MA AS akan Putuskan Legalitas Larangan atas Alat Tambahan Senapan ‘Bump Stocks’

Redaksi ZU
Penulis Redaksi ZU



Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) akan kembali membahas masalah hak kepemilikan senjata untuk memutuskan tentang legalitas larangan federal yang diberlakukan di bawah pemerintahan mantan presiden Donald Trump terhadap perangkat “bump stock.” Perangkat itu memungkinkan senjata api menembak lebih banyak dan cepat layaknya senapan mesin.

Para hakim setuju untuk melakukan sidang banding yang diajukan pemerintah Presiden Joe Biden terhadap eksekusi pengadilan lebih rendah yang mendukung Michael Cargill, pemilik toko senjata dan pembela hak-hak senjata dari Austin, Texas. Ia menantang larangan yang diberlakukan di bawah Trump tersebut usai insiden penembakan massal pada 2017 di Las Vegas.

Kasus ini berfokus pada apakah Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF), sebuah lembaga di bawah Departemen Kehakiman AS, telah menginterpretasikan dengan benar sebuah undang-undang yang melarang eksploitasi mesin sebagai perluasan pada perangkat “bump stock.” Aturan baru ini membatalkan sikap lembaga tersebut sebelumnya yang mulai berlaku pada 2019.

Pistol semi-otomatis Glock dipajang untuk dijual di Firearms Unknown, sebuah toko senjata di Oceanside, California, AS, 12 April 2021. (Foto: REUTERS/Bing Guan)

Hukum federal melarang penjualan atau kepemilikan senjata mesin, yang dapat dikenai ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun penjara. Senapan mesin didefinisikan Undang-Undang Senjata Api Nasional 1934 sebagai senjata yang dapat menembakkan “secara otomatis” lebih dari satu tembakan “dengan satu fungsi dari pelatuk.”

“Bump stock” menggunakan pantulan dari senjata semi-otomatis untuk memungkinkannya bergerak maju dan mundur, menghasilkan tembakan cepat.

Mayoritas konservatif Mahkamah Agung memperluas hak kepemilikan senjata dalam tiga putusan utama sejak 2008, termasuk pada 2022 ketika hakim untuk pertama kalinya mengakui bahwa individu memiliki hak konstitusional untuk membawa pistol di depan umum untuk membela diri. Para hakim juga sepakat untuk mengadopsi uji ketat terhadap hak kepemilikan senjata untuk menilai legalitas peraturan senjata.

Pada Selasa pekan depan, para hakim akan mempertimbangkan kasus hak kepemilikan senjata lainnya mengenai apakah akan menegakkan undang-undang federal yang melarang orang yang punya catatan kekerasan dalam rumah tangga untuk memiliki senjata api.

Pemerintahan Trump melarang penggunaan senjata tersebut setelah seorang pria menggunakan senjata yang dilengkapi dengan bump stock untuk melakukan penembakan massal di sebuah festival musik country di Las Vegas pada 2017.

Insiden itu menewaskan 58 orang dan melukai ratusan lainnya.

Cargill menggugat untuk menantang aturan itu, karena akan memaksa dia menyerahkan kedua perangkat bump stock-nya. [ah/ft]

Source link



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat




Artikel ini terbit atas kerjasama afiliasi Zonautara.com dengan Voice of America (VOA) Indonesia
Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com