Para Penjual Buku di Texas Persoalkan UU Baru Soal Buku Perpustakaan Sekolah

Redaksi ZU
Penulis Redaksi ZU



BookPeople menyebut dirinya sebagai toko buku independen terbesar di Texas dan merupakan pemasok tetap buku ke sekolah-sekolah lokal. Kehadiran undang-undang baru itu, kata CEO-nya, Charley Rejsek, akan mempersulit bisnis mereka.

“Semua penjual buku, penjual hingga sekolah, harus membaca dan menilai semua buku yang terjual di masa lalu dan masa depan berdasarkan sistem penilaian yang sangat subjektif yang mereka buat mengenai relevansi seksual dan konten seksual,” jelasnya.

Toko buku “BookPeople”, Austin, Texas. (Facebook/bookpeople)

BookPeople adalah salah satu dari sekelompok penjual buku yang menantang undang-undang tersebut. Menurut LSM kebebasan berpendapat PEN America, 625 buku telah dilarang pada tahun ajaran ini di ruang kelas, perpustakaan, atau karena masih menunggu penyelidikan. Kehadiran undang-undang baru bukan tidak mungkin akan memperpanjang daftar buku yang dilarang.

Pendukung undang-undang tersebut termasuk kelompok Texas Values. Jonathan Covey adalah direktur kebijakan kelompok tersebut.

“Kami mendukung undang-undang ini karena sejumlah alasan, termasuk fakta bahwa legislasi ini benar-benar bertujuan untuk melindungi kepolosan anak-anak kita dan memberdayakan orang tua untuk memutuskan bahan apa yang dikonsumsi seorang anak, daripada meminta sekolah mengindoktrinasi anak-anak kita,” jelasnya.

Direktur Hubungan Pemerintah Texas Values, Elizabeth Castle mengatakan toko buku harus bertanggung jawab atas apa yang mereka jual ke sekolah.

Toko Buku Blue Willow di Houston, Texas. (Facebook/BlueWillowBooks)

Toko Buku Blue Willow di Houston, Texas. (Facebook/BlueWillowBooks)

“Salah satu contohnya adalah buku berjudul ‘Let’s Talk About It’ yang beredar di perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah. Buku ini eksplisit dan sangat gamblang; namun, saya yakin, buku ini menerima penghargaan untuk Youth Excellence. Sangat penting bagi penjual untuk jujur mengenai apakah buku-buku ini eksplisit atau tidak,” komentarnya.

Siapa yang memutuskan apa yang eksplisit merupakan salah satu tantangan dalam penegakan hukum. Pemilik Toko Buku Blue Willow, Valerie Koehler, mengatakan satu-satunya persyaratan untuk bekerja di toko buku adalah berusia 16 tahun, bukan terlatih dalam pemeringkatan buku.

“Peringkat dalam tim kami sendiri bisa saja berbeda. Apa yang dianggap berlebihan oleh satu staf, boleh jadi dianggap biasa saja oleh staf lainnya,” jelasnya.

Pengadilan Banding AS telah mengajukan argumen lisan pada akhir bulan November dalam gugatan toko buku terhadap undang-undang tersebut. Penjual buku dijadwalkan untuk menerima pedoman pemeringkatan pada 1 Januari dan memiliki waktu hingga April untuk mematuhi atau kehilangan hak mereka untuk menjual buku ke sekolah. [ab/uh]

Source link



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat




Artikel ini terbit atas kerjasama afiliasi Zonautara.com dengan Voice of America (VOA) Indonesia
Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com