ZONAUTARA.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan hari Senin, 11 Mei 2026. IHSG melemah sebesar 77 poin atau sekitar 1,11%, membawa indeks ke posisi 6.893. Penurunan ini menandakan adanya sentimen negatif yang membayangi pasar modal domestik sejak awal perdagangan.
Kondisi serupa juga dialami oleh kelompok saham-saham unggulan. Indeks LQ45, yang merepresentasikan 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, tercatat turun 2,48 poin atau sekitar 0,37 persen ke posisi 674,70. Penurunan pada indeks saham blue chip ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak hanya menerpa saham lapis kedua, tetapi juga saham-saham berkapitalisasi besar.
Fluktuasi yang terjadi dalam pasar saham saat ini masih berlangsung cukup tinggi. Investor diharapkan tetap waspada terhadap potensi koreksi lanjutan maupun peluang technical rebound di tengah sesi perdagangan yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, IHSG sempat ditutup menguat 0,50% ke level 7.092,47 pada Rabu, 6 Mei 2026, akibat meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta koreksi harga minyak mentah dunia. Namun, pembukaan pada hari Senin ini kembali menunjukkan penurunan, memperlihatkan bahwa pasar masih terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal yang tidak menentu.
Situasi terkini di pasar saham juga menggambarkan dinamika investor yang masih dalam fase menunggu kepastian dan perkembangan lebih lanjut dari kondisi ekonomi global dan domestik.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

