ZONAUTARA.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara mengalami peningkatan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga minyak mentah di pasar global. Di Indonesia, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM non-subsidi pada 10 Juni 2026.
Di Singapura, harga rata-rata bensin per liter mencapai Rp42.971, sementara harga diesel menyentuh Rp54.301 per liter. Sebagai perbandingan, BBM non-subsidi di Indonesia juga mengalami kenaikan, dengan harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter. Namun, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah masing-masing di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Selain itu, negara-negara tetangga lainnya termasuk Malaysia, Filipina, Thailand, Laos, Kamboja, dan Myanmar juga mengalami kenaikan harga BBM. Di Malaysia, harga bensin rata-rata Rp16.448 per liter dan diesel Rp20.650 per liter. Di Filipina, harga bensin Rp22.158 dan diesel Rp22.248 per liter. Sedangkan di Thailand, harga bensin Rp28.910 dan diesel Rp22.015 per liter.
Laos mencatat harga bensin Rp31.945 dan diesel Rp38.840 per liter, sementara di Kamboja harga bensin Rp27.761 dan diesel Rp22.607 per liter. Terakhir, di Myanmar, harga bensin Rp25.085 dan diesel Rp24.259 per liter.
Peningkatan harga BBM ini merupakan kebijakan umum di negara-negara tersebut untuk menyesuaikan dengan harga pasar minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

