bar-merah

Update hari ke-12: evakuasi masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang

Update proses evakuasi warga di Pulau Tagulandang, (Foto: ZONAUTARA.COM/ Yegar Sahaduta).
Update proses evakuasi warga di Pulau Tagulandang, (Foto: ZONAUTARA.COM/ Yegar Sahaduta).

SITARO, ZONAUTARA.com – Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, pada Kamis, 2 Mei, bencana erupsi Gunung Ruang kembali menimbulkan kekhawatiran di wilayah Sulawesi Utara.

Meletusnya kembali Gunung Ruang telah mengakibatkan permintaan evakuasi masyarakat yang terdampak di area radius 7 km di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Warga yang menunggu kapal untuk dievakuasi dari Pulau Tagulandang, (Foto: ZONAUTARA.com/Yegar Sahaduta).

Cuaca berawan dan angin bertiup lemah ke arah utara, dengan suhu udara mencapai 29-31 °C. Namun, kondisi visual di sekitar Gunung Ruang mengalami gangguan akibat asap kawah yang kelabu dengan intensitas tebal mencapai 500-600 m di atas puncak kawah. Tremor menerus juga tercatat dengan amplitudo 2-20 mm, yang dominan mencapai 10 mm.

Sejak pukul 07.00 WITA, tim operasi SAR dibagi menjadi tiga SRU, yaitu SRU ALVA, SRU BRAVO, dan SRU CHARLIE. SRU ALVA melaksanakan assessment di desa-desa dalam radius tidak aman dan menemukan beberapa masyarakat yang ingin mengungsi di Desa Tulusan. SRU BRAVO berhasil mengevakuasi 33 orang masyarakat dari Desa Tulusan menuju pelabuhan Tagulandang dan selanjutnya dinaikkan ke kapal Bea Cukai menuju pelabuhan Manado.

Update proses evakuasi warga di Pulau Tagulandang, (Foto: ZONAUTARA.COM/ Yegar Sahaduta).
Update proses evakuasi warga di Pulau Tagulandang, (Foto: ZONAUTARA.COM/ Yegar Sahaduta).

Dampak erupsi Gunungapi Ruang, membuat warga meminta segera dievakuasi, (Foto: ZONAUTARA.com/Yegar Sahaduta).

Hingga pukul 18.00 WITA, Gunung Ruang masih berada pada Level IV (awas), sementara masyarakat di Pulau Tagulandang masih membutuhkan evakuasi dengan menunggu kapal penumpang atau kapal pemerintah. Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado pun ditutup sementara.

Tim SAR yang terlibat dalam operasi ini mencakup KN SAR Bima Sena, KPP Manado, BNPB/BPBD Sitaro, pemerintah Kabupaten Sitaro, TNI/POLRI, instansi terkait, dan potensi SAR lainnya.

Alutsista yang digunakan meliputi KN SAR Bima Sena, peralatan posko, peralatan evakuasi, peralatan medis, APD, rapid land rescue, dan drone thermal.

Warga berbondong menuju pelabuhan untuk menunggu kapal yang mengevakuasi pengungsi, (Foto: ZONAUTARA.com/Yegar Sahaduta).

Total pengungsi yang telah dievakuasi keluar dari Pulau Tagulandang sejak 30 April hingga 2 Mei mencapai 3.597 jiwa, dengan melibatkan berbagai kapal evakuasi seperti KN SAR BIMASENA, KRI KAKAP, KMP LOHORAUNG, KMP LOKONGBANUA, KM MARINA BAY, KM GLORY MERRY, KM BARCELONA III, dan KN BEA CUKAI.

Suasana evakuasi warga Tagulandang, (Foto: ZONAUTARA.com/Yegar Sahaduta).

Pemerintah Kota Manado beserta berbagai instansi terkait terus melakukan upaya evakuasi dan penanganan bencana erupsi Gunung Ruang untuk memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak. Harapannya, operasi SAR ini dapat memberikan solusi dan bantuan yang diperlukan bagi korban-korban bencana ini.



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Share This Article
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com