ZONAUTARA.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (17/6). Penurunan ini terjadi di tengah sikap investor yang cenderung berhati-hati menjelang pengumuman kebijakan suku bunga acuan dari domestik maupun global, serta rilis indeks MSCI.
IHSG terkoreksi sebesar 34,23 poin atau 0,55 persen, menutup sesi di level 6.220,74. Berbeda dengan indeks sektoral pada umumnya, indeks LQ45 yang merupakan kumpulan saham unggulan justru sedikit menguat sebesar 0,55 poin atau 0,09 persen ke posisi 625,23.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengatakan pergerakan IHSG lebih bervariasi karena pasar sementara menanti sejumlah agenda ekonomi. “Investor cenderung bersikap hati-hati menjelang kebijakan suku bunga acuan dalam pertemuan FOMC The Fed dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Kamis (18/6),” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta.
Konsensus pasar memproyeksikan bahwa The Fed akan menjaga suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen. Di sisi lain, Bank Indonesia diprediksi akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Selain kebijakan suku bunga, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada MSCI Global Market Accessibility Review dan rebalancing indeks FTSE.
Sementara itu, sektor-sektor di Indeks Sektoral IDX-IC sebagian besar berakhir melemah. Sektor industri mengalami penurunan terdalam sebesar 2,51 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik (-2,03 persen) dan sektor energi (-2,01 persen). Namun, sektor barang konsumen primer dan infrastruktur masing-masing menguat sebesar 0,58 persen dan 0,32 persen.
Saham-saham seperti BCIC, DEFI, ESIP, RONY, dan KONY tercatat sebagai top gainers. Di sisi lain, saham GHON, BINA, NZIA, BREN, dan POLU mengalami tekanan jual signifikan. Secara keseluruhan, 306 saham mengalami kenaikan, 409 saham turun, dan 244 saham stagnan. Di pasar Asia, bursa mencatatkan pergerakan beragam dengan Nikkei (Jepang) naik 0,83 persen, Shanghai (Tiongkok) naik 0,40 persen, sementara Hang Seng (Hong Kong) turun 0,74 persen.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

