ZONAUTARA.com – Polemik terkait lokasi pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) semakin memanas dengan adanya ketidaksetujuan dari sejumlah calon ketua umum. Tiga dari empat calon ketua umum (caketum) Hipmi menyatakan keberatan apabila Munas digelar di Lampung, mengangkat isu netralitas dan kepatuhan terhadap mekanisme organisasi.
Beredar informasi bahwa 50 plus 1 Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi menolak Munas tersebut diadakan di Lampung. Namun, informasi ini dibantah oleh Ketua Umum BPD Hipmi Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf. “Itu tidak benar, dan menyesatkan,” tegas Ahmad dalam tanggapannya pada Sabtu (23/5).
Menurut Ahmad, seluruh peserta forum Sidang Dewan Pleno (SDP) Hipmi 2026 yang berlangsung di Makassar telah menyerahkan keputusan lokasi Munas kepada Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Akbar Himawan Buchari. “Saat itu, kami sepakat bahwa penentuan lokasi Munas diserahkan kepada Ketua Umum BPP Hipmi. Kemudian OC dan SC sepakat Munas akan berlangsung di Lampung,” ujarnya.
Forum para Ketua Umum BPD di Bali pada Jumat (22/5) juga mempertegas hal ini, dimana mayoritas menyepakati penyerahan keputusan kepada Ketum Akbar. “Terkait 50 plus 1 itu tidak benar, karena saya ada di forum itu,” katanya.
Saat ini, tahapan Munas XVIII Hipmi telah memasuki agenda Debat Kandidat Kedua di Bali. Meskipun diawali dengan kelancaran, ketegangan muncul saat debat terbuka antarcalon ketua umum. Calon Ketua Umum nomor urut 1 Reynaldo Bryan, nomor urut 3 Afifuddin Kalla, dan nomor urut 4 Anthony Leong memilih walk out dari forum sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait keberatan lokasi Munas di Lampung.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

