ZONAUTARA.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terkait desakan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Prasetyo menyatakan, “Nanti kami koordinasikan dulu ya,” di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).
Prasetyo menambahkan bahwa proses penyelidikan saat ini sudah berjalan cepat dan transparan. Kendati demikian, pemerintah tetap membuka diri terhadap usulan pembentukan TGPF. “Bahwa ada pemikiran atau ada usulan, nanti kita coba kaji,” ujarnya.
Desakan pembentukan TGPF ini semakin menguat setelah kasus tersebut diserahkan oleh Polda Metro Jaya ke Puspom TNI. Desakan juga datang dari sejumlah tokoh yang tergabung dalam Solidaritas Kebangsaan untuk Andrie.
Kelompok ini menyatakan bahwa teror air keras terhadap Andrie mengindikasikan adanya sistemik budaya kekerasan negara terhadap kritik dan koreksi publik. Solidaritas ini terdiri dari berbagai tokoh termasuk Sukidi, Karlina Supeli, dan Busyro Muqoddas, yang melontarkan pesan kebangsaan di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).
“Serangan ini tampaknya dimaksudkan untuk menimbulkan efek gentar. Namun, para pelaku tidak memperhitungkan bahwa vitalitas dan determinasi kaum muda dapat berkembang menjadi konsekuensi yang harus dihadapi oleh pihak-pihak yang masih mengandalkan cara-cara primitif,” seru mereka dalam pesan tersebut.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

