ZONAUTARA.com – Seseorang yang terpapar atau terinfeksi virus Corona atau Covid-19 saat ini mungkin bisa sembuh dengan sendirinya, karena imun dan kondisi kesehatan yang dimilikinya cukup baik.

Namun saat seseorang mempunyai penyakit tertentu dan terserang Covid-19, situasinya akan berbeda. Menginap penyakit tertentu dalam kondisi terserang Covid-19 lebih dikenal dengan istilah komorbid atau penyakit bawaan.

Kombinasi antara virus Corona dan komorbid bisa memperparah kondisi seseorang yang sedang menderita sakit.

Dari analisis data kasus Covid-19, termasuk kasus Covid-19 di Indonesia, rata-rata pasien Covid-19 yang kritis atau yang meninggal dunia adalah mereka yang mempunyai penyakit bawaan atau komorbid.

Adapun penyakit bawaan yang umum dikenal selama ini adalah adalah diabetes melitus, hipertensi, jantung dan beberapa penyakit parah lainnya.

Dikutip dari CNN Indonesia, Direktur Utama RSUP Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakitnya meninggal karena komorbid yang dideritanya.

“Seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol, jadi memang komorbid ini jadi berat kalau kena Covid-19 meskipun awalnya ringan. Jadi begitu terkena (covid-19) harus segera konsul ke dokter,” kata Rabu (16/2).

Oleh karena itu Agus meminta agar masyarakat harus rutin kontrol komorbid yang mereka miliki.

Rutin melakukan pengecekan kesehatan adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah komorbid tak terdeteksi dan jadi semakin parah karena terlambat diobati.

Hal ini juga diungkap oleh Dokter dari Kelompok Staf Medis Paru di RSUP Persahabatan, Fathiyah Isbaniah.

Menurutnya rata-rata pasien yang melakukan perawatan terutama yang terkena Covid-19 Omicron adalah mereka yang komorbidnya tidak terkontrol.

“Sehingga ada dua hal yang harus diobati, penyakit bawaanya dan Covid-19nya,” kata dia.

Padahal varian Omicron ini tergolong ringan meskipun mudah menular. Tetapi jika terkena pada mereka yang memiliki komorbid tetap menjadi parah.

Berikut tips agar masyarakat yang memiliki komorbid tidak terpapar Covid-19 atau jika terpapar kondisinya tidak mengalami perburukan.

1. Segera lakukan vaksinasi

Para ahli meminta agar masyarakat untuk segera melengkapi dosis vaksinasi Covid-19, mulai dari dosis 1 dan 2 diikuti dengan booster jika memang sudah memenuhi syarat.

“Vaksinasi dan booster ini terbukti mencegah perburukan penyakit, meskipun punya komorbid efeknya ringan ketika terpapar,” kata dia.

2. Rutin mengontol komorbid

Mengontrol diabetes, hipertensi atau penyakit lain juga harus dilakukan dengan rutin. Cara ini juga dilakukan untuk melihat status imunitas dan keparahan penyakit yang diderita.

3. Jangan keluar rumah jika tidak penting

Tetap berdiam di rumah dan hindari bertemu dengan banyak orang adalah langkah pencegahan terbaik untuk mereka yang memiliki komorbid.

Apalagi jika komorbid yang dimiliki tidak rutin dikontrol atau tidak dilakukan perawatan.



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id