ZONAUTARA.com – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan mulai memasuki Madinah pada 7 Juni 2026. Dalam rangka menyambut kedatangan mereka, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan pentingnya kesiapsiagaan layanan kesehatan di Madinah. Para jemaah diperkirakan mengalami kelelahan setelah menunaikan puncak ibadah haji di Makkah yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan Mina.
Dahnil, saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah pada Jumat (5/6/2026), mengingatkan bahwa kesiapan ini krusial karena banyak jemaah yang akan melanjutkan dengan kegiatan arbain dan aktivitas lainnya di Madinah. “Hati-hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat,” ungkap Dahnil.
Dia menegaskan pentingnya pemantauan aktif oleh petugas kesehatan, alih-alih menunggu jemaah datang ke fasilitas medis. Koordinasi antara KKHI Madinah dan tim kesehatan di sektor perlu diperkuat guna memantau kondisi jemaah sejak dini. “Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” tambah Dahnil.
Dalam kunjungannya, Dahnil mengevaluasi kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat, dan distribusi kebutuhan kesehatan di Madinah. Ia meminta seluruh layanan bersifat responsif, terutama untuk lansia dan mereka yang berisiko tinggi. “Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat-obatan dan distribusi ke sektor,” tegasnya.
Wamenhaj juga mengapresiasi dedikasi petugas kesehatan yang terus siaga melayani jemaah selama operasional haji. Ia mendorong agar petugas senantiasa menjaga kebugaran dan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik. “Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan haji. Tetap jaga kesehatan, tetap siaga, dan berikan layanan terbaik untuk jemaah kita,” kata Dahnil.
Kementerian Haji dan Umrah memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah sebagai langkah esensial dalam fase pasca-Armuzna serta untuk pergerakan jemaah gelombang kedua. Pemantauan kesehatan juga dilakukan melalui sektor dan tim visitasi untuk menjamin keamanan jemaah selama di Madinah hingga kepulangan ke Tanah Air.
Diolah dari laporan Tirto.id.

