Sisi gelap dibalik wangi Pala Siau

Artikel ini tayang di Teras.id Klik tombol di bawah untuk membaca artikel lengkap. Artikel ini memerlukan akses VIP di Teras.id.
👑 Baca Artikel Lengkap

Ringkasan

ZONAUTARA.com – Di balik rimbunnya hutan pala yang menyelimuti lereng Gunung Karangetang, terdapat sebuah praktik “transaksi sunyi” yang kerap terjadi pada petani dan pemilik kebun pala di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Tidak ada notaris, tidak ada materai perbankan, hanya selembar kuitansi tulisan tangan dan kesepakatan lisan yang disaksikan aparat desa atau tetangga.

Di sinilah nasib ribuan pohon pala berpindah tangan. Bukan dijual, melainkan “disekolahkan”, istilah halus warga setempat untuk menggadaikan masa depan demi uang tunai hari ini.

Fenomena ini dikenal sebagai apoteke. Sebuah sistem gadai tradisional yang, ironisnya, menjadi mekanisme paling efektif dalam memiskinkan pemilik lahan di tengah kekayaan alam yang melimpah.

Praktik apoteke ini juga diakui oleh Piet Hein Kuerah, petani pala yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Sitaro. Menurut Piet, sistem gadai sudah berlangsung lama dan memiliki banyak variasi, dari gadai tahunan hingga “jual mati”.

Baca artikel lengkap Sisi gelap dibalik wangi Pala Siau di Teras.id

👑 Baca di Teras.id →

https://www.teras.id/zonautara-com/rubrik/mendalam/sisi-gelap-di-balik-wangi-pala-siau-2114705

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com