ZONAUTARA.com – Perkembangan teknologi digitalisasi mendorong tingginya minat masyarakat terhadap layanan kesehatan berbasis teknologi, seperti telemedicine yang memungkinkan interaksi antara pasien dan tenaga kesehatan melalui aplikasi chat, panggilan suara, atau video call.
Chief Operating Officer of Halodoc, Alfonsius Pratama Timboel, menyatakan bahwa baik perkembangan teknologi maupun persaingan dalam pelayanan kesehatan telah memicu munculnya inovasi layanan telemedicine untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Namun, menurut Alfonsius, peningkatan literasi tentang digitalisasi masih diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap telemedicine. Selain itu, penguatan infrastruktur digital juga sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan telemedicine ke berbagai daerah.
Selama 10 tahun beroperasi, Halodoc sebagai aplikasi telemedicine dan telefarmasi terus mengembangkan layanan konsultasi medis dan layanan kefarmasian jarak jauh kepada pasien. Layanan Halodoc tidak hanya sebatas pada konsultasi pasien, tetapi juga diperkuat dengan integrasi asuransi serta kerja sama dengan korporasi dalam ekosistem kesehatan.
Lebih lanjut mengenai strategi penguatan layanan kesehatan digital, Alfonsius Pratama Timboel menjelaskan dalam dialog dengan Mercy Widjaja di program Closing Bell, CNBC Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

