ZONAUTARA.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan optimisme terkait stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Perry mengungkapkan keyakinannya ini setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (7/5/2026). “Yakin stabil,” ujar Perry. Namun, ia belum dapat memastikan kapan rupiah akan kembali stabil.
Dalam kesemptan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada dalam kondisi aman untuk mendukung program prioritas. Selain itu, Purbaya menyebutkan bahwa pondasi fiskal Indonesia juga dalam keadaan baik.
“Kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus enggak ada masalah, fondasi ekonomi betul-betul bagus. Cuma nanti sosialisasi-sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor juga seperti apa,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah telah memasuki pasar obligasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pemerintah berencana meningkatkan nilai investasi terhadap surat utang, diharapkan langkah ini dapat menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia dan memperkuat posisi rupiah.
Purbaya juga menyatakan bahwa strategi fiskal akan diumumkan dalam waktu dekat berdasarkan arahan Presiden Prabowo. Meski nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari melemah menjadi Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS, upaya stabilisasi terus dilakukan. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga tercatat melemah ke level Rp17.666 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.
Diolah dari laporan Antara.

