ZONAUTARA.com – Sejumlah politisi dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) di Malaysia mulai meninggalkan partai tersebut dan bergabung dengan partai lain. Fenomena ini menjadi sorotan karena banyak dari mereka yang merupakan anak didik Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Salah satu anggota PKR yang telah hengkang adalah Rafizi Ramli. Sebelumnya, ia sempat diunggulkan sebagai penerus Anwar. Namun, ia memilih keluar dan mengakuisisi partai kecil bernama Malaysia United Party atau Bersama. Rafizi mengklaim telah menerima 18 ribu formulir keanggotaan untuk partai barunya, sebagian besar berasal dari mantan anggota PKR.
Meskipun aturan konstitusi Malaysia melarang anggota parlemen berpindah partai saat menjabat, hengkang massal ini menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas internal PKR. Jika perpecahan dalam koalisi pemerintah terus berkembang, Anwar mungkin terpaksa menggelar pemilu dadakan.
Hassan Abdul Karim, salah satu anggota PKR, mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. Ia menilai elite partai telah gagal mendengarkan keresahan kadernya meski tetap percaya pada PKR. “Jika lebih banyak anggota pendukung Rafizi yang pergi, Anwar akan kehilangan legitimasi sebagai perdana menteri,” ujarnya.
Sementara itu, Fuziah Salleh, Sekjen PKR, membantah adanya eksodus massal tersebut. Ia menyatakan banyak kader baru yang siap bergabung dengan PKR menjelang Pemilu.
Diolah dari laporan Tirto.id.

