorak itu ke Puskesmas Lolak untuk diperiksa apakah betul itu tengkorak manusia.

Kapolsek Lolak, AKP A.R Faudji SH.MH membenarkan adanya kejadian penemuan tengkorak tersebut.

“Benar warga Desa Sauk menemukan tengkorak manusia bersama pakaian kemeja kotak-kotak. Sejak menerima laporan dari warga setempat, saya bersama anggota langsung turun ke TKP, kemudian membawa tengkorak ke Puskesmas Lolak untuk dilakukan visum,” kata Faudji saat ditemui di ruang kerjanya.

Lanjutnya, saat ini tengkorak tersebut telah diserahkan pihak Polsek ke Pemerintah Desa Sauk untuk dimakamkan. Kata dia, tengkorak tersebut berdasarkan hasil visum diperkirakan telah meninggal sekitar 6-7 tahun yang lalu.

“Namun ketika ada masyarakat yang kehilangan segera melapor ke polsek, kita akan galih kembali agar keluarga bisa mengetahui sepenuhnya bahwa itu benar keluarga mereka. Jenis kelamin pun belum diketahui. Karena diduga tengkorak tersebut meninggal di laut dan terseret arus hingga ke hutan mangrove. Pasalnya hanya tengkorak saja, sedangkan anggota tubuh lainnya tidak ada,” ujarnya.

Dengan adanya penemuan tengkorak itu kata Faudji, pihaknya masih terus mencari dan membuka ruang bagi masyarakat yang kehilangan salah satu anggota keluarga mereka.

“Pastinya kasus ini akan terus didalami sampai diketahui asal tengkorak tersebut,” tutupnya.

Dokter Bagus, yang saat itu melakukan pemeriksaan turut membenarkan adanya pemeriksaan tengkorak manusia yang ditemukan warga. Menurut dia, diperkirakan tengkorak tersebut sudah berusia puluhan tahun.

Di sisi lain, secara medis kata Dokter Bagus, untuk identifikasi sudah sulit dilakukan karena yang ditemukan tinggal tulang tengkorak saja.

“Secara medis ini sulit. Dan kecil kemungkinan untuk bisa teridentifikasi. Karena tidak ada data pendukung lain. Misalnya gigi atau rambut. Tapi ini yang ditemukan hanya tinggal tulang tengkorak saja,” sahutnya.

Menariknya, disaat yang sama, Jumrin Batalipu (50), warga Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak mengaku pernah kehilangan anggota keluarganya pada 2012 silam.

Adalah Rijal Batalipu (24), warga desa Pasir Putih, Kecamatan Lolak yang merupakan keponakan dari Jumrin itu dinyatakan hilang saat memancing ikan di laut Pulau Tiga bersama satu orang rekannya menggunakan perahu.

“Sekitar Januari 2012. Dia berangkat dari rumah bersama rekannya pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Pukul 14.00 Wita temannya pulang tapi tinggal dia sendiri. Kemudian memberi kabar kepada keluarga bahwa Rijal jatuh di laut saat memancing dan dia tidak berdaya untuk menolong karena laut bergelombang dan angin cukup kencang saat itu,” ungkap Jumrin kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Lolak, Selasa (14/1/2020).

Tapi dari pihak keluarga saat itu merasa ada kejanggalan dari semua cerita yang disampaikan rekan korban. Berbelit-belit dan tidak masuk di akal. Keluarga langsung melaporkan ke aparat kepolisian dan langsung melakukan pencarian bersama beberapa warga. Sayang tidak membuahkan hasil.

“Rijal hilang sampai sekarang,” tuturnya.

Dari kepolisian juga saat itu hanya menyimpulkan bahwa itu kecelakaan karena tidak ada saksi mata ataupun barang bukti yang mengarah ke dugaan-dugaan lain.

“Atas hasil tersebut pihak keluarga hanya bisa pasrah. Dan sampai hari ini tidak diketahui apa yang sebenarnya terjadi. Yang ditemukan ini juga hanya tengkorak kepala saja. Jadi tidak bisa diketahui itu tengkorak siapa. Kalau ada uang mungkin bisa dilakukan pemeriksaan lebih dalam lagi,” pungkasnya.

 

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Polisi ungkap video viral siswi SMK di Bolmong

Kepala Sekolah, guru, serta orang tua juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Bagikan !

Published

on

Foto: Marshal D.

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Polisi akhirnya berhasil menungkap video pelajar perempuan yang tengah digerayangi sejumlah pelajar lainnya. Video berdurasi 25 detik tersebut tiba-tiba viral di media sosial pada, Senin (9/3/2020).

Setelah diselidiki, diketahui video tersebut dibuat oleh sejumlah pelajar di satu SMK Negeri di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana, saat diwawancarai wartawan di Mapolsek Bolaang mengatakan, lima orang berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang diduga telah melakukan perbuatan mengarah ke persekusi terhadap salah satu dari mereka.

“Iya, kita sudah amankan semua pihak yang terlibat dalam video. Termasuk korban kita sudah mintai keterangan. Alat bukti berupa satu buah handhone sudah kita amankan juga,” ungkap Indra.

Pihaknya, kata Kapolres Bolmong, saat ini masih sementara mendalami kasus tersebut. Kepala Sekolah, guru, serta orang tua juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Tapi menurutnya, harus hati-hati dalam menangani persoalan ini. Bahkan, semua yang terlibat dalam perbuatan tersebut tidak boleh disebut pelaku.

“Secara regulasi, karena mereka ini masih berstatus anak, mereka tidak boleh disebut pelaku. Mereka adalah ABH. Intinya bahwa kita masih sementara mendalami kasus ini. Termasuk memanggil kepala sekolah dan guru. Nanti setelah itu kemudian kita bisa dapat siapa yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini. Siapa yang lalai, dan siapa yang membiarkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP M. Ali Tahir menambahkan, dari keterangan para ABH dan terduga korban bahwa pada awalnya mereka hanya bercanda.

Menurutnya, para ABH bisa dikenakan sanksi sebagaimana Pasal 82, Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang pelindungan anak. ABH yang kita periksa adalah RSM (17 tahun). Dia yang merekam. Kemudian MP (17), PS (16) NR (17), dan PN (17). Diduga korban berinisial RG (16).

“Mereka semua teman sekelas dan akrab. Kelas XI di salah satu SMK di Bolmong,” bebernya.

Disebutkannya, video itu awalnya dibuat pada 26 Februari 2020 lalu.
Kemudian, diupload ke Whatsapp (WA) story, Senin (09/03/2020), sekitar pukul 12.00 Wita oleh salah satu pelajar. Tapi tiba-tiba beredar dan langsung viral.

“Nah, yang menyebarkannya ini yang masih dalam penyelidikan.
Mungkin ada yang mengambil dari WA story kemudian dibagikan ke media sosial. Untuk penyebar video itu masih akan diselidiki lagi karena berkaitan dengan undang-undang ITE,” pungkas Tahir.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMK bersangkutan mengaku syok saat mendengar informasi tersebut dari wakil kesiswaan yang menghubunginya via ponsel, kemarin. Kendati begitu, dirinya tetap bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan anak didiknya itu.

“Mereka adalah anak didik saya. Kami dari pihak sekolah juga terus berupaya mengontrol dan memberikan pengarahan kepada para pelajar. Saya tidak pernah menyangka dan membayangkan akan terjadi seperti ini. Untuk sanksi masih menunggu perkembangan termasuk dari aparat kepolisian,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com