ZONAUTARA.com – Fakta bahwa matahari adalah bintang saat ini merupakan pengetahuan umum. Namun, butuh berabad-abad untuk para ilmuwan menyimpulkannya. Bagaimana kita tahu matahari adalah bintang?

Matahari dan bintang pada umumnya sama-sama bersinar di langit. Bedanya, matahari hanya “terbit” di siang hari, tetapi bintang-bintang hanya ada di malam hari. Matahari bisa sangat panas sehingga benar-benar membakar kulit Anda. Bintang, di sisi lain, tidak memberikan kehangatan sama sekali. Bagaimana para astronom melihat bahwa matahari adalah bintang?

Salah satu kunci utamanya adalah keluaran energi atau biasa disebut dengan luminositas matahari dan bintang serupa. Jika bintang terlihat redup sedangkan matahari tampak menyilaukan, hal itu terjadi hanya karena jarak matahari lebih dekat.

Luminositas suatu objek dapat ditemukan dengan mengetahui seberapa terang objek dan jaraknya. Setelah mengetahui jarak ke suatu objek, maka kita dapat menghitung luminositasnya.

Yang menjadi tantangan selanjutnya, orang -orang pintar sejak zaman Yunani kuno mulai memperkirakan seberapa jauh matahari, tetapi pengukuran jarak ke bintang membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk menghitung jarak bintang, ilmuwan menggunakan metode paralaks, yang bergantung pada bagaimana objek yang jauh menggeser posisinya relatif terhadap objek terdekat ketika pengamat, menggeser posisinya.

Karena bintang sangat jauh, para astronom harus menunggu sampai mereka memiliki teleskop yang cukup kuat sebelum mereka bisa mendapatkan pengukuran paralaks yang akurat. Setelah ditentukan, mereka menemukan bahwa, matahari dan bintang-bintang memompa jumlah energi yang sebanding setiap detik.

Kita semua adalah barang bintang

Langkah berikutnya dalam menunjukkan bahwa matahari adalah bintang adalah bahwa keduanya pada dasarnya terbuat dari bahan yang sama. Hal itu bisa dibuktikan dengan melibatkan pengiriman sinar matahari atau cahaya bintang melalui prisma menjadi warna seperti pelangi.

Dengan spektrograf yang cukup kuat, para astronom melihat bahwa pelangi tidak lengkap pada kedua cahaya tersebut. Ada pita gelap yang tidak acak tetapi muncul dalam pola tertentu. Para fisikawan segera menemukan bahwa pola garis-garis gelap ini seperti sidik jari unsur-unsur tertentu (seperti hidrogen, helium, nitrogen, dan oksigen) dalam gas yang dilalui cahaya dalam perjalanan ke spektrograf. Pola garis gelap untuk bintang dan matahari pada dasarnya sama.

Dengan spektroskopi, astronomi menjadi astrofisika. Dalam dekade berikutnya, para astronom mungkin akan membongkar rahasia arsitektur di bagian dalam bintang.

 



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id