ZONAUTARA.com– Gempa bumi yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis pagi, 2 April 2026 menimbulkan korban jiwa serta sejumlah kerusakan bangunan. Berdasarkan keterangan Ketua Lingkungan 3 Kelurahan Sario, Manado, Fadly Ali, terdapat dua korban yang telah dilarikan ke rumah sakit.
“Satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka. Korban yang meninggal diketahui sehari-hari merupakan pedagang di kantin,” ujar Fadly.
Sementara itu, Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono,S.I.K,.M.Hum mengungkapkan bahwa gempa terjadi sekitar pukul 06.48 WITA. Pihak kepolisian segera menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan langkah mitigasi, pengumpulan informasi, serta patroli di lokasi terdampak.
“Beberapa kejadian yang terdata di antaranya robohnya kanopi bagian utara di Gedung Olahraga KONI yang menimpa korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan forensik,” jelasnya.
Selain itu, satu korban luka ringan telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat. Ada pula seorang perempuan yang mengalami cedera setelah terjatuh dari lantai dua di Flamboyan Pelangi. Setelah menjalani pemeriksaan X-ray, tidak ditemukan patah tulang, dan korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.
Korban lainnya juga dilaporkan dirawat di RS ODSK. Sementara itu, satu insiden terjadi di Hotel Lion, di mana seorang warga mengalami luka dan harus mendapatkan enam jahitan akibat kepanikan saat berlarian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengingat wilayah Sulawesi Utara berada di kawasan Ring of Fire yang rawan gempa bumi.
“Kemungkinan gempa susulan masih bisa terjadi. Namun untuk potensi tsunami, berdasarkan pengalaman kami saat berdinas di Aceh Darussalam biasanya terjadi dalam rentang 0–20 menit setelah gempa. Alhamdulillah saat ini kita sudah melewati hingga 20 menit,” tambahnya.
Hingga kini, situasi di sejumlah wilayah seperti kepulauan dan Kota Bitung dilaporkan kondusif, meskipun terdapat beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga roboh.
Untuk wilayah Likupang, Minahasa Utara, pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan akan memberikan pembaruan informasi melalui jajaran Polres Minahasa Utara.
Saat ini, fokus penanganan masih dilakukan di wilayah Sario, sembari menunggu laporan lengkap dari seluruh daerah terdampak di Sulawesi Utara.
Tonny Rarung, ikut berkontribusi dalam liputan ini


