ZONAUTARA.com – Bisakah kita memanfaatkan gunung sebagai baterai raksasa untuk penyimpanan energi jangka panjang? Begitulah premis penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Energy. Para peneliti mengusulkan sistem berbasis gravitasi untuk penyimpanan energi jangka panjang.

Julian Hunt dari IIASA (Austria-based International Institute for Applied Systems Analysis) dan rekan-rekannya memfokuskan penelitian tentang bagaimana cara menyimpan energi di lokasi yang memiliki sedikit permintaan energi, dan kondisi cuaca yang bervariasi yang memengaruhi sumber energi terbarukan.

Tim mengamati tempat-tempat seperti pulau-pulau kecil dan tempat-tempat terpencil yang membutuhkan kapasitas penyimpanan energi kurang dari 20 megawatt dan mengusulkan cara menggunakan pegunungan sebagai solusinya.

Gunung dapat menjadi sumber energi

Hunt dan timnya ingin menggunakan sistem yang disebut Mountain Gravity Energy Storage (MGES). MGES menggunakan derek yang ditempatkan di tepi gunung yang curam untuk memindahkan pasir (atau kerikil) dari tempat penyimpanan di bagian bawah ke tempat penyimpanan di bagian atas. Seperti dalam lift ski, motor/generator akan mengangkut bejana penyimpanan, menyimpan energi potensial. Listrik dihasilkan ketika pasir diturunkan kembali dari atas.

Penelitian Hunt telah diterbitkan dalam jurnal Energy berjudul Mountain Gravity Energy Storage: A new solution for closing the gap between existing short- and long-term storage technologies.

Sistem yang memanfaatkan gravitasi ini dapat menghasilkan energi yang sebanding dengan massa pasir, gravitasi, dan ketinggian gunung. Sebagian energi akan hilang akibat proses bongkar muat.

Tenaga air juga dapat digunakan dari segala jenis sumber air pegunungan seperti aliran sungai. Jika tersedia, air akan digunakan untuk mengisi wadah penyimpanan, bukan pasir atau kerikil. Memanfaatkan gunung, pembangkit listrik tenaga air dapat digunakan dari ketinggian mana pun dari sistem, membuatnya lebih fleksibel daripada tenaga air biasa.

Lebih daripada air, Hunt menjelaskan mengapa pasir lebih menguntungkan. Ia mengatakan bahwa salah satu keunggulan dari sistem usulannya adalah pasir termasuk murah dan tidak akan pernah menguap. Sehingga Anda tidak pernah kehilangan energi potensial dan dapat digunakan kembali berkali-kali. Hal ini juga tentu menguntungkan bagi daerah yang kering.

Selanjutnya, para peneliti sedang memikirkan lokasi yang ideal untuk memasang sistem tersebut. Beberapa pegunungan tinggi menjadi pilihan, seperti Himalaya, Pegunungan Alpen, dan Pegunungan Rocky atau pulau-pulau seperti Hawaii, Tanjung Verde, Madeira, dan Kepulauan Pasifik yang memiliki medan pegunungan.

Hunt menekankan bahwa bahwa teknologi MGES tidak menggantikan opsi penyimpanan energi saat ini, melainkan membuka cara baru untuk menyimpan energi dan memanfaatkan potensi tenaga air yang belum dimanfaatkan di daerah dengan pegunungan tinggi.

Sistem MGES (Sumber: IIASA)