Tennessee Kembangkan Program untuk Tarik Minat Warga Kulit Hitam dalam Transplantasi Medis

Redaksi ZU
Penulis Redaksi ZU



Enam mahasiswa dari Meharry Medical College di Nashville, Tennessee, menghabiskan musim panas mereka beberapa waktu lalu dengan mendampingi para spesialis di Tennessee Donor Services untuk mendapatkan pelajaran langsung tentang transplantasi organ.

Mereka belajar mengambil organ dari donor, mencocokkannya dengan pasien, dan mengenali situasi mental pasien dan keluarganya.

Para mahasiswa tersebut adalah bagian dari upaya baru untuk mendorong lebih banyak calon dokter kulit hitam dan minoritas lainnya untuk terlibat dalam donasi dan transplantasi organ, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan pasien kulit berwarna untuk mendonorkan organ mereka.

Jill Grandas, Direktur Tennessee Donor Service, mengatakan, meskipun jumlah transplantasi yang dilakukan di AS dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan, masih banyak ribuan orang yang meninggal karena tidak adanya cukup organ yang disumbangkan – beberapa di antaranya bahkan tidak mendapatkan kesempatan yang adil karena warna kulit mereka.

Marty Sellers (kiri), mahasiswa Meharry Medical College Emmanuel Kotey, (kedua dari kanan), dan Teresa Belledent (kanan), memeriksa ginjal setelah diambil dari donor organ di Jackson, Tennessee, 15 JUni 2023. (AP/Mark Humphrey)

“Otorisasi donasi organ tidak meningkat. Jumlah orang yang mendaftarkan diri sebagai donor di Tennessee tidak meningkat, khususnya di komunitas kulit hitam. Namun ada begitu banyak pasien kulit hitam yang menunggu. Bagaimana cara kita bisa menutup kesenjangan ini?’,” jelasnya.

James Hildreth dari Meharry Medical College menyambut upaya Tennessee Donor Service yang sebetulnya didukung oleh universitas-universitas yang secara historis banyak memiliki mahasiswa kulit hitam.

“Misi Meharry adalah mencoba memastikan adanya kesetaraan kesehatan bagi komunitas yang kami layani. Kesenjangan dalam transplantasi, terutama yang menyangkut warga kulit berwarna, adalah masalah yang sudah berlangsung lama. Tidak banyak warga kulit hitam atau minoritas lain yang menjadi ahli bedah transplantasi,” komentarnya.

Grandas dan Hildreth sama-sama meyakini bahwa meningkatkan minat masyarakat kulit hitam pada dunia transplantasi organ akan menghapus kesenjangan dalam hal donasi organ. Para ahli bedah transplantasi kulit hitam bisa mendoromg partisipasi komunitas mereka dalam mengatasi kelangkaan organ.

Secara keseluruhan, pasien kulit hitam di AS mencapai 28 persen dari jumlah orang dalam daftar tunggu untuk semua organ, namun hanya sekitar 16 persen dari mereka yang memperoleh organ dari dari donor yang sudah meninggal. Banyak warga kulit hitam enggan mendonorkan organ mereka atau tidak tahu caranya mendaftar sebagai donor organ.

Meningkatkan keberagaman donor sangat penting untuk meningkatkan peluang orang kulit berwarna di AS untuk menemukan organ yang cocok, kata Grandas. [ab/uh]

Source link



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat




Artikel ini terbit atas kerjasama afiliasi Zonautara.com dengan Voice of America (VOA) Indonesia
Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com