Telinga kelelawar dan kemampuan sonar yang istimewa

Neno Karlina Paputungan
Penulis Neno Karlina Paputungan
Kelelawar yang ditemukan oleh petugas BKSDA Sulut saat operasi tumbuhan dan satwa liar pada Desember 2023, (Foto: Neno Karlina/Zonautara.com).

ZONAUTARA.com – Kelelawar, mamalia terbang yang terkenal dengan kemampuan navigasinya yang luar biasa, ternyata memiliki keistimewaan yang tak kalah menakjubkan pada bagian telinganya.

Seperti yang dilansir pada National Geographic Indonesia, sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Virginia Tech dan Universitas Shandong mengungkapkan bahwa, kelelawar dapat mengubah bentuk telinganya dalam waktu sepersepuluh detik, memberikan mereka kepekaan mendengar yang luar biasa dalam berbagai situasi.

Bentuk telinga kelelawar memiliki peran kritis dalam sistem sonar yang digunakan untuk bermanuver dan mengidentifikasi mangsa, terutama saat berburu dalam kondisi gelap.

Telinga kelelawar berfungsi sebagai antena untuk menerima suara-suara ultrasonik yang dihasilkan oleh mangsa atau objek di sekitarnya.

Rolf Muller dari Virginia Tech menjelaskan bahwa kelelawar mampu merubah bentuk telinga luar mereka menjadi konfigurasi yang lebih ekstrim dalam waktu sangat singkat.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan berhasil merekonstruksi bentuk tiga dimensi dari telinga kelelawar tapal kuda dalam waktu yang sangat pendek.

Melalui analisis komputer terhadap bentuk deformasi, mereka menemukan bahwa konfigurasi pendengaran dapat disesuaikan dengan tugas yang dihadapi oleh kelelawar tersebut.

Bagian telinga kelelawar berfungsi menerima suara-suara ultrasonik, (Foto: Neno Karlina/Zonautara.com).

Dengan kata lain, perubahan bentuk telinga merupakan salah satu cara adaptasi yang memungkinkan kelelawar beroperasi dengan optimal dalam lingkungan yang berubah-ubah.

Rolf Muller memberikan analogi sederhana dengan kedipan manusia untuk menjelaskan kecepatan perubahan bentuk telinga kelelawar.

Sementara manusia melakukan satu kedipan mata dalam waktu dua sampai tiga detik, kelelawar mampu mengubah bentuk telinganya dalam sepersepuluh detik.

Hal ini mengindikasikan bahwa kelelawar memiliki kemampuan adaptasi yang sangat cepat dan efisien. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Muller juga memberikan wawasan mendalam mengenai bentuk telinga kelelawar dalam spesies yang berbeda, serta mengilustrasikan hubungan antara bentuk telinga dan kemampuan navigasi para kelelawar.

Morfologi kelelawar, (Foto: www.infovisual.info/Wanibesak.wordpress).

Hasil penelitian ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kita tentang kehidupan kelelawar tetapi juga dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan teknologi navigasi dan pendengaran yang lebih baik di masa depan.

Keistimewaan telinga kelelawar dalam mengubah bentuknya dengan cepat dan presisi membuka pintu untuk lebih banyak penelitian yang dapat memperdalam pemahaman kita tentang keterampilan adaptasi luar biasa yang dimiliki oleh makhluk ini.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan,semakin banyak rahasia alam semesta yang terkuak, membawa manusia lebih dekat untuk belajar dan memanfaatkan keajaiban alam.



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com