ZONAUTARA.com – Harga komoditas batu bara Indonesia mengalami fluktuasi akibat sentimen dari dalam dan luar negeri. Data Refinitiv menunjukkan harga batu bara pada Kamis (28/5/2026) tercatat sebesar USD 137,5 per ton, mengalami penurunan 0,5% dari hari sebelumnya. Fenomena El Niño yang memicu cuaca panas dan lembab di Asia diperkirakan akan meningkatkan permintaan dan harga batu bara dunia.
Di sisi lain, dari dalam negeri, pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus untuk ekspor komoditas menjadi perhatian dunia usaha. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi batu bara di pasar internasional.
Dalam konteks ini, Commodity Expert dari CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta, memberikan pandangannya. Menurutnya, perkembangan cuaca ekstrem ini akan memberikan dampak signifikan terhadap komoditas batu bara Indonesia.
Hal ini disampaikan dalam acara Squawk Box di CNBC Indonesia, Jumat (29/5/2026), di mana Shania Alatas berdiskusi membahas arah batu bara seiring tantangan gelombang panas yang melanda Asia.
Untuk informasi lengkapnya, dapat disimak dalam program tersebut yang mengupas tuntas isu-isu terkini terkait perkembangan harga dan industri batu bara.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

