Inisiatif JEDA 10 Detik Blibli Tingkatkan Mood Positif Warga

Tujuh dari 10 warga +62 di Indonesia merasa lebih tenang setelah jeda 10 detik, menurut inisiatif Blibli.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Sebanyak tujuh dari 10 warga Indonesia merasa suasana hati mereka lebih positif setelah menerapkan jeda 10 detik, menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan ketenangan di tengah tingginya interaksi digital. Hal ini merupakan bagian dari inisiatif sosial bernama JEDA yang dihadirkan oleh PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, serta Indonesian E-commerce Association. Program ini berlangsung dari 19 Februari hingga 31 Maret 2026 dan melibatkan lebih dari 158.000 warga +62.

JEDA, yang merupakan singkatan dari “Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check, Ambil keputusan dengan tenang”, bertujuan mendorong kebiasaan pause culture, yaitu kebiasaan berhenti sejenak sebelum bertindak, baik di ruang daring maupun luring. Lewat microsite jeda10detik.com, inisiatif ini mengajak masyarakat mengambil jeda 10 detik sebelum merespons informasi untuk mengurangi respons impulsif.

Data dari Indonesia Anti Scam Center menunjukkan terdapat 432.637 aduan penipuan dengan kerugian mencapai Rp9,1 triliun selama periode 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026. Survei APJII 2025 juga mencatat 22,12% pengguna internet di Indonesia pernah mengalami penipuan online. Di tengah kondisi ini, upaya kolaboratif dan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat literasi digital dan menciptakan konsumen yang lebih kritis dan tangguh.

“Sebagai pelopor ekosistem perdagangan omnichannel, Blibli berkomitmen menghadirkan pengalaman yang terpercaya di setiap titik interaksi. Inisiatif JEDA lahir dari pemahaman bahwa kualitas keputusan ditentukan oleh kejernihan, bukan hanya kecepatan,” ujar Nazrya Octora, Head of PR Blibli. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan upaya perlindungan konsumen untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Psikolog Irma Agustina, juga mengapresiasi pendekatan ini. “Kebiasaan memberi jeda dapat menghadirkan ruang refleksi dan menenangkan pikiran,” katanya. Praktik-praktik sederhana seperti menarik napas dalam, melakukan relaksasi singkat, atau meregangkan tubuh, sejalan dengan tujuan dari JEDA 10 detik ini untuk menurunkan respons impulsif dan memberi ruang bagi pikiran.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com