Peretas Iran Diduga Bobol Sistem Tangki BBM AS

Kelompok peretas Iran diduga membobol sistem pemantauan bahan bakar SPBU di AS, meningkatkan ketegangan siber.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Pejabat Amerika Serikat menuduh bahwa kelompok peretas asal Iran terlibat dalam pembobolan sistem pemantauan jumlah bahan bakar di tangki penyimpanan SPBU di beberapa negara bagian. Insiden ini menambah dimensi baru dalam ketegangan siber di tengah konflik yang sedang berlangsung antara AS, Israel, dan Iran.

Para peretas tersebut dilaporkan mengeksploitasi sistem Automatic Tank Gauge (ATG) yang terhubung secara daring dan tidak terlindungi oleh kata sandi. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan fisik secara langsung, akses ini memungkinkan para peretas untuk memanipulasi pembacaan tampilan tangki. Para ahli memperingatkan bahwa manipulasi terhadap sistem ATG dapat secara teoretis membuat kebocoran gas tidak terdeteksi yang mengancam keselamatan.

Pemerintah AS mengidentifikasi Iran sebagai tersangka utama mengingat sejarah serangan terhadap sistem serupa. Namun, terdapat kendala dalam pembuktian forensik karena kurangnya jejak digital yang ditinggalkan para peretas. Jika terbukti, ini akan menjadi indikasi terbaru bahwa Teheran dapat mengancam infrastruktur vital AS, yang tidak dapat dijangkau oleh rudal atau drone mereka.

Serangan ini juga menjadi peringatan serius bagi operator infrastruktur kritis di AS. Kelompok peretas Iran dikenal sering mencari sistem komputer yang terhubung internet tanpa pengamanan memadai, khususnya di sektor minyak, gas, dan utilitas air.

Meskipun kemampuan siber Iran kerap dianggap di bawah Tiongkok atau Rusia, operasi mereka selama konflik menunjukkan peningkatan signifikan. Yossi Karadi, kepala badan pertahanan siber Israel, menyatakan, “Aktor Iran berada di bawah tekanan dan mencoba menyerang di mana pun mereka menemukan celah di ruang siber.”




Pemerintah AS juga khawatir atas potensi campur tangan Iran dalam pemilihan mendatang melalui operasi informasi dan disinformasi berbasis AI, seperti yang terjadi pada pemilu 2020 dan 2024. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA) serta FBI terus menyelidiki jangkauan dari peretasan sistem tangki bahan bakar ini.

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com