ASF di Sulut: meninjau isu, mitos, dan realitas penyebaran African Swine Fever

Neno Karlina Paputungan
Penulis Neno Karlina Paputungan
Ilustrasi, (Foto: Pixabay.com).



MANADO, ZONAUTARA.COM – Di tengah perbincangan hangat tentang African Swine Fever (ASF) di Sulawesi Utara (Sulut), isu seputar penyebarannya dan dampaknya terhadap masyarakat dan industri daging babi menjadi sorotan. Sejak larangan keras terhadap daging babi masuk ke wilayah Sulut pada Juni 2023, banyak pertanyaan muncul, terutama terkait dengan potensi penularan virus ASF kepada manusia.

Dilansir dari artikel Noufryadi Sururama yang tayang Sulawesion.com berjudul Virus Demam Babi (ASF) Tidak Menjangkiti Manusia, pemerintah Sulut, melalui Sekretaris Provinsi Steve Kepel, memberikan penjelasan bahwa langkah pencegahan diambil karena adanya ternak babi yang terkontaminasi ASF.

“Banyak ternak babi yang terkontaminasi ASF, oleh karena itu kami melakukan langkah pencegahan,” jelas Kapel, Kota Manado, Kamis (1/6/2023).

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, pada Juli 2023 mengonfirmasi bahwa virus ASF telah masuk ke wilayah tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sampel dari Kabupaten Minahasa.

Kekhawatiran masyarakat terkait potensi penularan ASF kepada manusia menjadi perhatian serius. Namun, dalam berbagai klarifikasi dari berbagai pihak, seperti Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Dr. Ir Johny S Tasirin MScF PhD, dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulut, dr Gysje Pontororing MSc PH, ditegaskan bahwa ASF tidak menular kepada manusia.

“Tidak, tidak! Sejauh ini memang ASF tidak menular kepada manusia, akan tetapi kita tidak pernah tahu perkembangan selanjutnya seperti apa,” kata Dr. Ir Johny S Tasirin MScF PhD, saat ditemui di ruang kerjanya pada medio Oktober 2023.

Seiring dengan kekhawatiran tersebut, tradisi masyarakat Sulut, khususnya suku Minahasa, dalam mengonsumsi daging babi menjadi sorotan. Dalam tradisi Endo Wangko (Pengucapan Syukur), babi dianggap sebagai makanan yang mendapat berkat, dan sejarah mencatat bahwa babi memiliki peran penting dalam upacara adat suku Minahasa.

Dalam upaya menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Sulut melakukan sosialisasi dan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Meskipun ASF tidak menular kepada manusia, langkah-langkah pencegahan tetap diterapkan untuk melindungi peternakan babi dan mencegah penyebaran penyakit.

Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado berperan penting dalam mencegah masuknya daging babi yang potensial terkontaminasi virus ASF. Pengawasan ketat dilakukan di berbagai pintu masuk, termasuk pelabuhan dan bandara.

Namun, sektor penjualan daging babi di pasar, seperti Pasar Beriman Tomohon, mengalami dampak signifikan. Pedagang mengeluhkan penurunan pendapatan akibat kekhawatiran masyarakat terhadap ASF. Meskipun telah ada kebijakan ketat dari pemerintah, beberapa penjual masih menyayangkan minimnya perhatian dan kunjungan dari pihak berwenang.

Dalam konteks ini, peran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia turut menjadi kunci dalam mengumpulkan data terkait jumlah pemotongan dan produksi daging babi di Sulut. Data ini menjadi dasar untuk memahami sejauh mana dampak ASF terhadap industri peternakan di daerah tersebut.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia juga memberikan imbauan dan rekomendasi untuk menekan penyebaran ASF melalui penerapan biosecurity, pengendalian perbatasan, dan peningkatan kesadaran akan ancaman penyakit ASF.

Dengan informasi ini, masyarakat di Sulut diharapkan dapat memahami lebih baik tentang ASF, mengatasi mitos yang berkembang, dan memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pencegahan yang diterapkan oleh pemerintah untuk melindungi kesehatan hewan dan manusia.



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com