ZONAUTARA.com – Pemerintah Inggris telah mengumumkan larangan penggunaan media sosial bagi remaja di bawah 16 tahun. Keputusan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris di Downing Street dan mengikuti model yang diterapkan di Australia, serta mencakup pembatasan tambahan bagi remaja usia 16 dan 17 tahun, termasuk kemungkinan penerapan jam malam.
Namun, implementasi larangan di Australia menghadapi kendala, terutama karena sebagian besar anak-anak yang sudah memiliki akun media sosial sebelum larangan tetap dapat mengaksesnya. Meskipun larangan ini dikatakan bukan sebagai “solusi tunggal” masalah keamanan daring, diharapkan tetap memberi dampak positif.
Sir Keir Starmer membandingkan larangan ini dengan undang-undang tentang konsumsi alkohol di Inggris, di mana meskipun ada remaja di bawah 18 tahun yang tetap minum, upaya hukum masih berhasil mencegah banyak kasus. Namun demikian, penting untuk mempertimbangkan bahwa remaja usia 16 tahun di Inggris dapat menikah, bergabung dengan angkatan bersenjata, dan memberikan suara dalam pemilihan tertentu. Apakah mereka tidak bisa dipercaya menggunakan Instagram pada malam hari?
Salah satu pertanyaan besar adalah bagaimana cara kerja larangan ini. Perdana Menteri tidak memberikan jawaban langsung. Di Australia, pengawasan usia dinilai tidak efektif. Banyak pihak yang berpendapat bahwa larangan harus diterapkan oleh platform teknologi seperti TikTok dan Snapchat, tetapi mereka memiliki waktu kurang dari setahun untuk mencari solusi yang lebih baik menjelang penerapan pada musim semi mendatang.
Banyak ahli berpendapat bahwa perilaku buruk secara daring merupakan masalah sosial, bukan hanya teknologi. Menghalangi akses teknologi sepenuhnya bukanlah solusi. Kampanye dan menteri pemerintah berpendapat bahwa perusahaan teknologi telah memiliki cukup waktu untuk melindungi anak-anak namun gagal melakukannya dengan efektif. Perusahaan menyatakan telah mengimplementasikan banyak kontrol orangtua dan pembatasan akses yang mereka anggap berbahaya, namun kritik menyebut kontrol tersebut terlalu banyak dan membingungkan orang tua.
Diolah dari laporan BBC News.

