ZONAUTARA.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan banyak investor asing mengeluhkan lambatnya proses perizinan di Indonesia. Hal ini diungkapkan Prabowo saat acara penyerahan uang denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung pada Rabu (13/5). Presiden menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam rangka deregulasi perizinan.
Menurut Prabowo, kondisi ini menghambat para pengusaha yang ingin berinvestasi di Indonesia. “Banyak investor juga dari luar negeri mengeluh di Indonesia sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali saudara-saudara sekalian, perizinan kadang-kadang ada yang enggak masuk akal,” ujarnya.
Presiden menekankan pentingnya menyederhanakan proses perizinan agar tidak mempersulit para pengusaha yang ingin berkontribusi pada perekonomian nasional. “Sederhanakan ya, jangan persulit. Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja ya harus dibantu,” jelas Prabowo.
Prabowo juga menyoroti sejumlah birokrat yang bersikap sebaliknya, mempersulit perizinan demi mendapatkan keuntungan pribadi. “Kecenderungan regulasi adalah inisiatif dari birokrat-birokrat untuk, terus terang saja saya sampaikan, untuk cari peluang. Ada yang nanti minta kickback, minta uang supaya izinnya dipercepat keluar,” tuturnya.
Pernyataan Prabowo dikuatkan oleh keluhan para pengusaha yang mengatakan izin baru keluar dalam satu hingga dua tahun, sementara di negara lain, prosesnya hanya memakan waktu dua minggu. “Pengusaha-pengusaha juga mengeluh, mereka mau bekerja dan mereka mau investasi tapi kadang-kadang nunggu izin itu satu tahun, dua tahun,” ungkapnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

