ZONAUTARA.com – Serangan drone oleh Ukraina mengakibatkan kerusakan besar terhadap fasilitas energi dan transportasi di Krimea dan wilayah selatan Rusia pada 21 Juni 2026. Hingga kini, sedikitnya lima orang dilaporkan tewas dalam serangan ini.
Citra satelit menunjukkan bahwa tangki penyimpanan di Kerch, Krimea, mengalami kerusakan yang signifikan. Otoritas Rusia yang mengawasi wilayah tersebut melaporkan bahwa empat orang tewas dan 28 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang melibatkan pesawat tak berawak itu.
Dalam serangan yang sama, wilayah Krasnodar di Rusia juga menjadi sasaran. Serangan drone mengakibatkan kebakaran di fasilitas transportasi minyak, termasuk terminal minyak setempat. Sebelum kejadian, foto satelit menunjukkan tangki-tangki minyak masih dalam keadaan utuh.
Robert Brovdi, Komandan Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina, yang dikenal dengan sebutan “Madyar”, membagikan rekaman video yang memperlihatkan detik-detik serangan terhadap terminal depot minyak di Kerch dan stasiun radar Kasta-2E2 di Kurortne, Krimea. Selain itu, seorang penumpang kapal feri dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Kejadian ini juga telah dikonfirmasi oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy.
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa mereka berhasil menembak jatuh 239 pesawat tak berawak Ukraina. Namun, serangan yang berhasil menembus pertahanan tetap menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

