ZONAUTARA.com — Bencana banjir dan banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada Rabu (27/5/2026) pukul 14.30 WITA, menyebabkan ratusan rumah warga terdampak dan menyisakan lumpur serta tumpukan material kayu di sejumlah desa.
Berdasarkan update laporan BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow hingga Kamis (28/5/2026) pukul 14.30 WITA, terdapat empat desa terdampak yakni Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan.
Banjir bandang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Bolmong sejak sepekan terakhir. Puncaknya terjadi pada Rabu siang ketika Sungai Botuk meluap dan membawa material kayu serta lumpur ke permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak bencana cukup besar. Data sementara hasil kaji cepat BPBD mencatat sebanyak 134 unit rumah terdampak dengan total 181 kepala keluarga atau 601 jiwa.
Rinciannya, Desa Komangaan sebanyak 11 rumah terdampak dengan 14 KK atau 48 jiwa. Desa Solimandungan I sebanyak 19 rumah dengan 24 KK atau 89 jiwa, termasuk 11 balita dan 6 lansia.
Sementara Desa Solimandungan II menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 103 rumah, 142 KK, dan 460 jiwa. Di desa ini juga tercatat terdapat 44 balita, 50 lansia, dan 3 ibu hamil. Selain itu, terdapat 2 rumah mengalami rusak berat, 2 rusak sedang, dan 8 rusak ringan, seluruhnya pada bagian dapur rumah warga.
Sedangkan di Desa Solimandungan Baru tercatat 1 rumah terdampak dengan 1 KK atau 4 jiwa.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum ikut terdampak antara lain Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, Pustu Desa Solimandungan II, serta satu gedung TK.
Saat ini banjir telah surut, namun menyisakan lumpur tebal dan tumpukan sampah serta kayu di area permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Bolmong dikerahkan untuk kerja bakti massal yang dipimpin langsung Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Wakil Bupati Donny Lumenta, Sekretaris Daerah, serta pimpinan OPD.
Di sela peninjauan lokasi bencana, Bupati Yusra Alhabsyi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan fokus pada penanganan warga terdampak sekaligus mencari solusi agar bencana serupa tidak kembali terjadi.
“Kami hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk melihat kondisi, tetapi memastikan seluruh penanganan berjalan. Setelah ini kami juga akan mencari solusi jangka panjang, termasuk perbaikan drainase dan normalisasi aliran air agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ujar Yusra Alhabsyi.
Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat membantu warga yang rumahnya terdampak lumpur dan material banjir.
“Kita harus bekerja bersama. Prioritas utama saat ini adalah membantu masyarakat membersihkan rumah, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan mempercepat pemulihan,” tambahnya.
TNI dan Polri dari unsur Polres Bolmong, Polda Sulut, hingga Brimob turut membantu proses pembersihan lumpur dan material banjir. Sejumlah organisasi masyarakat, wartawan peduli bencana, pemerintah desa, hingga warga setempat juga terlibat dalam kerja bakti bersama.
BPBD Bolmong juga terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, serta dengan Dinas PUPR terkait pembersihan material kayu dan lumpur yang menutup aliran sungai menggunakan alat berat.
Selain itu, koordinasi dilakukan dengan BPPW Sulut guna permintaan bantuan dua unit tangki air bersih dan tandon portable, serta dengan BWS Sulawesi I untuk normalisasi aliran sungai.
Dalam penanganan bencana ini, sejumlah sarana dan prasarana dikerahkan, di antaranya tiga unit excavator, delapan dump truck, dua unit damkar, satu unit water canon, dua unit tangki air, serta kendaraan rescue BPBD.
Meski demikian, petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama tebalnya lumpur dan tumpukan kayu akibat banjir bandang, serta akses jalan sempit yang menyulitkan alat berat masuk ke area permukiman warga.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, paket alat kebersihan, pakaian layak pakai, perlengkapan tidur, perlengkapan dapur warga terdampak, hingga perlengkapan bayi.
BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow memastikan akan terus melakukan pembaruan informasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Berikut foto-foto situasi penanganan pasca banjir di Solimandungan:











