ZONAUTARA.com – Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, mengusulkan agar angkutan logistik jarak jauh lebih dari 1.000 kilometer dilakukan melalui jalur laut. Langkah ini dianggap penting untuk menekan biaya logistik yang mahal akibat posisi geografis Indonesia yang terdiri atas kepulauan. Pemerintah diharapkan mendukung upaya ini, terutama dalam memastikan keamanan stok, distribusi, dan stabilitas harga BBM di tengah konflik Iran melawan AS dan Israel.
Dalam pandangan ALI, BBM merupakan komponen biaya yang signifikan dalam sistem transportasi, sehingga memengaruhi biaya logistik secara keseluruhan. Oleh karena itu, usulan pengembangan angkutan laut tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada transportasi darat yang mahal, tetapi juga dapat mengamankan rantai pasok logistik nasional.
Selain itu, para pelaku usaha mendesak institusi keuangan untuk lebih aktif menyalurkan pembiayaan di sektor logistik dengan bunga yang terjangkau. Dukungan ini dinilai krusial dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok di tengah ketidakpastian global saat ini.
Mahendra Rianto mengemukakan pandangannya ini dalam dialog dengan Dina Gurning di acara AutoBizz yang ditayangkan oleh CNBC Indonesia pada Selasa, 31 Maret 2026.
Langkah konkret dari pemerintah dan partisipasi dari sektor keuangan dianggap akan memperkuat daya saing industri logistik nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

