Siapa David Sullivan: Bos Sepak Bola dan ‘Raja Porno’

David Sullivan, pengusaha dan mantan ketua West Ham, dikenal karena kekayaannya dari bisnis majalah dewasa dan menghadapi tuduhan pelecehan seksual.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – David Sullivan, mantan ketua bersama West Ham, merupakan sosok pengusaha yang dikenal karena kekayaan yang berhasil dibangunnya dari bisnis majalah dewasa, film, dan saluran telepon dewasa sebelum era internet. Di usia 77 tahun, dengan julukan ‘raja porno’, Sullivan adalah salah satu orang terkaya di Inggris dan mengelola kerajaan media, properti, dan penerbitan dari kantornya di mansionnya yang memiliki 14 kamar di Essex, Inggris.

Baru-baru ini, sebuah investigasi oleh BBC Panorama dan Times mengungkap tuduhan perilaku eksploitatif seksual dan predator yang disebut sudah berlangsung selama beberapa dekade. Sullivan membantah semua tuduhan tersebut, dengan menyebutnya tidak benar dan sepenuhnya palsu. Dalam pernyataan pada hari Sabtu, dia juga mengkritik investigasi BBC yang dianggapnya “secara mendasar tidak adil”.

Sullivan paling dikenal karena perannya di West Ham, dimana ia bersama mitra bisnisnya mengambil alih klub tersebut pada tahun 2010. Ia kerap terlihat di kotak direktur selama pertandingan di London Stadium dan masih menjadi pemegang saham tunggal terbesar dengan 38,8% saham di klub tersebut.

Terlahir di Cardiff pada tahun 1949 dari pasangan seorang perwira Angkatan Udara Kerajaan dan istrinya, Sullivan pertama kali menemukan minatnya dalam bisnis dengan menjual program sepak bola. Setelah mendapatkan gelar ekonomi di Queen Mary University, London, ia menjadi eksekutif periklanan sebelum terjun ke bisnis fotografi topless pada awal tahun 1970an dengan teman universitasnya.

Usaha mail-order mereka berkembang pesat, menjual majalah pornografi dan buku tentang teknik seksual. Mereka bahkan disebut sebagai “penyedia kotoran baru” oleh News of the World, yang membuat ibunya menangis, klaim Sullivan. Pada tahun 1973, Sullivan dan mitranya didenda £50 setelah mengaku bersalah atas tuduhan menerbitkan dan mengirimkan materi cabul.




Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com