Pramono Anung Siapkan Pergub untuk Batasi Akses Digital Anak di Jakarta

Pramono Anung siapkan Pergub batasi akses digital anak di Jakarta, tindak lanjut PP No. 17/2025.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait perlindungan anak di ruang digital melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub).

Langkah ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, yang mengatur pembatasan akses digital bagi anak di bawah umur. Pramono menegaskan bahwa keputusan tersebut telah dibahas secara internal dan Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi aturan tersebut di tingkat daerah.

“Kami sudah merapatkan, kami menyetujui dan kami akan membuat Pergub sebagai turunan dari PP tersebut. Karena yang mengonsumsi terbesar di republik ini untuk anak di bawah umur yang telah diatur dalam Tunas tentunya masyarakat DKI Jakarta yang relatif lebih melek terhadap digital,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (10/4).

Menurutnya, tingginya literasi digital masyarakat Jakarta justru membuat anak-anak lebih rentan terhadap paparan konten yang tidak sesuai usia. Karena itu, intervensi kebijakan dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda. Pramono menegaskan, pihaknya ingin memberikan dukungan konkret terhadap upaya perlindungan anak sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih sehat dan produktif.

“Sehingga dengan demikian kami akan memberikan support, dukungan sepenuhnya terhadap hal itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mengarahkan anak-anak untuk memprioritaskan pendidikan. Ia berharap kebijakan ini tidak hanya menjadi aturan pembatasan, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku.

“Yang paling utama harapannya anak-anak Jakarta konsentrasi untuk pelajaran-pelajaran yang menjadi inti dari apa yang menjadi beban dia saat ini. Saya yakin anak Jakarta rata-rata punya mimpi tinggi untuk belajar di mana saja,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar waktu anak tidak habis untuk aktivitas digital yang kurang produktif. Menurutnya, energi dan perhatian anak sebaiknya diarahkan untuk memperkuat kapasitas diri melalui belajar.




“Jadi daripada bermain seperti itu, lebih baik berkonsentrasi untuk belajar,” pungkasnya.

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com