Jokowi: Indonesia tidak bisa lockdown total

  • Share
Sumber: Pexels

ZONAUTARA.COM – Indonesia tidak dapat melakukan kebijakan yang sama seperti negara lain dalam melakukan penutupan total atau lockdown. Pasalnya, jika hal tersebut dilakukan akan banyak masyarakat yang menjerit.

Selain itu, lockdown atau karantina wilayah belum dapat menjamin sepenuhnya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia dapat teratasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kesempatan pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro di Halaman Istana Merdeka, Jumat (30/7).

Presiden juga mengaku bahwa saat penerapan PPKM darurat yang mana masih tergolong semi lockdown, sudah banyak masyarakat yang keberatan.

“Saya masuk ke kampung, saya masuk daerah, semuanya menjerit minta dibuka,” tambah Jokowi.

“Kalau lockdown, bisa kita bayangkan dan belum bisa menjamin juga dengan lockdown itu masalah (penyebaran virus corona) selesai,” ujarnya.

Jokowi mengatakan pemerintah serius menangani krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19. Namun, pemerintah juga punya tugas menyelesaikan krisis perekonomian pada saat yang sama.

Baca Pula:  Update kasus Covid-19 di Indonesia 7 Agustus 2021: kesembuhan capai angka 3 juta

Mantan Wali Kota Solo itu mengimbau para pengusaha mikro untuk terus semangat menjalankan usaha. Ia berharap keadaan akan membaik usai vaksinasi Covid-19 dilakukan secara tuntas.

“Yang kita harapkan akhir tahun bisa selesai, insyaallah. Kalau sudah 70 persen, paling tidak daya tular virus ini menjadi agak terhambat kalau sudah tercapai kekebalan komunal atau herd immunity,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021. Kebijakan itu diterapkan menyusul lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran dan kemunculan virus Corona varian Delta.

Kebijakan itu diperpanjang pada 21-25 Juli dengan nama PPKM Level 4. Pembatasan kembali diberlakukan dengan sejumlah pelonggaran pada 26 Juli hingga 2 Agustus.

Meskipun demikian, kasus positif hingga kematian Covid-19 melonjak signifikan selama penerapan PPKM Darurat dan Level 4. Meskipun saat yang bersamaan pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah.

Baca Pula:  Walikota Solo Gibran menilai langkah Anies menangani Covid-19 di DKI Jakarta sangat bagus

Khusus untuk kasus kematian, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal sepanjang 1-29 Juli 2021 menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 menjangkit Indonesia. Total kematian selama hampir satu bulan ini mencapai 32.061 kasus.

Jumlah itu empat kali lipat lebih banyak dibandingkan Juni 2021 dengan total 7.913 kasus kematian. Hingga kemarin, total kasus kematian akibat Covid-19 secara keseluruhan mencapai 90.552 orang.

Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo pun mengusulkan lockdown atau karantina wilayah Pulau Jawa dan Bali untuk menurunkan kasus kematian Covid-19 di Indonesia. Ia tak setuju jika pemerintah hanya menambah kapasitas rumah sakit (RS).

Menurut Windhu, lebih baik menambal atap bocor melalui kebijakan yang tepat, salah satunya seperti lockdown di daerah dengan satu kesatuan epidemologi, misalnya Jawa-Bali.



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com