Pra Kerja gelombang 18 sudah dibuka, begini cara daftarnya

Nila Zuhriah
Penulis Nila Zuhriah



ZONAUTARA.COM – Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, menyampaikan bahwa pendaftaran Kartu Prakerja dibuka kembali pada Senin (16/8).

Pembukaan tersebut kini memasuki gelombang ke 18 dan merupakan gelombang pertama yang dianggarkan sebesar Rp 10 triliun.

Tak hanya membeberkan tanggal pendaftaran, Louisa juga memaparkan pola dan skema program.

Meski demikian, Louisa tidak menjelaskan secara detail terkait kuota dan kapan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 18 akan ditutup.

“Kuota dan penutupan pendaftaran akan segera kami umumkan,” tuturnya.

Nah, bagi para peserta yang sudah mendaftar akun Prakerja, segera untuk mengupdate data diri, yaitu mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Berikut cara update Kartu Prakerja gelombang 18:

  1. Buka www.prakerja.go.id pada browser handphone atau komputer kamu
  2. Siapkan nomor KK serta NIK KTP kamu
  3. Masukkan data diri dan ikuti petunjuk pada layar
  4. Siapkan kertas dan alat tulis untuk mengikuti Tes Motivasi dan Kemampuan Dasar secara online
  5. Klik “Gabung” pada gelombang 18 yang sedang dibuka
  6. Tunggu pengumuman kelulusan, bagi yang lolos seleksi helombang 18 akan dapat pemberitahuan melalui SMS

Perlu dicatat, peserta dalam mengisi foto KTP tidak bisa melalui via file browser (file galeri), melainkan harus di foto secara langsung dengan ketentuan di bawah ini agar verifikasi e-KTP bisa diterima oleh pihak Kartu Prakerja:

  1. e-KTP asli
  2. e-KTP atas nama kamu, bukan orang lain
  3. Tidak blur atau buram
  4. Cahaya cukup terang
  5. e-KTP tidak rusak
  6. Foto e-KTP tidak terpotong
  7. Foto tidak menggunakan flash

Diketahui sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Pekerja sebesar Rp 10 triliun.

Menurut Sri Mulyani, hal ini dilakukan karena hasil survei menunjukkan jika program Kartu Prakerja terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama pandemi COVID-19.

Sri Mulyani menerangkan, semula pemerintah menganggarkan Rp 20 triliun untuk program Kartu Prakerja yang menjangkau 5,6 juta orang peserta.

Dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden RI, Sri Mulyani menuturkan anggaran akan ditambah sebesar Rp 10 triliun.

Sri Mulyani juga menyebut, kini total anggaran Kartu Prakerja menjadi Rp 30 triliun.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program kartu prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp 30 triliun dengan total 8,4 juta,” tandasnya.



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com